• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Renstra Diperta (Halaman 115-136)

Misi V : Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan sarana prasarana pertanian Meningkatkan peranan lembaga

5.2. INDIKATOR KINERJA

Tolok ukur kinerja pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Sumatera Barat selama periode waktu 2011–2015, adalah sebagaimana berikut ini :

Tabel. 13

Indikator Kinerja Utama Tahun 2011-2015

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 1 2 Meningkatnya produksi tanaman pangan dan hortikultura Pengembangan kawasan sentra produksi dan cluster agroindustri

Peningkatan Produksi

Tanaman Pangan dan

hortikultura : a. Padi b. Jagung c. Manggis 3,50% 6,00% 2% Peningkatan Jumlah

Kawasan Sentra Produksi

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 114 - 5.3. KELOMPOK SASARAN

Sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan faktor penentu pembangunan pertanian sub- sektor tanaman pangan dan hortikultura. Tercapainya pembangunan perlu ditentukan kelompok sasaran berdasarkan kawasan/wilayah/lokasi, Sumberdaya Alam, Sumberdaya Manusia dan komoditas sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

A. Sasaran Wilayah/Lokasi

Pelaksanaan pembangunan pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura ditentukan berdasar pengwilayah dan peruntukan yang sesuai dengan RPJMD Provinsi Sumatera Barat. Penggunaan lahan di Provinsi Sumatera Barat secara umum meliputi kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan budidaya diantaranya berupa kawasan permukiman, kawasan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, kawasan perkebunan, kawasan peternakan, kawasan industri, kawasan pertambangan, kawasan perikanan dan kelautan, dan kawasan hutan

Sumatera Barat mempunyai potensi lahan sawah dan lahan kering. Pada tahun 2011 luas Lahan sawah tercatat 239.635 ha terdiri dari terdiri dari sawah berpengairan teknis 27.905 ha, setengah teknis 74.104 ha, pengairan sederhana/desa/non PU seluas 88.955ha,

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 115 -

sawah tadah hujan seluas 40.453 ha, dan lainnya 4.830 ha. Sedangkan potensi luas lahan bukan sawah adalah seluas 784.205 ha yang terdiri dari lahan pekarangan 91.832 ha, tegal kebun 328.422 ha, ladang huma 128.989ha dan lahan sementara tidak diusahakan seluas 234.962 Ha.

B. Komoditas

Pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi fokus adalah komoditas Padi, Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Ubi Kayu, Ubi jalar, Manggis, Jeruk, Pisang, Durian, Kentang, Cabe Merah, Bawang Merah, Kubis, Tomat, Anggrek, Krisan, Tanaman Obat dan biofarmaka. Komoditas lain merupakan komoditas pilihan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Provinsi Sumatera Barat.

C. Rumah Tangga Petani

Dari angka proyek BPS jumlah penduduk Sumatera Barat tahun 2009 sebesar 4.827.973 jiwa, sedangkan data jumlah rumah tangga petani masih menggunakan data base hasil sensus pertanian tahun 2003 (ST03). Dari hasil ST03 dari 1.052.100 KK jumlah kepala keluarga, terdapat 639.700 rumah tangga petani (60,8 %) dengan komposisi usaha petani sebagai berikut :

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 116 -

- Padi / Palawija : 476.800 KK. RT Petani - Hortikultura : 222.300 KK RT Petani - Perkebunan : 210.200 KK RT Petani - Peternakan : 145.100 KK RT Petani - Hasil hutan : 19.400 KK RT Petani - Jasa pertanian : 36.900 KK RT Petani Jumlah : 1.100.700 KK RT Petani

Grafik 16 :

Komposisi Jenis Aktifitas Petani di Sumatera Barat, 2009

Dari data rumah tangga petani dengan berbagai usaha yang dilakukan ternyata setiap rumah tangga petani secara ratio terdapat 1,8 artinya rata - rata rumah tangga petani tidak cukup mengusahakan 2 jenis usaha, hal ini tergambar bahwa kurang produktifnya anggota rumah tangga petani dalam berusaha tani dan juga bukti

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 117 -

kekurangan jam kerja petani dalam melakukan usaha tani yang akibatnya rumah tangga petani tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, inilah salah satu faktor penyebab bertambahnya angka kemiskinan dan angka pengangguran.

