• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Kinerja

Dalam dokumen LAKIP INTERIM DJPB TW I 2014 (Halaman 29-35)

BAB 2. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

2.2. RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN

2.2.1. Indikator Kinerja

2.2. RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN

2.2.1. Indikator Kinerja

Pembangunan Perikanan Budidaya pada tahun 2014 difokuskan kepada program pencapaian indikator kinerja utama yaitu meningkatnya produksi perikanan budidaya dengan volume produksi perikanan budidaya sebanyak 13.978.946 ton. Target indikator keberhasilan tersebut telah didistribusikan melalui sub-sub program peningkatan produksi perikanan budidaya diantaranya :

a. Pengembangan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan

Tujuan kegiatan pengembangan sistem produksi adalah terpenuhinya kebutuhan pakan dengan pakan yang teregistrasi, unit usaha budidaya yang tersertifikasi dan tersedianya data statistik perikanan budidaya yang akurat dan mutakhir. Unit kerja penanggungjawab kegiatan adalah Direktorat Produksi.

Sasaran yang ingin dicapai hingga akhir tahun 2014 dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terpenuhinya penerapan teknologi anjuran pembudidayaan ikan serta tersedianya data statistik perikanan budidaya yang akurat dan mutahir.

Komponen kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya pengembangan sistem produksi antara lain : (i) pelaksanaan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan sistem mutu CBIB, harmonisasi sertifikasi CBIB dengan standar internasional, penilaian, pengawasan, monitoring dan evaluasi sertifikasi CBIB; (ii) pengembangan produksi budidaya air tawar (termasuk minapadi), air payau dan laut, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pembinaan penerapan SNI dan CBIB budidaya ikan air tawar, air payau dan laut, forum budidaya ikan air tawar, air payau dan laut, temu lapang perikanan budidaya, supervisi, pembinaan, monitoring dan evaluasi kawasan dan percontohan perikanan budidaya; (iii) pengembangan data dan statistik perikanan budidaya, dengan rincian komponen kegiatan antara lain koordinasi, pengumpulan, dan pengolahan data (validasi data statistik perikanan budidaya), penyajian dan publikasi data, sinkronisasi database SIMSTAT, dan survei sosial ekonomi perikanan budidaya; dan (iv) pengembangan produksi budidaya ikan hias, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pembinaan penerapan SNI dan CBIB budidaya ikan hias, temu lapang dan forum budidaya ikan hias, supervisi, pembinaan, monitoring dan evaluasi kawasan dan percontohan budidaya ikan hias.

21

b. Pengembangan Sistem Perbenihan

Tujuan kegiatan pengembangan sistem perbenihan ikan adalah Terpenuhinya kebutuhan benih dan bibit rumput laut untuk produksi dan pasar dengan mutu terjamin. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Perbenihan.

Sasaran yang ingin dicapai pada pelaksanaan kegiatan pengembangan sistem perbenihan adalah terpenuhinya kebutuhan induk unggul dan benih bermutu. Komponen kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengembangan sistem perbenihan antara lain : (i) pelaksanaan percepatan induk unggul, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penguatan sarana dan prasarana induk unggul, pelaksanaan pengembangan dan operasionalisasi broodstock center, penguatan jejaring pemuliaan induk ikan; (ii) pelaksanaan standarisasi dan sertifikasi pembenihan, dengan rincaian komponen kegiatan antara lain pembinaan mutu perbenihan, pelaksanaan pembinaan dan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), penyusunan standarisasi perbenihan; (iii) pengembangan unit perbenihan skala besar, dengan rincian komponen kegiatan antara lain operasionalisasi unti perbenihan skala besar, pembinaan dan pemantauan perbenihan, penguatan koordinasi UPT dan UPTD, pengembangan dan operasionalisasi unit pembenihan pemerintah (BBI, BBU, BBUG dan BBIP); (iv) pengembangan dan pemberdayaan unit pembenihan skala kecil, dengan rincian komponen kegiatan antara lain peningkatan kinerja kelompok UPR dan HSRT, diseminasi perbenihan skala kecil, penguatan kelembagaan perbenihan skala kecil; (v) pengembangan kebun bibit rumput laut; dan (vi) pengembangan informasi dan distribusi perbenihan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyajian informasi dan distribusi perbenihan, pengumpulan dan pengelolaan data informasi dan distribusi perbenihan, validasi sistem informasi dan distribusi perbenihan.

c. Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan

Tujuan kegiatan pengembangan sistem prasarana dan sarana pembudidayaan ikan adalah tersedianya kawasan perikanan budidaya yang memiliki prasarana dan sarana yang memadai. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Prasarana dan Sarana. Sasaran kegiatan pengembangan sistem prasarana dan sarana perikanan budidaya adalah tersedianya prasarana dan sarana yang memadai di kawasan/sentra produksi perikanan budidaya.

Komponen kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengembangan prasarana dan sarana budidaya antara lain : (i) pengembangan lahan dan air pembudidayaan ikan. dengan rincian komponen kegiatan antara lain pre assessment kesesuaian lahan dan penyusunan model penataan pengembangan kawasan berbasis perikanan, penataan lahan idle/terlantar untuk perikanan budidaya, pengembangan potensi lahan budidaya; (ii) pengembangan prasarana dan sarana budidaya air payau, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan prasarana dan sarana budidaya air payau, pengembangan standar (RSNI-3)

22

prasarana dan sarana budidaya air payau; (iii) pengembangan prasarana dan sarana budidaya air tawar, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan prasarana dan sarana budidaya air tawar, pengembangan standar (RSNI-3) prasarana dan sarana budidaya air tawar; (iv) pengembangan prasarana dan sarana budidaya laut, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan prasarana dan sarana budidaya laut, pengembangan standar (RSNI-3) prasarana dan sarana budidaya laut; dan (v) pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan pelaksanaan minapolitan perikanan budidaya, koordinasi lintas sektor pengembangan kawasan minapolitan.

d. Pengembangan Sistem Usaha Budidaya Pembudidayaan Ikan

Tujuan kegiatan Pengembangan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan adalah terpenuhinya kebutuhan modal kerja guna berkembangnya usaha perikanan budidaya yang mandiri. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Usaha.

Sasaran kegiatan pengembangan sistem usaha budidaya adalah meningkatnya aksesbilitas permodalan, fasilitasi investasi dan penguatan kelembagaan usaha perikanan budidaya. Komponen kegiatan pengembangan sistem usaha perikanan budidaya antara lain : (i) pengembangan investasi dan permodalan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan peluang investasi perikanan budidaya, pembinaan pemanfaatan kredit program perikanan budidaya, akselerasi pembiayaan usaha perikanan budidaya, monitoring dan evaluasi investasi dan permodalan perikanan budidaya; (ii) pengembangan dan pembinaan kewirausahaan perikanan budidaya, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pelaksanaan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan melalui Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB), pembinaan wirausaha perikanan budidaya pemula terdidik, pengembangan model usaha perikanan budidaya, temu kemitraan usaha perikanan budidaya, pengembangan model usaha berbasis kelompok; (iii) pengembangan pelayanan usaha, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengembangan peraturan bidang perizinan dan pelayanan usaha perikanan budidaya, identifikasi kelayakan usaha, pembinaan pelayanan usaha, sosialisasi peraturan perizinan usaha perikanan budidaya; (iv) pengembangan informasi usaha dan promosi, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyajian informasi usaha, pengembangan promosi usaha perikanan budidaya; dan (v) penyusunan database dan sistem informasi tenaga kerja bidang perikanan budidaya.

23

e. Pengembangan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan

Tujuan kegiatan Pengembangan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pembudidayaan Ikan adalah terpenuhinya kebutuhan lahan budidaya yang sehat dan menghasilkan produk perikanan budidaya yang aman dikonsumsi, Unit kerja Penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan.

