• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDONESIA YANG TERLETAK DI ANTARA MALAYSIA TIMUR DAN MALAYSIA BARAT

Saudara Ketua dan Anggauta Dewan Perwakilan Rakyat yang _terhormat.

Pertama-tama perkenankanlah kami atas nama Pemerintah mengucap-kan terima kasib atas kesempatan yang diberimengucap-kan kepada kami untuk menyampaikan keterangan berkenaan dengan disampaikanuya Rancangan Undang-Undang tentang Penges~han Perjanjian antara Republik .

..

" -.. ·-· ·- '---- Indonesi~

dan Malaysia- tentang Rejim- Hukum Negara- Nusantara- din Hak-Hak Malaysiil di Laut Teritorial dan Perairan Indonesia serta Ruang Udara di atas Laut Teritorial, Perairan Nusantara dan Wilayab Republik Indonesia yang terletak di antara Malaysia Timur dan Malaysia Barat.

Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia ini telah di-tandatangani pada tanggal 25 Pebruari 1982 di Jakarta sebagai hasil serangkaian pembicaraan dalarn perundingan-perundingan tingkat teknL-kal yang telah diadakan oleh Wakil-wakil Pemerintah kedua negara sejak tanggal 25 Pebruari 1981. Perjanjian-ini diadakan atas dasar--Memorandum Pengertian Bersama (dasar--Memorandum of Understanding) yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 27 Jul~ 1976. Memoran-durn Pengertian Bersama tersebut pada pokoknya memuat kesepakatan antara kedua negara, dimana pihak Malaysia mengakui Can menyokong rejim hukum negara nusantara Indonesia dan sebagai imbalannya1 pihak Indonesia mengakui hak-hak tradisional dan kepentingan-kepentingan

Malaysia yang ·sah di laut wilayah dan perairan nusantara Indonesia yang terletak diantara Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Sebagai-mana dimaklumi, wilayah laut yang terletak diantara Semenanjung Malaysia di sebelah Barat dan Serawak serta Sabah di sebelab Timur Malaysia, yang sekarang terrnasuk wilayah kekuasaan hukum Indonesia, berdasarkan Pengumuman Pemerintah mengenai Wilayah Perairan Negara RI pada tanggal 13 Desember 1957 yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda dan yang selanjutnya telah dikukuhka? dengan UU No. 4/Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia, tadiriya adalah laut lepas.

Adapun yang dimaksudkan dengan hak-hak tr~disional dan kepen-tingan sah Malaysia yang telab ada di wilayah"laut tersebut sebelum prinSip Negara Nusantara_· Indonesia diumumkan, pada pokoknya meliputr'·~

hak akses dan komunikasi baik di laut maupun di udara bagi btpal -kapal dan pesawat udara Malaysia untuk tujuan niaga, sipil dan militer dan hak perikanan tradisional Malaysia ditempat-tempat tertentu di wilayah laut· termaksud serta hak meletakkan kabel telekomunikasi di bawah laut.

Disamping itu Memorandum tersebut menetapkan pula agar Indonesia dan Malaysia membuat sebuah Perjanjian atau Traktat yang memuat penjabaran lebih lanjut secara terperinci isi ketentuanke·l:entuan sebaga·i -mana tercantum dalam Memorandum Pengertian Bersama dan hendaknya dapat

selesai ditandatangani sebelum Hukum Laut yang baru diterima dalam suatu konvensi internasional.

Saudara Anggauta Dewan sekalian yang terhormat,

Ketentuan-ketentuan umum sebagaimana telah tercantum dalam

Memo-3

dengan perumusan Pasal 47 ayat 7 Konvensi Hukum Laut yang dihasil-kan oleh Konperensi PBB tentang Hukum Laut ke-III yang menentudihasil-kan bahwa "Apabila suatu bagiail tertentu dari perairan kepulauan sua-tu negara kepulauan terletak diantara dua bagian dari suasua-tu negara tetangga dekat, maka hak-hak kepentingan-kepentingan sah yang

dimiliki oleh negara tersebut belakangan dan yang dimilikinya seca-ra tseca-radisional dalam peseca-raiseca-ran demikian serta segala hak yang di te-tapkan dalam suat perjanjian antara negara-negara demikian harus tetap berlaku dan dihormati" .

