• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Perencanaan dan Penganggaran yang mendukung Pelaksanaan Kerjasama Timbal Balik

2. Indikator Kinerja, Perencanaan dan Penganggaran

Sejauhmana tugas dan fungsi Otoritas Pusat dapat tercermin dalam proses perencanaan dan penganggaran unit terkait? Untuk menjawab hal tersebut, perlu melihat proses penyusunan indikator keberhasilan pelaksanaan kinerja dari unit

48http://ditjenahu.kemenkumham.go.id/organisasi/direktorat-hukum-internasional-dan-otoritas-pusat, akses 18 November 2013.

68 Direktorat Hukum Internasional dan Otoritas Pusat – terutama yang terkait dengan tugas dan fungsi sebagai Otoritas Pusat, sebagai berikut:

Gambar 4.1

Struktur Kelembagaan Kemkumham terkait Pelaksanaan MLA

Sebagai catatan penting, di dalam Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM 2010-2014,49 tidak mencantumkan indikator yang merupakan kinerja terpenting dari Ditjen AHU terkait penyelenggaraan fungsi Otoritas Pusat dan Ekstradisi. Mengingat penugasan kepada Ditjen AHU c.q. Direktorat Hukum Internasional dan Otoritas Pusat pada tahun 200950, maka ketiadaan penyebutan

49

http://www.kemenkumham.go.id/attachments/article/2058/Renstra%202010-2014.pdf, di akses 21 November 2013.

50

Berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH.04.AH.08.02 tahun 2009 tentang Pelaksana Tugas di Bidang Ekstradisi dan Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana di Kementerian Hukum dan HAM, maka unit Ditjen AHU, khususnya Direktorat Hukum Internasional dan Otoritas Pusat, ditugaskan sebagai unit pelaksana kewenangan Menteri sebagai pemegang otoritas pusat. Tugas lain

Program Administrasi Hukum Umum

Kegiatan Administrasi Hukum Internasional (Anggaran TA 2013 Rp. 2,6 miliar dan TA 2014 Rp. 4,0 miliar)

Indikator:

Indikator kegiatan berkembang dari tahun 2013-2014 menjadi lebih memperlihatkan indikator keluaran peran CA

Indikator Kinerja Direktorat HI dan Otoritas Pusat (TA. 2014)

1. % tindak lanjut permohonan bantuan timbal balik yang diteruskan dari dan kepada pihak terkait;

2. % tindak lanjut permohonan ekstradisi yang diteruskan dari dan kepada pihak terkait;

3. % penyampaian rekomendasi tanggapan hukum dari Ditjen AHU terkait Hk Ekonomi, Hk Perdata Internasional dan lembaga internasional kpd organisasi internasional dan instansi terkait;

4. % pemberian tanggapan terhadap perjanjian internasional dan ratifikasinya terkait hukum laut, hk udara dan lingkungan kepada organisasi internasional dan instansi terkait;

5. % keberhasilan penyusunan bahan pertimbangan dan bahan analisa pelaksanaan dan penghormatan hukum humaniter;

6. % keberhasilan penyusunan bahan pertimbangan dan analisa atas perkembangan hukum di bidang TSP

69 indikator kinerja sebagai bagian dari pelayanan Ditjen AHU, dapat dipahami bahwa dukungan terhadap kinerja Otoritas Pusat sangat minim. Nomenklatur unit eselon II sebagai pelaksana tugas Otoritas Pusat masih menggunakan nomenklatur lama sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, yaitu dengan nomenklatur “Direktorat Hukum Internasional”. Baru pada awal perencanaan penganggaran tahun 2014 Kementerian Hukum dan HAM memakai nomenklatur “Direktorat Hukum Internasional dan Otoritas Pusat” disertai perubahan penggunaan indikator yang berbeda (sebagaimana diuraikan dalam tabel 4.4 di bawah ini).

Tabel 4.4

Renstra Kementerian Hukum dan HAM 2010-2014 Program Administrasi Hukum Umum Program/

Kegiatan

Output Indikator Target

2010 Target 2014 Unit Pelaksana Program Administrasi Hukum Umum Kegiatan Administrasi Hukum Internasional Peningkatan kualitas pengembangan dan implementasi perjanjian internasional Persentase keberhasilan pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum pidana internasional sesuai SOP 10% 15% Direktorat Hukum Internasional Persentase keberhasilan pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum ekonomi internasional, hukum organisasi internasional

dan hukum perdata in ternasional sesuai SOP

60% 80% Persentase keberhasilan pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum laut, hukum udara dan angkasa serta hukum lingkungan

sesuai SOP

19% 25%

Dalam perkembangannya terjadi dinamika penyusunan indikator kinerja dari unit Direktorat Hukum Internasional dan Otoritas Pusat. Kurun waktu 2010-2014, penyusunan indikator untuk unit terkait mengalami perubahan nomenklatur dan indikator serta rincian alokasi anggaran, sebagai berikut:

yang terkait di dalamnya adalah melaksanakan proses ekstradisi berdasarkan Pasal 22 ayat (2) jo. Pasal 44 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi.