Sasaran kegiatan pengembangan sistem pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan adalah terjaganya kondisi lingkungan yang optimal untuk menghasilkan produk perikanan budidaya yang aman dikonsumsi.

Komponen kegiatan yang dilaksanakan dalam pengembangan sistem pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan adalah : (i) penguatan kapasitas laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, dengan rincian komponen kegiatan utama anatara lain penyusunan pedoman standar laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, pelatihan untuk meningkatkan kompetensi petugas laboratorium, pembinaan dan pengembangan laboratorium serta pengembangan jejaring laboratorium; (ii) pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit ikan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyusunan pedoman pengendalian hama dan penyakit ikan, monitoring dan pembinaan pengendalian penyakit ikan, pengembangan dan aplikasi vaksin dan probiotik; (iii) pelaksanaan perlindungan lingkungan pembudidayaan ikan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengelolaan rehabilitasi lingkungan dengan kontrol biologi, monitoring dan evaluasi pengelolaan bersama perikanan budidaya di perairan umu daratan; (iv) pelaksanaan pengendalian residu, dengan rincian komponen kegiatan antara lain pengujian sampel dalam rangka monitoring residu, koordinasi teknis pengendalian residu nasional dalam rangka pelaksanaan sistem mutu dan keamanan hasil perikanan; (v) pelaksanaan pengendalian obat ikan, bahan kimia, dan bahan biologi untuk pembudidayaan ikan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain perencanaan dan pembahasan tahunan pengendalian obat ikan nasional dan daerah, penerbitan nomor pendaftaran obat ikan, kimia dan bahan biologi, sosialisasi peraturan dan kebijakan bidang obat ikan, pengembangan pelayanan pendaftaran obat ikan; dan (vi) pelaksanaan standarisasi kesehatan ikan dan lingkungan, dengan rincian komponen kegiatan antara lain perumusan RSNI bidang kesehatan ikan dan lingkungan,

f. Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Tujuan kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen Perikanan Budidaya adalah Pengelolaan keuangan dan aset Satker lingkup DJPB menuju KKP dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dan penataan organisasi. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Sekretaris Direktorat Jenderal.

Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen Perikanan Budidaya adalah : Peningkatan akuntabilitas kinerja pengelolaan keuangan dan aset Satker lingkup DJPB menuju KKP

24

dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dan Penataan Organisasi.

Komponen kegiatan peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen Perikanan Budidaya antara lain : (i) penyelesaian dokumen perencanaan, monitoring evaluasi dan kerjasama program, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyusunan program/kegiatan pembangunan perikanan budidaya, penyusunan rencana kerja dan anggaran, rencana teknis perencanaan pembangunan perikanan budidaya, pelaksanaan pengembangan kerjasama program, penyusunan laporan tahunan, penyusunan LAKIP, temu koordinasi program/kegiatan pembangunan perikanan budidaya; (ii) pengembangan dan pembinaan kepegawaian, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyelesaian administrasi perencanaan dan pengembangan kepegawaian, penyelesaian administrasi mutasi pegawai dan pensiun, tata usaha kepegawaian dan administrasi jabatan fungsional; (iii) pengembangan organisasi tata laksana, hukum, dan pelaksanaan hubungan masyarakat, dengan rincian komponen kegiatan antara lain analisa/pengkajian pengembangan organisasi dan tata laksana, penyelenggaraan kehumasan dan pemberitaan, pameran dan promosi perikanan budidaya, penyusunan naskah perundang-undangan, pengelolaan perpustakaan, pelaksanaan Indonesia Aquaculture; dan (iv) penyelesaian dokumen/laporan keuangan dan umum, dengan rincian komponen kegiatan antara lain penyelesaian laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI), pengelolaan rumah tangga dan perlengkapan, inventarisasi aset Ditjen perikanan budidaya.

g. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Ditjen PB

Tujuan kegiatan Pengawalan dan Penerapan Teknologi Terapan Adaptif Perikanan Budidaya adalah pengawalan dan pendampingan teknologi dalam rangka pengembangan kawasan perikanan budidaya. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya.

