BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Tinjauan Kegiatan Pembelajaran
5. Indikator Strategi Literasi dalam Pembelajaran
Cf. Beers; Pahl & Rowsell (dalam Laksono, dkk., 2018:13) mengemukakan bahwa ada delapan karakteristik pembelajaran yang menerapkan strategi literasi di dalamnya, antara lain adalah:
a. Pemantauan pemahaman teks;
b. Penggunaan berbagai moda selama pembelajaran;
c. Penggunaan pengatur grafis atau grapich organaizer;
d. Instruksi yang jelas dan eksplisit;
e. Respon terhadap berbagai pertanyaan;
f. Membuat pertanyaan;
g. Analisis, sintesis, dan evaluasi teks;
h. Meringkas isi teks.
Berdasarkan karakteristik pembelajaran yang menerapkan startegi literasi diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi literasi dapat diterapkan di dalam strategi pembelajaran kooperatif, berbasis teks, berbasis proyek, berbasis masalah, inquiry, discovery¸dan saintifik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi yang akan dicapai dalam mata pelajaran tersebut (Beers 2010; Greenleaf dkk., 2011; Robb, 2003; Toolin, 2004) (dalam Laksono, dkk., 2018: 14).
Ada sebuah hal yang perlu dipahami terlebih dahulu mengenai penggunaan istilah “teks” dalam literasi, isitilah “teks” dalam literasi sendiri bukan semata-mata merujuk pada teks tertulis saja, istilah “teks” dalam literasi sendiri dapat berwujud dalam teks tulis, lisan (audio), visual, auditori, spasial, non verbal, grafik atau
diagaram atau flowchart, dan lain sebagainya. Kemudian wujud “teks” itu sendiri bisa berupa digital atau nondigital.
Berkaitan dengan itu, maka setiap guru mata pelajaran dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) harus mempertimbangkan strategi literasi, yaitu strategi pemahaman wacana/ teks dan penggunaan alat bantu berupa pengatur grafis atau Graphic Organaizer. Berikut ini ada penjelasannya:
a. Kegiatan sebelum membaca:
1) membuat prediksi, yaitu mampu memperkirakan isi bacaan menggunakan fitur (gambar, judul, jenis, sumber bacaan) pada bagian preliminari bacaan (sampul/bagian judul/ halaman-halaman awal, dll.), dan
2) mengidentifikasi tujuan membaca, antara lain dapat menyusun daftar pertanyaan (minimal 3) tentang hal-hal yang mereka ingin ketahui dari bacaan;
atau melakukan curah gagasan tentang hal-hal yang mereka sudah atau ingin ketahui terkait bacaan.
b. Kegiatan ketika membaca:
1) mengidentifikasi informasi yang relevan, yakni menggunakan fitur-fitur dari bacaan berupa paragraph, ide pokok, ide pendukung, kosakata, jenis, struktur teks, elemen visual, dll). Untuk memahami bacaan, mengidentifikasi ide dan argumen penting yang terdapat pada sebuah bacaan.
2) mengidentifikasi kosakata baru, kata kunci, dan/atau kata sulit dalam teks;
3) Mengidentifikasi bagian teks yang sulit (jika ada) dan/atau membaca kembali bagian itu;
4) memvisualisasi dan/atau think aloud (strategi membunyikan secara lisan apa yang ada di dalam pikiran pada saat berusaha memahami bacaan, memecahkan masalah, atau mencoba menjawab pertanyaan);
5) membuat inferensi (simpulan sementara berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks);
6) membuat pertanyaan tentang isi teks dan hal-hal yang terkait dengan topik tersebut (dapat menggunakan sumber di luar teks atau buku pengayaan);
7) membuat keterkaitan antarteks;
c. Kegiatan setelah membaca:
1) membuat ringkasan (meringkas isi, mengidentifikasi gagasan utama, menceritakan kembali, membuat sintesis, membuat pertanyaan tentang isi, dsb;
2) mengevaluasi teks, yakni mengkomunikasikan tanggapannya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan ataupun mengkomunikasikan analisis dan evaluasinya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/ tulisan;
3) mengubah dari satu moda ke moda yang lain (moda: bagaimana atau dengan cara apa pesan disampaikan);
4) memilih, mengombinasikan, dan/atau menghasilkan teks multimoda untuk mengomunikasikan konsep tertentu;
5) mengkonfirmasi, merevisi, atau menolak prediksi
d. Penggunaan alat bantu
1) Pengatur grafis atau graphic organizer (berbagai bentuk tabel atau grafik untuk membantu pemahaman dengan cara mengorganisasikan ide/pikiran/gagasan)
Ada beberapa istilah teknis yang dikembangkan dalam strategi pemahaman wacana/ teks, diantaranya adalah:
a. Think-alaoud, merupakan strategi untuk membunyikan secara lisan apa yang ada di dalam pikiran peserta diidk atau guru pada saat berusaha memahami bacaan, memecahkan masalah, atau mencoba menjawab pertanyaan guru atau peserta didik lain. Strategi ini akan membantu peserta didik dalam memonitor pemahamannya, berpikir tingkat tinggi, dan membentuk karakter.
