• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Deskripsi Konseptual

2.1.9 Indikator Minat Baca

Minat baca adalah suatu keinginan yang kuat dalam diri siswa terhadap aktifitas membaca. Siswa yang memiliki minat membaca yang tinggi akan menganggap bahwa kegiatan membaca merupakan suatu kebutuhan dan kebiasaan.

Aspek minat baca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca, dan kesadaran akan manfaat membaca.

Damiwati (dalam Liza, 2016: 191) Indikator-indikator adanya minat membaca pada seseorang adalah:

a) Kebutuhan terhadap bacaan b) Tindakan untuk mencari bacaan c) Rasa senang terhadap bacaan d) Ketidaktertarikan terhadap bacaan e) Keinginan untuk selalu membaca

f) Tindak lanjut (menindaklanjuti dari apa yang dibaca)

17

Utami dkk (2018: 185) Indikator-indikator minat baca pada siswa meliputi:

1) Perasaan senang membaca buku 2) Kebutuhan terhadap buku bacaan 3) Ketertarikan terhadap buku 4) Keinginan membaca buku

5) Keinginan mencari bahan bacaan buku

Safari (dalam Maharani dkk, 2017: 321) indikator minat baca dibagi menjadi empat aspek yakni:

1) Kesukaan yang indikatornya gairah dan inisiatif

2) Ketertarikan yang indikatornya responsive dan kesegaran 3) Perhatian yang indikatornya konsentrasi dan ketelitian 4) Keterlibatan yang indikatornya kemauan dan keuletan

Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa indikator minat baca meliputi perasaan senang atau suka dari dalam diri, kebutuhan terhadap buku bacaan, ketertarikan terhadap buku bacaan, dan keinginan untuk selalu membaca atau mencari bahan bacaan buku.

No Aspek Indikator

1 Kesukaan 1. Siswa senang membaca buku dimana saja 2. Siswa selalu bersemangat dalam membaca buku 2 Kebutuhan 1. Sebagai siswa SD harus membaca buku

2. Siswa harus membaca buku, karena dengan membaca membuat siswa pintar

3 Ketertarikan 1. Siswa tertarik dengan buku pengetahuan

2. Buku komik lebih menarik dari buku pegetahuan 3. Siswa tertarik dengan buku yang ada di perpustakaan

18

4 Keterlibatan 1. Setiap hari selalu menyempatkan membaca buku walaupun hanya beberapa menit saja

2. Pada hari libur siswa tetap membaca buku 3. Saya membaca buku ketika akan ujian saja 2.2 Kajian Penelitian Relevan

Penelitian relevan berisi tentang hasil penelitian yang sudah ada. Beberapa penelitian yang relevan dengan topik pembahasan yang diabahas oleh peneliti kaitannya dengan analisis gerakan literasi sekolah terhadap minat membaca siswa yaitu sebagai berikut:

Nurul Ilmi (2021) yang melakukan penelitian mengkaji tentang Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SDN 3 Nagri Kaler dan subyek penelitiannya adalah kepala sekolah, pengelola perpus dan guru. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SDN 3 Nagri Kaler masih pada tahap pembiasaan. Uapaya yang dilakukan pihak sekolah yaitu dengan kegiatan membaca 15 menit membaca dalam hati maupun membaca nyaring. Faktor pendukung pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah adalah adanya peran aktif warga sekolah, pengawasan yang diberikan oleh guru, dan lingkungan yang kaya akan literasi. Sedangkan faktor pengahambatnya adalah kurangnya dukungan dari orang tua siswa, belum adanya hari khusus untuk mengalokasikan waktu 15 menit, kurangnya minat siswa tehadap membaca. Upaya yang dilakukan sekolah yaitu dengan melakukan sosialisasi dan rapat kerja dengan orang tua siswa, serta mengadakan pembaharuan buku agar siswa tertarik untuk membaca.

