BAB II : KAJIAN TEORI
D. Minat Belajar
4. Indikator Minat Belajar
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa peserta didik lebih menyukai sutu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.49 Peserta didik yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut.
Minat seseorang terhadap sesuatu tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh melalui proses penilaian kognitif dan penilaian afektif seseorang yang dinyatakan dalam sikap. Dengan kata lain, jika proses penilaian kogitif dan afektif seseorang terhadap objek minat adalah positif maka akan menghasilkan sikap positif dan dapat menimbulkan minat.
Adapun indikator untuk mengetahui minat seseorang dalam pembelajaran, adalah:50
a. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subyek terhadap pembelajaran karena adanya ketertarikan.
b. Adanya perasaan senang terhadap pembelajaran.
49 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakart: Rineka Cipta, 2010), h. 180.
50 H. Darmadi, op. cit., h. 318.
c. Adanya kemauan atau kecenderungan pada diri subyek untuk terlibat aktif dalam pembelajaran serta untuk mendapat hasil yang terbaik.
D. Hasil Penelitian Relevan
1. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang pernah dilakukan oleh Afrizal Haqqul Yaqin tahun 2017, dengan judul Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here terbukti dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VIII A SMP Islam Daarul Ilmi Bogor. Dari dua siklus yang diterapkan, sudah dapat dilihat perkembangan hasil belajar siswa yang bisa dilihat dari hasil post test yang telah dilakukan. Pada evaluasi nilai post test pada siklus I rata-rata nilai 61,35% dan pada siklus II rata-rata nilai 81,15%. Berdasarkan analisis hasil penelitian tersebut, maka peneliti merefleksi bahwa Strategi Pembelajaran Everyone Is A Teacher Here ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.51
2. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang pernah dilakukan oleh Ida Lutfiyah tahun 2010, dengan judul Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Model Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Sosiologi Madrasah Aliyah Singosari. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pembelajaran Aktif Model everyone is a teacher Here terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Sosiologi di MA Singosari.
Dari tiga siklus yang diterapkan, sudah dapat dilihat perkembangan motivasi belajar siswa yang diterapkan, sudah dapat dilihat perkembangan motivasi belajar siswa yang bisa dilihat dari keaktifan
51Afrizal Haqqul Yaqin, Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta, UIN, 2017)
dan antusias siswa selama proses pembelajaran. Pada evaluasi nilai post test, rata-rata siswa mendapatkan nilai yang bagus, prosentase peningkatan nilai siswa sisklus I sebesar 24,3%, pada siklus II sebesar 34,5% dan pada siklus III sebesar 48,7%. Hal itu terjadi karena dalam diri siswa sudah muncul motivasi untuk selalu semangat dalam belajar.52
3. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang pernah dilakukan oleh Azizudin Tahun 2009, dengan judul peningkatan partisipasi belajar IPS melalui Strategi Pembelajaran everyone is a teacher here siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 7 Surakarta.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Pembelajaran everyone is a teacher here terbukti bahwa dapat meningkatkan partisipasi belajar IPS siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Partisipasi siswa pada refleksi awal sebesar 50,87% siklus 1, pada siklus 2 sebesar 63,75% dan siklus 3 sebesar 76,07%. Presentase ini menunjukan bahwa selama proses pembelajaran terjadi peningkatan 10% setiap siklus partisipasi belajar IPS pada siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Berdasarkan analisis hasil penelitian tersebut, maka peneliti merefleksi bahwa Strategi Pembelajaran everyone is a teacher here ini dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa.53
Berdasarkan hasil dari ketiga penelitian di atas, diperoleh data bahwa skripsi Afrizal Haqqul Yaqin berbeda dengan skripsi Ida Lutfiyah dan skripsi Azizudin. Hal yang membedakan dari ketiga skripsi tersebut adalah Afrizal Haqqul Yaqin melakukan penelitian tentang meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam siswa kelas VIII, skripsi Ida Lutfiyah melakukan penelitian tentang peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas X dan skripsi Azizudin melakukan penelitian tentang peningkatan partisipasi belajar siswa pada SMP kelas VIII.