Sasaran dari kegiatan pengawalan dan penerapan teknologi terapan adaptif perikanan budidaya adalah pengawalan dan pendampingan teknologi dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas perikanan budidaya di kawasan perikanan budidaya.

Adapun komponen kegiatan pengawalan dan penerapan teknologi terapan adaptif perikanan budidaya adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi Pengembangan Kawasan Perikanan Budidaya, dimaksudkan untuk melaksanakan kegiatan Identifikasi Pengembangan Kawasan perikanan budidaya dalam rangka menunjang Pemerintah Daerah di wilayah kerja Balai Besar/Balai cq Dinas Provinsi yang membidangi perikanan dalam mengenali keunggulan komparatif dari potensi sumberdaya perikanan budidaya yang dimiliki guna membangun dan mengembangkan kawasan perikanan budidaya laut, payau dan air tawar sesuai dengan wilayah kerja masing-masing;

25

2. Diseminasi Teknologi Adaptif, dimaksudkan untuk melakukan penerapan teknologi adaptif serta sekaligus sebagai ajang pendampingan kepada masyarakat pembudidaya di wilayah kerjanya, utamanya untuk komoditas unggulan lokal dan nasional, termasuk kegiatan-kegiatan untuk mendukung program kerjasama dengan pihak-pihak lain, serta kegiatan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan program peningkatan produksi perikanan budidaya dalam rangka pemasyarakatan teknologi adaptif yang telah berhasil direkayasa guna memberikan contoh nyata teknik pembudidayaan ikan yang memenuhi aturan code of conduct for responsible fisheries;

3. Perekayasaan Teknologi Terapan, diarahkan untuk mendorong pengembangan pembenihan dan pembudidayaan komoditas unggulan, baik komoditas yang sudah dapat dibudidayakan, komoditas yang masih perlu upaya domestikasi, maupun spesies ikan lokal (khas di suatu daerah) yang terancam punah sebagai upaya pelestarian plasma nutfah;

4. Pemantauan kesehatan ikan dan lingkungan perairan budidaya, dimaksudkan untuk memantau penyebaran penyakit/kesehatan ikan dan kualitas lingkungan perairan budidaya secara terintegrasi dengan melibatkan partisipasi aparat Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten, Petugas Lapangan dan masyarakat pembudidaya ikan utamanya kawasan perikanan budidaya kekerangan, termasuk pemantauan residu penggunaan zat hormon dan antibiotika pada kegiatan pembudidayaan ikan, serta upaya pengenalan dini untuk mengantisipasi dampak terjadinya up welling pada kawasan usaha pembudidayaan karamba jaring apung pada perairan waduk, danau, dan atau rawa di wilayah kerja balai besar/balai masing-masing;

5. Pelatihan Petugas Pendamping untuk Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya, diarahkan untuk membekali ketrampilan teknis bagi petugas pendamping program yang ada di wilayah kerja masing-masing;

6. Pelatihan teknis untuk mewadahi kegiatan pelatihan yang dimaksudkan sebagai bagian dari upaya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam membangun etos kerja profesional bagi staf perekayasa balai besar/balai budidaya maupun bagi petugas dan masyarakat perikanan budidaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya masing-masing melalui pendidikan, latihan dan magang bagi petugas perekayasa, petugas/pemandu lapang, dan kontak pembudidaya ikan serta para pembudidaya ikan dalam rangka meningkatkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat perikanan budidaya; dan

7. Pemantauan/pengawasan mutu benih, dimaksudkan untuk memfasilitasi petugas fungsional pengawas mutu benih dalam menjalankan tugasnya dalam rangka memantau dan mengawasi mutu benih yang beredar di masyarakat.

Dalam dokumen LAKIP INTERIM DJPB TW I 2014 (Halaman 29-35)

Dokumen terkait