i
Manual IKU BPBAP Takalar - 2019
MANUAL IKU
INDIKATOR KINERJA UTAMA
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR
ii
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan adanya kerjasama dari semua pihak yang terkait di lingkup Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), maka Pedoman Pengukuran Indikator kinerja Tahun 2021 BPBAP Takalar ini dapat diselesaikan.
Guna mengukur keberhasilan pelaksanaan BPBAP Takalar dalam mendukung pencapaian PROGRAM Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya, BPBAP Takalar perlu melakukan pengukuran data kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja terhadap PROGRAM/kegiatan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pedoman mengenai Pengukuran Indikator kinerja yang terkait dengan informasi PROGRAM Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya yang menjadi dasar dalam penetapan Indikator Kinerja BPBAP Takalar.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan saran dan masukan yang konstruktif untuk kesempurnaan Manual IKU BPBAP Takalar ini. Semoga pedoman ini dapat memberikan arahan dan petunjuk dalam melakukan pengukuran kinerja sehingga dapat diperoleh data capaian keberhasilan kinerja yang akurat dan memberikan kontribusi dalam pencapaian keberhasilan kinerja BPBAP Takalar - DJPB.
Takalar 18 Februari 2022
Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN
KATA PENGANTAR .………..……… i
DAFTAR ISI ...……… ii
BAB 1. PENDAHULUAN ……….. 1.1 Latar Belakang ……… 1
1.2 Tujuan ……….. 1
1.3 Sasaran ………. 2
1.4 Ruang Lingkup ………. 2
BAB 2. METODOLOGI PENGUKURAN DATA KINERJA ……….. 3
2.1 Standard Operational Procedure (SOP) Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar ……….……….. 3
2.2 Koreksi data indikator kinerja ……….. 6
2.3 Organisasi pengukuran indikator kinerja ……..……….. 6
2.4 Pelaporan Data Kinerja ..……….. 6
BAB 3. MATRIKS INDIKATOR KINERJA BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR ……….. 7
BAB 4. INFORMASI INDIKATOR KINERJA BPBAP TAKALAR, LEVEL 2 .…………. 9
IK.1
Nilai PNBP BPBAP Takalar (Rp) ...9
IK.2 IK.3 IK.4
Kampung Perikanan Budidaya yang menjadi Tanggung Jawab UPT BPBAP Takalar (Kawasan)... Jumlah Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar ( Paket)... Terbangunnya/Terehabilitasinya Prasarana dan Sarana UPR/HSRT (Unit)...10
11 12 IK.5
Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut (Unit)...………... 13
IK.6
Calon Induk Unggul Yang Disalurkan Ke Masyarakat (Ekor) ....………... 14
iv
IK.7
Benih Yang Disalurkan Ke Masyarakat(Ekor)...
………... 15
IK.8
Calon Induk Unggul Yang Di Produksi (Ekor)………... 16
IK.9 Evaluasi Data Perikanan Budidaya Wilayah Kerja BPBAP Takalar(Ton)………... 17
IK.10
Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya (Bioflok)(Unit)………... 18
IK.11 IK.12
Produksi Pakan Mandiri BPBAP Takalar (Ton)... Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar...19 20 IK.13
Pelayanan Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan (sampel)... 21
IK.14
Penyidikan Dan Pengujian sampel AMR (sampel)... 22
IK.15
Indeks profesionalitas ASN lingkup BPBAP Takalar (%)...23
IK.16 Presentase Penyelesaian LHP BPK Lingkup BPBAP Takalar (%) ... 25
IK.17 Nilai Rekon Kinerja BPBAP Takalar (Nilai)... 26
IK.18 Presentase Rekomendasi hasil Pengawasan Lingkup BPBAP Takalar yang Dokumen tindak lanjutnya telah Tuntas ………... 27
IK.19
Presentase unit kerja lingkup BPBAP Takalar yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)... 28 IK.20 Nilai IKPA Satker BPBAP Takalar (Nilai)………... 29
IK.21 Nilai Kinerja Anggaran Satker BPBAP Takalar (Nilai)... 34
IK.22
Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan Jasa (Nilai)...35
IK.23
Tingkat Pengelolan BMN Lingkup BPBAP Takalar (Nilai)...36
v
IK. 24
Ratio Pemberitaan Negatif terhadap total Pemberitaan tentangsub sektor Wilayah Kerja BPBAP Takalar ... 37 IK. 25 Nilai Pengawasan kearsipan unit kearsipan BPBAP Takalar... 38
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Dalam pelaksanaan PROGRAM peningkatan produksi perikanan budidaya tahun 2020 - 2024, terdapat 6 Sasaran PROGRAM dengan 22 indikator kinerja yang telah ditetapkan guna mencapai visi dan misi Ditjen Perikanan Budidaya sebagaimana ditetapkan dalam renstra.
Salah satu Sasaran PROGRAM yang ingin dicapai adalah terwujudnya reformasi birokrasi lingkup Ditjen Perikanan Budidaya sebagai salah satu upaya untuk mendukung salah satu prioritas pembangunan dalam RPJMN 2020 - 2024 yaitu “Tata Kelola Pemerintahan Yang Bersih, Efektif, Demokratis dan Terpercaya”. Dalam rangka penerapan reformasi birokrasi, maka Ditjen Perikanan Budidaya melakukan fokus pembenahan manajemen kinerja pada birokrasi pemerintah melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitasakuntabilitas kinerja, dan penerapan manajemen berbasis kinerja. Penerapan SAKIP meliputi (i) rencana strategis; (ii) perjanjian kinerja; (iii) pengukuran kinerja; (iv) pengelolaan data kinerja dan
(v) pelaporan kinerja.