52 Ibid
53 Ibid
Penelitian yang peneliti lakukan juga berbeda dengan penelitian yang dilakukan Afrizal Haqqul Yaqin, Ida Lutfiyah dan Azizudin. Secara mendasar peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana efektivitas strategi everyone is a teacher here dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIII MTsN 1 Jakarta. Kemudian tempat, waktu, metode dan sampel penelitian serta hasil penelitian yang berbeda.
E. Kerangka Berfikir
Minat belajar Fiqih peserta didik kelas VIII di MTsN 1 Jakarta terhadap mata pelajaran Fiqih rendah, peserta didik terkadang tidak memperhatikan pelajaran malah sibuk berbicara sendiri dan bersama teman sebangkunya.
Dalam pembelajarana Fiqih, guru belum menggunakan metode yang bervariasi. Sebagaian besar materi disampaikan melalui metode ceramah sehingga peserta didik lebih banyak pasif dan kurang meminati. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik pembelajaran yang menarik dan mampu menarik minat peserta didik dalam pembelajaran Fiqih.
Dalam upaya untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, peneliti menerapkan strategi pembelajaran aktif tipe everyone is a teacher here.
Melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe everyone is a teacher here maka pembelajaran akan berpusat pada peserta didik (student center) bukan lagi pada guru, dan peserta didik dituntut lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapat dan menyampaikan gagasan pemikiran.
Melalui metode ini, peserta didik dilatih untuk menjadi guru bagi teman-temannya sendiri sehingga bukan saja aspek kognitif yang dikembangkan tetapi juga dapat melatih rasa percaya diri terutama untuk tampil didepan dan menyampaikan materi. Penerapan strategi pembelajaran everyone is a teacher here diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Adapun kerangka berfikir dapat digambarkan sebagai berikut:
F. Hipotesis Tindakan
Dari paparan yang telah dituliskan pada latar belakang, rumusan masalah sebelumnya dan hasil penelitian-penelitian yang berhubungan yang pernah ada serta kerangka berfikir, penulis dapat mengambil kesimpulan sementara (hipotesis) bahwa dengan diterapkannya strategi pembelajaran aktif tipe everyone is a teacher here dalam pembelajaran Fiqih dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Pembelajaran konvensional dengan didominasi ceramah yang monoton
Minat belajar Fiqih rendah
Pembelajaran Fiqih dengan Penerapan strategi everyone is a teacher here
Minat belajar Fiqih meningkat
32
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup
1. Sejarah
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Jakarta adalah lembaga pendidikan yang mengembangkan kurikulum Kementerian Agama dan Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. MTs Negeri 1 memiliki karakter tersendiri, yaitu sebagai Madrasah Negeri yang pertama/tertua di DKI, berdiri pada tahun 1968. MTs Negeri 1 memiliki visi dan misi yaitu:
Visi: Pendidikan Islami yang berkualitas tinggi.
Misi: Mengembangkan pendidikan dengan kurikulum Islami guna membentuk kepribadian yang utuh dalam menyongsong masa depan.
2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII MTsN 1 Jakarta yang terletak di Jl. Bangka XI/B No. 51, Kel. Pela Mampang, Kec.
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September s/d Oktober 2021 di semester Ganjil tahun pelajaran 2020-2021.
B. Metode dan Desain Penelitian
Penelitian ini mengacu pada pendekatan penelitian kuantitatif, yang mana penelitian kuantitatif adalah penelitian yang didasarkan pada pengujian data dan bilangan-bilangan yang dilakukan analisis prediktif dari suatu teori tertentu.54 Adapun metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode quasi eksperimen. Metode eksperimen merupakan metode
54 Nuraida dan Halid Alkaf, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Ciputat: Islamic Reserch Publishing, 2009), h. 32.
penelitian yang menitikberatkan pada proses pemilihan kelompok yang ditentukan dengan proses random.55 Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain The Static Group Comparison Design, yakni dua kelompok yang sudah terbentuk tanpa direkayasa lagi oleh peneliti.56 Kelompok ditentukan berdasarkan kelas yang sudah ada.
Kelompok tersebut terbagi menjadi dua, yakni kelompok eksperimen dan kelompok control.
C. Populasi dan Sampel
Pada penelitian ini digunakan teknik sampling sebagai berikut:
1. Populasi Target
Populasi target adalah populasi yang memenuhi kriteria sampling dan menjadi sasaran akhir penelitian.57 Populasi target pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII MTsN 1 Jakarta yang terdaftar dalam semester ganjil (I) pada tahun 2020/2021.
