PERANAN INDONESIA DALAM G-
B. INDONESIA MEMBAWA KEPENTINGAN BERSAMA ASEAN DALAM G-
Pembentukan ASEAN memiliki akar sejarah sejak tahun 1967 ketika pemimpin Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand bertemu untuk mensharingkan posisi bersama dalam menghadapi situasi global pada saat itu.208
207
Ibid, hlm. 53-54. 208
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 78.
Association of Southeast Asia Nations (ASEAN)209
Wakil Perdana Menteri Malaysia : Tun Abdul Razak
tepatnya tanggal 8 Agustus 1967. Lima founding father ASEAN, yaitu:
Menteri Luar Negeri Indonesia : Adam Malik Menteri Luar Negeri Thailand : Thanat Koman Menteri Luar Negeri Singapura : S. Raja Ratnam Menteri Luar Negeri Filipina : Narsisco Ramos
210
“Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu dalam masalah- masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi”.
Perwakilan dari negara-negara tersebut berkumpul di Bangkok menorehkan sejarah di regional Asia Tenggara yang kemudian dikenal dengan Deklarasi Bangkok. Salah satu butir tujuan deklarasi tersebut (poin 3) ditegaskan:
211
Indonesia menyadari betul tanggungjawabnya untuk turut memantapkan stabilitas perdamaian dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara ini.212 Tujuan dari beberapa negara yang baru mencapai kemerdekaan ini adalah untuk membentuk sebuah jaringan yang longgar tanpa keterikatan hukum untuk peningkatan kerja sama ekonomi, pencegahan konflik antara para anggota dan pengembangan strategi untuk menangkal ancaman dari luar melalui wadah ASEAN.213
Sejak awal, ASEAN memainkan peranan sentral terhadap politik luar negeri Indonesia yang pada saat itu dipimpin oleh Soeharto muda, yang sangat
209
Ibid, hlm. 75. 210
Ade Maman Suherman, op.cit., hlm. 142. 211
Ibid. 212
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 75. 213
berupaya untuk mengambil jarak dari politik dan retorika anti barat terjemahan pendahulunya, Soekarno. Selain perang Vietnam, pengaruh Indonesia juga berperan dalam menentukan haluan ASEAN yang sejak pendiriannya menunjukkan garis anti-komunisme dan berperan sebagai “pelindung” terhadap kekuatan RRC pada saat itu.214
Bisa dikatakan bahwa pada awal pendiriannya, ASEAN tidaklah lebih dari sekedar “cozy club of authoritarian regimes” yang tidak berkepentingan atas penyelesaian konflik, tetapi maksimal hanya berusaha untuk menghindarinya. Hal ini juga sudah terlihat dari kenyataan bahwa KTT perdana ASEAN pada Februari 1976 yang berlangsung di Bali215, dan baru diadakan sembilan tahun setelah pendiriannya, dan dalam kurun waktu dua puluh tujuh tahun setelahnya hanya diadakan delapan KTT lanjutan. Keikutsertaan Brunei pada 1984, Vietnam 1995, Myanmar dan Laos 1997 serta Kamboja 1999 juga tidak berdampak pada perubahan yang bersifat substantif dalam pemahaman sesama anggota ASEAN.216
Adapun bentuk kerja sama yang tidak memaksa dan mengikat ini bukan dampak dari kompromi masing-masing, melainkan memang diinginkan oleh semua perwakilan sedari awal. Pemerintah Indonesia misalnya, mengkhawatirkan adanya berbagai macam keharusan dan keterikatan yang muncul sebagai akibat proses kerja sama dalam ASEAN yang mengharuskan pembentukan berbagai lembaga baru atau penyatuan dalam bentuk lainnya. Indonesia terutama menolak tiap usaha sekecil apapun yang bertujuan untuk menciptakan suatu pasar bersama.
214
Pembukaan Deklarasi Bangkok: Negara-negara Asia Tenggara membagi tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan stabilitas terhadap pengaruh dan propaganda dari pihak luar.
215
Pada pertemuan di Bali pada tahun 1976 juga telah ditetapkan kedudukan Sekretariat Jenderal ASEAN di Jakarta.
