KINERJA BPBAP TAKALAR LEVEL 2 TAHUN 2021
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.1
SASARAN PROGRAM : Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya Meningkat Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai PNBP lingkup BPBAP Takalar (Rp) Definisi
PNBP BPBAP Takalar adalah seluruh penerimaan dari jasa dan produk, yang dihasilkan oleh BPBAP Takalar yang dikomersilkan/dijual kepada pihak lain, dan bukan berasal dari penerimaan perpajakan.
CARA PERHITUNGAN : Data diolah Dengan rumus :
Capaian (%) = Realisasi PNBP (Rp)/Target PNBP (Rp) x 100%
SATUAN PENGUKURAN : Rupiah (Rp)
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator Tata Usaha
SUMBER DATA : Analisis Pengelola Keuangan APBN (Laporan PNBP)
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi Akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
1.738.000.000 1.863.750.000 1.579.500.000 1.790.663.000 1.808.000.000
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.2
SASARAN PROGRAM :
Kampung Budidaya Berbasis Kearifan Lokal
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Kampung Perikanan Budidaya yang menjadi Tanggung Jawab UPT BPBAP Takalar (Kawasan)
Definisi
Pembangunan Kampung Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal Merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendorong Terciptanya Kemandirian Ekonomi Dan Ketahanan Pangan Di Satu Daerah Melalui Kegiatan Budidaya Perikanan khususnya yang menjadi Tanggung Jawab BPBAP Takalar
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress Kegiatan Kampung Budidaya yang menjadi Tanggung Jawab BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Kawasan
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : Laporan Progress Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 10 10 10
11
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.3
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Sarana dan Prasarana Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Jumlah Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar yang di Rehabilitasi dan di Tingkatkan Kapasitasnya (Unit)
Definisi
Peningkatan Fasilitas sarana dan prasarana produksi BPBAP Takalar yang akan direhabilitasi dan ditingkatkan perbaikannya
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
sarana dan prasarana produksi BPBAP Takalar yang akan direhabilitasi dan ditingkatkan perbaikannya
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar yang di Rehabilitasi dan di Tingkatkan Kapasitasnya
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 1 1 1 1
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.4
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Terbangunnya/Terehabilitasinya Prasarana dan Sarana UPR/HSRT (Unit)
Definisi
Terbangunnya Prasarana dan sarana UPR/HSRT lingkup BPBAP Takalar CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
Terbangunnya Prasarana dan sarana UPR/HSRT lingkup BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Prasarana dan Sarana UPR/HSRT yang telah terbangun/terehabilitasi
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 1 1 1 1
13
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.5
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut (Unit) Definisi
Sarana Perbenihan kebun bibit rumput laut yang diserahkan ke masyarakat dengan kriteria : Sarana Utama berupa Bibit
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
Sarana Perbenihan kebun bibit rumput laut yang diserahkan ke masyarakat
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 4 30 4
4
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.6
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Calon Induk Unggul Yang Disalurkan Ke Masyarakat (Ekor)
Definisi
Jumlah calon induk yang tersedia dalam pada unit produksi calon induk yang disalurkan ke masyarakat 1. Udang Vaname
2. Nila salin Cara Perhitungan
Jumlah Bantuan Calon Induk Unggul BPBAP Takalar yang disalurkan Ke masyarakat (BAST)
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : SNI ,Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Produksi Calin yang disalurkan ke Masyarakat
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
45.000 11.258 2.578
2.800
3.000
15
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.7
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Benih Yang Disalurkan Ke Masyarakat (Ekor) Definisi
Jumlah Benih yang diserahkan ke Masyarakat , dengan kriteria (peraturan Dirjen PB No.23/PER-DJPB/2021):
1. Bandeng uk. Min 1 cm
(juknis Benih Ikan 2021) Cara Perhitungan
Jumlah Bantuan Benih BPBAP Takalar yang telah tersalurkan ke masyarakat (BAST)
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Benih yang disalurkan ke
masyarakat
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.8
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Calon Induk Unggul Yang produksi (Ekor) Definisi
Jumlah calon induk yang tersedia dalam pada unit produksi 1. Udang Vaname
2. Nila salin CARA PERHITUNGAN
Jumlah Calon Induk Unggul BPBAP Takalar yang telah diproduksi Udang Vaname dan Nila Salin
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Led Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Calon Induk Unggul Yang produksi