2. Populasi Terjangkau
Populasi terjangkau adalah populasi yang memenuhi kriteria penelitian dan biasanya dapat dijangkau oleh peneliti dan kelompoknya.58 Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTsN 1 Jakarta tahun ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 6 kelas. Populasi terjangkau diambil dari
55 Nuria Reny Hariyati dan Hespi Septiana, Radikalime: Dalam Persepektif Analisis Wacana Kritis, (Gresik: Anggota IKAPI, 2019), h. 109.
56 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: KENCANA, 2017), h. 181.
57 Nursalam, Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan, (Jakarta: Salemba Merdeka, 2008), h. 89.
58 Ibid
Tabel 3. 1 Keterangan Kelompok
Kelompok Perlakuan Pasca Tes
Eksperimen X O
Control - O
2 kelas yang kemampuan peserta didiknya setara, yaitu kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 yang masing-masing berjumlah 32 peserta didik.
Dalam penelitian ini kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol.
Tabel 3. 2 Keadaan Populasi
No Kelas Jumlah
1 VIII-1 32 orang
2 VIII-2 32 orang
3 VIII-3 32 orang
4 VIII-4 32 orang
5 VIII-5 32 orang
6 VIII-6 32 orang
Jumlah 192 orang
(Sumber: Pusat pengolahan data dan statistik MTsN 1 Jakarta.)
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut.59 Sebagian dan mewakili dalam batasan di atas merupakan dua kata kunci dan merujuk kepada semua ciri populasi dalam jumlah yang terbatas pada masing-masing karakteristiknya.
Peneliti mengambil sebagian sampel untuk mewakili populasi yang ada untuk mempermudah dalam memperoleh data yang konkrit dan relevan dari sampel yang ada. Sampel diambil dari populasi terjangkau yang telah ditentukan menggunakan teknik claster random sampling, yaitu pengelompokkan berdasarkan wilayah atau lokasi populasi.60 Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut:
59 Muri Yusuf, op. cit., h. 150.
60 Nursalam, op. cit., h. 94.
Tabel 3. 3
Perincian Populasi dan Sampel
No Kelas Sampel
1 VIII-1 32 orang
2 VIII-2 32 orang
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh seorang peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, lengkap dan sistematis. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu angket atau Questioner.
Angket (questioner) adalah suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subyek, baik secara individual atau kelompok untuk mendapatkan informasi tertentu, seperti prefensi, keyakinan, minat, dan prilaku.61
Angket merupakan teknik yang paling banyak digunakan untuk mengumpulkan informasi dari subyek. Jenis angket sendiri terdapat dua macam yaitu anket terbuka dan tertutup. Jenis angket yang digunakan dalam peneitian ini adalah angket tertutup (close form). Angket tertutup adalah angket yang sudah menyediakan jawaban pertanyaan sehingga responden tinggal memilih. Adapun pertimbangan menggunakan angket tertutup bahwa variabel yang akan diteliti menyangkut pribadi seseorang dengan menggunakan model Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur persepsi, sikap, dan pendapat seseorang atau kelompok sebagai dasar penentuan nilai skalanya. Skala Likert tersebut untuk mengukur dan mendapatkan data mengenai minat belajar peserta didik.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan pengukuran. Cara ini
61 Syahrum dan Salim, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Citapustaka Media, 2012), h. 135.
dilakukan untuk memperoleh data yang obyektif yang diperlukan untuk menghasilkan kesimpulan penelitian yang obyektif pula.62 Instrument yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah Skala Minat Belajar Peserta didik.