Berdasarkan Renstra – DJPB tersebut, maka BPBAP Takalar mengimplementasikan dalam suatu pedoman pengukuran kinerja yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk mendukung pencapaian Sasaran PROGRAM DJPB. Pada tahun 2022 ini, BBAP Takalar menetapkan 5 (lima) Sasaran PROGRAM dengan 23 (dua puluh tiga) Indikator Kinerja yang ingin dicapai. Selanjutnya, pengukuran kinerja menjadi hal yang penting sebagai upaya untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan dalam menjalankan tugas dan fungsi pokok organisasi. Agar pengukuran dan pelaporan kinerja dapat disampaikan dengan benar, tepat waktu dan bertanggung jawab, maka diperlukan suatu Pedoman Pengukuran Data Kinerja BBAP Takalar.
1.2 Tujuan
Penyusunan Pedoman Umum Pengukuran Data Kinerja BPBAP Takalar Tahun 2022 dimaksudkan sebagai panduan dalam melakukan pengukuran kinerja di lingkup BPBAP Takalar, dengan tujuan : a. Penilaian (Evaluasi) Kinerja
Yaitu untuk mengevaluasi sejauhmana keberhasilan terhadap kinerja yang telah dilakukan dalam upaya pencapaian sasaran outcome sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.
b. Pengendalian Kinerja
Yaitu untuk mengendalikan kinerja pada tahun berjalan dari hasil monitoring yang dilakukan dengan membandingkan antara target dan capaian kinerja sehingga dapat diantisipasi keburukan yang akan terjadi ataupun dicari solusi atas permasalahan yang ada, sehingga dapat diputuskan apakah kegiatan masih dapat dilanjutkan, atau pun dihentikan
c. Peningkatan Kinerja
Yaitu untuk meningkatkan kinerja pada tahun berikutnya dari hasil evaluasi yang diperoleh dengan melakukan perbaikan kinerja dengan cara yang berbeda berdasarkan kinerja yang telah ada dan umpan balik untuk menilai kesesuaian rencana/target yang telah ditetapkan dengan hasil yang dicapai. Dengan demikian akan diketahui kegiatan mana yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut untuk diperbaiki dan dikembangkan.
1.3 Sasaran
Sasaran yang diharapkan dari diterbitkannya pedoman umum ini adalah:
1. Tersedianya informasi cara pengukuran, pengolahan dan penyajian data.
2. Meningkatnya akuntabilitas pelaksanaan PROGRAM, kegiatan, dan anggaran pembangunan kelautan dan perikanan di semua jenjang pelaksanaan.
3. Terukurnya output dan outcome yang dihasilkan sesuai dengan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
4. Meningkatnya kooordinasi dan keterpaduan pelaksanaan PROGRAM, kegiatan, dan anggaran.
1.4. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup Pedoman Umum Pengukuran Indikator Kinerja BPBAP Takalar Tahun 2022 meliputi : (i) Pendahuluan; (ii) Metodologi Pengukuran Data Kinerja;; (iii) Matriks Indikator Kinerja BPBAP Takalar; (iv) SOP Pengukuran Indikator Kinerja; (v) Informasi Manual Indikator Kinerja BPBAP Takalar; (vi) Informasi Manual Indikator Kinerja BPBAP Takalar; dan (vii) Lampiran.
3
BAB 2. METODOLOGI PENGUKURAN DATA KINERJA
2.1
Standard Operational Procedure (SOP) Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau TakalarKEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor SOP Tanggal
Pembuatan
Tanggal Revisi 17 Februari 2022 Tanggal Efektif 18 Februari 2022 Disahkan oleh
Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar,
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA Supito, S.Pi, M.Si NIP. 19671106 199003 1 003
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR Nama SOP PENGUKURAN INDIKATOR
KINERJA BPBAP TAKALAR
Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana
1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009; Memahami kebijakan mengenai perencanaan,
pelaksanaan dan pelaporan kegiatan instansi pemerintah
2 Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;
3 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011;
4 Keputusan Presiden Nomor 27/M Tahun 2012 dan Nomor 28/M Tahun 2012;
5 Peraturan Men PAN No PER. 21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan SOP Adm Pemerintahan
6 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;
7 Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.47/MEN/2009 tentang Pedoman Penyusunan POS di lingkungan KKP
Keterkaitan Peralatan/perlengkapan
SOP Pengukuran Indikator Kinerja Utama 1 ATK
2 Komputer
3 SK Pengelola Manajemen Kinerja
Peringatan Pencatatan dan pendataan
Identifikasi pengukuran indikator kinerja dilaksanakan setiap Triwulan dan semester.
