BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Kualitas Hasil Produksi
2.2.3 Indikator Pengukuran Kualitas Hasil Produksi
Menurut Marius (2004:72) peningkatan kualitas hasil produksi sebuah perusahaan dapat diukur melalui:
a. Benchmarking
Salah satu faktor kunci sukses bagi sebuah perusahaan adalah kemampuannya untuk mengukur kinerja usahanya. Umpan balik tentang kinerja perusahaan memungkinkan manajemen menilai apakah sasaran-sasaran perusahaan yang telah ditetapkan tercapai. Bila tidak manajemen akan melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Proses mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan telah ditetapkan semakin luas, antara lain dalam bentuk benchmarking. Banchmarking adalah suatu proses untuk menyempurnakan mutu suatu produk yang dilakukan secara terus-menerus dengan cara membandingkannya dengan produk-produk pesaing langsung atau produk-produk yang dihasilkan perusahaan bersekala internasional didalam industri yang sama.
b. Cycle Time
Dalam iklim bisnis sekarang ini waktu merupakan suatu senjata yang kompetitif dalam memenangkan persaingan. Dapat dilihat bahwa banyak perusahaan memenangkan persaingan karena dia unggul dalam waktu. Cycle time adalah jumlah total waktu dari penerimaan bahan baku dipabrik sampai penerimaan produk hasil akhir oleh konsumen yang diukur dalam satuan hari secara rata-rata untuk semua jenis produk
2.3 Penelitian Terdahulu
Untuk membandingkan hasil penelitian yang digunakan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh orang lain yang menunjang atau untuk memperkuat yaitu :
a. Rifka Khairunnisa (2008) yang berjudul “Pengaruh Total Quality Management dan Just In Time Terhadap Kinerja Kualitas Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Di Kabupaten Tangerang), Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah, Jakarta”. Penelitian merupakan penelitian kausal komparatif
(causal comparative research) yaitu penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab akibat antara variable independen dan
variable dependen. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan kriteria responden yaitu manajer operasi dan produksi, bagian pengendalian kualitas, pengawas pabrik. Sampel yang diambil secara purposive sebanyak 8 perusahaan manufaktur di Kabupaten
Tangerang. Data yang disebarkan sebanyak 65 kuesioner kepada manajer perusahaan manufaktur di Kabupaten Tangerang dan terdapat 40 kuesioner yang dapat diolah atau sekitar 61,5% responden. Metode analisis menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesis. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan total quality management dan just in time terhadap kiner kualitas perusahaan.
b. Nurul Chairany (2011), yang berjudul “Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Kepemimpinan dan Perilaku Produktif Karyawan (Studi pada Perusahaan Manufaktur dan Jasa di Makassar), Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar”. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 5 perusahaan manufaktur dan jasa yang bersetifikat ISO (International Standarization of Organization) dan non ISO di Makassar. Perusahaan-perusahaan tersebut yaitu PT. Nuansa Cipta Magello, PT. Maruki Internasional Indonesia, PT. Dunia Marine
Products, PT. Makassar Te’ne dan CV Dalle Mabarakka. Populasi dalam
penelitian ini adalah karyawan dari 5 perusahaan tersebut. Jumlah koresponden 150 dengan 150 kuisiober yang disebar. Responden yang digunakan adalah karyawan yang berada pada middle management level
dan low management level. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang karyawan dari perusahaan manufaktur dan jasa yang bersetifikat ISO
Indonesia) di Makassar yang menerapkan standar TQM (Total Quality Management) secara langsung maupun tidak langsung. Variabel dalam penelitian ini terdairi dari 4 variabel yang berupa Variabel TQM (X1), Variabel Kepemimpinan (Y1), Variabel Perilaku Produktif Karyawan (Y2) dan Variabel Kinerja Perusahaan (Y3). Teknik analisis data menggunakan Model Persamaan Struktural (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS 16,0. Hasil penelitian dan analisis ini adalah untuk mengetahui bahwa penerapan TQM dapat memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan perilaku produktif karyawan yang memoderasi hubungan antara TQM dengan kinerja perusahaan sehingga berpengaruh positif dan signifikan. Sementara kepemimpinan dan perilaku produktif karyawan tidak memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. c. Henny Zurika Lubis (2005) yang berjudul Pengaruh Total Quality
Management Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Sistem Pengukuran Kinerja Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur di Kawasan Industri Medan). Variabel independennya adalah TQM. Variabel dependennya adalah kinerja manajerial dan variabel moderatingnya adalah sistem pengukuran kinerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan 165 buah kuesioner. Respondennya tersebar dalam 55 perusahaan. Dari 102 kuesioner yang diterima kembali, hanya 97 yang dapat diolah. Hasil pengujian menyatakan TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial sedangkan interaksi
antara TQM dan sistem pengukuran kinerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial.