Skala minat belajar peserta didik menerangkan dimensi utama minat belajar peserta didik terdiri dari tiga aspek yaitu penerimaan, tanggapan dan penilaian. Adapun kisi-kisi instrumen uji coba angket adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 4
Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba Minat Belajar Siswa
Variabel Aspek Indikator
62 Wagiran, Metodologi Penelitian Pendidikan (Teori dan Implementasi), (Yogyakarta:
Deepublish, 2013), h. 249.
c. Kesenangan
e. Kemauan untuk Likert ini dikembangkan oleh Rensis Likert, yang merupakan suatu series butir (butir soal). Responden hanya memberikan persetujuan atau ketidaksetujuannya terhadap butir soal tersebut.63 Skala ini dimaksudkan
63 Muri Yusuf, op. cit., h. 222.
untuk mengukur sikap individu dalam dimensi yang sama dan individu menempatkan dirinya ke arah satu kontinuitas dari butir soal yang dikategorikan kedalam empat macam kategori jawaban sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, tidak sesuai. Skor jawaban skala likert dapat dilihat pada tabel berikut :
Teknik analisis data merupakan sebuah proses yang terintegrasi dalam prosedur penelitian. Analisis data dilakukan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan.64
Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data terbagi menjadi dua, yaitu statistik deskriptif dan statistik infrensial.
1. Statistik Deskriptif (deskriptive statistics) adalah suatu proses yang melibatkan kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data yang menggambarkan fenomena atau data secara sederhana sebagaimana dalam bentuk tabel, grafik, frekuensi, rata-rata atupun bentuk lainnya.65
a. Analisis Statistik Deskriptif, dimaksudkan untuk memperoleh nilai rata-rata hitung, variansi, standar deviasi, dan modus dari masing-masing variabel yang diteliti. Adapun rumus yang digunakan yaitu:
1) Mean/rata-rata
64 Suryani dan Hendryadi, Metode Riset Kuantitatif: Teori dan Aplikasi pada Penelitian Bidang Manajemen dan Ekonomi Islam, (Jakarta: KENCANA, 2016), h. 210.
65 Syafril, Statistik Pendidikan, (Jakarta : KENCANA, 2019), h. 2.
πΜ =β ππ. π₯π
β ππ Keterangan:
X = Rata-rata hitung (X pakai garis di atasnya).
β = Sigma artinya jumlah.
β ππ. π₯π = Merupakan hasil dari frekuensi dikali nilai tengah
β ππ = Jumlah populasi dalam distribusi itu.
2) Variansi (S2)
π12 = πβπππ₯π2β (β πππ₯π)2 π(π β 1) Keterangan:
S2 = Varian sampel π1 = Frekuensi π₯π = Nilai tengah
π = Jumlah data dalam sampel
β = Sigma artinya jumlah 3) Simpangan Baku (SD)
π1 = βπ β πππ₯π2β (β πππ₯π)2 π(π β 1) Keterangan :
S1 = Standar deviasi xi = Nilai tengah fi = Frekuensi
π = Jumlah data dalam sampel
β = Sigma artinya jumlah 4) Persentase minat belajar siswa
ππ = π
πΓ 100%
Keterangan :
ππ = Presentase minat belajar siswa π = Jumlah skor minat siswa
π = Jumlah skor minat maksimal
Dari rumus di atas dapat ditentukan tingkat kriteria minat belajar siswa seperti pada Tabel 3.6.66
Tabel 3. 7
Kriteria Minat Belajar Siswa
b. Uji Prasyarat Analisis
Uji persyarat analisis dilakukan untuk menguji data yang sudah didapatkan, sehingga bisa diuji hipotesisnya. Uji persyarat analisis terdiri dari uji kelayakan, uji normalitas dan uji homogenitas. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini:
1) Uji Kelayakan Data a) Uji Validitas Data
Menurut Sugiyono, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.67 Valid berarti instrumen tersebut dapa digunakan untuk mengukur apa yang sebenarnya harus diukur. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diberikan kepada responden, kemudian
66 Ramadhan Muhammad Akbar, dkk. Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPA Bahasan Energi Panas dan Bunyi Melalui Penerapan Metode Eksperiemen pada Siswa Kelas IV B MI Muhammadiyah Sidorejo Tahun Pelajaran 2013/2014, Artikel Ilmiah Mahasiswa, 2012, h. 3.
67 Ade Wahyuni Azhar dan Hasnan Hasrun, Menulis Laporan Penelitian Bagi Peneliti Pemula, (Sumatra Barat: INSAN CENDEKIA MANDIRI, 2020), h. 118.
Presentase Minat Kategori Keaktifan 80% < Pm β€ 100% Sangat Tinggi
60% < Pm β€ 80% Tinggi
40% < Pm β€ 60% Cukup
20% < Pm β€ 40% Kurang
Pm β€ 20% Sangat Kurang
dilakukan pengujian terhadap instrumen untuk dilakukan pengukuran.
