• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA UTAMA DIREKTORAT ASIA TIMUR DAN PASIFIK

Dalam dokumen MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA, (Halaman 43-48)

1. Nama Unit Organisasi : Direktorat Asia Timur dan Pasifik

2. Tugas : Melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di bidang politik, keamanan, ekonomi,

keuangan, pembangunan, dan sosial budaya dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

3. Fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;

b. koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;

c. perundingan dalam rangka hubungan bilateral RI dengan negara-negara di kawasan AsiaTimur dan Pasifik; d. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang politik dan hubungan luar negeri RI

dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;

e. pemberian bimbingan teknis, informasi, evaluasi, dan pelaporan di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik; dan

f. pelaksanaan administrasi Direktorat Asia Timur dan Pasifik 4. Indikator Kinerja Utama :

No. Indikator Kinerja Utama Formulasi Pengukuran/Sumber Data Penanggung Jawab

1. Jumlah penyelenggaraan kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi, keuangan dan pembangunan, serta sosial dan budaya di kawasan Asia Timur dan Pasifik Penjelasan:

Bentuk penyelenggaraan kerja sama dalam kerangka bilateral dan multilateral meliputi :

- persiapan (koordinasi dengan Satker/Kementerian dan Lembaga terkait di dalam dan luar negeri, korespondensi), penyusunan dan penyampaian pandangan/bahan masukan Kementerian Luar Negeri

- pengaturan pertemuan (tempat, waktu, pembicara/ narasumber, bahan, administratif)

- pendampingan delegasi dan pengaturan logistik delri

Formulasi Pengukuran:

Jumlah penyelenggaraan kerja sama yang

difasilitasi Kementerian Luar Negeri dan

terlaksana. Sumber Data:

Laporan (progress report, laporan Kegiatan Kinerja)

Dit. Asia Timur dan Pasifik

41 - Penyusunan draft dokumen berbahasa Indonesia dan

Inggris berupa butir wicara, background info,

Agreement/MoU/ Record of Discussion/Summary of

Discussion/Agreed Minutes/Plan of Action, Joint Statement, Joint Communique, Joint Press Release.

- Memfasilitasi ketersediaan penerjemah/interpreter

- koordinasi interkem dan korespondensi dengan mitra negara sahabat

- negosiasi peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, penyelesaian masalah perbatasan, penanganan konflik di kawasan, kejahatan lintas batas dan perlindungan WNI dan BHI

- Program Peningkatan Kapasitas/Kerja Sama Teknik/Bantuan Kemanusiaan

- Fasilitasi Kerja Sama dengan Negara Ketiga (Triangular

Cooperation)

- Penyelenggaraan Focus Group Discussion / Score Card Meeting

Dari indikator ini dapat diperoleh outcome peningkatan jumlah turis; atau peningkatan nilai investasi; peningkatan neraca perdagangan; peningkatan jumlah investor tergantung dari bentuk kerjasama.

2. Jumlah dokumen kerja sama yang disepakati di bidang politik dan keamanan, ekonomi, keuangan dan pembangunan, serta sosial dan budaya

Penjelasan:

Dokumen kerjasama: mencakup seluruh dokumen yang ditandatangani/diparaf (MoU/Record of Discussion/Summary of Discussion/Agreed Minutes/Agreement).

Dokumen kesepakatan ini merupakan reference bagi K/L/instansi lain dalam menindaklanjuti kerja sama.

Laporan tidak termasuk sebagai dokumen kesepakatan.

Formulasi Pengukuran:

Jumlah kesepakatan kerja sama di bidang polkam, ekubang dan sosbud yang telah dihasilkan dan telah tersusun dalam dokumen kerja sama.

Sumber Data:

MoU/Rekap Laporan dokumen kesepakatan.

