• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMUAN PENELITIAN

JUMLAH 15.539 1.082 Sumber : Data kecamatan Medan Labuhan dan Belawan tahun 2015

4.3 Temuan Data Penelitian Kualitatif

4.3.3 Informan ketiga Ibu Evi Melati Hutahaean

Beliau merupakan staf petugas penyuluh dari BP3TKI Medan. Beliau mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan penyuluhan/sosialisasi penempatan tenaga kerja luar negeri (PTKLN) dilakukan maka dilakukan survey. Tujuannya adalah untuk menentukan lokasi, kesediaan tempat, sasaran serta kesesuaian objek materi yang akan disampaikan, menurutnya hal tersebut dilakukan oleh staf kelembagaan dan pemasyarakatan program di BP3TKI Medan sekaligus sebagai penanggung jawab pelaksana dan penggunaan anggaran dalam kegiatan penyuluhan. Pada tahun 2015 pelaksanaan penyuluhan dilakukan 30 paket klasikal meeting dan 70 paket dalam bentuk koordinasi ke instansi terkait. Menurutnya yang dijadikan sebagai sasaran penyuluhan adalah setiap calon TKI dan keluarga TKI yang berada di daerah kantong-kantong TKI dan lembaga pelatihan/pendidikan juga menjadi target sasaran penyuluhan.Beliau mengatakan bahwa pelaksanaan penyuluhan pada hakikatnya dilakukan sebelum terjadi permasalahan atau tindakan pencegahan. Hambatan pelaksanaan penyuluhan didasari pada penentuan tempat, lokasi penyuluhan yang cukup jauh karena wilayah kerja BP3TKI Medan meliputi 33 Kab/Kota sehingga sulitnya menjangkau tempat penyuluhan belum lagi harus melakukan koordinasi kepada PIC tempat akan dilaksanakannya penyuluhan. Menurut beliau tujuan dilakukannya penyuluhan adalah untuk mengetahui prosedur secara benar bagaimana menjadi TKI yang legal. Proses penyuluhan ditujukan langsung kepada calon calon TKI agar lebih memahami prosedur yang benar. Seksi kelembagaan dan pemasyarakatan program merupakan motor penggerak pelaksanaan penyuluhan sekaligus yang menentukan lokasi, jumlah sasaran dan petugas penyuluh. menurutnya kriteria sebagai penyuluh adalah mereka yang sudah memahami dan menguasai cara bekerja ke luar negeri dengan benar. Menurut beliau bentuk penyuluhan yang dilakukan saat ini adalah secara kelompok dan perorangan (sifatnya pasif yaitu menunggu calon TKI datang ke kantor BP3TKI Medan yang membutuhkan informasi).

Metode penyampaian pesan dilakukan dengan ceramah dan diskusi di dukung dengan media penyuluhan seperti brosur, buku panduan TKI, bookleat, poster, spanduk.

Penyebaran media tersebut dilakukan kepada calon TKI, stakeholder dan instansi terkait selain itu media elektronik seperti radio juga digunakan dalam rangka menyampaikan informasi terkait prosedur dan lowongan-lowongan kerja yang

Materi penyuluhan yang disampaikan pada intinya sama hanya yang membedakan adalah metode penyampaianya oleh karena itu untuk mengetahui apakah materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik penyuluh memberikan souvenir kepada audiens yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyuluh. Dalam melaksanakan penyuluhan, Penentuan petugas penyuluh juga di dasari pada budaya, jika lokasi penyuluhan dilakukan di toba samosir yang mayoritas adalah bersuku batak maka penentuan penyuluh berdasarkan suku yang sama karena menurutnya jika memiliki asal suku yang sama akan lebih mudah komunikasinya dan lebih nyambung serta lebih menarik. Kriteria metode penyampaian berdasarkan audiensnya yaitu dari lokasi, budaya dan tingkat pendidikan. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan penyuluhan adalah 1,5 jam karena jikalau terlalu lama dikhawatirkan dapat membuat bosan/jenuh. Penentuan lokasi penyuluhan menurutnya adalah tempat yang potensial seperti kelurahan/balai desa dan sekolah. Sasaran penyuluhan adalah calon – calon TKI yang potensial artinya pencari kerja yang berminat untuk menerima informasi bagaimana cara bekerja ke luar negeri secara prosedural. Dalam menentukan target sasaran penyuluhan, seksi kelembagaan melakukan pendajwalan pada tahun sebelumnya, berkisar 50-75 orang peserta per paket kegiatan, penentuanya berdasarkan pada calon TKI yang potensial. Menurutnya Keberhasilan penyuluhan sampai saat ini belum pernah diukur langsung ke TKI nya, yang saat ini dilakukan hanya diukur dari kuantitas pelaksanaanya saja berdasarkan target dan realisasi sedangkan untuk mengukur efektif atau tidaknya penyuluhan/sosialisasi adalah dengan memberikan kuisioner kepada audiens. Menurut beliau pelaksanaan penyuluhan di BP3TKI Medan sudah tepat sasaran, hanya saja masih ada yang perlu ditingkatkan yaitu kemampuan penyuluh yang harus lebih tanggap untuk mengerti dan memahami audiensnya saat menyampaikan informasi, perlu peningkatan kemampuan komunikasi kepada audiens. Harapannya penyuluhan/sosialisasi PTKLN dilakukan langsung kepada pencari kerja atau calon TKI saja karena dinilai lebih efektif dibandingkan dengan aparat pemerintah.