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 44.650
48.032
49.000
49.050
17
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.9
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Evaluasi Data Perikanan Budidaya Wilayah Kerja BPBAP Takalar (Dokumen)
Definisi:
Laporan Jumlah Pembudidaya di wilayah kerja BPBAP Takalar Cara Perhitungan :
Jumlah Pembudidaya dalam data base perikanan budidaya yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan perikanan budidaya secara tepat dan cepat
SATUAN PENGUKURAN : Dokumen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : Aplikasi Dashboard Satu Data
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 1 1 1
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.10
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya (Bioflok) (Unit)
Definisi
Sarana Produksi Usaha Perikanan Budidaya (Bioflok) Yang Didistribusikan Ke Masyarakat dengan kriteria : 1. Benih, Pakan, sarana Prasarana dan peralatan operasiona dan peralatan perikanan
Cara Perhitungan
Jumlah Sarana Prasarana Bioflok yang didistribukan ke Masyarakat dan BAST
SATUAN PENGUKURAN : Paket
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Bioflok
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
7 12 12 12 12
19
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.11
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Produksi Pakan Mandiri BPBAP Takalar (Ton) Definisi
Pakan Ikan yang di produksi yang bertujuan untuk mendukung produksi perikanan budidaya dan PNBP BPBAP Takalar CARA PERHITUNGAN :
Jumlah Pakan Ikan yang di produksi yang bertujuan untuk mendukung produksi perikanan budidaya BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Kg
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Led Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Produksi Pakan Mandiri
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
76,57 27 47.000
55.000
60.000
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.12
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar (Orang)
Definisi
Keberlanjutan usaha perikanan budidaya dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga kerja perikanan budidaya, khususnya Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
Cara Perhitungan
Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Orang
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK dan Subkoordinator PDT SUMBER DATA : Laporan Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya
Lingkup BPBAP Takalar
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Semester
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 2.177 2.200 2.250
21
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.13
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan
Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Kawasan dan Kesehatan Ikan Wilayah Kerja BPBAP Takalar INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Pelayanan Laboratorium Kesehatan Ikan dan
Lingkungan (sampel) Definisi
Pelayanan Sampel yang diuji dan sesuai standar, pengujian yang dilakukan di lab.uji keskanling adalah pengujian penyakit, dan kualitas air
Cara Perhitungan
Jumlah Sampel Penyakit dan Kualitas Air yang telah diuji sesuai standar pada LAB.UJI Keskanling BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Sampel
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Input
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Penyidikan Dan Pengujian sampel
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
3.950 3.143 2.409 2.649 2.913
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.14
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan
Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Kawasan dan Kesehatan Ikan Wilayah Kerja BPBAP Takalar INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Pengendalian dan Pengujian AMR (Sampel) Definisi
Pelayanan Sampel AMR (Antimicrobial Resistance) yang diuji dan sesuai standar, pengujian yang dilakukan di lab.uji keskanling BPBAP Takalar
Cara Perhitungan
Jumlah Sampel AMR yang telah diuji sesuai standar pada LAB.UJI Keskanling BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Sampel
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Input
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Pelayanan Sampel AMR
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 55 60 65
23
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.15
SASARAN PROGRAM : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
: Indeks profesionalitas ASN lingkup BPBAP Takalar (%) DEFINISI
1. Profesionalitas adalah kualitas para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat penegtahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk melakukan tugas-tugasnya
2. Indeks proofesionalitas ASN adalah ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuainan kualifikasi, kompetensi kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan (Permen PAN dan RB No, 38 Tahun 2018)
3. Nilai Indeks Profesionalitas ASN merupakan gambaran kualitas profesionalitas ASN KKP yang diukur setiap tahun oleh Biro SDMA, Sekretariat Jenderal dengan mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB No. 38 Tahun 2018 tentang Peraturan Indkes Profesionalitas Aparatur Sipil Negara.