Lisa Wijiastuti (2018) yang melakukan penelitian mengkaji tentang Implementasi Program gerakan Literasi Sekolah Untuk Menunumbuhkan Minat Membaca Di SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini

19

menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pengelola perpustakaan, wali kelas dan siswa kelas IV dan V. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi gerakan Literasi Sekolah untuk menumbuhkan minat membaca siswa dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu perencanaan program, pelaksanaan program, dan monitoring program. Faktor pendukung dalam implementasi program Gerakan Literasi Sekolah yaitu: (1) Fasilitas-fasilitas yang disediakan, (2) Kebijakan Kepala Sekolah, (3) belum adanya tenaga pendidik yang mampu mengemas karya peserta didik. Sedangkan faktor penghambatnya adalah (1) Minat baca, (2) Belum semua siswa mempunyai kartu perpustakaan, (3) Peserta didik belum rapi dalam menata buku setelah membaca.

Niwati (2020) yang melakukan penelitian mengkaji tentang Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis di MI Nurul Huda Bondowoso Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data dengan data condensation, data display, dan verivication. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kesiswaan, waka kuriulum, guru dan pengelola perpustakaan. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan Geralan Literasi Sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis di MI Nurul Huda Bondowoso melalui tiga tahap yaitu, tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Evaluasi dari implementasi gerakan literasi sekolah yang perlu dilakukan adalah 1) melengkapi fasilitas yang dinilai masih kurang lengkap seperti bahan bacaan, 2) mengadakan rapat seminggu sekali sebagai tolak ukur dan perbaikan berhasil atau tidaknya dalam pengimplementasian gerakan literasi sekolah, 3) mengadakan pojok baca untuk setiap masing-masing kelas untuk menunjang kemampuan membaca dan menulis siswa.

Aini Salam (2019) yang melakukan penelitian mengkaji tentang Analisis Gerakan Literasi Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa. Penelitian ini menggunakan

20

pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan seluruh siswa kelas III dan kelas V. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SDN Tlogosari Kulon 03 sudah pada tahap pembiasaan dengan kategori baik. Sarana dan prasarana yang ada sudah memadai, seperti adanya perpustakaan sekolah, persediaan buku bacaan disetiap kelas, dan sudah ada kunjungan perpustakaan keliling setiap dua minggu sekali. Berdasarkan perhitungan angket yang telah didapatkan bahwa minat baca siswa kelas III sebesar 83,37% dan kelas V sebesar 78,01% tergolong dalam kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adaya gerakan Literasi Sekolah membawa dampak positif yaitu dapat menumbuhkan minat baca siswa.

No Judul Penelitian Nama

Peneliti Persamaan Perbedaan Orisinalitas 1 Gerakan

Nurul Ilmi Penelitian ini

21

Aini Salma Penelitian ini

22 Literasi Sekolah

dengan

membandingkan 2 kelas yang berbeda

Sekolah terhadap minat baca siswa

2.3 Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini akan membahas tentang pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat membaca siswa kelas IV di SDN 2 Bangsri. Sampai akhir tahun 2021 Indonesia masih mengalami pandemi global yaitu pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 memberikan dampak dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Walaupun situasi di Indonesia secara umum kasus terus menurun, Indonesia tetap waspadai situasi pandemi Covid-19. Dalam bidang pendidikan sudah terlaksanakan petemuan tatap muka namun secara terbatas. Dalam satu kelas terbagi mejadi 2 sesi dengan durasi waktu lebih singkat dibanding dengan waktu pembelajaran pada kondisi normal. Dengan keterbatasan waktu pertemuan tatap muka selama masih adanya pandemi Covid-19 pelaksaaan Gerakan Literasi Sekolah tidak bisa berjalan secara maksimal. Sebab guru lebih memprioritaskan mengejar materi yang akan dicapai. Selain itu juga kegiatan tatap muka dilaksanakan di dalam kelas saja, tidak boleh diluar kelas sehingga sintuk melakukan kunjungan ke perpustkaan.

23

Identifikasi Masalah

1. Terbatasnya waktu saat PTM selama pandemi Covid-19

2. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah selama pandemi Covid-19 3. Pembelajaran dilaksanakan didalam kelas saja selama PTM terbatas

Keberhasilan GLS Minat Baca

Faktor Internal Faktor Eksternal Faktor Internal Faktor Eksternal

Faktor yang berasal dari luar sekolah yaitu

daya dukung

masyarakat, keluarga dan pemerintah.

Faktor internal yang timbul dari diri siswa

Faktor eksternal yang berasal dari luar siswa adalah kondisi perpustakaa,

ketersediaan bahan bacaan, motivasi dari guru dan orang tua.