4.3.4 Informan keempat Ibu Siti Rolijah, SH, M.Hum

Beliau saat ini menjabat sebagai kepala seksi kelembagaan dan pemasyarakatan program yang merupakan leading sektor pelaksana sosialisasi penempatan tenaga kerja luar negeri (PTKLN) juga sebagai petugas penyuluh di BP3TKI Medan. Beliau menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan penyuluhan/ sosialisasi dilaksanakan, terlebih dahulu ditentukan dengan metode survey. Tujuannya adalah untuk menentukan sasaran yang akan menjadi peserta penyuluhan, waktu dan lokasi berlangsungnya penyuluhan. Beliau mengatakan bahwa survey untuk menentukan sasaran dan lokasi penyuluhan yang pelaksanaanya khusus di dalam kota yaitu diawali dengan mengirimkan surat permintaan penyuluhan, selanjutnya melakukan konfirmasi untuk survey ke lokasi, hasilnya kesepakatan waktu, tempat dan jumlah peserta. Sedangkan untuk pelaksanaan penyuluhan yang berada di luar kota dikoordinasikan oleh dinas tenaga kerja wilayah setempat, BP3TKI Medan hanya sebagai koordinator dan narasumber. Menurut beliau Penyuluhan/sosialisasi (PTKLN) dilakukan untuk proses pencegahan dan memberikan informasi, edukasi dalam rangka peningkatan pemahaman yang benar kepada pencari kerja, masyarakat, stakeholder, aparatur pemerintah agar memahami proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara prosedural sehingga TKI dapat terlindungi

115

tujuanya agar TKI ditempatkan dengan jalur yang resmi dan prosedural. Dalam pelaksanaan penyuluhan pemerintah tidak dalam posisi mendorong-dorong warga untuk menjadi TKI. Namun, sosialisasi dapat memberikan pemahaman kepada warga masyarakat yang belum mendapat kesempatan bekerja terutama di dalam negeri dan ingin mengadu nasib bekerja ke luar negeri agar mendapat informasi yang jelas, tepat dan sesuai dengan peraturan perundangan yg berlaku tidak menjadi Non Prosedural.

Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan untuk tahun 2015 telah direalisasikan sebanyak 30 paket dengan jumlah sasaran sebanyak 1500 orang peserta telah mengikuti penyuluhan/sosialisasi PTKLN. Menurutnya pelaksanaan penyuluhan diutamakan dari daerah kantong-kantong TKI dimana daerah tersebut memiliki jumlah penempatan yang besar, daerah perbatasan yang strategis, daerah yang memiliki jumlah TKI bermasalah, target sasarannya adalah pencari kerja dan keluarga TKI.Menurut beliau dalam pelaksanaan penyuluhan tidak terlepas dari hambatan, menurutnya hambatan yang sering terjadi adalah penentuan lokasi dan sasaran peserta yang akan disuluh. Kesulitan penentuan lokasi karena wilayah kerja BP3TKI Medan terdiri dari 33 Kab/Kota sehingga dibutuhkan koordinasi yang kuat untuk menyepakati pelaksanaan penyuluhan, misalnya jika akan melakukan penyuluhan ke lembaga pendidikan maka bukan hanya ke pihak lembaga itu saja koordinasinya akan tetapi perlu berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat hal itu membutuhkan waktu, belum lagi menunggu jawaban dari dinas setempat juga perlu waktu. Oleh karena itu biasanya kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di luar kota, menunjuk dinas setempat yang menentukan tempat, mengumpulkan sasaran/audiens dan menyepakati waktu penyuluhan. Menurut beliau penyuluhan yang dikatakan efektif jika memiliki petugas penyuluh yang handal, Kriteria penyuluh yang handal adalah pegawai yang memiliki kompetensi dalam menguasai tentang prosedur penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia, mampu berbicara di depan publik, memiliki keinginan/integritas untuk menyampaikan informasi.