FORMULA
1. Nilai diukur setiap tahun dengan mengguankan 4 dimensi, meliputi: Kualifikasi; Kompetensi;
Kinerja; dan DIsiplin.
2. Kualifikasi diukur dari indikator riwayat pendidikan formal terakhir yang telah dicapai, meliputi:
a. Pendidikan S-3 (strata-Tiga);
b. Pendidikan S2 (Strata- Dua);
c. Pendidikan S-1 (Strata-Satu) /D-4 (Diploma-Empat);
d. Pendidikan D-3 (Diploma-Tiga)/ SM (Sarjana Muda);
e. Pendidikan D-1 (Diploma-Satu)/D-2 (Diploma-Dua)/SLTA Sederajat; dan f. Pendidikan di bawah SLTA
3. Kompetensi diukur dari indikator riwayat pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan yang meliputi: Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional/Diklat Teknis, Diklat 20 Jam Pelajaran (JP) satu tahun terakhir dan Seminar/Workshop/Konferensi/Setara satu tahun terakhir
4. Kinerja diukur dari indikator penilaian kerja PNS, yang meliputi : a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP);
b. Prilaku kerja.
5. Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami yang meliputi:
a. tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin;
b. pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang, berat),
Sumber data pengukur Indeks Profesionalitas ASN dapat diperoleh dari beberapa sumber yang tervalidasi meliputi :
a. Kualifikasi dihitung dari kondisi tingkat pendidikan terakhir dari pegawai dengan ketentuan sesuai SK Pangkat Terakhir atau SK pencantuman Gelar yang sudah diupdate pada aplikasi SIMPEG Online KKP.
b. Kompetensi diolah datanya dari aplikasi SIMPEG Online KKP dengan ketentuan sbb:
Perhitungan nilai Diklat Pim, Diklat Fungsional/TEknis, Diklat 20 JP dan seminar diwajibkan sesuai tingkat jabatannya;
Pejabat struktural wjib sudah melaksanakan Diklatpim, sesuai dengan level terakhirnya, Diklat 20 JP dan seminar dalam satu tahun terakhir dengan total bobot yaitu 40.
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas/output TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output UNIT/PIHAK PENANGGUNG
JAWAB IKU
: Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Biro SDM Setjen KKP
STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Lingkup Dipersempit
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Semester
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
81,40 73 80 80 80
25
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.16
SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) :
Prosentase penyelesaian LHP BPK Lingkup BPBAP Takalar (%)
DEFINISI
Nilai Temuan atas laporan keuangan yang ditampilkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LK DJPB merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akutansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclousure), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern
FORMULA :
Jumlah Nilai Temuan atas laporan keuangan TA. 2020 yang disajikan pada LHP Kepatuhan x 100% = Realisasi riil tahun 2020
Keterangan :
Batas tertinggi jumlah temuan atas Laporan Keuangan TA. 2021 (audit) tidak melebihi 1%
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kualitas TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead process UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB
IKU
: Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Laporan hasil audit BPK STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi Akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET Realisasi 2020 Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
100 100 100 100 100
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.17
SASARAN PROGRAM : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Rekon Kinerja BPBAP Takalar
DEFINISI
SAKIP pada pokoknya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan stratejik, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja (Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang SAKIP). • Nilai diperoleh dari hasil evaluasi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) setiap tahunnya, terhadap 5 (lima) komponen SAKIP di KKP: (i) Perencanaan Kinerja; (ii) Pengukuran Kinerja; (iii) Pelaporan Kinerja; (iv) Evaluasi Kinerja; (v) Pencapaian sasaran kinerja organisasi. Adapun Dokumen yang harus dipenuhi yaitu : PK,Renstra,Manual IKU, Cascading, LKJ, LCK, Data dukung LKJ dan LCK, Rencana Aksi, Rincian Target IKU