216
Hingga hari ini masih terdapat kekhawatiran bahwa produk impor murah dari para negara tetangga ASEAN akan membanjiri pasar lokal.217
Indonesia menyadari bahwa sekalipun Indonesia adalah satu-satunya anggota ASEAN dalam forum G-20, Indonesia tidak dapat serta merta mengklaim sebagai perwakilan ASEAN.Penunjukan Indonesia atas kriteria ‘perwakilan regional’ tidak menjadi alasan penguat untuk memainkan perannya sebagai wakil ASEAN dalam G-20.Resistensi beberapa anggota ASEAN terhadap G-20 sebagai tandingan PBB dan lembaga multilateral lain menciptakan batasan tersendiri bagi Indonesia untuk memainkan perannya sebagai wakil ASEAN.
ASEAN telah menunjukkan kematangannya sebagai sebuah kerjasama regional yang patut diperhitungkan di arena global. Forum G-20 tampaknya memperhitungkan potensi ASEAN untuk memberi kontribusi bagi proses G-20. Ini tercermin dalam undangan-undangan yang diberikan bagi Sekjen ASEAN dan atau Ketua ASEAN untuk menghadiri pertemuan KTT ASEAN.
218
Walaupun Indonesia sendiri memandang baik keberadaan ASEAN sebagai instrumen untuk membentuk suatu identitas politik bersama.219
Dalam G-20 ada beberapa organisasi regional seperti Uni Eropa (European Union) menjadi satu-satunya organisasi regional yang menjadi anggota G-20, Indonesia merupakan negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), Afrika Selatan tergabung dalam Uni Afrika (African Union), sementara Brazil dan Argentina tergabung dalam Mercosur (Common Market of the South).220
217
Ibid. 218
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 75. 219
Winfried Weck, Indonesia dalam Perspektif Regional dan Global, loc. cit. 220
Uni Eropa merupakan organisasi yang relatif maju yang beranggotakan 28 negara yaitu Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Syprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Inggris. Dari segi ekonomi, Gross Domestic Product
Uni Eropa berdasarkan Purchasing Power Parity tahun 2016 mencapai 19,18 triliun dollar AS sementara pendapatan per kapita penduduknya mencapai 37.800 dollar AS. Nilai ekspor dan impor Uni Eropa tahun 2014 mencapai 2.259 miliar dollar AS dan 2.244 miliar dollar AS merupakan nilai terbesar di dunia.221
ASEAN merupakan organisasi regional yang relatif patut diperhitungkan setelah Uni Eropa. ASEAN beranggotakan Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Pendapatan per kapita ASEAN pada tahun 2009 adalah 2.533 dollar AS dengan nilai ekspor dan impor mencapai 803.947 juta dollar AS dan 720.296 juta dollar AS.222 Bahwa sekitar 575 juta jiwa penduduk ASEAN, sekitar 240 juta saja berasal dari Indonesia, yang merupakan kurang lebih dua per lima dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Setelah itu baru diikuti oleh Filipina dan Vietnam (masing-masing sekitar 90-95 juta penduduk) dan Thailand (70 juta).223
Uni Afrika merupakan organisasi regional lain yang merangkul 53 anggota.Dengan total GDP 500 miliar dollar AS. Di Amerika Selatan, Mercosur yang beranggotakan Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay memiliki total GDP
221
The World Factbook, European Union, sebagaimana dimuat dalam
Februari 2017. 222
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 77. 223
1,1 miliar dollar AS. Di Timur Tengah terdapat Liga Arab. Di Benua Amerika, terdapat komunitas Amerika Selatan dan Komunitas Andean.
Dengan profil ini, ASEAN dapat dikatakan sebagai organisasi regional terbesar kedua setelah Uni Eropa. Selain data statistik, daya pikat ASEAN terlihat dari berbagai indikator mulai dari pengakuan dalam aneka isu, organisasi, gerakan, dan forum intergovernmental, meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia, meningkatnya investasi asing, dan sebagainya.224
Bagi Indonesia ASEAN adalah forum utama untuk politik luar negerinya.Indonesia berinisiatif untuk mempromosikan kerjasama ekonomi, politik dan keamanan, dan sosial budaya.Indonesia mengembangkan ASEAN untuk memfasilitasi integrasi ekonomi, meminimalisir konflik antar negara-negara anggota ASEAN dan memformulasikan posisi ASEAN dalam menanggapi isu-isu global terkini termasuk ancaman eksternal yang potensial seperti terorisme. Melalui ASEAN, telah berupaya untuk meningkatkan Zona perdamaian, kebebasan dan netralitas di Asia Tenggara (ZOPFAN) dan Zona bebas nuklir Asia Tenggara (NFZ).225
Dalam bidang Hak Asasi Manusia, Indonesia adalah negara pertama yang membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Sekalipun terdapat tantangan dari beberapa anggota ASEAN lain, Indonesia berhasil memasukkan esensi demokratisasi dan HAM dalam piagam ASEAN.226
224
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 77. 225
Ibid, hlm. 79.