Penunjukan petugas penyuluh dilakukan oleh seksi kelembagaan dan pemasyarakatan program atas persetujuan dari kepala BP3TKI Medan. Metode pelaksanaan penyuluhan dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Metode penyuluhan yang digunakan ialah metode kelompok, perorangan dan massal.

Metode penyampaian pesannya dilakukan secara tatap muka langsung atau tidak langsung. Metode kelompok adalah dengan mengumpulkan masyarakat pada suatu tempat tertutup atau terbuka. Dalam hal menentukan ruang tempat penyuluhan, mempertimbangkan dari faktor jumlah audiensnya, jika kurang dari 100 orang maka menggunakan hotel, aula kelas sekolah, kelurahan/kantor desa akan tetapi jika audiens cukup besar maka pemilihan lokasi adalah dilapangan atau aula yang besar.

Metode penyuluhan dengan pemakaian lokasi yang luas dan terbuka adalah dengan teknik media tradisional. Pelaksanaan sosialisasi dengan media tradisional pernah dilakukan di Sumatera Utara pada tahun 2014 di kota Binjai dan Labuhan Batu Utara. Metode tersebut dengan menampilkan kesenian daerah (pagelaran pentas seni dan budaya) tujuan dari sosialisasi tersebut adalah upaya untuk memperluas akses informasi bagi masyarakat maupun calon TKI/TKI mengenai konsep, kebijakan,

TKI non prosedural dapat dicegah dan atau diminimalisir. Metode perorangan juga dilakukan oleh BP3TKI yaitu dengan menyediakan ruangan sebagai tempat berlangsungnya tanya jawab bagi calon TKI atau pencari kerja yang membutuhkan informasi, selain itu metode sosialisai tidak langsung yang menggunakan pendekatan massal adalah menggunakan media cetak, elektronik dan media online. Media cetak yang digunakan untuk mendukung kegiatan sosialisasi adalah brosur, poster, leaflet, bookleat, surat kabar, poster, banner, baliho, stiker, spanduk, kalendar sedangkan media elektronik seperti radio, televisi dan media visual dengan slide proyektor juga media online digunakan untuk memberikan informasi secara online melalui situs portal atau website. Beliau juga menyampaikan bahwa materi merupakan unsur yang menjadi indikator keberhasilan penyuluhan, menurutnya bahwa materi penyuluhan dilakukan secara nasional berisi pesan yang sama dan konsisten tujuannya agar tidak membuat bingung sasaran/audiens, penyusunan materi mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya dan ekonomi wilayah dan kelompok sasaran oleh karena itu menurutnya materi dikemas dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti serta diingat oleh sasaran agar materi yang disampaikan dapat menjadi pemecahan masalah sekaligus dapat memberikan solusi. Untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi bagi sasaran yang tidak pernah atau belum mengikuti penyuluhan, BNP2TKI menyediakan link untuk dapat mengunduh materi tersebut.

Beliau juga mengatakan bahwa pelaksanaan penyuluhan harus efektif jika waktu yang sudah ditentukan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Menurutnya 2 jam cukup efektif dimana 1 jam digunakan untuk menyampaikan materi dan 1 jam digunakan untuk menampilkan tayangan video, sekaligus tanya jawab.Menurut beliau keberhasilan pelaksanaan penyuluhan untuk saat ini hanya diukur dari tingkat pemahaman audiens serta realisasi kegiatan penyuluhan yang sudah ditentukan sebelumnya. Evaluasi kinerja penyuluhan hanya dilakukan untuk mengetahui strategi apa yang paling efektif untuk dilakukan penyuluhan ditahun berikutnya termasuk sasaran, jumlah audiens, lokasi penyuluhan dan petugas penyuluh. Evaluasi kinerja dalam rangka mengukur dampak perubahan suatu masyarakat setelah mengikuti penyuluhan belum pernah diukur secara kualitas apakah tingkat permasalahan TKI menurun, jumlah penempatan bertambah di sektor formal, tingkat pengangguran menurun, Zero penempatan TKI Ilegal dan Zero penempatan TKI Informal. Beliau menyampaikan harapannya bahwa pelaksanaan penyuluhan setidaknya dapat dilakukan secara efektif, efisien dan akuntabel artinya secara kualitas dampak dari penyuluhan membuahkan hasil, secara kuantitas pelaksanaan penyuluhan terealisasi sesuai target dan secara akuntabel bahwa penggunaan anggaran penyuluhan dapat di pertanggungjawabkan. Saat ini seksi kelembagaan mengukur keberhasilan dari segi adminsitratif berdasarkan data laporan tahunan seksi penempatan yang menyatakan terjadi kenaikan jumlah penempatan dari Sumatera Utara, target awal yang direncanakan berjumlah 9000 TKI terealisasi 13000 TKI , disamping itu juga menurunnya permasalahan TKI sehingga dapat dikatakan bahwa pernyuluhan yang sudah dilakukan oleh BP3TKI dapat dikatakan efektif, selain mengukur dari sisi administratif, seksi kelembagaan juga mengumpulkan data hasil tanggapan responden

117

melalui penyebaran kuisioner yang secara keseluruhan bahwa pelaksanaan penyuluhan efektif.

