• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA

5.2. Hasil Temuan

5.2.8. Informan Tambahan II

Nama : keluarga Ester Silalahi

Alamat : Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan Pekerjaan : Guru

Informan tambahan II yang menjadi informan terakhir dalam penelitian ini adalah Ester Silalahi (40 tahun). Seorang guru di salah satu sekolah yang ada di Dolok Sanggul. Peneliti melakukan wawancara ketika informan Ester sedang bersantai di sebuah kedai tidak jauh dari tempat tinggalnya. Adapun kutipan wawancara dengan informan, yaitu:

“Pengurangan kekebalan tubuh karena disebabkan virus, sehingga muncul penyakit-penyakit yang membawa dampak yang kurang baik terhadap kondisi seseorang. Dari virus itu lah nanti baru muncul AIDS.

Kalau hanya bersalaman, duduk berdampingan, pakai peralatan makan/mandi sama gak ada efeknya. Dari artikel yang pernah saya baca, penyakit ini biasanya hanya menular melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan tranfusi darah. Termasuk penyakit menular yang berbahaya, karena itu merupakan perilaku hidup. Orang jaman sekarang pengaulannya terlalu bebas gak pandang itu anak kecil, anak kecil ini dapatnya ya dari orangtua yang terinfeksi HIV. Karena perilaku kita yang kurang sehat berganti-ganti pasangan kemudian konsumsi narkoba

dengan jarum suntik, tidak menggunakan alat kontrasepsi itu kadang- kadang muncul masuknya bibit penyakit.”

Bila dukungan keluarga bersifat positif, beban penderitaan mereka akan semakin kecil. Mereka seharusnya mendapatkan perhatian yang serius dan dihindarkan dari kemungkinan untuk berputus asa dengan melakukan tindakan yang melanggar norma agama seperti mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Berikut kutipan wawancara dengan informan tambahan II yang mengatakan bagaimana dukungan keluarga itu sendiri:

“Status mereka itu masih tertutup rapat, jarang ada masyarakat yang tahu, bahaya. Adek ini lagi penelitian tentang ODHA ini kan, pasti agak susah nanti adek meneliti orang itu, karena kebanyakan mereka itu benar-benar tertutup, malah terkadang mereka sendiri yang langsung menarik diri. Saya itu tidak pernah melarang anak/keluarga saya itu bergaul dengan mereka, tapi jaga diri dari dalam saja. Dan mereka berhak mendapatkan pekerjaan, mereka juga manusia yang bersosialisasi butuh aktivitas dan kegiatan, beda hal kalau ODHA nya yang tidak mampu lagi beraktifitas/bekerja. ODHA begitu tau kena HIV itu stres, depresi, tidak mendapat dukungan keluarga, mulai mengurung diri, penyakit sudah mulai bermunculan, kurang produktif, dan masih tingginya stigma dan diskriminasi dari keluarga/masyarakat mereka dikucilkan, mereka di stigma kalau ODHA itu “orang nakal”, orang bejat, orang yang tidak benar, tidak bermoral, suka berperilaku seks, pake narkoba, gara-gara stigma itu lah ODHA jadi tidak berani buka

“kartu”. Mereka kebanyakan meninggal bukan karena penyakitnya tapi disebabkan stres, stresnya apa? Karena kurang dukungan dari keluarga, karena itu keluarga/masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan semangat motivasi hidup, dukungan moril materil, sehingga ODHA dapat kembali menjalani hidup dengan tulus ikhlas serta tetap mengucap syukur.”

BAB VI PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, juga hasil temuan yang ada dilapangan maka peneliti menyimpulkan bahwa dukungan keluarga sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup bagi orang dengan HIV/AIDS. Hasil yang dicapai dari analisis data dalam penelitian tentang Dukungan Keluarga Bagi Orang Dengan HIV/AIDS adalah sebagai berikut : 6.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian yang telah dilakukan, melalui uji kualitatif dengan memperhatikan pembahasan adalah sebagai berikut:

1. Keluarga maupun masyarakat memiliki peran penting dalam kelanjutan hidup ODHA, namun fakta menunjukkan terdapat 4 dari 5 Informan Utama (ODHA) yang mendapatkan perlakuan diskriminasi dari pihak keluarga/masyarakat.

2. Dukungan keluarga bagi ODHA memberikan pengaruh positif bagi kehidupan ODHA sendiri, melalui semangat, nasehat maupun motivasi keluarga atau kerabat terdekat.

87

6.2. Saran

Berdasarkan uraian bab sebelumnya dari hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disampaikan, penulis mengajukan saran yang kiranya dapat menjadi masukan bagi semua pihak yang membutuhkannya, diantaranya sebagai berikut:

1. Saran bagi keluarga

Keluarga memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup ODHA.

Keluarga harus mendukung serta memberikan motivasi bagi ODHA, agar ODHA memiliki semangat dan dapat melanjutkan hidup kesehariannya.

2. Saran bagi masyarakat

Masalah penyakit HIV/AIDS bukan hanya tanggungjawab si penderita dan pemerintah melainkan semua pihak yang peduli terhadap keberadaan ODHA. Oleh karena itu, masyarakat sangat diharapkan agar dapat membantu keberadaan ODHA, dengan menerima mereka dilingkungan, tanpa memberikan label negatif/stigma negatif. Dan ada baiknya masyarakat juga memperhatikan status pasangannya masing-masing sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan, seperti melakukan tes HIV.

Hal ini dilakukan agar mengurangi jumlah penularan HIV/AIDS dalam lingkungan masyarakat.