Uji validitas dilakukan terhadap kusioner yang bertujuan untuk menguji apakah kuioner layak atau tidak sebagai instrumen penelitian. Pada penelitian ini uji validitas akan dilakukan dengan bantuan SPSS 22.
b) Uji Realibilitas Data
Menurut Sugiyono, instrumen yang dikatakan realiabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.68
Uji realibilitas merupakan tingkat kepenelitian suatu instrumen penelitian. Realibilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbachβs alpha lebih besar (Λ) 0,70.
2) Uji Normalitas Data
Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang di dapat berdistribusi normal atau tidak. Bila data berdistribusi normal, maka dapat digunakan uji statistik berjenis parametik. Sedangkan apabila data tidak berdistribusi normal, maka digunakan uji statistik nonparametik.
Uji normalitas data juga dilakukan juga dengan menggunakan program komputer SPSS 22, dengan perhitungan model Kolmogorov-Smirnov, dengan ketentuan, apabila P > 0,05, maka hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya data yang diperoleh dinyatakan memiliki pengaruh. Sebaliknya, apabila P < 0,05, maka Ha dinyatakan
68 Ibid., h. 120.
ditolak. Artinya, data atau sebaran skor variabel penelitian dinyatakan tidak berpengaruh.
3) Uji Homogenitas Data
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok data homogen atau tidak. Uji yang digunakan adalah Uji-F. Hipotesis ujinya adalah sebagai berikut:
Ho : π12 = π22 (data kedua kelompok mempunyai varians sama atau homogen)
Ha : π12 β π22 ( data kedua kelompok varians tak sama) Rumus statistik Uji-F :
πΉ =π12 π22 Keterangan :
π12 = Variansi kelompok 1 π22 = Variansi kelompok 2 Pengambilan kesimpulan:
Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak dan jika Fhitung > Ftabel
maka Ha diterima dengan taraf signifikan sebesar Ξ± = 0,05.
2. Statistik Infrensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digenerelasikan (diinterfensikan) untuk populasi di mana sampel diambil.69 Statistik infrensial yang dimaksudkan untuk menguji hipotesis. Setelah dilakukan perhitungan normalitas, maka dilakukan analisis data untuk menguji hipotesis yang telah diajukan, uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat belajar fiqih peserta didik yang diajar tanpa penerapan strategi everyone is a teacher here dengan minat belajar peserta didik dengan penerapan strategi everyone is a teacher here.
69 Syafril, op.cit., h. 3.
a. Uji Hipotesis
1) Merumuskan hipotesis secara statistik Ho : ΞΌa = ΞΌ0
Ha : ΞΌa > ΞΌo
Keterangan:
Ho : Metode Everyone Is A Teacher Here tidak efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas VIII MTsN 1 Jakarta.
Ha : Metode Everyone Is A Teacher Here efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas VIII MTsN 1 Jakarta.
2) Menentukan nilai derajat kebebasan (dk) π·π = π1 + π2 β 2 Keterangan :
N1 : Banyaknya data pada kelompok 1 N2 : Banyaknya data pada kelompok 2
3) Menentukan taraf signifikan nilai ttabel pada = 0,05 4) Menentukan nilai thitung
Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan uji t (t-tes) dua pihak atau biasa disebut independent sampel t-test. Independent sampel t-test digunakan untuk membandingkan rata-rata dua kelompok sampel data independen. Adapun rumus untuk uji t adalah sebagai berikut :
π‘ = π₯Μ Μ Μ β π₯1 Μ Μ Μ 2 πβ1
π1 + 1 π2 Kesimpulan :
Jika thitung < ttabel, maka Ha ditolak Jika thitung > ttabel, maka Ha diterima
45
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil angket yang telah diberikan kepada peserta didik, kelompok eksperimen (Kelas VIII-1) dan kelompok kontrol (Kelas VIII-2). Datanya disajikan sebagai berikut:
a. Analisis Statistik Deskriptif terendah 108. Datanya dapat disajikan di bawah ini:
Tabel 4. 1
Distribusi Frekuensi Minat Belajar Fiqih Peserta didik dengan Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here
π
12= πβπ
ππ₯
π2β (β π
ππ₯
π)
2π(π β 1)
= 32(595403) β (4343)2
32(31) = 192,78 = 193 c) Simpangan Baku (SD)
π1 = βπ β πππ₯π2β (β πππ₯π)2 π(π β 1)
= β 32 (
595403)
β (4343)232(31) = 13,88 = 14
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari jawaban responden diperoleh nilai 136. Untuk standar deviasi dari jawaban responden diperoleh nilai 14. Dan varians dari jawaban responden diperoleh nilai 193. Artinya semua jawaban responden mempunyai nilai yang sangat tinggi.