Penelitian kualitatif

Analisis Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca Pelaksanaan program GLS

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

3.1.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN 2 Bangsri yang berada di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Peneliti memilih lokasi tersebut dikarenakan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini memperdalam analisis Gerakan Literasi Sekolah terhadap minan baca siswa kelas IV di SDN 2 Bangsri.

3.1.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah lamanya proses pelaksanaan penelitian hingga berhasil. Dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Dalam penelitian ini melaksanakan tahap perencanaan dimulai pada bulan November 2021, kemudian pelaksaan penelitian pada bulan Februari 2022. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat selesai tepat waktu sehingga peneliti dalam memperoleh hasil penelitian sesuai dengan waktu yang telah direncaakan.

3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data yang diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara dokumentasi serta data pendukung lainnya. Sugiyono (2013:9) berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, tenik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

Menurut Saryono (dalam Harahap, 2020: 123) penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan

25

menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendektan kuantitaif.

Metode penelitian ini adalah studi kasus. Menurut Yusanto (2019: 2) menyatakan “Studi kasus merupakan metode kualitatif yang bagi penulis dirasa dapat menjadi metode yang dapat menguraikan permasalahan”. Harahap (2020: 128) berpendapat bahwa “dalam penelitian studi kasus dapat diungkapkan gambaran yang mendalam dan mendetail tentang situasi atau objek”.

Menurut patton (dalam Yusanto, 2019:2) proses penyusunan studi kasus melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan data tempat kejadian yang menjadi dasar penelitian studi kasus. Langkah kedua adalah menyusun data yang telah diperoleh, meringkas data, mengklasifikasi dan mengedit dan memasukannya dalam satu file yang dapat diatur, dan dapat dijangkau. Langkah ketiga adalah menyusun laporan akhir dalam bentuk narasi. Laporan tersebut haruslah mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca.

Pada penelitian ini, peneliti lebih cenderung melakukan observasi secara langsung ke lapangan apa yang terjadi, kemudian mendata, mengolah serta menganalisis data yang diperoleh. Adapun rencana penelitian yang akan dilakukan adalah:

1. Peneliti melakukan observasi dengan melihat kondisi lapangan secara langsung di SDN 2 Bangsri.

2. Mengumpulkan studi literature dari berbagai sumber dengan melihat kondisi lapangan kemudian mengaitkan dengan teori-teori para ahli.

3. Peneliti menentukan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data untuk mengetahui informasi yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.

4. Setelah data terkumpul kemudian peneliti melakukan analisis data. Data akan diidentifikasi, dianalisis kemudian disajikan sebagai hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN 2 Bangsri.

5. Hasil dari penelitian kemudian dievalusai agar dapat ditindak lanjuti terhadap permasalahan penelitian.

26 3.3 Peranan Peneliti

Dalam penelitian ini peneliti sangat berperan penting dalam mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan. Peneliti memiliki peran mulai dari observasi terhadap masalah yang ditemukan hingga menyimpulkan hasil penelitian. Peran peneliti dalam penelitian ini meliputi perencanaan penelitian, pengumpul data, penganalisis data yang telah didapatkan, dan menyimpulkan data dari penelitian. Oleh karena itu peneliti mempunyai peranan yang penting dalam keberhasilan penelitian. Peneliti juga berperan sebagai pendamping objek yang akan diteliti.

3.4 Data dan Sumber Data 3.4.1 Data

Data informasi yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif, data tersebut lebih banyak dijabarkan dalam bentu kata-kata. Data dalam penelitian ini diperoleh dalam bentuk lisan dan tulisan. Data lisan diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber yaitu kepala sekolah, guru dan siswa. Sedangkan data tulisan diperoleh dari teori para ahli yang mendukung tentang variabel yang telah diteliti yaitu Gerakan Literasi Sekolah dan minat baca siswa.

3.4.2 Sumber Data

Sugiyono (2013: 223) Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara. Jika dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung dari subjek. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung dari subjek, seperti melalui data dokumen lewat pihak atau orang lain.