Formula Perhitungan :
Aspek Kepatuhan, Aspek Kesesuaian, Aspek Ketercapaian Dokumen SAKIP BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Nilai
JENIS ASPEK TARGET : Kualitas
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Proses UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB
IKU
: BPBAP Takalar
SUMBER DATA : Lembar Kertas Kerja Rekonsiliasi Kinerja (Tim Program DJPB)
STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
27
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.18
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Prosentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja lingkup BPBAP Takalar
DEFINISI
Jumlah rekomendasi hasil pengawasan Inspektorat Jenderal kepada Ditjen Perikanan Budidaya berdasarkan LHP (terbatas pada LHP Audit, Reviu dan Evaluasi baik bentuk surat maupun bab) yang terbit pada Triwulan IV Tahun 2020 s.d. Triwulan IV Tahun yang telah ditindaklanjuti (berstatus proses dan/atau tuntas) oleh Ditjen Perikanan Budidaya yang menjadi objek pengawasan
FORMULA : Σ Nt
x 100% dimana : Σ Nt : Jumlah rekomendasi dari LHP Inspektorat Jenderal KKP yang telah ditindaklanjuti
Σ N
SATUAN PENGUKURAN %
JENIS ASPEK TARGET Rata-rata
TINGKAT VALIDITAS IKU Lead proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU Subkoordinator Tata Usaha
SUMBER DATA 1. Itjen KKP : Inspektorat I-V dan Sekretariat Itjen (Bagian PHP)
2. Sekretariat Ditjen/Badan dan Biro/Pusat di Setjen 3. Aplikasi SIDAK
STATUS DATA Hasil perhitungan Raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Akumulasi
METODE CASCADING Komponen Pembentuk
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Triwulanan
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Presentase unit kerja lingkup BPBAP Takalar yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
DEFINISI
Sistem Manajemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian yang memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan oleh instansi pemerintah ataupun swasta untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari.
Perhitungan penerapan Manajemen Pengetahuan lingkup DJPB dilakukan atas (i) tingkat sharing dokumen mandatory; (ii) tingkat keikutsertakan pejabat dan staf serta (iii) tingkat keaktifan unit kerja dalam SI-MP.
FORMULA
Capaian IKU Manajemen Pengetahuan di Level 0 dihitung dari rata-rata nilai Manajemen Pengetahuan Unit Kerja Eselon I lingkup KKP, sebagaimana rumus berikut :
𝑀𝑃 = 𝑀𝑃( + 𝑀𝑃( + ⋯ + 𝑀𝑃𝑛
& 𝑛
Keterangan:
MP1 = persentase manajemen pengetahuan DJPB
MP2, MP2, …MPn = persentase manajemen pengetahuan Unit Kerja Eselon II n = Jumlah unit kerja eselon II
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas/output TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : BPBAP Takalar, Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Pusdatin Setjen KKP
STATUS DATA : Posisi akhir
JENIS PERHITUNGAN DATA : Rata-rata
METODE CASCADING : Lingkup Dipersempit
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulanan
TABEL DATA TARGET : Realisasi 2020
29
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.20
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Nilai IKPA Satker BPBAP Takalar (Nilai)
DEFINISI
Kinerja Pelaksanaan Anggaran adalah sebagai evaluasi dan spending review terhadap optimalisasi peran belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka ketahanan fiscal dan ekonomi dengan berdasarkan 12 (dua belas) Indikator Pelaksanaan Anggaran yaitu Revisi DIPA, Halaman III DIPA, Pengelolaan UP, Rekon LPj Bendahara, Data Kontrak, Penyelesaian Tagihan, Penyerpan Anggaran, Retur SP2D, Perencanaan Kas, Pengembalian SPM, Dispensasi Penyampaian SPM, dan Pagu Minus.
