• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Sikap Peserta dalam Pelatihan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS DATA

4.1.4 Hasil Pengamatan Kelas tentang Metode dan Indikator Sikap

4.1.4.2 Indikator Sikap Peserta dalam Pelatihan

Kategori yang diberikan pada pengembangan kemampuan dirangkum oleh peneliti berdasarkan materi yang disampaikan dalam pelatihan, pembelajaran, kemampuan yang selanjutnya dapat dilihat sebagai berikut:

a. Harga diri (self esteem)

Biasanya dalam proses belajar mengajar, ketika pelatih mengajukan pertanyaan maka peserta memberikan tanggapan terhadap pertanyaan, pelatih memberikan umpan balik. Selama pengamatan pelatihan, terdapat kegiatan mengajukan pertanyaan dan memberikan umpan balik yang terus menerus terjadi. Harga diri adalah cara seseorang merasa tentang dirinya dan bagaimana dirinya percaya apa yang dirasakan orang lain tentang dirinya (IMAU, 2003). Umpan balik pelatih dalam bentuk pujian bisa memfasilitasi perkembangan harga diri peserta. Pelatih dan peserta menunjukkan bahwa ketika seorang pelatih memberikan pujian kepada peserta dan mengakui kinerja sukses mereka maka dapat meningkatkan harga diri peserta. Hal ini dapat terlihat dalam indikator:

- Mengekspresikan rasa suka dan tidak suka - Penghargaan terhadap diri

- Membicarakan tentang dirinya

b. Kesadaran diri (self awareness)

Kesadaran diri tumbuh ketika pelatih memberi peserta kesempatan untuk menjawab pertanyaan, peserta dipersilahkan untuk mengacungkan tangan, mengajukan diri untuk melakukan tugas-tugas di depan kelas, menyakini bahwa peserta mampu melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, menerima tanggung jawab dan memberikan kontribusi secara bebas ketika berada dalam diskusi kelompok. Selama pengamatan kegiatan, peneliti menemukan bahwa hal ini difasilitasi oleh umpan balik positif yang pelatih berikan ketika peserta memberi jawaban yang benar. Pernyataan ini juga didukung oleh peserta sendiri yang mengatakan bahwa ketika pelatih memuji mereka saat memberikan jawaban yang benar, mereka merasa terdorong untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan. Hal ini dapat terlihat dalam indikator sikap sebagai berikut:

- Identifikasi diri - Evaluasi diri

- Membicarakan tentang potensi, perasaan dan emosi dirinya

- Membicarakan tentang budayanya, seperti: suku, agama, kampung halaman

- Mengetahui posisi dan tanggung jawabnya - Membuat pilihan

- Peduli terhadap dirinya

c. Ketegasan (assertiveness)

Mengaktifkan peserta untuk mempraktekkan bagaimana berkomunikasi yang efektif dan juga berpartisipasi dalam diskusi kelas dan argumen terbuka dapat mengembangkan kemampuan ketegasan. Indikator sikap peserta terhadap ketegasan dapat dilihat, sebagai berikut:

- Bersikap terbuka

- Mendengar dan menghargai apa yang orang lain sampaikan - Mengekspresikan tentang pandangannya

- Suka rela

- Memberikan alasan atas tindakan yang dilakukannya - Membela hak orang lain

- Merespon terhadap pertanyaan yang diajukan padanya d. Persahabatan (friendship)

Kemampuan ini dapat dikembangkan dengan memberikan peserta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelompok dan membantu orang lain yang membutuhkan. Pelatih memberikan peserta kesempatan untuk berbagi dengan orang lain dan menunjukkan persahabatan, bermain dengan orang lain dan penggunaan bahasa yang sopan oleh pelatih. Sikap peserta yang menunjukkan pertemanan dan persahabatan, antara lain:

- Berbagi

- Bermain dengan peserta lainnya - Bekerja dalam kelompok

- Menggunakan bahasa yang sopan

e. Empati (empathy)

Berpartisipasi dalam situasi diskusi kelompok yang membutuhkan empati dan peduli terhadap orang lain digunakan oleh pelatih untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan empati peserta. Sikap ini difasilitasi dengan mengembangkan kerja sama, berteman dan tanggung jawab. Hal ini ditunjukkan melalui sikap, sebagai berikut:

- Mendukung peserta lain - Peduli pada peserta lain

- Menggunakan bahasa yang tepat (sopan) - Mendengarkan orang lain

- Menjadi orang yang menyenangkan - Membimbing peserta lain

f. Negosiasi (negotiation)

Pelatih memberikan peserta kesempatan untuk menyelesaikan perselisihan mereka sendiri dapat mengembangkan kemampuan bernegosiasi.