A. Data Kegiatan
1. Judul SOP Pengukuran indikator kinerja BPBAP TAKALAR
2. Jenis Kegiatan Rutin
3. PenanggungJawab
a. Produk Direktur Jenderal Perikanan Budidaya
b. Kegiatan Kasubag Evaluasi dan Pelaporan
4. Scope (Ruang Lingkup) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya B. Indentifikasi Kegiatan
Judul Kegiatan Pengukuran indikator kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
Langkah Awal Kepala Sub Bagian Tata Usaha melaporkan rencana kegiatan
Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
Langkah Utama Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar melaksanakanPengukuran Indikator Kinerja
Langkah Akhir Arsiparis mendokumentasikan hasil Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
5
Langkah Awal 1. Kepala Sub Bagian Tata Usaha melaporkan rencana kegiatan Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
2. Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar menelaah kegiatan Pengukuran Indikator Kinerja Balai Perikanan
Budidaya Air Payau Takalar dan memberi arahan serta memerintahkan Kepala Bagian Tata Usaha untuk membentuk Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
3. Kepala Sub Bagian Tata Usaha membentuk Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar
Langkah Utama 4. Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi c.q. Tim Pengukur dan Pelapor Kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar melaksanakan Pengukuran Indikator Kinerja
5. Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar c.q. Tim Pengukur dan Pelapor Kinerja menyerahkan Draft Hasil Pengukuran Indikator Kinerja kepada Kasubag Tata Usaha
6. Kepala Sub Bagian Tata Usaha memeriksa kelengkapan dan substansi Draft Hasil Pengukuran Indikator kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Jika menyetujui memberikan paraf dan menyerahkan kepada Kepala Balai. Jika tidak menyetujui mengembalikan ke Tim Pengelola Manajemen Kinerja Organisasi Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar c.q.
Tim Pengukur dan pelapor Kinerja untuk diperbaiki
7. Kepala Sub Bagian Tata Usaha memeriksa Draft Hasil Pengukuran Indikator kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Jika menyetujui, memberikan paraf dan menyerahkan kepada Kepala Balai. Jika tidak menyetujui, mengembalikan ke Kasubag Tata Usaha diperbaiki
8. Kepala Balai memeriksa Draft Hasil Pengukuran Indikator kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Jika menyetujui, memberikan tanda tangan dan memerintahkan kepada Kasubag Tata Usaha untuk didokumentasikan dan didistribusikan. Jika tidak menyetujui, mengembalikan ke Kasubag Tata Usaha untuk disempurnakan
9. Kepala Sub Bagian Tata Usaha meneruskan laporan hasil pengukuran indikator kinerja Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar kepada staf untuk di dokumentasikan
Langkah Akhir 10. Kepala Sub Bagian Tata Usaha memerintahkan staf untuk mendokumentasikan
2.2 Koreksi Data Indikator Kinerja
Berdasarkan sifatnya, data-data capaian kinerja dapat dikategorikan ke dalam data sangat sementara, data sementara, dan data final, yang disesuaikan dengan perkembangan capaian dan realisasi yang tidak statis. Kondisi ini memungkinkan untuk melakukan langkah koreksi untuk mengarah ke perbaikan data kinerja.
Untuk melakukan perbaikan dan koreksi data kinerja dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Usulan dilakukan oleh Pejabat eselon II selaku penanggung jawab data kinerja sesuai jenis spesifik datanya, disertai dengan data dukung sebagai bukti.
b. Usulan tersebut diajukan kepada Direktur Jenderal yang kemudian akan diteruskan secara berjenjang kepada Tim Pengukuran Data Kinerja untuk dipelajari serta dilakukan verifikasi dan validasi.
c. Apabila usulan koreksi disetujui, Tim Pengukuran Data Kinerja akan menyampaikan kembali usulan koreksi kepada Sekretaris Ditjen atas nama Dirjen untuk dilakukan pengesahan.
d. Usulan koreksi yang telah mendapat pengesahan dari Sekretaris Ditjenatas nama Dirjen selanjutnya akan dilakukan publikasi ulang.
e. Untuk data capaian kinerja antara pada periode Triwulan (triwulan I, triwulan II dan triwulan III), batas waktu usulan koreksi paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender setelah batas akhir pelaporan per periode triwulan.
f. Untuk periode triwulan IV sebagai pendataan data capaian terakhir, batas waktu usulan koreksi paling lambat 1 (satu) bulan setelah akhir periode triwulan IV.
2.3 Organisasi pengukuran indikator kinerja
Untuk dapat melakukan pendataan kinerja secara terorganisir dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pada setiap tingkatan pengukuran data kinerja perlu ditetapkan dalam suatu tim pengukuran data kinerja, dengan ketentuan bahwa pembentukan organisasi pengukuran indikator kinerja BPBAP Takalar ditetapkan oleh Kepala Balai yang meliputi Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja.
2.4 Pelaporan Data Kinerja
Dalam pelaksanaan pengukuran data kinerja, masing masing penanggungjawab kinerja menyampaikan laporan melalui mekanisme pelaporan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari unit kerja pelaksana kegiatan sampai ke tingkat eselon I. Pelaporan data kinerja harus selaras dengan tingkatan unit organisasi dan diatur dalam Pedoman Umum Pemantauan, Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan.
7
BAB 3. MATRIKS INDIKATOR KINERJA
BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR 2022
SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET
1.
Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya Meningkat Wilayah Kerja BPBAP Takalar
1. Nilai PNBP Satker BPBAP Takalar (Rp)
1.579.500.000
2.
Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
2. Terbangunnya/Terehabilitasinya Prasarana dan
Sarana UPR/HSRT (Unit) 2
3. Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut (Unit) 30 4. Calon Induk Unggul Yang disalurkan ke
Masyarakat (Ekor) 2.587
5. Benih Yang disalurkan ke Masyarakat (Ekor) 46.510.529 6. Calon Induk Unggul yang di Produksi (Ekor) 48.032
7. Evaluasi Data Perikanan Budidaya Wilayah
Kerja BPBAP Takalar (Dokumen) 1
8. Sarana Produksi Usaha (Bioflok) yang
disalurkan ke Masyarakat (Unit) 12
9. Produksi Pakan Mandiri BPBAP Takalar (Kg) 47.000
3. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Wilayah Kerja BPBAP Takalar
10.
Jumlah Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar yang di
Rehabilitasi dan di Tingkatkan Kapasitasnya (Unit)
1
4.
Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Budidaya bidang
Kawasan dan Kesehatan Ikan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
11. Pelayanan Laboratorium Kesehatan Ikan dan
Lingkungan (sampel) 2.409
12. Pengendalian dan Pengujian AMR (Sampel) 55
5.
Tata kelola Pemerintahan yang baik Lingkup BPBAP Takalar
13. Indeks profesionalitas ASN BPBAP Takalar (%) 80 14. Prosentase penyelesaian LHP BPK atas
Satker BPBAP Takalar (%) 100
15. Nilai Rekon SAKIP BPBAP Takalar (Nilai) 92
16.
Prosentase Jumlah Rekomendasi Hasil Pengawasan yang dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Satker BPBAP Takalar (%)
70
17.
Prosentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar Lingkup Satker BPBAP Takalar (%)
86
18. Nilai IKPA BPBAP Takalar (Nilai) 89
19. Nilai Kinerja Anggaran BPBAP Takalar (Nilai) 81 20. Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan
Jasa BPBAP Takalar (Nilai) 75
SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET
21. Tingkat Pengelolan BMN BPBAP Takalar 75
22.
Ratio Pemberitaan Negatif Terhadap Total Pemberitaan Tentang Sub Sektor Wilayah Kerja BPBAP Takalar
<14%
23. Nilai pengawasan kearsipan unit kearsipan
BPBAP Takalar (nilai) 75
9
BAB. 4 INFORMASI INDIKATOR
KINERJA BPBAP TAKALAR LEVEL 2 TAHUN 2021
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.1
SASARAN PROGRAM : Ekonomi Sektor Perikanan Budidaya Meningkat Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai PNBP lingkup BPBAP Takalar (Rp) Definisi
PNBP BPBAP Takalar adalah seluruh penerimaan dari jasa dan produk, yang dihasilkan oleh BPBAP Takalar yang dikomersilkan/dijual kepada pihak lain, dan bukan berasal dari penerimaan perpajakan.
CARA PERHITUNGAN : Data diolah Dengan rumus :
Capaian (%) = Realisasi PNBP (Rp)/Target PNBP (Rp) x 100%
SATUAN PENGUKURAN : Rupiah (Rp)
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator Tata Usaha
SUMBER DATA : Analisis Pengelola Keuangan APBN (Laporan PNBP)
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi Akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
1.738.000.000 1.863.750.000 1.579.500.000 1.790.663.000 1.808.000.000
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.2
SASARAN PROGRAM :
Kampung Budidaya Berbasis Kearifan Lokal
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Kampung Perikanan Budidaya yang menjadi Tanggung Jawab UPT BPBAP Takalar (Kawasan)
Definisi
Pembangunan Kampung Budidaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal Merupakan Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mendorong Terciptanya Kemandirian Ekonomi Dan Ketahanan Pangan Di Satu Daerah Melalui Kegiatan Budidaya Perikanan khususnya yang menjadi Tanggung Jawab BPBAP Takalar
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress Kegiatan Kampung Budidaya yang menjadi Tanggung Jawab BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Kawasan
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : Laporan Progress Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 10 10 10
11
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.3
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Sarana dan Prasarana Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Jumlah Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar yang di Rehabilitasi dan di Tingkatkan Kapasitasnya (Unit)
Definisi
Peningkatan Fasilitas sarana dan prasarana produksi BPBAP Takalar yang akan direhabilitasi dan ditingkatkan perbaikannya
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
sarana dan prasarana produksi BPBAP Takalar yang akan direhabilitasi dan ditingkatkan perbaikannya
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Prasarana Produksi di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBAP Takalar yang di Rehabilitasi dan di Tingkatkan Kapasitasnya
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 1 1 1 1
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.4
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Terbangunnya/Terehabilitasinya Prasarana dan Sarana UPR/HSRT (Unit)
Definisi
Terbangunnya Prasarana dan sarana UPR/HSRT lingkup BPBAP Takalar CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
Terbangunnya Prasarana dan sarana UPR/HSRT lingkup BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Prasarana dan Sarana UPR/HSRT yang telah terbangun/terehabilitasi
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 1 1 1 1
13
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.5
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut (Unit) Definisi
Sarana Perbenihan kebun bibit rumput laut yang diserahkan ke masyarakat dengan kriteria : Sarana Utama berupa Bibit
CARA PERHITUNGAN
Laporan Progress
Sarana Perbenihan kebun bibit rumput laut yang diserahkan ke masyarakat
SATUAN PENGUKURAN : Unit
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Tersalurkannya Kebun Bibit Rumput Laut
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 4 30 4
4
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.6
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Calon Induk Unggul Yang Disalurkan Ke Masyarakat (Ekor)
Definisi
Jumlah calon induk yang tersedia dalam pada unit produksi calon induk yang disalurkan ke masyarakat 1. Udang Vaname
2. Nila salin Cara Perhitungan
Jumlah Bantuan Calon Induk Unggul BPBAP Takalar yang disalurkan Ke masyarakat (BAST)
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : SNI ,Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Produksi Calin yang disalurkan ke Masyarakat
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
45.000 11.258 2.578
2.800
3.000
15
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.7
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Benih Yang Disalurkan Ke Masyarakat (Ekor) Definisi
Jumlah Benih yang diserahkan ke Masyarakat , dengan kriteria (peraturan Dirjen PB No.23/PER-DJPB/2021):