b. Inferensi, merupakan simpulan sementara berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks. Inferensi dapat didukung dengan ciri/ bukti/ fitur khusus yang ada dalam teks. Strategi ini dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
c. Keterkaitan antar teks, merujuk pada keterkaitan teks dengan teks yang pernah dibaca sebelumnya, teks dengan pengalaman pribadi, atau teks dengan hal lain yang membantu pembentukan karakter dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik.
d. “Ringkasan” merujuk pada arti yang luas, yakni kegiatan meringkas isi, mengidentifikasi gagasan utama, menceritakan kembali, membuat sintesis, membuat pertanyaan tentang isi dan sebagainya. Kegiatan tersebut dapat membantu pembentukan karakter dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik.
e. Evaluasi teks sendiri dapat berwujud seperti membuat opini terkait teks, membuat penilaian langsung, mengkaitkan dengan teks lain, mengkaitkan dengan pengalaman pribadi, pengetahuan sebelumnya, isu lokal dan global,
memilih/ menentukan moda. Kegiatan tersebut dapat membantu pembentukan karakter dan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik.
f. Moda merujuk pada bagaimana atau dengan cara apa pesan disampaikan.
g. Pengatur grafis atau graphic organaizer adalah berbagai bentuk tabel atau grafik untuk membantu pemahaman dengan cara mengorganisasikan ide/
pikiran/ gagasan.
Pentingnya penggunan strategi membaca ini dikemukakan oleh Priyatni (2017;5), penggunaan strategi membaca ini dapat menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik terhadap teks yang mereka baca, dimana hal ini merujuk pada kemampuan metakognitif. Sebelum membaca teks, perlu dideteksi apakah peserta didik melakukan strategi kognitif, yakni salah satunya dengan menyadari terlebih dahulu jenis teks apa yang dibaca, apa tujuan dari membaca, dan startegi apa yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Selanjutnya, guru yang menerapkan strategi literasi dalam pembelajaran dengan sadar akan menggunakan instruksi-instruksi yang jelas khusunya dalam aktivitas berpikir. Penggunaan instruksi yang jelas harus secara jelas di eksplisitkan dalam RPP dan diekspresikan dalam aktivitas pembelajaran di ruang kelas.
Indikator strategi literasi dalam pembelajaran yang selanjutnya adalah penggunaan alat bantu berupa pengatur grafis yang disebut dengan graphic organaizer. Pengatur grafis atau graphic organaizer ini terdiri dari berbagai bentuk tabel atau grafik yang dapat membantu guru dalam mengorganisasikan ide, pikiran atau gagasan yang dimiliki oleh peserta didik. Kemudian pengunaan graphic
organaizer dapat membantu peserta didik untuk lebih terbiasa membaca informasi dalam bentuk tabel, diagram, grafik, peta konsep, dan bentuk lainnya.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Rengganis, tentang penggunaan graphic organaizer dalam telaah kemampuan membaca pada mahasiswa semester II di Universitas PGRI Madiun memberikan dampak yang positif, dimana penggunaan graphic organaizer dapat meningkatkan pemahaman membaca mahasiswa, dan dapat meningkatkan suasana kelas dimana mahasiswa menjadi lebih tertarik dengan membaca dan mahasiswa menjadi lebih antusias memperhatikan penjelasan yang dilakukan oleh dosen.
Dalam pengunaan graphic organaizer ternyata juga dapat membentuk kreativitas peserta didik, sebab peserta didik diberikan kebebasan untuk menuangkan pengetahuan dalam graphic organaizer dengan bentuk yang semenarik mungkin. Dalam penggunaan graphic organaizer guru dan peserta didik dapat mengadopsi, mengadaptasi, dan membuat pengatur grafis sendiri sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di dalam kelas. Pengatur grafis ini dapat digunakan secara invidu, berpasangan, atau berkelompok (Pratiwi, dkk., 2016).
Berikut ini adalah daftar penggunaan graphic organaizer yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan strategi literasi:
Tabel 2.1
Jenis-jenis Graphic Organaizer dan Fungsinya NO Pengatur Grafis Kegiatan Pembelajaran 1. Aktivitas Pengetahuan
Latar Belakang
Menggali pengetahuan latar belakang untuk memhamu teks nonfiksi.