Datar primer dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa SDN 2 Bangsri. Adapun penjelasan tujuan data yang diperoleh adalah:

a. Kepala sekolah

Dari subjek penelitian tersebut data yang akan diperoleh adalah penjelasan mengenai sejauh mana proses pelaksanaan progam Gerakan Liteasi Sekolah.

27 b. Guru

Dari subjek penelitian tersebut peneliti akan menyesuaikan informasi yang diperoleh dari pihak kepala sekolah, serta untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam mendampingi proses Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa.

c. Siswa

Dari subjek tersebut peneliti akan menggali tentang bagaimana proses Gerakan Literasi Sekolah, minat baca siswa serta faktor yang mempengeruhi minat baca siswa

Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari hasil dokumentasi, catatan penelitian, dan data pendukung lainnya. Data sekunder digunakan untuk melengkapi informasi dari hasil wawancara dengan narasumber.

3.5 Pengumpulan Data

Sugiyono (2013: 224) Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam sebuah penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah memperoleh data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Pengumpulan data dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

3.5.1 Observasi

Harahap (2020: 56) Observasi dalam penelitian dapat dikaitkan dengan suatu upaya untuk merumuskan masalah, membandingkan masalah, serta pemahaman secara detil permasalahan guna untuk menyusun kuesioner dan menemukan startegi pengambilan data.

Sanafiah (dalam Sugiyono, 2020: 226) mengklasifikasikan observasi menjadi observasi partisipasi (participant observation), observasi secara terang-terangan dan

28

tersamar (overt observation dan covert observation), dan observasi tak terstruktur (unstructured observation).

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipan. Dimana peneliti terlibat dalam kegiatan subyek atau sumber data peneliti, sehingga peneliti akan mendapatkan informasi atau data lebih detail. Peneliti melakukan observasi tentang pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah. Observasi juga dilakukan untuk mencari informasi mengenai minat baca siswa kelas IV di SDN 2 Bangsri 3.5.2 Wawancara

Harahap (2020: 60) Wawancara merupakan salah satu cara pengambilan data yang dilakukan melalui kegiatan komunikasi secara lisan. Teknik wawancara dibedakan menjadi tiga macam yaitu wawancara tersetruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.

Pada penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tersetruktur. Peneliti telah mempersiapkan wawanacara kepada narasumber terlebih dahulu. Wawancara merupakan dasar utama dari penelitian kualitatif sebab dipercayai data yang diperoleh bersifat valid.

Peneliti akan melakukan wawancara untuk medapatkan informasi mengenai pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah, faktor keberhasilan Gerakan Literasi Sekolah, serta faktor yang mempengaruhi minat baca siswa. Dalam proses wawancara tersebut yang berperan sebagai interviewers adala peneliti, sedangkan yang menjadi narasumber adalah kepala sekolah, guru dan siswa.

3.5.3 Dokumentasi

Selain melalui wawancara dan observasi, teknik pengumpulan data juga dapat diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini dapat dipakai untuk memperoleh informasi yang telah terjadi di masa silam.

Dokumentasi adalah suatu proses pengambilan gambar menggunakan kamera pada saat penelitian berlangsung. Segala proses penelitian yang penting perlu

29

didokumentasikan mulai dari kegiatan observasi, wawancara, dan lain-lain. Hasil dokumentasi tersebut menjadi sumber data pendukung dari data yang terkumpul dan menjadi bukti nyata dari proses penelitian.

3.5.4 Pencatatan

Pencatatan adalah proses penulisan segala hal-hal yang penting serta mendukung proses pengumpulan data yang dibutuhkan. Peneliti dapat mencatat menggunakan buku catatan sederhana dan lembar pedoman observasi yang sudah dibuat.

3.6 Keabsahan Data

Keabsahan data dalam penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh. Uji keabsahan data menurut Liclon dan Guna (dalam Harahap, 2020: 68) standart atau kriteria guna menjamin keabsahan data kualitatif anatara lain, adalah:

1. Kreadibilitas

Untuk memperoleh hasil penelitian yang memiliki kepercayaan tinggi sesuai dengan fakta yang ada dilapangan perlu dilakuka seperti observasi secara terus menerus, peneliti dapat mendalami fenomena yang sedang terjadi, melakukan triagulasi (metode, isi dan proses) dan juga melacak kesesuaian dan kelengkapan hasil analisis.

