Peningkatan citra Indonesia di mata publik domestik dan internasional dilakukan melalui serangkaian komunikasi efektif atas perkembangan-perkembangan dan pelaksanaan politik luar negeri kepada publik di dalam negeri, menyerap masukan dan aspirasi publik di dalam negeri, mempromosikan citra Indonesia di luar negeri dan aktif menggalang koordinasi dengan kalangan pemangku kepentingan. Beberapa sarana komunikasi tersebut dapat dilakukan melalui rangkaian kegiatan diantaranya Presidential Friends of Indonesia,
Interfaith Dialogue and Empowering the Moderates, Indonesian Arts and Culture Scholarship
(Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia-BSBI) dan Indonesian Channel, Outstanding Student for
the World, Public Diplomacy Campaign, Duta Belia, Updates from the Region, Diplomatic Gathering, Public Lecture, Pelayanan Publik, Promosi dan Community Outreach MKAA
(Museum Konferensi Asia Afrika), Terbitan Tabloid Diplomasi, dan Bali Democracy Forum
(BDF).
Sejak dimulainya Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) pada tahun 2003, jumlah total peserta yang mengikuti BSBI hingga tahun 2013 mencapai sebanyak 519 (lima ratus sembilan belas) peserta. Data peningkatan jumlah siswa dari tahun 2003-2013 sebagai berikut:
Tabel Data Penerima Beasiswa BSBI
Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah Peserta 12 24 37 40 49 51 50 62 59 65 69
97 Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat 98
Data di atas menunjukkan adanya peningkatan jumlah pendaftar/peminat dari tahun ke tahun untuk berpartisipasi pada program BSBI. Hal ini mencerminkan semakin meningkatnya ketertarikan masyarakat di negara sahabat akan budaya Indonesia. Pada gilirannya, para penerima beasiswa BSBI tersebut dapat menjadi aset untuk mempromosikan Indonesia di negara masing-masing.
Sejak tahun 2004, Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI dan Kemenag RI telah melakukan serangkaian dialog lintas agama (DLA), baik pada tingkat bilateral, regional maupun multilateral. Pada tingkat multilateral, Indonesia telah aktif dalam berbagai forum DLA, a.l. melalui The Non-Aligned Movement (NAM) Interfaith Dialogue dan United Nations
Alliance of Civilization (UNAOC). Pada tahun 2014, Indonesia akan menjadi tuan rumah
penyelenggaraan The 6th Global Forum of UNAOC atas capaian Indonesia yang dinilai tepat
untuk menggambarkan kehidupan antar umat beragama dalam kerangka mencari solusi berbagai tantangan global, serta latar belakang Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar menjadi daya tarik tersendiri dalam pembahasan menjembatani berbagai perbedaan, seperti dunia Barat dan dunia Islam. Forum ini akan diselenggarakan di Bali pada 29-30 Agustus 2014. Pada tingkat bilateral, jumlah negara yang telah menjalin kerjasama DLA dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Jumlah Negara Pada Tingkat Bilateral Dialog Lintas Agama (2008 – 2013)
Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah penyelenggaraan DLA
4 4 8 6 5 4
Jumlah Negara yang telah
98
Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat 99 Data dan gambar di atas menunjukkan bahwa Dialog Lintas Agama pada tingkat bilateral, yang telah menjalin kerjasama dan berpartisipasi aktif sejumlah 22 negara sejak dicanangkan sejak 2004, yaitu Amerika Serikat (2010, 2012), Austria (2009, 2010), Belanda (2009), Bulgaria (2010), Ceko (2010), Ethiopia (2011), Hungaria (2010), Inggris (2008), Italia (2009, 2012), Jerman (2010, 2011, 2013), Kanada (2008,2013), Lebanon (2008, 2011), Polandia (2011,2013), Rusia (2009), Serbia (2011,2013), Spanyol (2010), Uni Eropa (2010), Vatikan (2008), Yunani (2011), Chile (2012), Argentina (2012), Pakistan (Intrafaith: empowering the moderates, 2012).
Dialog Lintas Agama merupakan kegiatan soft power yang banyak menarik minat negara-negara sahabat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mengedepankan sikap toleransi dan saling memahami antar sesama umat beragama dan antar peradaban. Upaya pro-aktif Indonesia ini ditargetkan untuk melawan stereotip negatif tentang Islam yang berkembang di Barat dimana terdapat anggapan bahwa Islam berada dibalik berbagai aksi terorisme.
Selain itu, Dialog Lintas Agama dimanfaatkan untuk menampilkan Indonesia sebagai negara multikultur yang hidup bertoleransi dan harmoni, sekaligus memberikan kontribusi demi terciptanya “harmony among civilizations”. Kegiatan DLA melibatkan pemangku kepentingan: tokoh agama, masyarakat madani, akademisi, media, dan generasi muda. Melalui DLA, Pemerintah Indonesia terus berupaya membuka jejaring dan kerjasama internasional yang lebih implementatif di tingkat akar rumput, baik dengan masyarakat madani Indonesia, juga dengan mitra di luar negeri. Melalui dialog lintas agama yang akan
99 Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat 100 dilakukan, Indonesia dapat saling bertukar pengalaman dengan negara mitra mengenai pluralitas dan harmoni antar peradaban, serta diharapkan akan tercipta berbagai kerjasama di bidang dialog lintas agama.