1. Bandeng uk. Min 1 cm 2. Udang windu uk. Min. PL 10 3. Udang Vaname uk. Min. PL8 4. Kepiting uk. Min 1 cm 5. Nila salin min. Uk. 2 cm 6. Kakap Putih min. Uk. 2,5 cm
(juknis Benih Ikan 2021) Cara Perhitungan
Jumlah Bantuan Benih BPBAP Takalar yang telah tersalurkan ke masyarakat (BAST)
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Benih yang disalurkan ke
masyarakat
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
65.660.000 44.408.880 46.510.529
47.408.880
48.408.880
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.8
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Calon Induk Unggul Yang produksi (Ekor) Definisi
Jumlah calon induk yang tersedia dalam pada unit produksi 1. Udang Vaname
2. Nila salin CARA PERHITUNGAN
Jumlah Calon Induk Unggul BPBAP Takalar yang telah diproduksi Udang Vaname dan Nila Salin
SATUAN PENGUKURAN : Ekor
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Led Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Calon Induk Unggul Yang produksi
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 44.650
48.032
49.000
49.050
17
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.9
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Evaluasi Data Perikanan Budidaya Wilayah Kerja BPBAP Takalar (Dokumen)
Definisi:
Laporan Jumlah Pembudidaya di wilayah kerja BPBAP Takalar Cara Perhitungan :
Jumlah Pembudidaya dalam data base perikanan budidaya yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan perikanan budidaya secara tepat dan cepat
SATUAN PENGUKURAN : Dokumen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : Aplikasi Dashboard Satu Data
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 1 1 1
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.10
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Sarana dan Prasarana Model Usaha Budidaya (Bioflok) (Unit)
Definisi
Sarana Produksi Usaha Perikanan Budidaya (Bioflok) Yang Didistribusikan Ke Masyarakat dengan kriteria : 1. Benih, Pakan, sarana Prasarana dan peralatan operasiona dan peralatan perikanan
Cara Perhitungan
Jumlah Sarana Prasarana Bioflok yang didistribukan ke Masyarakat dan BAST
SATUAN PENGUKURAN : Paket
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK
SUMBER DATA : BAST dan Laporan Bioflok
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
7 12 12 12 12
19
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.11
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Produksi Pakan Mandiri BPBAP Takalar (Ton) Definisi
Pakan Ikan yang di produksi yang bertujuan untuk mendukung produksi perikanan budidaya dan PNBP BPBAP Takalar CARA PERHITUNGAN :
Jumlah Pakan Ikan yang di produksi yang bertujuan untuk mendukung produksi perikanan budidaya BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Kg
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Led Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Produksi Pakan Mandiri
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
76,57 27 47.000
55.000
60.000
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.12
SASARAN PROGRAM : Terkelolanya Perikanan Budidaya Berkelanjutan Wilayah Kerja BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar (Orang)
Definisi
Keberlanjutan usaha perikanan budidaya dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga kerja perikanan budidaya, khususnya Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
Cara Perhitungan
Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya Lingkup BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Orang
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator UTTK dan Subkoordinator PDT SUMBER DATA : Laporan Penyerapan Tenaga Kerja Perikanan Budidaya
Lingkup BPBAP Takalar
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Semester
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 2.177 2.200 2.250
21
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.13
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan
Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Kawasan dan Kesehatan Ikan Wilayah Kerja BPBAP Takalar INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Pelayanan Laboratorium Kesehatan Ikan dan
Lingkungan (sampel) Definisi
Pelayanan Sampel yang diuji dan sesuai standar, pengujian yang dilakukan di lab.uji keskanling adalah pengujian penyakit, dan kualitas air
Cara Perhitungan
Jumlah Sampel Penyakit dan Kualitas Air yang telah diuji sesuai standar pada LAB.UJI Keskanling BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Sampel
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Input
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Penyidikan Dan Pengujian sampel
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
3.950 3.143 2.409 2.649 2.913
MANUAL IKU LEVEL 2 : IK.14
SASARAN PROGRAM : Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan
Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Kawasan dan Kesehatan Ikan Wilayah Kerja BPBAP Takalar INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Pengendalian dan Pengujian AMR (Sampel) Definisi
Pelayanan Sampel AMR (Antimicrobial Resistance) yang diuji dan sesuai standar, pengujian yang dilakukan di lab.uji keskanling BPBAP Takalar
Cara Perhitungan
Jumlah Sampel AMR yang telah diuji sesuai standar pada LAB.UJI Keskanling BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Sampel
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas Output
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Input
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : Subkoordinator PDT
SUMBER DATA : Laporan Pelayanan Sampel AMR
STATUS DATA : Raw Data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Buat Baru
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulan
TABEL DATA TARGET : Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
0 0 55 60 65
23
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.15
SASARAN PROGRAM : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
: Indeks profesionalitas ASN lingkup BPBAP Takalar (%) DEFINISI
1. Profesionalitas adalah kualitas para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat penegtahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk melakukan tugas-tugasnya
2. Indeks proofesionalitas ASN adalah ukuran statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan kesesuainan kualifikasi, kompetensi kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatan (Permen PAN dan RB No, 38 Tahun 2018)
3. Nilai Indeks Profesionalitas ASN merupakan gambaran kualitas profesionalitas ASN KKP yang diukur setiap tahun oleh Biro SDMA, Sekretariat Jenderal dengan mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB No. 38 Tahun 2018 tentang Peraturan Indkes Profesionalitas Aparatur Sipil Negara.