Indonesia telah meyakinkan pemimpin-pemimpin ASEAN dalam mengembangkan tiga pilar ASEAN:
226
Heru Utomo, Peran Indonesia dalam ASEAN, sebagaimana dimuat dalam
komunitas politik keamanan ASEAN, komunitas ekonomi ASEAN, dan komunitas sosial budaya ASEAN.227
Peran Indonesia terhadap Kestabilan Pasar Keuangan di Kawasan ASEAN
Pada dasarnya, ASEAN mendukung G-20 sebagai sebuah forum
intergovernmental yang cukup menyuarakan kepentingan negara berkembang.ASEAN memberikan dukungan bagi peningkatan peran G-20 sekaligus berharap dapat memberikan kontribusi melalui partisipasi wakil resminya (Ketua ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN) secara langsung dalam KTT G-20.Dukungan ASEAN terhadap peningkatan peran G-20 beberapa kali diumumkan dalam berbagai kesempatan. Negara-negara anggota ASEAN bahkan berharap G-20 dapat memperkuat hubungan ASEAN dengan negara-negara tetangga sesama Asia seperti RRC, India, Korea Selatan, dan Jepang yang saat ini masuk dalam jajaran negara berkapasitas mapan secara ekonomi.
Banyak pengaruh keterlibatan Indonesia sebagai anggota G-20 di kawasan ASEAN untuk membentuk kestabilan pasar keuangan dapat dibaca pada tabel berikut.
Tabel 1.
228
Perjanjian/Momentum Ide/Konsep Deskripsi
Oktober 2009 – Pertemuan kelimabelas ASEAN di Hua Hin, Thailand.
ASEAN G-20 Contract
Group.
Kelompok ini dibentuk sebagai respon terhadap keanggotaan Indonesia di G-20. Tujuannya untuk
227
Situs resmi ASEAN sebagaimana dimuat dalam 12 Februari 2017.
228
Zamroni Salim, Indonesia in the G-20: Benefits and Challenges Amidst National Interests and Priorities dalam Hofmeister, Wilhelm (Ed.), G-20: Perceptions and Perspective for Global Governance, (Singapura: KAS, 2010), hlm. 103-104.
mengordinasikan posisi ASEAN dan kepentingannya pada pertemuan G-20. Oktober 2009 – Pertemuan kelimabelas ASEAN di Hua Hin, Thailand.
Chiang Mai Multilateral Initiative (CMIM).
Pada akhir tahun 2009, diluncurkan dana sebanyak 120 miliar dollar Amerika Serikat untuk merespon krisis keuangan global di Asia Tenggara.
25 November 1999 – Pertemuan level menteri (Khusus untuk Menteri Keuangan), di Manila, Filipina.
Solusi untuk perbaikan ekonomi dan pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan juga untuk
memperhitungkan peranan ASEAN di arsitektur keuangan global.
Kebijakan moneter dan fiskal telah diaplikasikan
untuk mencapai kesembuhan pertumbuhan
ekonomi. Reformasi terhadap institusi keuangan juga telah diupayakan untuk diimplementasikan 3 Juni 2009 – Pernyataan
media bersama pada Kerjasama ASEAN+3 sebagai respon terhadap ekonomi global dan krisis finansial, di Bangkok, Thailand.
Bekerja pada
pengembangan dan kondisi ekonomi global serta krisis keuangan.
Pembentukan Asian Bond
Market Initiative (ABMI), menugaskan menteri keuangan untuk mengawasi bahaya krisis
dan menciptakan kebijakan responsive.