Berdasarkan hasil wawancara terstruktur mendalam dengan informan di lapangan, maka untuk memperjelas gambaran dan pola temuan dalam penelitian ini, berikut peneliti uraikan perihal kategorisasi dari temuan yang ada di lapangan pada tabel 4.2 berikut ini :

Tabel 4.2 Kategorisasi temuan di lapangan melalui wawancara terstruktur

No. Uraian Rudolf H Simanjuntak Amir Hakim A. Sihotang Evi Melati Hutahaean Siti Rolijah

Informan tambahan Informan tambahan Informan tambahan Informan Utama 1. Kegiatan Survey pra

kegiatan penyuluhan

survey tidak dilakukan, penentuan lokasi , waktu dan sasaran dilakukan oleh dinas 2. Tujuan penyuluhan Agar masyarakat dapat

mengerti bagaimana proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri yang benar sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk mendapatkan perlindungan bekerja di luar negeri.

Tidak untuk mengajak orang bekerja ke luar negeri namun memberikan kerja ke luar negeri secara prosedural sehingga TKI dapat terlindungi tujuanya agar TKI ditempatkan dengan jalur yang resmi dan prosedural.

109 baik di depan umum, update dengan informasi terkait prosedur penempatan tenaga kerja ke luar negeri, memiliki integritas sebagai penyuluh, tren pasar kerja di luar negeri, mengetahui cara bekerja ke luar negeri dengan benar

4. Sasaran penyuluhan Pencari kerja, masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh

Calon TKI dan keluarga TKI yang berada di daerah

masyarakat, stakeholder, aparatur pemerintah 5. Hambatan penyuluhan Kurangnya koordinasi antar

instansi yang belum terjalin

111 penyuluh di kantor BP3TKI.

Metode yang digunakan

b. Untuk sosialisasi melalui media tradisional berupa kesenian daerah

Metode penyuluhan tidak langsung

Metode tidak langsung yaitu pelaksanaa sosialisasi yang menggunakan alat bantu media, yaitu :

a. Media cetak b. Media lektronik

Metode tidak langsung yaitu pelaksanaa sosialisasi yang menggunakan alat bantu media, yaitu :

a. Media cetak b. Media lektronik

Metode tidak langsung yaitu pelaksanaa sosialisasi yang menggunakan alat bantu media, yaitu :

a. Media cetak b. Media lektronik

Metode tidak langsung yaitu pelaksanaa sosialisasi yang menggunakan alat bantu media, yaitu :

a. Media cetak dan elektronik b. Media online

Media penyuluhan Media yang digunakan dalam

Media yang digunakan sebagai alat bantu sosialisasi/penyuluhan adalah sebagai berikut : a. Media cetak seperti poster,

bookleat, leaflet. Brosur, banner, spanduk, baliho, billboard, sticker, surat kabar harian

b. Media elektronik audio menggunakan radio

c. Media online seperti website

Materi penyuluhan Materi penyuluhan dibuat dan disampaikan berdasarkan sasaran yang akan disuluh, jika sasarannya adalah calon TKI

113

masyarakat maka materi yang digunakan mengenai kebijakan dan peraturan

kepada hasil (outcome). yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan efektif berkisar selama 2 jam dengan jumlah peserta 30 orang karena jika terlalu lama dan jumlah peserta yang yang paling efektif adalah 2 jam, namun keefektivitasan di dalam kota yaitu diawali dengan mengirimkan surat

pelaksanaan penyuluhan yang berada di luar kota dikoordinasikan oleh dinas tenaga kerja wilayah setempat, BP3TKI Medan hanya sebagai koordinator dan narasumber

7. Faktor Keberhasilan penyuluhan yang bekerja ke luar negeri dapat meningkatkan masih perlu di evaluasi dari sisi audiensnya apakah diperbanyak tokoh masyarakatnya, atau stakeholdernya

Keberhasilan penyuluhan sampai saat ini belum pernah diukur langsung ke TKI nya, yang saat ini dilakukan hanya diukur dari kuantitas

144