Memberikan peserta kesempatan untuk saling bergantian saat melakukan kegiatan yang berbeda baik di dalam maupun luar kelas, penyusunan peserta untuk kegiatan yang berbeda, mendorong peserta satu sama lain untuk menjadi teman dan bekerja bersama-sama mampu mengembangkan kemampuan negosiasi. Indikator sikap pada peserta, antara lain:

- Menggunakan bahasa yang persuasif - Menggunakan bahasa tubuh yang tepat - Mengendalikan perangai

- Merespon dengan tepat

- Meminta maaf

- Melakukan permintaan

- Apresiasi (Penghargaan terhadap orang lain) g. Komunikasi (communication)

Pelatih menggunakan metode debat dan diskusi kelas terbuka untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan komunikasi peserta. Pelatih memberikan peserta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan komunikasi. Pelatih menggunakan sarana yang tepat dalam penyampaian materi yang harus menggunakan komunikasi yang efektif dan menyampaikan apa yang dipelajari peserta. Indikator sikap peserta dalam pelatihan, antara lain:

- Kecakapan

- Kemampuan mendengar - Kebermaknaan

- Kepercayaan diri - ArtikulasiKetepatan

- Alur logis ide atau gagasan - Bahasa

- Isyarat atau bukan bahasa h. Berpikir kreatif (creative thinking)

Pelatih menceritakan sebuah kisah yang menarik dan memecahkan masalah, kemudian peserta menulis esai yang menarik dan mengidentifikasi konsekuensi dari serangkaian tindakan yang berbeda.

Selanjutnya peserta menulis dan membaca cerita pendek. Adapun indikator sikap peserta dalam pelatihan, antara lain:

- Penalaran yang logis/masuk akal - Memberikan ide baru

- Inovatif

- Menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu i. Berpikir kritis (critical thinking)

Pelatih menggunakan brainstorming untuk memfasilitasi perkembangan kemampuan berpikir kritis peserta. Metode lainnya yang sangat sering digunakan adalah debat, bertanya dan menjawab pertanyaan dan memberikan peserta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kerja kelompok. Pada tingkat yang lebih rendah, hal ini dapat dilakukan dengan mempersilahkan peserta untuk memilih dan mengevaluasi informasi yang digunakan oleh pelatih untuk memfasilitasi kemampuan berpikir kritis.

Indikator pada peserta adalah mengembangkan argumen dan menyajikannya secara sistematis. Indikator sikap peserta dalam pelatihan, yaitu:

- Merespon pertanyaan dengan tepat - Memilih dan mengevaluasi informasi - Menganalisa pernyataan

- Memberikan alasan terhadap tindakan yang dilakukan - Mengambil keputusan

- Menggunakan informasi yang dimiliki dengan sebaik-baiknya

j. Memecahkan permasalahan (problem-solving)

Pelatih menggunakan berbagai kegiatan untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan memecahkan masalah pada peserta. Pelatih menunjukkan penggunaan tiga cara yaitu membuat peserta berpartisipasi dalam konflik studi kasus, melibatkan peserta dalam menyelesaikan konflik di kelas dan membahas situasi masalah dalam kehidupan peserta.

Pelatih mengindikasikan bahwa dengan melibatkan peserta dalam studi kasus sebuah masalah merupakan suatu hal yang menarik karena mampu memberikan pemecahan masalah dari berbagai interpertasi seperti solusi mengenai sampah. Indikator sikap yang terlihat pada peserta, antara lain:

- Membuat keputusan - Mengambil keputusan - Mengevaluasi fakta

- Menemukan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu

4.1.5 Hasil Pengamatan Course Planner tentang Kegiatan yang