Tabel 2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu
No Nama Variabel Terikat Variabel Bebas Analisis Hasil 1. Rifka
Khairunnisa (2008)
Kualitas Perusahaan (Y) 1. Total Quality Management (X1) 2. Just In Time (X2)
1.Uji Regresi Linier Berganda
2.Uji Signifikan Parsial (Uji t) 3.Uji Signifikan Simultan (Uji F) 4.Koefisien Determinasi (R2) 1. Total Quality Management
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kualitas dengan nilai signifikan sebesar 0,036
2. Just in time berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kualitas dengan nilai signifikan sebesar 0,012 2. Nurul Chairany (2011) 1.Kepemimpinan (Y1) 2.Prilaku Produktif Karyawan (Y2) 3.Kinerja Perusahaan (Y3) TQM (X1) Model Structural Equation Modeling (SEM) 1.Penerapan TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengolahan data dimana nilai t-hitung = - 1.574 > t-tabel = -1.684. 2.Penerapan TQM
meningkatkan kinerja perusahaan melalui kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengolahan data dimana nilai t-hitung = 7.154 > t-tabel = -1.684. 3.Penerapan TQM meningkatkan kinerja perusahaan melalui perilaku produktif karyawan. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengolahan data dimana nilai t-hitung = -0.416 > t-tabel = -1.684. 3. Henny Zurika Lubis (2005) Sistem Pengukuran Kinerja (Y) 1.TQM (X1) 2.Kinerja Manajerial (X2) Model Structural Equation Modeling (SEM) 1.TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial 2.Interaksi antara TQM
dan sistem pengukuran kinerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial.
Berdasarkan penelitian terdahulu, penelitian yang akan dilakukan memiliki perbedaan dengan peneliti-peneliti sebelumnya. Perbedaanya dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Rifka Khairunnisa (2008) menggunakan 3 variable yang terdiri dari total quality management, just in time dan kinerja kualitas perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan 8 perusahaan manufaktur di Kabupaten Tangerang. Teknik analisis data menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesis. Sedangkan penelitian ini menggunakan 2 variabel yang terdiri dari variable total quality management dan kualitas hasil produksi. Pengambilan sampel hanya menggunakan karyawan pada 1 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi linier sederhana, uji koefisien regresi sederhana (uji t) dan koefisien determinasi (R2).
b. Nurul Chairany (2011), menggunakan 4 variabel yang terdiri dari TQM (X1), Variabel Kepemimpinan (Y1), Variabel Perilaku Produktif Karyawan (Y2) dan Variabel Kinerja Perusahaan (Y3). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 5 perusahaan manufaktur dan jasa yang bersetifikat ISO (International Standarization of Organization) dan non ISO di Makassar. Teknik analisis data menggunakan Model Persamaan
Struktural (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS 16,0. Sedangkan penelitian ini menggunakan 2 variabel yang terdiri dari variable total quality management dan kualitas hasil produksi. Pengambilan sampel hanya menggunakan karyawan pada 1 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi linier sederhana, uji koefisien regresi sederhana (uji t) dan koefisien determinasi (R2).
c. Henny Zurika Lubis (2005) menggunakan 3 variabel yang terdiri dari total quality management, kinerja manajerial dan sistem pengukuran kinerja. Populasinya mengguanakn perusahaan Manufaktur di Kawasan Industri Medan. Teknik analisis data menggunakan Model Persamaan Struktural
(SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS. Sedangkan penelitian ini menggunakan 2 variabel yang terdiri dari variable total quality management dan kualitas hasil produksi. Pengambilan sampel hanya menggunakan karyawan pada 1 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi linier sederhana, uji koefisien regresi sederhana (uji t) dan koefisien determinasi (R2).