• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMATERA UTARA AREA MEDAN

D. Informasi Akuntansi Dalam Pengambilan Keputusan

Pembuatan keputusan dapat didefenisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.Pembuatan keputusan ini tidak hanya dilakukan oleh para manajer puncak, tetapi juga para manajer menengah dan lini pertama. Setiap jabatan seseorang dalam organisasi menyangkut berbagai

derajat pembuatan keputusan , bahkan untuk pekerjaan rutin sekalipun dan dalam macam organisasi apapun.

Manajer akan membuat tipe-tipe keputusan yang berbeda sesuai perbedaan dan kondisi dan situasi yang ada. Salah satu metode pengklasifikasian keputusan yang banyak digunakan adalah dengan menentukan apakah keputusan itu deprogram atau tidak. Keputusan-keputusan juga dapat dibedakan antara keputusan yang dibuat di bawah kondisi kepastian, resiko dan ketidakpastian.

Keputusan-keputusan yang diprogram (programmeddecisions) adalah keputusan yang dibuat menurut kebiasaan, aturan atau prosedur.Keputusan ini rutin atau berulang-ulan.Setiap organisasi mempunyai kebijaksanaan-kebijaksanaan tertulis atau tidak tertulis yang memuudahkan pembuatan keputusan dalam situasi yang berulang dengan membatasi dan menghilangkan alternatif-alternatif. Sebagai contoh, manajer tidak perlu memikirkan penetapan gaji karyawan baru, karena organisasi pada umumnya mempunyai skala gaji untuk semua posisi,manajer juga tidak perlu memikirkan masalah-masalah harian yang akan dihadapi, karena prosedur-prosedur untuk menangani masalah-masalah rutin telah tersedia.

Masalah-masalah rutin tidak selalu sederhana ; keputusan-keputusan yang diprogram dapat juga digunakan dalam penanganan masalah-masalah yang kompleks dan rumit. Bila sutu masalah berulang, dan bila unsur-unsur komponen dapat dirumuskan, diperkirakan dan dianalisa, maka hal itu dapat menjadi “calon” pembuatan keputusan yang diprogram.Sebagai contah, keputusan tentang

besarnya persediaan untuk menjaga produk tertentu unsure-unsur masalah yang terpisah tersebut bisa menghasilkan serangkaian keputusan rutin yang diprogram.

Keputusan-keputusan yang tidak diprogram (non-programmed decidions), di lain pihak, adalah keputusan yang berkenaan dengan masalah-masalah khusus, khas atau tidak biasa.Bila suatu masalah yang timbul tidak cukup diliput oleh kebijaksanaan atau sangat penting sehingga perlu penanggann khusus, harus diselesaikan dengan suatu keputusan yang tidak di program. Beberapa contoh masalahyang memerlukan keputusan-keputusan yang tidak diprogram antara lain, cara pengalokasian sumber daya-sumber dayaa organisasi, penanganan lini produk yang jatuh dipasaran, atau cara perbaikan hubungan masyarakat. Semakin tinggi kedudukan dalam hierarki organisasi, dibutuhkan kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang tidak diprogram lebih tinggi.Atas dasar alasan ini, berbagai program-program latihan manajemen mencoba untuk mengembangkan kemampuan manajer dalam membuat keputusan\-keputusan yang tidak di program. Proses pembuatan keputusan yang dibahas dalam bab ini digunakan terutama bagi keputusan-keputusan yang tidak diprogram.

Herbet A. Simon mengemukakan teknik-teknik tradisional dan modern dalam pembutan keputusan-keputusan yang diprogram dan tidak diprogram seperti ditunjukkan table.Kemajuan dalam pengembangan dan penggunaan peralatan-peralatan riset operasi dalam table tersebut telah teroperasi sangat cepat dalam dekade terakhir ini, terutama didalam bidang simulasi computer dan pengolahan data elektronok (electronic data processing).

Sejalan dengan perkembangan teknik-teknik pembuatan keputusan, efisiensi pemecah masalah-masalah yang diprogram dan kualitas pemecahannya juga telah meningkat. Dan banyak masalah-masalah yang tidak diprogram sebelumnya telah menjadi diprogram. Di lain pihak, teknik-teknik pemecah masalah emperik (atau heuristic) bagi pembuatan keputusan yang tidak diprogram tidak berkembang dengan pesat, dengan penggunaannya semakin menyempit.