70 Tabel 4.5

Indikator Kinerja terkait Otoritas Pusat kurun waktu 2010-201451

Tahun Nama Kegiatan Indikator Alokasi (dlm juta) Realisasi % 2010 Program Pelayanan dan Bantuan Hukum

Peningkatan Kualitas Pelayanan di bidang Keimigrasian, HKI dan Administrasi Hukum Umum Catatan: kegiatan Otoritas Pusat sebagai bagian dari Program

Pelayanan dan Bantuan Hukum yang masih bersifat “gelondongan

anggaran” dan belum berdasarkan indikator tersendiri sebagai output penting dari pelaksanaan Program tersebut sebagaimana ketentuan berbasis kinerja (2009) 51,1 (total anggaran untuk Program) NA NA 2011 Administrasi Hukum Internasional Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum pidana internasional sesuai SOP

2.115,0 NA NA

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum ekonomi internasional, hukum organisasi internasional dan hukum perdata internasional sesuai SOP

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum laut, hukum udara dan angkasa serta hukum lingkungan sesuai SOP

2012 Administrasi Hukum Internasional

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum pidana internasional sesuai SOP

3.513,0 2.827,6 80,49 %

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum ekonomi internasional, hukum organisasi internasional dan hukum perdata internasional sesuai

71 Tahun Nama Kegiatan Indikator Alokasi (dlm juta) Realisasi % SOP Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum laut, hukum udara dan angkasa serta hukum lingkungan sesuai SOP

2013 Administrasi Hukum Internasional

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum pidana internasional sesuai SOP

2.506,0 NA*) NA

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum ekonomi internasional, hukum organisasi internasional dan hukum perdata internasional sesuai SOP

Persentase keberhasilan

pengembangan dan implementasi perjanjian internasional di bidang hukum laut, hukum udara dan angkasa serta hukum lingkungan sesuai SOP 2014 Administrasi Hukum Internasional dan Otoritas Pusat

Persentase tindak lanjut

permohonan bantuan timbal balik yang diteruskan dari dan kepada pihak terkait

2.258.2**) NA NA

Persentase tindak lanjut permohonan ekstradisi yang diteruskan dari dan kepada pihak terkait

Persentase penyampaian

rekomendasi tanggapan hukum dari Ditjen AHU terkait hukum ekonomi, hukum perdata internasional dan lembaga internasional kepada organisasi internasional dan instansi terkait

Persentase pemberian tanggapan terhadap perjanjian internasional dan ratifikasinya terkait hukum laut, hukum udara dan lingkungan Persentase penyampaian

rekomendasi tanggapan hukum dari Ditjen AHU terkait hukum laut, udara dan lingkungan kepada

72 Tahun Nama Kegiatan Indikator Alokasi (dlm juta) Realisasi %

organisasi internasional dan instansi terkait

Persentase pemberian tanggapan terhadap perjanjian internasional dan ratifikasinya terkait hukum laut, udara dan lingkungan, penyampaian rekomendasi tanggapan hukum dari Ditjen AHU terkait hukum laut, udara, lingkungan kepada organisasi internasional

Persentase keberhasilan penyusunan bahan pertimbangan dan bahan analisa pelaksanaan dan penghormatan hukum humaniter Persentase keberhasilan penyusunan bahan pertimbangan dan analisa atas perkembangan hukum di bidang transfer or sentenced persons (pemindahan narapidana)

*) : kegiatan tahun 2013 masih berlangsung;

**) : Rencana pelaksanaan kegiatan untuk tahun 2014 hasil optimalisasi Kemenkumham TA 2014 (sumber: Ringkasan RKAKL Hasil Optimalisasi TA 2014 Kemkumham).

Pada rencana kerja tahun 2012, indikator persentase keberhasilan penyelesaian permohonan bantuan timbal balik dan ekstradisi dimunculkan sebagai bagian dari beberapa indikator kinerja penting lainnya untuk mencapai sasaran pemenuhan tugas dan fungsi dari Kementerian Hukum dan HAM di tahun 2012, yaitu “Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel”52. Ketiadaan indikator dalam Renstra sebelumnya telah diperbaiki, sehingga di dalam LAKIP Kementerian Hukum dan HAM tahun 2012, telah dapat disampaikan beberapa kinerja yang terkait dengan tugas dan fungsi Direktorat HIOP.

Di tahun 2014, Kementerian Hukum dan HAM juga telah mencantumlan sasaran dan indikator yang telah memperlihatkan gambaran kinerja terkait pelaksanaan bantuan hukum timbal balik dan ekstradisi dengan kalimat “Persentase (%) keberhasilan penyelesaian permohonan Bantuan Timbal Balik dan Ekstradisi yang diteruskan dari dan kepada pihak terkait”. Dengan demikian, penilaian kinerja baru dapat secara konsekuen dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi Direktorat HIOP di tahun 2014 mendatang.

52 LAKIP Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2012,

http://www.kemenkumham.go.id/attachments/article/2053/LAKIP%20FINAL%202012%20Kemenkumh am.pdf.

73

Dokumen terkait