FORMULA
1. Nilai diukur setiap tahun dengan mengguankan 4 dimensi, meliputi: Kualifikasi; Kompetensi;
Kinerja; dan DIsiplin.
2. Kualifikasi diukur dari indikator riwayat pendidikan formal terakhir yang telah dicapai, meliputi:
a. Pendidikan S-3 (strata-Tiga);
b. Pendidikan S2 (Strata- Dua);
c. Pendidikan S-1 (Strata-Satu) /D-4 (Diploma-Empat);
d. Pendidikan D-3 (Diploma-Tiga)/ SM (Sarjana Muda);
e. Pendidikan D-1 (Diploma-Satu)/D-2 (Diploma-Dua)/SLTA Sederajat; dan f. Pendidikan di bawah SLTA
3. Kompetensi diukur dari indikator riwayat pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan yang meliputi: Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional/Diklat Teknis, Diklat 20 Jam Pelajaran (JP) satu tahun terakhir dan Seminar/Workshop/Konferensi/Setara satu tahun terakhir
4. Kinerja diukur dari indikator penilaian kerja PNS, yang meliputi : a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP);
b. Prilaku kerja.
5. Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami yang meliputi:
a. tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin;
b. pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang, berat),
Sumber data pengukur Indeks Profesionalitas ASN dapat diperoleh dari beberapa sumber yang tervalidasi meliputi :
a. Kualifikasi dihitung dari kondisi tingkat pendidikan terakhir dari pegawai dengan ketentuan sesuai SK Pangkat Terakhir atau SK pencantuman Gelar yang sudah diupdate pada aplikasi SIMPEG Online KKP.
b. Kompetensi diolah datanya dari aplikasi SIMPEG Online KKP dengan ketentuan sbb:
Perhitungan nilai Diklat Pim, Diklat Fungsional/TEknis, Diklat 20 JP dan seminar diwajibkan sesuai tingkat jabatannya;
Pejabat struktural wjib sudah melaksanakan Diklatpim, sesuai dengan level terakhirnya, Diklat 20 JP dan seminar dalam satu tahun terakhir dengan total bobot yaitu 40.
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas/output TINGKAT VALIDITAS IKU : Lag Output UNIT/PIHAK PENANGGUNG
JAWAB IKU
: Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Biro SDM Setjen KKP
STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai posisi akhir
METODE CASCADING : Lingkup Dipersempit
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Semester
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
81,40 73 80 80 80
25
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.16
SASARAN STRATEGIS (SS) : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) :
Prosentase penyelesaian LHP BPK Lingkup BPBAP Takalar (%)
DEFINISI
Nilai Temuan atas laporan keuangan yang ditampilkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LK DJPB merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada empat kriteria yakni kesesuaian dengan standar akutansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan (adequate disclousure), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern
FORMULA :
Jumlah Nilai Temuan atas laporan keuangan TA. 2020 yang disajikan pada LHP Kepatuhan x 100% = Realisasi riil tahun 2020
Keterangan :
Batas tertinggi jumlah temuan atas Laporan Keuangan TA. 2021 (audit) tidak melebihi 1%
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kualitas TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead process UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB
IKU
: Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Laporan hasil audit BPK STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi Akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET Realisasi 2020 Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
100 100 100 100 100
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.17
SASARAN PROGRAM : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Nilai Rekon Kinerja BPBAP Takalar
DEFINISI
SAKIP pada pokoknya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan stratejik, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja (Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang SAKIP). • Nilai diperoleh dari hasil evaluasi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) setiap tahunnya, terhadap 5 (lima) komponen SAKIP di KKP: (i) Perencanaan Kinerja; (ii) Pengukuran Kinerja; (iii) Pelaporan Kinerja; (iv) Evaluasi Kinerja; (v) Pencapaian sasaran kinerja organisasi. Adapun Dokumen yang harus dipenuhi yaitu : PK,Renstra,Manual IKU, Cascading, LKJ, LCK, Data dukung LKJ dan LCK, Rencana Aksi, Rincian Target IKU
Formula Perhitungan :
Aspek Kepatuhan, Aspek Kesesuaian, Aspek Ketercapaian Dokumen SAKIP BPBAP Takalar
SATUAN PENGUKURAN : Nilai
JENIS ASPEK TARGET : Kualitas
TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Proses UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB
IKU
: BPBAP Takalar
SUMBER DATA : Lembar Kertas Kerja Rekonsiliasi Kinerja (Tim Program DJPB)
STATUS DATA : Hasil perhitungan raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA : Nilai Posisi akhir
METODE CASCADING : Komponen Pembentuk
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Tahunan
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
86,78 90 92 92 92
27
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.18
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Prosentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja lingkup BPBAP Takalar