Dengan adanya Perjanjian antara RI dan MalaysXa tersebut maka Rejim Hukun Negara Nusantara telah mendapatkan pengakuan sah oleh Malaysia. Hal ini penting artinya didalam situasi dimana pada saat penandatanganan Perjanjian tersebut, Konvensi Hukurn Laut yang baru belum ditandatangani. Disamping_ itu- penandatan·gffi?.~ P~rjanj_ian ini

·----.-·- --- - -

----~---·

---.---

---.-

:----"---,--.

internas-ional, terlebih lagi karena pengak.uan secara huk~ telah _9-i-berikan oleh suatu negara tetangga Indonesia dan yang letaknya ter-dekat di lingkungan ASEAN (Association of South East Asian Nations).

Secara singkat dapat kami kemukakan bahwa isi Perjan_jian-yang berhasil dirumuskan secara seirnbang memuat pengakuan Malaysia

terhadap Rejim Hukurn Negara Nusantara _Indonesia (Regime of the

Archipelagic State of the Republic of Indonesia), pengakuan Indonesi terhadap kepentingan Malaysia untuk akses dan komunikasi yang meli-puti lalu-lintas kapal-kapal serta pesawat udara sipil dan militer, keselamatan navigasi dan penerbangan, p~r±-k.an_an._-_ t:r:adisiQnal:..dan:;-_p~i:k:

an ___ t.ra.disi:ori.aL_Malay_sia diwilayah ter.tentu, peletak.a.'"l dan perlindrmgan - .

terhadap ... ·-· ..

terhadap kabel telekomunikasi dan p~pa-plpa rninyak Malaysia dibawah laut, kerjasarna Indonesia dan Malaysia roengenai pencarian dan

pe-nyelemata~ dari kecelakaan di laut, penelitian ilrniah kelautan

untuk tujuan perlindungaD dan kelestarian lingkungan laut dan kerja-sa.•,a- di bidang penegakkan hukurn di laut.

Disepakati adanya dua buah alur lintas yang didalam peta digam-barkan tidak dalam bentuk koridor tetap, melainkan dalarn bentuk garis axis yang berkesinambungan dan tidak boieh melewati 10 mil laut pada kiri dan kanan garis axis termaksud. Untuk masing-rnasin_g alur lintas ditetapkan' ~pula koordinatnya.

Perjanjian mencantumkan juga antara lain ketentuan-ketentuan urnum mengenai konsultasi, penyelesaian persengkataan dan larangan

pemin-. -

-- -

~

dahan hak-hak dan kewajiban sebagai tercantum dalam perjanjian ini kepada pihak ke'tiga.

Dengan telah diakuinya.rejim negara nusantara ini secar~ bila-_

teral oleh Malaysia ·ini-dan telah ditandatanganinya Konvensi Hukum Laut yang baru pada bulan Desember yang lalu, yang meskipun belum berlaku dan baru mempunyai kekutan mengikat setelah diratifikasi

60

negara penandatangan, telah kukuh kedudukan azas negara nusantara dalam

hukum

internasional. Hal

ini

penting artinya bagi pemanfaat--an ypemanfaat--ang dibawakpemanfaat--an oleh penerappemanfaat--an azas negara nuspemanfaat--antara itu pada penetapan batas wilayah negara kita. Demikian juga pemanfaatan

kekayaan alarn yang terkandung didalamnya untuk kepentingan perobangun·

an nasional.

Demikianlah penjelasan kami mengenai Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia

5

tentang Rejim Hukum Negara Nusantara dan Hak-Hak Malaysia di Laut Teritorial dan Perairan Nusantara serta Ruang Udara di atas Laut Teritorial, Perairan Nusantara dan Wilayah Republik Indonesia yang terletak diantara Malaysia Timur dan Malaysia Barat.

Adalah menjadi harapan kami kiranya penjelasan ini dapat di-pergunakan dalam pembicaraan lebih lanjut dan memudahkan Saudara-saudara terhormat dalam memberikan Persetujuan atas Rancangan Undang-Undang RI tersebut.

Dokumen terkait