1. Nama Unit Organisasi : Direktorat Asia Timur dan Pasifik
2. Tugas : Melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di bidang politik, keamanan, ekonomi,
keuangan, pembangunan, dan sosial budaya dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
3. Fungsi :
a. penyiapan perumusan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;
b. koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;
c. perundingan dalam rangka hubungan bilateral RI dengan negara-negara di kawasan AsiaTimur dan Pasifik; d. penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang politik dan hubungan luar negeri RI
dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik;
e. pemberian bimbingan teknis, informasi, evaluasi, dan pelaporan di bidang politik dan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik; dan
f. pelaksanaan administrasi Direktorat Asia Timur dan Pasifik 4. Indikator Kinerja Utama :
No. Indikator Kinerja Utama Formulasi Pengukuran/Sumber Data Penanggung Jawab
1. Jumlah penyelenggaraan kerja sama di bidang politik dan keamanan, ekonomi, keuangan dan pembangunan, serta sosial dan budaya di kawasan Asia Timur dan Pasifik Penjelasan:
Bentuk penyelenggaraan kerja sama dalam kerangka bilateral dan multilateral meliputi :
- persiapan (koordinasi dengan Satker/Kementerian dan Lembaga terkait di dalam dan luar negeri, korespondensi), penyusunan dan penyampaian pandangan/bahan masukan Kementerian Luar Negeri
- pengaturan pertemuan (tempat, waktu, pembicara/ narasumber, bahan, administratif)
- pendampingan delegasi dan pengaturan logistik delri
Formulasi Pengukuran:
Jumlah penyelenggaraan kerja sama yang
difasilitasi Kementerian Luar Negeri dan
terlaksana. Sumber Data:
Laporan (progress report, laporan Kegiatan Kinerja)
Dit. Asia Timur dan Pasifik
41 - Penyusunan draft dokumen berbahasa Indonesia dan
Inggris berupa butir wicara, background info,
Agreement/MoU/ Record of Discussion/Summary of
Discussion/Agreed Minutes/Plan of Action, Joint Statement, Joint Communique, Joint Press Release.
- Memfasilitasi ketersediaan penerjemah/interpreter
- koordinasi interkem dan korespondensi dengan mitra negara sahabat
- negosiasi peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, penyelesaian masalah perbatasan, penanganan konflik di kawasan, kejahatan lintas batas dan perlindungan WNI dan BHI
- Program Peningkatan Kapasitas/Kerja Sama Teknik/Bantuan Kemanusiaan
- Fasilitasi Kerja Sama dengan Negara Ketiga (Triangular
Cooperation)
- Penyelenggaraan Focus Group Discussion / Score Card Meeting
Dari indikator ini dapat diperoleh outcome peningkatan jumlah turis; atau peningkatan nilai investasi; peningkatan neraca perdagangan; peningkatan jumlah investor tergantung dari bentuk kerjasama.
2. Jumlah dokumen kerja sama yang disepakati di bidang politik dan keamanan, ekonomi, keuangan dan pembangunan, serta sosial dan budaya
Penjelasan:
Dokumen kerjasama: mencakup seluruh dokumen yang ditandatangani/diparaf (MoU/Record of Discussion/Summary of Discussion/Agreed Minutes/Agreement).
Dokumen kesepakatan ini merupakan reference bagi K/L/instansi lain dalam menindaklanjuti kerja sama.
Laporan tidak termasuk sebagai dokumen kesepakatan.
Formulasi Pengukuran:
Jumlah kesepakatan kerja sama di bidang polkam, ekubang dan sosbud yang telah dihasilkan dan telah tersusun dalam dokumen kerja sama.
Sumber Data:
MoU/Rekap Laporan dokumen kesepakatan.