Peningkatan citra Indonesia dapat pula digambarkan melalui peningkatan pengunjung website Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan kebijakan hubungan luar negeri Indonesia dengan negara-negara di dunia. Pada tahun 2013, capaian kinerja rata-rata pengunjung website Kemlu, dalam satu bulan terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 110.49% dari target 3500 yang ditetapkan pada awal tahun anggaran (berdasarkan hasil penghitungan Google Analytic). Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh semakin dikenalnya website Kemlu oleh publik sebagai website yang dapat dipercaya (kredibel) dan dapat diandalkan, antara lain akibat dari terintegrasinya portal Kemlu dengan website Perwakilan, serta meningkatnya kesadaran Satker untuk memanfaatkan website Kemlu untuk mempublikasikan berita dan kegiatan Satker yang terkait dengan pelaksanaan diplomasi Indonesia, seperti hasil-hasil sidang KTT Asean, BDF, KTT APEC, dan sebagainya. Berita di website juga menjadi rujukan bagi banyak media nasional maupun internasional. Selain itu, peningkatan jumlah pengunjung juga merupakan hasil dari upaya-upaya yang dilakukan dalam kurun waktu 2013 untuk meningkatkan kualitas konten portal Kemlu.
Disamping itu, upaya-upaya peningkatan citra Indonesia tidak terlepas dari kondisi keamanan yang kondusif, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Luar Negeri pada 2013 telah melakukan langkah pengamanan terhadap 17 (tujuh belas) Perwakilan RI di luar negeri. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan pada 2012, yaitu 10 (sepuluh) Perwakilan.
Tabel Kegiatan Pengamanan Perwakilan RI tahun 2012 dan 2013 Tahun 2012
(10 Perwakilan)
Tahun 2013 (17 Perwakilan)
KBRI Islamabad, KBRI Santiago, KBRI Lima, KBRI Beograd, KBRI Vatikan, KBRI Roma, KBRI Suva, KBRI Port Moresby, KJRI Karachi, dan KRI Vanimo.
KBRI Sana’a, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, KJRI Hong Kong, KJRI Guangzhou, KJRI Shanghai, KBRI Manila, KJRI Davao City, KBRI Beijing, KBRI Khartoum, KBRI Pretoria, KBRI Kabul, KBRI Oslo, KJRI Osaka, KRI Songkhla, KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru.
100
Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat 101 Selama periode 2013, Kementerian Luar Negeri telah melakukan revisi Sasaran Strategis menjadi “Meningkatnya Citra Indonesia Dimata Publik Domestik dan
Internasional” yang diukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU-7) “Indeks citra positif penyelenggaraan politik dan hubungan luar negeri dari persepsi masyarakat domestik dan internasional” dengan target indeks 4 yang realisasinya indeks 6 (81,04%).
Perhitungan indeks tersebut diperoleh dari komponen dan pembobotan sebagai berikut:
No Komponen Bobot Realisasi Capaian Indeks Pembobotan Realisasi 1 Persentase citra positif Indonesia di wilayah
negara akreditasi 30 85 85 25,5
2 Persentase dukungan konstituen terhadap aset diplomasi publik dan politik luar negeri Indonesia
20 100 100 20
3 Persentase pemberitaan positif tentang
Indonesia yang dimuat media asing di Indonesia 10 78,49 78,49 7,84 4 Persentase peningkatan permintaan bantuan
kerjasama teknis dari Indonesia yang diterima 10 62,57 62,57 6,25 5 Persentase peningkatan kegiatan bantuan
kerjasama teknis melalui mekanisme triangular 10 66,67 66,67 6,66 6 Persentase negara yang hadir dalam rangka
kegiatan diplomasi publik 10 79,17 79,17 7,91
Jumlah 81,04
Meskipun sasaran strategis sudah tercapai dengan baik, namun dalam kerangka meningkatkan kinerja masih menghadapi kendala utama, yaitu masih terlalu luasnya
stakeholder yang menjadi target, sehingga menyebabkan tidak optimalnya informasi yang
ingin disampaikan. Selain itu, kepedulian dan minat stakeholder juga masih rendah. Beberapa media internasional masih menyoroti isu-isu negatif mengenai Indonesia, misalnya bencana alam, korupsi, pelanggaran HAM dan lingkungan hidup, yang dapat mempengaruhi pandangan publik internasional. Kementerian Luar Negeri juga terkendala dengan masalah sumber daya yang dimiliki kurang mendukung, khususnya SDM, sarana dan prasarana pendukung.
101 Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon No. 6, Jakarta Pusat 102
Pada 2013, Kementerian Luar Negeri telah berupaya mengatasi kendala-kendala utama di atas diantaranya melalui asas prioritas dari stakeholder yang dapat dijangkau. Untuk mengatasi kurangnya minat telah dilakukan langkah-langkah proaktif dengan memberikan insentif dan melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. Dalam rangka mengurangi pemberitaan negatif media massa, upaya yang dilakukan selama ini yaitu memperbanyak frekuensi pertemuan dengan media melalui media gathering, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten. Kementerian Luar Negeri juga memaksimalkan sarana prasarana yang ada saat ini guna mengoptimalkan pelaksanaan kinerja. Kedepannya, Kementerian Luar Negeri terus melakukan langkah engagement dengan media massa secara lebih intensif melalui media gathering dan meningkatkan jumlah peserta
Journalist Visit Program.
ANALISA IKU-7 SS-6: Indeks