Tabel 1.2

Teknik-Teknik Pembuatan Keputusan Tradisional Dan Modern

Tipe-tipe Keputusan Teknik-teknik

Pembutan Keputusan Tradisional Teknik-tenik Pembutan Keputusan Modern Diprogran

keputusan-keputusan keputusan-keputusan rutin dan berulang-ulang. Organisasi

mengembangkan proses-proses khusus bagi penanganannya. 1. Kebiasaan 2. Kegiatan rutin, Prosedur-prosedur pengoperasian standar. 3. Struktur organisasi: Pengharapan umum, sitem tujuan, saluran-saluran informasi yang disusun dengan baik

1. Teknik teknik riset operasi, analisi matematik, model-model simulasi computer 2. Pengolan data elektronik.

Tidak diprogram: Keputusan-keputusan sekali pakai, disusun tidak sehat, kebijaksanaan. Ditandatangani dengan proses pemecahan masalah umum.

1. Kebijaksanaan

instituisi, dan kreatifitas

2. Coba-coba

3. Seleksi dan latihan para pelaksana

Teknik pemecah masalah yang diterapkan pada:

a. Latihan pembuatan keputusan b. Penyusunan program-program komputer “heuristic”

Keputusan keputusan dengan kepastian,resiko dan ketidakpastian. Para manajer membuat keputusan sekarang untuk tujuan yang akan dicapai dimasa mendatang. Situasi pembuatan keputusan ini menyangkut berbagai aspek yang tidak dapat diketahui dan sulit untuk diperkirakan seperti reaksi pesaing tertentu, atau tingkat inflasi tiga tahun mendatang. Tingkat tidak kepastian dalam berbagai situasi akan berbeda-beda oleh karena itu, manajer akan menghadapi tiga macam situasi yaitu: kepastian, resiko, dan ketidakpastian.

Dalam kondisi resiko (risk) manajer mengetahui besarnya probalitas setiap kemungkinan hasil, tetapi informasi tidak lengkap tersedia.Sedangkan, dalam kondisi ketidakpastian (uncertainty) manajer tidak mengetahui probalitas, bahkan mungkin tidak mengetahui kemungkinan hasil-hasil.Kondisi ketidakpastian pada umumbya menyangkut keputusan kritis dan paling menarik.Pembuatan keputusan dalam kondisi ketidakpastian dapat dilakukan lebih tepat dengan mempergunakan metode-metode kuantitatif untuk mengantisipasi dan memperkirakannya.

Pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan, keberadaan tingkat manajemennya berbeda-beda dan secara otomatis informasi yang diperlukan juga berbeda. Tidak berarti setiap tingkatan manajemen memutuuskan cara sendiri untuk memperoleh informasi. Informasi manajemen saling berkaitan karenanya menetukan cara sendiri hanya merupakan pemborosan karena akan terjadi tumpang tindih, laporan tidak berguna, hal ini dapat merugikan kita.

Penciptaan sistem informasi yang sentralisir yang dikerjakan oleh bagian tertentu dari bagian organisasi perusahaan atau dari luar perusahaan lebih bermanfaat. Hubungan informasi dengan keputusan sangat erat, informasi yang tidak benar akan menghasilkan keputusan yang salah dan sebaliknya, keputusan yang akurat dan dipercaya akan menguntungkan perusahaan. Salah satu manfaat dari sistem informasi adalah untuk meningkatkan pelayanan kelistrikan dan efesiensi kerja setiap bagian dalam perusahaan.

Dalam melaksanakan fungsi dan tanggung jawab, manajer PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan dalam pengambilan keputusan misalnya tentang aktiva tetap, umumnya menggunakan metode pengambilan keputusan jangka panjang dan jangka pendek.

Keputusan jangka penjang adalah merupakan keputusan yang diambil manajer.Dimana manfaat yang dirasakan adalah hasil yang dapat dinikmati lebih darisatu tahun.Didalam pengambilan keputusan jangka panjang nilai waktu memegang peranan penting.Dalam hal in PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan dalam mengambil keputusan jangka panjang harus sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan yang tersedia.

Keputusan jangka pendek adalah merupakan keputusan yang diambil oleh manajer dimana hasilnnya dapat langsung dirasakan pada tahun keputusan itu diambil.Keputusan jangka pendek biasanya dilakukan pada kondisi tertentu.PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Area Medan biasanya melakukan analisa dengan audit internal melalui laporan keuangan perusahaan.Hal ini dilakukan perusahaan agar tidak mengalami kerugian.

BAB IV

Dokumen terkait