Ketua pada pertemuan kedelapanbelas ASEAN, di Jakarta, Indonesia.
dalam komunitas negara- negara secara global.
aktif dan terhubung dengan reformasi ekonomi secara global. ASEAN juga menyatakan dukungan untuk reformasi institusi keuangan dan komitmen untuk perdagangan yang bebas dan adil, sebagaimana yang G-20 ajukan.
Dukungan ASEAN segera menuai respon positif negara-negara anggota G-20.Dalam beberapa pertemuan, G-20 telah mengundang Ketua ASEAN bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN untuk hadir dan menjadi observer dalam KTT G-20.229
Dalam KTT ke-15 ASEAN dicetuskannya Kelompok Kontak ASEAN G- 20.Kelompok Kontak ini beranggotakan Ketua ASEAN, Indonesia sebagai satu- satunya anggota G-20 dari ASEAN, serta Sekjen ASEAN.230Tujuan utama dari pembentukan kontak grup ini adalah mengkoordinasikan posisi ASEAN dalam KTT G-20.Meski demikian, Indonesia menegaskan bahwa keanggotaannya dalam G-20 tidak serta-merta memposisikan diri sebagai ‘wakil ASEAN’.Karenanya, ASEAN harusnya direpresentasikan oleh Ketua ASEAN.231
ASEAN mendukung kerangka G-20 khususnya tujuan yang berfokus pada upaya maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan
229
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 82-83. 230
Bakal Terbentuk Kontak Grup ASEAN-G-20, sebagaimana dimuat dalam
diakses pada tanggal 12 Februari 2017. 231
berimbang serta mendukung sistem keuangan yang sehat sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan.ASEAN sepakat untuk mempromosikan pemulihan pada semua kelompok negara untuk memfasilitasi pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan yang lebih besar dalam perekonomian khususnya ketika negara- negara saat ini telah menjadi mesin pemulihan global.ASEAN juga mendukung konsolidasi fiskal yang ramah pertumbuhan, diferensial dan disesuaikan dengan kondisi nasional untuk menjamin mesin pemulihan ekonomi dan sistem keuangan yang sehat sambil menghindari dampak negatif yang umumnya terjadi dalam pertumbuhan, pinjaman asing, dan arus masuknya modal ke negara-negara berkembang.ASEAN berkomitmen melanjutkan usaha-usaha koordinasi kebijakan yang lebih erat dengan G-20.232
Pendekatan kedua bersifat lebih substantif.Indonesia dapat memegang posisi yang sejalan dengan aspirasi ASEAN.Meskipun Indonesia tidak dapat mengklaim dirinya sebagai wakil ASEAN, Indonesia memahami bahwa keanggotaannya dapat membawa keuntungan bagi semua anggota
Beberapa pendekatan telah diadopsi untuk membawa ASEAN dalam G- 20.Pertama, sebagai anggota G-20 Indonesia meyakinkan G-20 untuk mengundang Ketua ASEAN menghadiri KTT-KTT G-20.Bersama kehadiran Ketua ASEAN, Indonesia tidak hanya membawa kepentingan nasionalnya tetapi juga dapat mewakili kepentingan negara-negara berkembang dan bangsa-bangsa ASEAN.Salah satu perwakilan ASEAN mengakui bahwa Indonesia telah memainkan peran penting untuk meyakinkan pemimpin-pemimpin G-20 untuk mengundang partisipasi Ketua ASEAN secara periodik dalam KTT G-20.
232
ASEAN.Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN tentu saja harus mengakomodasi kepentingan-kepentingan bangsa-bangsa anggota ASEAN.233
Untuk tujuan tersebut, Indonesia memahami pentingnya mekanisme formal untuk memformulasikan posisi ASEAN terhadap isu-isu yang sedang dibicarakan dalam G-20 sehingga Indonesia dan Ketua ASEAN dapat berbicara dalam satu suara sebelum KTT G-20. Pembentukan Kelompok Kontak ASEAN G-20 pada KTT ASEAN ke-15 dipandang sebagai langkah strategis untuk membawa ASEAN dengan cara yang lebih substantif.234Pada KTT ke-15 ASEAN, Indonesia menyarankan bahwa menteri-menteri keuangan ASEAN bertemu secara regular sebelum KTT G-20.Pertemuan kesepuluh menteri keuangan dapat mengkoordinasikan kebijakan mereka dan memformulasikan posisi bersama dalam merealisasikan stabilitas ekonomi dan finansial di tingkat regional dan global.Inisiatif ini akhirnya ditetapkan dalam pernyataan pemimpin- pemimpin ASEAN.235
Atas sikap Indonesia, para pemimpin ASEAN memberikan apresiasi sehingga pembentukan Kelompok Kontak ASEAN G-20 untuk memposisikan sepuluh negara Asia Tenggara dalam G-20 mencapai titik kesepakatan. Dalam kontak grup ini, Menteri Keuangan sepuluh negara ASEAN pun wajib bertemu guna mematangkan posisi ASEAN menjelang tiap pertemuan G-20.236
233
Ibid, hlm. 89-90.