FORMULA : 1. Revisi DIPA
a. Indikator Revisi DIPA digunakan untuk mengukur kualitas perencanaan anggaran oleh K/L dengan menghitung rasio jumlah pengajuan revisi terhadap jumlah DIPA yang dikelola
b. Jenis revisi yang mejadi objek penilaian kinerja adalah revisi DIPA pagu tetap, tidak termasuk revisi karena kesalahan administrasi
c. Semakin rendah angka persentase revisi DIPA yang diperoleh, maka semakin baik kinerja perencanaan anggaran pada K/L tersebut
2. Deviasi RPD ( Halaman III DIPA)
a. Indikator Deviasi Halaman III DIPA digunakan untuk mengukur kualitas pelaksanaan anggaran, dengan mengukur rasio tingkat deviasi antara realisasi anggaran dibandingkan dengan rencana penarikan pada halaman III DIPA
b. Semakin rendah persentase deviasi (angka absolut) yang diperoleh, maka semakin baik kualitas rencana penarikan halaman III DIPA dan kinerja realisasi anggaran K/L
Rata -rata || ((Realisasi Penarikan Dana) – (Perencanaan Hal III DIPA )) || /(Perencanaan Hal III DIPA)
3. Pengelolaan UP
a. Indikator pengelolaan UP digunakan untuk menilai kinerja pengelolaan Uang Persediaan terkait ketepatan waktu pertanggungjawabannya. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio pengajuan SPM GUP/PTUP tepat waktu dibandingkan dengan total SPM GUP/PTUP
b. Pengajuan SPM GUP/PTUP dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN dalam 1 bulan (30 hari kalender). Pengajuan SPM GUP sekurang-kurangnya telah digunakan sebanyak 50% dari besaran UP yang dimintakan
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja pengelolaan UP
30 4. Rekon LPj Bendahara
a. Indikator LPJ Bendahara digunakan untuk menilai kinerja Bendahara Pengeluaran dalam penyusunan dan penyampaian LPJ Bendahara ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio pengajuan LPJ tepat waktu dibandingkan dengan total LPJ yang disampaikan ke KPPN
b. Pengajuan LPJ Bendahara dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN maksimal s.d.
tanggal 10 awal bulan berikutnya.
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian LPJ Bendahara d. Rekon LPj Bendahara dilakukan perhitungannya s.d tanggal 11 pada awal bulan berikutnya
5. Data Kontrak
a. Indikator penyampaian data kontrak digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan dalam mengadministrasikan data kontrak khususnya terkait penyampaian ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio data kontrak tepat waktu dibandingkan dengan total data kontrak yang diajukan ke KPPN
b. Penyampaian data kontrak dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN maksimal 5 hari kerja sejak tanggal penandatanganan kontrak
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian data kontrak
6. Penyelesaian Tagihan
a. Indikator penyelesaian tagihan digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan dalam mengadministrasikan tagihan kontraktual yang telah jatuh tempo hingga diajukan SPM atas tagihan tersebut ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio SPM tepat waktu dibandingkan dengan total SPM yang diajukan ke KPPN
b. SPM penyelesaian tagihan dapat dikategorikan tepat waktu apabila SPM LS (Non-Belanja Pegawai) disampaikan ke KPPN maksimal 17 hari kerja setelah tanggal jatuh tempo pembayaran
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyelesaian tagihannya 𝗑 &00
7. Penyerapan Anggaran
a. Indikator penyerapan anggaran digunakan untuk menilai kualitas penyerapan anggaran berdasarkan target penyerapan pada tiap triwulan. Penilaian dihitung berdasarkan persentase capaian realiasasi dibandingkan dengan target penyerapan anggaran pemerintah
b. Target penyerapan tahun 2017 yakni TW 1: 15%; TW 2: 40%; TW 3: 60%; TW 4: 90%
c. Kinerja penyerapan anggaran diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian realisasi anggarannya, melainkan juga capaian output setiap K/L, dan dilakukan secara efisien dan efektif
d. Penyerapan anggaran yang dapat mencapai target, maka nilainya semakin baik
31
𝗑 &00
8. Retur SP2D
a. Indikator retur SP2D digunakan untuk menilai kualitas SPM yang diajukan khususnya berkaitan dengan ketepatan data supplier pada SPM. Penilaian kinerja dihitung dengan mengukur rasio jumlah SP2D yang diretur terhadap jumlah seluruh SP2D yang diterbitkan
b. Hal-hal yang sering menyebabkan retur SP2D antar lain kesalahan nomor rekening, kesalahan nama penerima, nomor rekening tidak aktif, dll
c. Semakin rendah persentase retur SP2D yang diperoleh, maka semakin baik kualitas SPM yang diajukan
c. Semakin rendah persentase retur SP2D yang diperoleh, maka semakin baik kualitas SPM yang diajukan