Demikian juga komposisi umur petani yang mengelola usaha tani berdasarkan data statistik adalah umur petani < 30 th sebanyak 3,64 %, umur petani 31 - 40 thn sejumlah 24,38 %, umur petani 41 - 50 th sebesar 34,78 % dan umur petani > 50 th sebesar 37,25 %. Keadaan ini menunjukkan bahwa menurunnya/kecilnya minat para pemuda/generasi muda berusaha dibidang pertanian (3,64 %) sementara yang banyak mengusahakan pertanian berada pada keadaan umur petani 41-50 th dan > 50 th, situasi yang demikian kurang menguntungkan ditinjau dari segi daya pikir, semangat juang berusaha, tenaga dan kemampuan mengelola pekerjaan yang sebagian besar masih tradisional dan manual.

Untuk pemutakhiran data base ST03, pada tahun 2009 BPS melakukan pendataan rumah tangga petani yang di fokuskan kepada rumah tangga usaha tani padi, jagung, kedelai, dan tebu (RTUT-PJKT). Berdasarkan hasil Pendataan Usaha Tani tahun 2009 (PUT-09) di peroleh hasil sebagai berikut :

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 118 -

Tabel 14.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Tani

No Kabupaten/Kota Jumlah*) Rumah Tangga Usaha Tani Jenis Tanaman Padi Jagung Kedele

1 2 3 4 5 6

1 Kab. Pasaman 39.074 38.762 1.175 249

2 Kab. Pasaman Barat 39.890 31.639 12.929 146

3 Kab.50 Kota 41.205 40.663 2.408 12

4 Kab. Agam 45.680 42.940 27.269 121

5 Kab. Tanah Datar 44.469 43.210 2.513 16

6 Kab. Pd. Pariaman 37.641 37.379 793 18

7 Kab. Solok 43.625 43.181 392 16

8 Kab. Solok Selatan 19.397 19.002 416 369

9 Kab. Swl/Sijunjung 24.031 23.903 260 43 10 Kab. Dharmasraya 8.621 8.229 806 115 11 Kab. Pes.Selatan 54.664 50.582 8.287 77 12 Ko Payakumbuh 5.792 5.705 385 2 13 Ko Bukittinggi 1.074 996 137 - 14 Ko Pd. Panjang 1.069 1.055 37 1 15 Ko Padang 13.601 13.584 35 6 16 Ko Solok 1.848 1.831 43 - 17 Ko Sawahlunto 2.866 2.820 62 43 18 Kab.Mentawai 1.421 1.353 25 1 19 Ko Pariaman 2.742 2.730 20 1 Jumlah 428.710 409.564 57.992 1.236

Sumber : PUT (Pendataan Usaha Tani) 2009, BPS Sumbar *) Bukan merupakan penjumlahan Kol (4) + kol (5) + Kol (6)

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 119 - 5.4. PENDANAAN INDIKATIF

Kegiatan pembangunan pertanian sektor tanaman pangan dan hortikultura di Sumatera Barat ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memfasilitasi sebesar-besarnya partisipasi masyarakat dengan mendayagunakan keterpaduaan program dan kegiatan yang dibiayai dari berbagai sumber- sumber pendanaan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Guna tercapainya program pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi Sumatera Barat maka perlu adanya dukungan anggaran dari APBN dan APBD. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, dan Pendanaan Indikatif Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2011- 2015 adalah sebagaimana tabel berikut ini.

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 133 -

Disamping program dengan sumber dana APBD, juga terdapat Program dan Kegiatan dengan sumber dana APBN yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 15.

Rencana Pendanaan Indikatif Kegiatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat

Tahun 2011-2015 Sumber Anggaran 2011 2012 2013 2014 2015 APBN (Dinas Provinsi) 3.775.100 171.641.607 139.743.918 167.692.701 201.231.241 APBN Dinas Kab/Kota 97.781.775 45.792.420 39.586.258 51.462.135 66.900.776 T o t a l 101.556.875 217.434.027 179.330.176 219.154.836 268.132.017

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015

- 134 - BAB 6

Dalam dokumen Dinas Pertanian Sumbar Renstra Diperta (Halaman 115-136)

Dokumen terkait