ASEAN
234
Chairman Statement of the 15th ASEAN Summit “Enhancing connectivity,
Empowering Peoples”, sebagaimana dimuat dalam
12 Februari 2017. 235
Indonesia Usulkan Pertemuan Rutin Menkeu ASEAN, sebagaimana dimuat dalam
236
Aktif di G-20, Indonesia Tidak Akan Tinggalkan ASEAN, sebagaimana dimuat dalam
juga meminta Indonesia berperan aktif dalam G-20 guna memastikan gejala proteksionisme dalam perdagangan dunia dapat dihindari.237
Indonesia memahami bahwa menjadi anggota ASEAN dapat mengangkat posisi tawarnya dalam proses G-20 dan karenanya Indonesia perlu meyakinkan anggota-anggota ASEAN menyangkut peran potensial membawa kepentingan ASEAN dalam G-20. Peran kuat Indonesia dalam ASEAN meningktakan daya tawar Indonesia dalam G-20 dan secara bersamaan peran Indonesia dalam G-20 mempengaruhi ASEAN.238
Indonesia sepakat dengan pemimpin-pemimpin G-20 lainnya untuk menjadikan G-20 sebagai forum untama bagi kerjasama ekonomi internasional mereka, namun ide ini tidak berarti ASEAN menjadi forum kedua bagi Indonesia. Indonesia akan tetap berperan aktif dan menjadi bagian penting dalam ASEAN karena Indonesia adalah salah satu founding fathers. Indonesia memiliki kepentingan terwujudnya ASEAN Community.239
Peningkatan fungsi Kelompok Kontak Indonesia dengan ASEAN dalam G-20 perlu diagendakan baik oleh Indonesia. Kelompok Kontak ini dapat menggali lebih dalam kepentingan ASEAN yang selaras dengan kepentingan negara-negara berkembang yang lain. Ketiga anggota Kelompok Kontak ini juga bertanggung jawab untuk mengkaji keselarasan komitmen-komitmen yang dibuat dalam G-20 dengan komitmen-komitmen yang telah dibuat oleh anggota ASEAN dalam KTT-KTT yang telah dibuatnya selama ini.
indonesia-tidak-akan-tinggalkan-asean&catid=62:nasional&Itemid=54, diakses pada tanggal 12 Februari 2017.
237
ASEAN Apresiasi Sikap Indonesia Dalam G-20, sebagaimana dimuat dalam
pada tanggal 12 Februari 2017. 238
Yulius. P. Hermawan, op. cit., hlm. 91. 239
Kelompok Kontak ini juga penting supaya kepentingan ASEAN juga terus dapat dijaga oleh Indonesia mengingat perwakilan-perwakilan ASEAN tidak dapat selalu hadir dalam pertemuan-pertemuan tingkat menteri dan pejabat senior yang seringkali lebih bersifat implementatif dan koordinatif kebijakan nasional. Peran Kelompok Kontak ASEAN-G-20 seharusnya dimaksimalkan dengan tindakan-tindakan konkrit terutama untuk menjaga agar keputusan-keputusan yang dibuat di forum yang berbeda ini tidak bertabrakan satu sama lain. Ini juga untuk menjaga supaya komitmen Indonesia dan perwakilan ASEAN dalam G-20 tetap mengacu pada pendekatan-pendekatan yang selama ini diadopsi ASEAN.240
C. INDONESIA MEWAKILI NEGARA-NEGARA MUSLIM DALAM