3. Saran bagi penderita HIV/AIDS

Diharapkan penderita HIV/AIDS dapat mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat. Khususnya kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak LSM, pemerintah ataupun rumah sakit, untuk menambah wawasan tentang HIV/AIDS. Dengan cara mengikuti seminar, penyuluhan, membaca buku pedoman HIV/AIDS, sehingga nantinya dapat

menjadikan persepsi ODHA terhadap HIV/AIDS menjadi positif, menjalani hidup lebih optimis, mampu mengembangkan diri dan mampu meningkatkan kualitas hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2015), Pengertian Keluarga dan Defenisi Para Ahli,

http://www.definisi-pengertian.com/2015/04/pengertian-keluarga- definisi-menurut-para-ahli.html,

Badrujaman, A., (2008), Sosiologi untuk Mahasiswa Keperawatan, Trans Info (diakses tanggal 17 Juni 2018).

Media, Jakarta.

Djoeban, Z., (2000), Membidik AIDS Ikhtiar memahami HIV dan ODHA, Yogyakarta.

Fahrudin, A., (2012), Pengantar Kesejahteraan Sosial, PT. Refika Aditama, Bandung.

Gallant, J., (2009), 100 Tanya Jawab mengenai HIV/AIDS, PT Indeks Permata Puri Media, Jakarta Barat.

Harahap, S., (2000), Pers Meliput AIDS, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Hasdianah, Prima Dewi, (2014), VIROLOGI: Mengenal Virus, Penyakit, dan Pencegahan, Nuha Medika, Yogyakarta.

Hutapea, Ronald, (1995), AIDS & PMS dan Pemerkosaan, PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Katiandagho, Desmon, (2015), Epidemologi HIV/AIDS, In media, Bogor.

Muninjaya, Gede, (1998), AIDS di Indonesia: Masalah dan Kebijakan Penanggulangannya, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

R., Julius, (1997), Etika Hak Asasi dan Pewabahan AIDS, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Sugiyono, (2013), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&P, Alfabeta, Bandung.

Sarafino, E. P. 2006. Health Psychology, John Willey & Sons, Inggris.

TAHUN JUMLAH

TAHUN HIV AIDS

JenisKelamin ODHA Thn 2003 s/d Feb 2018

Man / Women

Man 429

Woman 181

Grafik Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2003 - Feb 2018

Series1 Series2

429

181

Man / Women Man Woman

93

Data ODHA Berdasarkan Status

Hidup / Meninggal Thn 2003 s/d Feb 2018

Alive/Died

Alive 469

Died 141

Grafik Berdasarkan Hidup/Meninggal Tahun 2003 - 2018

Alive/Died Alive Died

469

141

Alive/Died Alive Died

Data BerdasarkanUsia Tahun 2003 s/d Feb 2018

Usia 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Feb-18

0-5 3 1 3 4 2 1 4 1 0

18-

30 9 7 12 9 6 7 14 8 13 17 16 31 13 32 19 4

31-

40 1 5 1 4 2 6 10 17 31 35 37 38 35 54 4

>40 1 2 1 2 6 7 16 13 10 17 15 4

Total 12 8 18 12 11 9 22 19 36 58 71 83 62 88 89 12

Grafik Berdasarkan Usia Tahun 2003 - Feb 2018

0-5 18-30 31-40 >40 Total

71 83

58 62

88 89

54

18 12 11 9 22 19 36 31 35 37 38

31 3325

19 12

9 12 7 8 12 9 6 7 14 8 1137 17 1616 13 1310 17 15

3 1 51 12 41 2 62 1 10 6 3 7 4 2 1 4 1 0444

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

95

Penularan Jumlah

IDU 111

Heteroseksual 475

TransfusiDarah 1

Ibukeanak 19

Tato 1

TerpajanJarumSuntik 1

Tidakdiketahui 2

Data ODHA

BerdasarkanResikoPenularan Tahun 2003 s/d Feb 2018

Grafik Berdasarkan Resiko Penularan Tahun 2003 - Feb 2018

IDU Heteroseksual Transfusi Darah Ibu ke anak Tato Terpajan Jarum Suntik Tidak diketahui

475

111

1 19 1 1 2

TAHUN HIV AIDS

Alive/Died

Data BerdasarkanUsia KhususKab. Toba Samosir

Tahun 2003 - 2018

Komite AIDS HKBP

Umur 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

0-5 1 1 2 1 1 1 0

18-30 6 7 12 8 5 5 10 6 7 7 20 12 3 12 7 2

31-40 1 5 1 4 1 3 10 7 21 14 15 14 16 18 1

>40 1 1 1 1 1 3 6 5 4 2 4 6 1

Total 7 8 18 10 10 7 14 17 17 36 40 32 20 32 31 4

99

LAMPIRAN

Dokumentasi

Kantor Dan Ruangan Komite AIDS HKBP

Pelatihan Kepada Pemuda, Gereja Dan Pelajar

Pelatihan Untuk Orang Dengan IITV/AIDS

Menberikan Informasi Kepada Pekerja Seks Dan Berisiko Tinggi (homoseks, waria, penasun, dll)

Kunjugan Kerumah Dan Pengobatan

Dampak Sosial (Penolakan) Bagi Orang Dengan HIV/AIDS

Anak Dengan HIV/AIDS

Dampak Dari HIV/AIDS

Membantu Orang Dengan HIV AIDS Dalam Peningkatan Ekonomi

The House Of Love,PantiAnak Dengan HIV IAIDS

Nainggolan Samosir

Dokumen terkait