DEFINISI
Jumlah rekomendasi hasil pengawasan Inspektorat Jenderal kepada Ditjen Perikanan Budidaya berdasarkan LHP (terbatas pada LHP Audit, Reviu dan Evaluasi baik bentuk surat maupun bab) yang terbit pada Triwulan IV Tahun 2020 s.d. Triwulan IV Tahun yang telah ditindaklanjuti (berstatus proses dan/atau tuntas) oleh Ditjen Perikanan Budidaya yang menjadi objek pengawasan
FORMULA : Σ Nt
x 100% dimana : Σ Nt : Jumlah rekomendasi dari LHP Inspektorat Jenderal KKP yang telah ditindaklanjuti
Σ N
SATUAN PENGUKURAN %
JENIS ASPEK TARGET Rata-rata
TINGKAT VALIDITAS IKU Lead proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU Subkoordinator Tata Usaha
SUMBER DATA 1. Itjen KKP : Inspektorat I-V dan Sekretariat Itjen (Bagian PHP)
2. Sekretariat Ditjen/Badan dan Biro/Pusat di Setjen 3. Aplikasi SIDAK
STATUS DATA Hasil perhitungan Raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Akumulasi
METODE CASCADING Komponen Pembentuk
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Triwulanan
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
100 65 70 70 70
d
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.19
SASARAN PROGRAM : Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : Presentase unit kerja lingkup BPBAP Takalar yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
DEFINISI
Sistem Manajemen Pengetahuan adalah suatu rangkaian yang memanfaatkan teknologi informasi yang digunakan oleh instansi pemerintah ataupun swasta untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari.
Perhitungan penerapan Manajemen Pengetahuan lingkup DJPB dilakukan atas (i) tingkat sharing dokumen mandatory; (ii) tingkat keikutsertakan pejabat dan staf serta (iii) tingkat keaktifan unit kerja dalam SI-MP.
FORMULA
Capaian IKU Manajemen Pengetahuan di Level 0 dihitung dari rata-rata nilai Manajemen Pengetahuan Unit Kerja Eselon I lingkup KKP, sebagaimana rumus berikut :
𝑀𝑃 = 𝑀𝑃( + 𝑀𝑃( + ⋯ + 𝑀𝑃𝑛
& 𝑛
Keterangan:
MP1 = persentase manajemen pengetahuan DJPB
MP2, MP2, …MPn = persentase manajemen pengetahuan Unit Kerja Eselon II n = Jumlah unit kerja eselon II
SATUAN PENGUKURAN : Persen
JENIS ASPEK TARGET : Kuantitas/output TINGKAT VALIDITAS IKU : Lead Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU : BPBAP Takalar, Subkoordinator TU
SUMBER DATA : Pusdatin Setjen KKP
STATUS DATA : Posisi akhir
JENIS PERHITUNGAN DATA : Rata-rata
METODE CASCADING : Lingkup Dipersempit
POLARISASI : Maximize
PERIODE PELAPORAN : Triwulanan
TABEL DATA TARGET : Realisasi 2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
100 84 86 86 86
29
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.20
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Nilai IKPA Satker BPBAP Takalar (Nilai)
DEFINISI
Kinerja Pelaksanaan Anggaran adalah sebagai evaluasi dan spending review terhadap optimalisasi peran belanja Kementerian/Lembaga dalam rangka ketahanan fiscal dan ekonomi dengan berdasarkan 12 (dua belas) Indikator Pelaksanaan Anggaran yaitu Revisi DIPA, Halaman III DIPA, Pengelolaan UP, Rekon LPj Bendahara, Data Kontrak, Penyelesaian Tagihan, Penyerpan Anggaran, Retur SP2D, Perencanaan Kas, Pengembalian SPM, Dispensasi Penyampaian SPM, dan Pagu Minus.
FORMULA : 1. Revisi DIPA
a. Indikator Revisi DIPA digunakan untuk mengukur kualitas perencanaan anggaran oleh K/L dengan menghitung rasio jumlah pengajuan revisi terhadap jumlah DIPA yang dikelola
b. Jenis revisi yang mejadi objek penilaian kinerja adalah revisi DIPA pagu tetap, tidak termasuk revisi karena kesalahan administrasi
c. Semakin rendah angka persentase revisi DIPA yang diperoleh, maka semakin baik kinerja perencanaan anggaran pada K/L tersebut
2. Deviasi RPD ( Halaman III DIPA)
a. Indikator Deviasi Halaman III DIPA digunakan untuk mengukur kualitas pelaksanaan anggaran, dengan mengukur rasio tingkat deviasi antara realisasi anggaran dibandingkan dengan rencana penarikan pada halaman III DIPA
b. Semakin rendah persentase deviasi (angka absolut) yang diperoleh, maka semakin baik kualitas rencana penarikan halaman III DIPA dan kinerja realisasi anggaran K/L
Rata -rata || ((Realisasi Penarikan Dana) – (Perencanaan Hal III DIPA )) || /(Perencanaan Hal III DIPA)
3. Pengelolaan UP
a. Indikator pengelolaan UP digunakan untuk menilai kinerja pengelolaan Uang Persediaan terkait ketepatan waktu pertanggungjawabannya. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio pengajuan SPM GUP/PTUP tepat waktu dibandingkan dengan total SPM GUP/PTUP
b. Pengajuan SPM GUP/PTUP dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN dalam 1 bulan (30 hari kalender). Pengajuan SPM GUP sekurang-kurangnya telah digunakan sebanyak 50% dari besaran UP yang dimintakan
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja pengelolaan UP
30 4. Rekon LPj Bendahara
a. Indikator LPJ Bendahara digunakan untuk menilai kinerja Bendahara Pengeluaran dalam penyusunan dan penyampaian LPJ Bendahara ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio pengajuan LPJ tepat waktu dibandingkan dengan total LPJ yang disampaikan ke KPPN
b. Pengajuan LPJ Bendahara dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN maksimal s.d.
tanggal 10 awal bulan berikutnya.
