• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infopublik.id Online Rabu, 29 September 2021

Dalam dokumen 29-30 September 2021 (Halaman 24-27)

21

Teten Masduki menjelaskan, sesuai PP nomor 7 tahun 2021 Bab VII Pasal 135, pengembangan inkubasi terpadu mengharuskan pemerintah daerah membentuk dan mengembangkan minimal satu inkubator di level provinsi dan satu di kota/kabupaten.

Maka direncanakan mulai 2022 pelaksanaan pengembangan inkubator terpadu ini juga sudah bisa mulai diselenggarakan di Papua.Ia mengatakan, program untuk Papua berupa transformasi informal ke formal dengan target 200 usaha mikro, displai dan penjualan produk UKM unggulan Provinsi Papua dan Papua Barat di paviliun provinsi SMESCO, dan Smesco Noken Movement, mengkampanyekan dan mendorong produk Provinsi Papua dan Papua Barat bisa dijual di department store.

Lebih lanjut, pihaknya akan mendorong digitalisasi pedagang pasar di Papua dan Papua Barat bekerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya, Kemenkop UKM bisa membantu mengkurasi produk-produk UMKM yang akan dipasarkan di platform digital dan juga displai bandara-bandara.Teten menegaskan, kondisi UMKM dan Koperasi di Papua saat ini sesuai data BPS tercatat jumlah UMK 148. 647 usaha dan jumlah UMB 2.823 usaha.

Sementara itu, jumlah UMK dan UMB di empat kluster dengan angka Kota Jayapura, yakni UMK 28.355 dan UMB 1.097, lalu Kabupaten Jayapura dengan UMK 10.518 dan UMB 182, Kabupaten Merauke dengan UMK 14.076 dan UMB 342, serta Kabupaten Mimika dengan UMK 12.842 dan UMB 336.Koperasi bersertifikat NIK masih rendah di Papua 2,7% dan Papua Barat 6,64%. "Proporsi penyaluran kredit oleh bank rendah di bawah Rp15 triliun per tahun atau 1,4% dari total penyaluran kredit nasional sesuai RPJMD Papua 2019-2023. Sebagian besar belum go digital. Sebagian besar pelaku UMKM adalah mama-mama," jelasnya.

Dia mengungkapkan Papua memiliki potensi anak-anak muda kreatif berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang mengkombinasikan narasi kearifan budaya dan tradisi dengan teknologi. Sudah ada beberapa jejaring komunitas kreatif seperti Numbay Kreatif (JKON) di Jayapura yang baru saja menyelenggarakan Konferensi Orang Kreatif (KO-OKE).Sebelumnya, Sekretaris Menteri Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) Arif Rahman Hakim pernah mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan atau pemberdayaan UMKM di Papua untuk suksesnya PON Papua. Secara spesifik, ungkapnya, dukungan Kemenkop UKM untuk pengembangan UMKM di Papua yaitu melakukan pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam rangka membina koperasi usaha mikro dan akses pembiayaan, khususnya melalui koperasi.Selanjutnya, Arif mengatakan, terdapat pula penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang jumlahnya cukup besar. Lalu, penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau bantuan permodalan untuk wirausaha pemula. Selain itu, lanjutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi dan UMKM, pembinaan prakoperasi, dan pendampingan UMKM. "Itu kegiatan-kegiatan spesifik yang kita lakukan di Papua," kata dia.

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021

22

Arif menyampaikan, di dalam Peraturan Presiden (PP) nomor 7 tahun 2021 disebutkan bahwa 40 persen belanja pemerintah pusat dan pemda dialokasikan untuk belanja produk-produk UMKM. "Ini sebenarnya salah satu hal yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah di sana (Papua), memberdayakan pelaku usaha mikro kecil," ucap dia.

Hal lain yang dapat dimanfaatkan, sebut Arif, adalah penyediaan tempat promosi dan pengembangan UMKM sebesar 30 persen. Dia menganggap hal tersebut dapat digunakan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON. Kebijakan Kemenkop lainnya yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah di Papua, di antaranya penyediaan rumah produksi bersama dan model tata koperasi.Gelaran PON XX juga bisa menjadi ajang promosi UMKM Papua. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan mengajak endorsement ambassador untuk turut mempromosikan produk-produk UMKM Papua dengan lebih luas. Ribuan orang akan meramaikan PON XX di Papua mulai dari atlet, ofisial, wartawan, pejabat, hingga wisatawan.Ajang olahraga nasional terbesar ini bisa dijadikan sebagai momentum dalam mendorong UMKM on boardingke platform digital.

Pihaknya pun siap untuk melakukan pemberdayaan dan penyiapan UMKM agar bisa onboarding atau berjualan online.oduk yang menjadi unggulan UMKM di Papua yakni kopi, rumput laut, madu hitam, olahan sagu, serta aneka produk kerajinan seperti noken dan anyaman. Selain membangkitkan UMKM, gelaran PON XX diharapkan dapat menumbuhkan potensi pariwisata olahraga di Indonesia, khususnya di Papua.Sebagai informasi, PON Papua akan diselenggarakan pada 2--25 Oktober mendatang dan berpusat di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura. Ada 37 cabang olah raga yang akan dipertandingan di event olahraga terbesar di Indonesia tersebut.Penulis: Eri SutrisnoRedaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda SariSumber: indonesia.go.id

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 23

Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Suminto mengatakan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung UMKM serta korporasi terealisasi sebesar Rp68,35 triliun.Realisasi sampai 17 September 2021 itu setara 42 persen dari total anggaran PEN untuk UMKM dan korporasi sebesar Rp162 triliun pada 2021."Berbagai program dilakukan pemerintah sebagai dukungan terhadap UMKM, di antaranya penempatan dana di perbankan," terang Suminto dalam webinar, Rabu, 29 September 2021.

Pemerintah menempatkan dana di perbankan untuk mendorong penyaluran kredit modal kerja baru kepada pelaku usaha melalui dukungan likuiditas kepada perbankan. Sampai 17 September 2021, sebanyak 5,38 juta debitur telah memanfaatkan program ini.Di samping itu, pemerintah juga membuat program pembiayaan untuk usaha ultra mikro yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 800 ribu debitur sampai April 2021. Pemerintah pun menyubsidi bunga UMKM dimana sampai 17 September 2021, sebanyak 10,5 juta UMKM telah memanfaatkan program ini."Pemerintah juga menjamin kredit baik bagi UMKM maupun non-UMKM. Untuk jaminan kredit bagi non-UKM pada 2020 sudah capai 0,9 juta debitur dan 2,1 juta debitur sampai 17 September 2021, sementara penjaminan kredit melalui KUR menjangkau lebih banyak lagi," imbuh Suminto.

Selanjutnya pemerintah juga membuat pembiayaan investasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) yang dimanfaatkan oleh 84 mitra koperasi dan 118,12 ribu UMKM pada 2020.Pemerintah juga membuat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah dimanfaatkan oleh 12,7 juta usaha mikro per 17 September 2021. Sementara itu, insentif Pajak Penghasilan (PPh) final telah dimanfaatkan oleh 124 ribu Wajib Pajak UMKM pada 2021.

Capai Rp68,35 Triliun, Dana PEN untuk UMKM dan

Dalam dokumen 29-30 September 2021 (Halaman 24-27)

Dokumen terkait