d) Kriteria Minat Belajar
Berdasarkan tabel kriteria minat belajar diperoleh kategori keaktifan responden (peserta didik) untuk kategori
Tabel 4 2
Kriteria Minat Belajar Peseta Didik dengan Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here
Presentase Minat Kategori Keaktifan
Jumlah
Responden Presentase 80% < Pm β€ 100% Sangat Tinggi 26 81,25%
60% < Pm β€ 80% Tinggi 6 18,75%
40% < Pm β€ 60% Cukup 0 0
20% < Pm β€ 40% Kurang 0 0
Pm β€ 20% Sangat Kurang 0 0
Total 32 100%
keaktifan sangat tinggi diperoleh dengan jumlah responden (peserta didik) 26 dengan presentase 81,25%. Dan kategori keaktifan tinggi diperoleh dengan jumlah responden (peserta didik) 6 dengan presentase 18,75%. Sedangkan sisanya untuk kategori keaktifan cukup, kurang dan sangat kurang tidak memperoleh jawaban responden.
2) Hasil angket analisis minat belajar peserta didik kelas VIII-2 MTsN 1 Jakarta tanpa penerapan strategi Everyone is a Teacher Here.
Data kelas tanpa penerapan strategi everyone is a teacher here diperoleh rentangan nilai dari nilai tertinggi 138 dan terendah 79. Datanya dapat disajikan di bawah ini:
Tabel 4. 3
Distribusi Frekuensi Minat Belajar Fiqih Peserta Didik tanpa Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here
Interval
=32(404642) β (3562)2
32(31) = 262,80 = 263
c) Standar Deviasi
π1 = βπ β πππ₯π2β (β πππ₯π)2 π(π β 1)
= β 32 (
404642)
β (3562)232(31) = 16,21 = 16
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari jawaban responden diperoleh nilai 111. Untuk standar deviasi dari jawaban responden diperoleh nilai 16. Dan varians dari jawaban responden diperoleh nilai 263. Artinya semua jawaban responden mempunyai nilai yang tinggi.
d) Kriteria Minat Belajar
Berdasarkan tabel kriteria minat belajar diperoleh kategori keaktifan responden (peserta didik) untuk kategori keaktifan sangat tinggi diperoleh dengan jumlah responden (peserta didik) 15 dengan presentase 46,875%. Untuk
Tabel 4. 4
Kriteria Minat Belajar Peseta Didik tanpa Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here
Presentase Minat Kategori Keaktifan
Jumlah
Responden Presentase 80% < Pm β€ 100% Sangat Tinggi 15 46,875%
60% < Pm β€ 80% Tinggi 15 46,875%
40% < Pm β€ 60% Cukup 2 6,25%
20% < Pm β€ 40% Kurang 0 0
Pm β€ 20% Sangat Kurang 0 0
Total 32 100%
kategori keaktifan tinggi diperoleh dengan jumlah responden (peserta didik) 15 dengan presentase 46,875%. Dan kategori keaktifan cukup diperoleh dengan jumlah responden (peserta didik) 2 dengan presentase 6,25%. Sedangkan sisanya untuk kategori keaktifan kurang dan sangat kurang tidak memperoleh jawaban responden.
b. Hasil Uji Persyarat Analisis 1) Hasil Uji Kelayakan Data
a) Hasil Uji Validitas
Uji validitas berguna untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap.70Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah moment product correlation atau biasa disebut dengan nama pearson correlation dengan bantuan
Uji validitas berguna untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur apa yang ingin diukur. Item dapat dikatakan valid jika adanya korelasi yang signifikan dengan skor totalnya, hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap.70Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah moment product correlation atau biasa disebut dengan nama pearson correlation dengan bantuan