2. Transferabilitas

Suatu hasil laporan penelitian dianggap memiliki transferabilitas tinggi apabila pembaca laporan penelitian dapat memahami dengan jelas tentang isi penelitian tersebut.

3. Dependabilitas

Adanya pengecekan atau penilaian ketetapan peneliti di dalam mengkonseptualisasikan data secara ajeg. Konsistensi peneliti dalam keseluruhan proses penelitian menyebabkan pendidik dianggap memiliki dependabilitas tinggi.

4. Konfirmabilitas

Pemeriksaan dan pengecekan kualitas hasil laporan penelitian, apakah benar hasil penelitian yang didapat dari lapangan.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi data dalam menguji keabsahan data. Sugiyono (2013: 273) “triangulasi diartikan sebagai

30

pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu.

Dengan demikia terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu”. Berdasarkan teknik tersebut maka peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber, sumber dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, teknik yang dilakukan dalam penelitia ini adalah observasi wawancara dan dokumentasi.

3.7 Analisis Data

Menurut Harahap (2020: 126) Penelitian kualitatif dalam menganalisis data tidak menggunakan analisis data statistik, akan tetapi banyak secara naratif. Mulai dari awal proposal dirumuskan, data yang dikumpulka hendaklah data kualitatif dan disajikan secara naratif.

Sugiyono (2013: 244) analisis data adalah proses mencari dan menyususn secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisaikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan agar mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Pada penelitian ini peneliti menganalisis data dengan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman.

Penyajian Data

Kesimpulan Pengumpulan

Data

Reduksi Data

31 a. Data reduction (Reduksi Data)

Mereduksi data berarti merangkum memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya. Sehingga data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencari data yang dibutuhkan. Jadi reduksi data memerlukan kecerdasan dan keluasan serta kedalaman wawasan yang tinggi. Dalam mereduksi data peneliti akan dipandu dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan b. Data Display (Penyajian data)

Setelah data direduksi, maka proses selanjutnya adalah mendisplay data. Dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singat atau naratif, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan dalam menyajikan data penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

c. Conclusion Drawing/verification (kesimpulan)

Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Akan tetapi jika kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Sehingga kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan jawaban dari rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal.

32

DAFTAR PUSTAKA

Agus Widayoko, S. M. (2018). Analisis Program Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dengan Pendekatan Goal-Based Evaluation. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan, 81.

Dharma, K. B. (2019). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Edukasi Nonformal, 75.

Elendiana, M. (2020). Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2-3.

Farid Ahmadi, M.Kom., Ph.D. (n.d.).

Farid Ahmadi, M.kom., Ph.D, & Hamidulloh Ibda, M.Pd. (2018). Media Literasi Sekolah (Teori dan Praktik). Semarang: CV. Pilar Nusantara.

Handayani, P., & Koeswanti, H. D. (2020). Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 397.

Hapsari, Y. I., Puramasari, I., & Puramasari, V. (2019). Minat Baca Siswa Kelas V SD Negeri Harjowinangun 02 Batang. Indonesian Journal Of Educational Reseach an Review, 374-375.

Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Sumatera Utara: Wal ashari Publishing.

Hasanah, U., & Silitonga, M. (2020). Implementasi Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan

Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Imanugroho, Satrio; Isyawati P.G, Roro;. (2019). Program Gerakan Literasi Dalam Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik SDN Kuripan Lor 1 Kota

Pekalongan. Ilmu Perpustakaan, 80.

Insani Rahayu, L. T. (2016). Hubungan Minat Membaca dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Materi Menulis Karangan Pada Warga Belajar Kejar Paket C di PKBM AL-Firdaus Kabupaten Serang. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah, 191.

Kebudayaan, K. P. (2016). Panduan Gerakan Literasi di Sekolah Dasar. In Tahapan Gerakan Literasi Sekolah di SD (p. 5). Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar.

Maharani, O. D., Laksono, K., & Sukartiningsih, W. (2017). Minat Baca Anak-Anak Di Kampoeng Baca Kabupaten Jember. Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil

Maharani, O. D., Laksono, K., & Sukartiningsih, W. (2017). Minat Baca Anak-Anak Di Kampoeng Baca Kabupaten Jember. Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil

Dokumen terkait