2. Tabel Prediksi Membuat prediksi tentang teks non fiksi.
3. Tahu-Ingin-Pelajari Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui, dan yang telah dipelajari.
4. Tahu-Ingin-Bagaimana
Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui dan bagaimana cara mengetahuinya.
5.
Tahu-Ingin-BagaimanaPelajari
Menuliskan hal yang sudah diketahui, yang ingin diketahui, bagaimana cara mengetahuinya (di awal pembelajaran) dan yang telah dipelajari (di akhir pembelajaran)
6. Rantai Peristiwa Mengurutkan kejadian dalam teks nonfliksi secara kronologis.
7. Siklus Mengurutkan siklus kejadian/peristiwa 8. Adik Simba Mengidentifikasi informasi penting
dengan menggunakan kata tanya.
9. Berpikir-Berpasangan Berbagi
Memikirkan sebuah pertanyaan/isu penting, bekerja berpasangan, dan membagikan hasil diskusi.
10. Diagram Venn Membandingkan antara 2 hal/ fenomena/
tokoh, dll.
11. Hubungan Tanya Jawab
Membuat pertanyaan tentang fakta di dalam teks, informasi tersirat, keterkaitan antara teks dengan diri, dan dengan penulis/dunia luar.
12. Tabel Fakta dan Opini Mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks nonfiksi.
13. Tabel Lima Indra Mengindentifikasi lima indra dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengalaman orang dalam sebuah teks.
14. Caption Menulis caption untuk gambar/ilustrasi yang ada di dalam teks
15. Gambar
dengan Caption
Menggambar dan menulis caption baru berdasarkan informasi dalam teks.
16. Peta Gagasan Utama dan Penjelas
Mengidentifikasi gagasan utama dan gagasan penjelas dalam teks.
17. Sebab-Akibat Menentukan sebab dan akibat sebuah peristiwa dalam teks.
18. Masalah-Solusi Membuat ringkasan sebuah teks.
19. SQ3R Mencatat informasi penting, membuat pertanyaan, jawaban, dan singkasan teks.
Sumber: Panduan Strategi Literasi dalam Pembelajaran Di SMP (2018;19)
Laksono, dkk., (2016:30) dalam buku Manual Pendukung Pelaksanaan GLS Di SMP menjelaskan bahwa ada empat faktor yang perlu di perhatikan pula oleh setiap guru dalam melaksanakan pembelajaran literasi, ke empat faktor tersebut meliputi antara lain adalah :
a. Sumber belajar
Yang dimaksud dengan sumber belajar adalah darimana informasi tersebut diperoleh peserta didik atau berupa apakah informasi tersebut disimpan. Sumber belajar terdiri dari sumber belajar cetak dan cetak. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi guru diharapkan tidak hanya menggunakan satu sumber belajar saja, tetapi juga mengajak peserta didik untuk menggunakan bebrapa sumber. Selama ini, kebanyakan guru hanya menggunakan satu sumber saja sehingga pengetahuan yang diterima oleh peserta didik sangat minim, padahal apabila guru menggunakan sumber belajar lebih dari satu maka pengetahuan peserta didik jauh lebih lengkap dan berkembang.
b. Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis. Menurut satgas GLS Ditjen Didaksmen dalam (Tomlison;2007) dijelaskan bahwa bahan ajar adalah segala sesuatu yang digunakan oleh guru dan peserta didik sehingga dapat memudahkan dalam belajar dan meningkatkan pengalaman serta pengetahuan. Dalam pelaksanaana pembelajaran berbasis literasi hendaknya guru dapat menggunakan bahan ajar ajar yang dapat mendorong peserta didik belajar dengan lebih optimal, selanjutnya diharapkan juga guru dapat mengembangkan sendiri bahan ajarnya.
c. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah pola tindakan pengajaran yang berfungsi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dalam pembelajaran berbasis strategi literasi guru perlu menggunakan strategi membaca untuk membantu peserta didik dalam memahami bacaan ataupun materi. Strategi membaca sendiri dibagi menjadi tiga, yakni kegiatan sebelum membaca, ketika membaca, dan setelah membaca.
d. Penilaian
Penilaian merupakan rangkaian proses belajar mengajar yang harus dilakukan guru, penilaian berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan pembelajaran. dengan penilaian guru dapat mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik dan mengetahui ketercapaian guru dalam melaksanakan suatu program. Menurut Kurikulum 2013 selain menekankan proses pembelajaran pada pendekatan saintifik, penilaian juga lebih ditekankan pada jenis penilaian autentik.