Dit. Asia Timur dan Pasifik
42 3. Jumlah kunjungan/pertemuan Kepala Negara/Pemerintahan
dan pejabat tinggi Indonesia dengan Kepala
Negara/Pemeritahan dan pejabat tinggi negara-negara Asia Timur dan Pasifik
Penjelasan:
Kunjungan dignitaries (Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi) dari/ke Indonesia merupakan suatu capaian kinerja yang signifikan bagi Kementerian Luar Negeri. Untuk mendatangkan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi ke Indonesia merupakan suatu proses yang sangat kompleks. Selain itu, semakin tingginya intensitas kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi, akan semakin mendukung pula terhadap pencapaian sasaran peningkatan kerjasama di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya antara RI dengan negara-negara kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Formulasi Pengukuran:
Jumlah kunjungan Kepala Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi yang telah terfasilitasi dengan baik oleh Kemlu
Sumber Data:
Daftar Hadir Kunjungan Kepala
Negara/Pemerintahan dan pejabat tinggi
Dit. Asia Timur dan Pasifik
4. Jumlah penyelenggaraan promosi ekonomi, investasi,
perdagangan, pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan Penjelasan:
Penyelenggaraan program kerja mencakup:
- Menyusun bahan masukan terkait peluang dan tantangan kerja sama bidang ekonomi dan kebudayaan RI dengan negara sahabat
- Mengkoordinir kegiatan promosi TTIS di daerah dan di Perwakilan
- Negosiasi perjanjian peningkatan kerja sama ekonomi dan pengurangan hambatan perdagangan dan investasi dengan negara sahabat
- Fasilitasi perlindungan Badan Hukum Indonesia dalam melakukan aktivitas ekonomi dengan mitra usaha negara sahabat
- Memfasilitasi konsultasi antara kalangan usaha RI dengan lembaga negara sahabat dan sebaliknya
- Menggalang dukungan dan partisipasi aktif media, kalangan usaha, masyarakat madani, dan pejabat terkait RI dan
negara sahabat terkait diplomasi ekonomi RI
Formulasi Pengukuran:
Jumlah kegiatan promosi yang difasilitasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara
Sumber Data:
Laporan penyelenggaraan Promosi Ekonomi, Perdagangan, Investasi, Pariwisata, Kebudayaan dan Pendidikan yang difasilitasi
Dit. Asia Timur dan Pasifik
43 - Mengupayakan perolehan alih teknologi, peningkatan
kapasitas, bantuan keuangan/hibah/bea siswa dari negara sahabat/lembaga internasional.
- Menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia pada berbagai forum/organisasi internasional di bidang ekonomi dan sosial budaya
- Mengupayakan penempatan kerja bagi skilled workers Indonesia ke negara-negara sahabat
- Menyusun program dan sebagai salah satu satker pelaksana program peningkatan kapasitas bidang ekonomi dan sosial budaya bagi negara-negara berkembang di kawasan Astimpas yang membutuhkan baik dalam kerangka bilateral maupun Kerja Sama Selatan-Selatan.
- Melakukan pendampingan guna mendukung delri dalam pertemuan dengan mitra negara sahabat
- Memberikan bahan masukan substansi, logistik dan pendampingan guna mendukung delri dalam pertemuan dengan mitra negara sahabat
- Memberikan rekomendasi perusahaan-perusahaan
Indonesia yang kompeten kepada negara sahabat dan membantu proses kekonsuleran di Kedubes negara sahabat di Jakarta.
- Mengarahkan perwakilan RI untuk melakukan lobi dan benchmarking dengan pihak-pihak terkait di negara akreditasi dalam rangka ekspansi perusahaan-perusahaan Indonesia
Dari indikator ini dapat diperoleh outcome peningkatan jumlah turis; atau peningkatan nilai investasi; peningkatan neraca perdagangan; peningkatan jumlah investor.
5. Persentase penanganan isu illegal migrant dan human
trafficking serta isu-isu lainnya
Formulasi Pengukuran:
(Jumlah isu yang tertangani/jumlah total isu yang dibahas)*100%
Sumber data:
Laporan pendampingan Delegasi RI pada
Dit. Asia Timur dan Pasifik
44 Penjelasan:
- Peningkatan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait antara lain Kemenakertrans, Kem. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta BNP2TKI. - Penyelenggaraan Sosialisasi mengenai penanganan isu
perlindungan WNI dan BHI di luar negeri, isu-isu kejahatan lintas negara, dan illegal migrant serta human trafficking. - Penyusunan draft dokumen berbahasa Indonesia dan
Inggris berupa butir wicara, background info, agreement/MoU/Record of Discussion/Summary of
Discussion/Agreed Minutes/Plan of Action, Joint Statement, Joint Communique, Joint Press Release
pembahasan penanganan isu illegal migrant dan
45
INDIKATOR KINERJA UTAMA