Dit. Asia Timur dan Pasifik

42 3. Jumlah kunjungan/pertemuan Kepala Negara/Pemerintahan

dan pejabat tinggi Indonesia dengan Kepala

Negara/Pemeritahan dan pejabat tinggi negara-negara Asia Timur dan Pasifik

Penjelasan:

Kunjungan dignitaries (Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi) dari/ke Indonesia merupakan suatu capaian kinerja yang signifikan bagi Kementerian Luar Negeri. Untuk mendatangkan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi ke Indonesia merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Selain itu, semakin tingginya intensitas kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi, akan semakin mendukung pula terhadap pencapaian sasaran peningkatan kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya antara RI dengan negara-negara kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Formulasi Pengukuran:

Jumlah kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi yang telah terfasilitasi dengan baik oleh Kemlu

Sumber Data:

Daftar Hadir Kunjungan Kepala

Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi

Dit. Asia Timur dan Pasifik

4. Jumlah penyelenggaraan promosi ekonomi, investasi,

perdagangan, pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan Penjelasan:

Penyelenggaraan program kerja mencakup:

- Menyusun bahan masukan terkait peluang dan tantangan kerja sama bidang ekonomi dan kebudayaan RI dengan negara sahabat

- Mengkoordinir kegiatan promosi TTIS di daerah dan di Perwakilan

- Negosiasi perjanjian peningkatan kerja sama ekonomi dan pengurangan hambatan perdagangan dan investasi dengan negara sahabat

- Fasilitasi perlindungan Badan Hukum Indonesia dalam melakukan aktivitas ekonomi dengan mitra usaha negara sahabat

- Memfasilitasi konsultasi antara kalangan usaha RI dengan lembaga negara sahabat dan sebaliknya

- Menggalang dukungan dan partisipasi aktif media, kalangan usaha, masyarakat madani, dan pejabat terkait RI dan

negara sahabat terkait diplomasi ekonomi RI

Formulasi Pengukuran:

Jumlah kegiatan promosi yang difasilitasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara

Sumber Data:

Laporan penyelenggaraan Promosi Ekonomi, Perdagangan, Investasi, Pariwisata, Kebudayaan dan Pendidikan yang difasilitasi

Dit. Asia Timur dan Pasifik

43 - Mengupayakan perolehan alih teknologi, peningkatan

kapasitas, bantuan keuangan/hibah/bea siswa dari negara sahabat/lembaga internasional.

- Menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia pada berbagai forum/organisasi internasional di bidang ekonomi dan sosial budaya

- Mengupayakan penempatan kerja bagi skilled workers Indonesia ke negara-negara sahabat

- Menyusun program dan sebagai salah satu satker pelaksana program peningkatan kapasitas bidang ekonomi dan sosial budaya bagi negara-negara berkembang di kawasan Astimpas yang membutuhkan baik dalam kerangka bilateral maupun Kerja Sama Selatan-Selatan.

- Melakukan pendampingan guna mendukung delri dalam pertemuan dengan mitra negara sahabat

- Memberikan bahan masukan substansi, logistik dan pendampingan guna mendukung delri dalam pertemuan dengan mitra negara sahabat

- Memberikan rekomendasi perusahaan-perusahaan

Indonesia yang kompeten kepada negara sahabat dan membantu proses kekonsuleran di Kedubes negara sahabat di Jakarta.

- Mengarahkan perwakilan RI untuk melakukan lobi dan benchmarking dengan pihak-pihak terkait di negara akreditasi dalam rangka ekspansi perusahaan-perusahaan Indonesia

Dari indikator ini dapat diperoleh outcome peningkatan jumlah turis; atau peningkatan nilai investasi; peningkatan neraca perdagangan; peningkatan jumlah investor.

5. Persentase penanganan isu illegal migrant dan human

trafficking serta isu-isu lainnya

Formulasi Pengukuran:

(Jumlah isu yang tertangani/jumlah total isu yang dibahas)*100%

Sumber data:

Laporan pendampingan Delegasi RI pada

Dit. Asia Timur dan Pasifik

44 Penjelasan:

- Peningkatan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait antara lain Kemenakertrans, Kem. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta BNP2TKI. - Penyelenggaraan Sosialisasi mengenai penanganan isu

perlindungan WNI dan BHI di luar negeri, isu-isu kejahatan lintas negara, dan illegal migrant serta human trafficking. - Penyusunan draft dokumen berbahasa Indonesia dan

Inggris berupa butir wicara, background info, agreement/MoU/Record of Discussion/Summary of

Discussion/Agreed Minutes/Plan of Action, Joint Statement, Joint Communique, Joint Press Release

pembahasan penanganan isu illegal migrant dan

45

INDIKATOR KINERJA UTAMA

Dalam dokumen MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA, (Halaman 43-48)

Dokumen terkait