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian LPJ Bendahara d. Rekon LPj Bendahara dilakukan perhitungannya s.d tanggal 11 pada awal bulan berikutnya
5. Data Kontrak
a. Indikator penyampaian data kontrak digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan dalam mengadministrasikan data kontrak khususnya terkait penyampaian ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio data kontrak tepat waktu dibandingkan dengan total data kontrak yang diajukan ke KPPN
b. Penyampaian data kontrak dapat dikategorikan tepat waktu apabila disampaikan ke KPPN maksimal 5 hari kerja sejak tanggal penandatanganan kontrak
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyampaian data kontrak
6. Penyelesaian Tagihan
a. Indikator penyelesaian tagihan digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan dalam mengadministrasikan tagihan kontraktual yang telah jatuh tempo hingga diajukan SPM atas tagihan tersebut ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio SPM tepat waktu dibandingkan dengan total SPM yang diajukan ke KPPN
b. SPM penyelesaian tagihan dapat dikategorikan tepat waktu apabila SPM LS (Non-Belanja Pegawai) disampaikan ke KPPN maksimal 17 hari kerja setelah tanggal jatuh tempo pembayaran
c. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja penyelesaian tagihannya 𝗑 &00
7. Penyerapan Anggaran
a. Indikator penyerapan anggaran digunakan untuk menilai kualitas penyerapan anggaran berdasarkan target penyerapan pada tiap triwulan. Penilaian dihitung berdasarkan persentase capaian realiasasi dibandingkan dengan target penyerapan anggaran pemerintah
b. Target penyerapan tahun 2017 yakni TW 1: 15%; TW 2: 40%; TW 3: 60%; TW 4: 90%
c. Kinerja penyerapan anggaran diharapkan tidak hanya berfokus pada capaian realisasi anggarannya, melainkan juga capaian output setiap K/L, dan dilakukan secara efisien dan efektif
d. Penyerapan anggaran yang dapat mencapai target, maka nilainya semakin baik
31
𝗑 &00
8. Retur SP2D
a. Indikator retur SP2D digunakan untuk menilai kualitas SPM yang diajukan khususnya berkaitan dengan ketepatan data supplier pada SPM. Penilaian kinerja dihitung dengan mengukur rasio jumlah SP2D yang diretur terhadap jumlah seluruh SP2D yang diterbitkan
b. Hal-hal yang sering menyebabkan retur SP2D antar lain kesalahan nomor rekening, kesalahan nama penerima, nomor rekening tidak aktif, dll
c. Semakin rendah persentase retur SP2D yang diperoleh, maka semakin baik kualitas SPM yang diajukan ke KPPN
𝗑 &00
9. Perencanaan Kas
a. Indikator Renkas/RPD harian digunakan untuk menilai kinerja manajemen pembayaran K/L, khususnya pada SPM yang diwajibkan disampaikan Renkas/RPD sebelum penyajuan SPM. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio ketepatan waktu Pengajuan SPM dibandingkan Renkas/RPD yang diajukan
b. Semakin tinggi % ketepatan waktu, maka semakin baik kinerja kesesuaian pengajuan SPM dengan Renkas/RPD harian
10. Pengembalian SPM
a. Indikator pengembalian SPM digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan dalam menjamin kebenaran SPM yang diajukan ke KPPN. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio SPM salah dibandingkan dengan total SPM yang disampaikan ke KPPN
b. Semakin rendah % kesalahan, maka semakin baik kualitas SPM yang disampaikan ke KPPN
11. Dispensasi Penyampaian SPM
a. Indikator Pengajuan Dispensasi SPM digunakan untuk menilai kinerja pejabat pengelola keuangan khususnya berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian SPM s.d akhir tahun anggaran. Penilaian kinerja dihitung berdasarkan rasio dispensasi SPM yang diajukan s.d akhir tahun anggaran dibandingkan dengan total SPM yang disampaikan ke KPPN
b. Semakin rendah % pengajuan dispensasi SPM, maka semakin baik kinerja indikator dispensasi pengajuan SPM
32 12. Pagu Minus
a. Indikator pagu minus Belanja Pegawai digunakan untuk menilai kualitas perencanaan dan penganggaran K/L khususnya terkait Belanja Pegawai, dengan mengukur rasio pagu minus Belanja Pegawai terhadap total Pagu Belanja Pegawai K/L
b. Indikator pagu minus Belanja Pegawai digunakan untuk mengukur kinerja secara tahunan.
c. Semakin rendah angka persentase pagu minus yang diperoleh, maka semakin baik kinerja perencanaan anggaran Belanja Pegawai pada K/L tersebut
Perhitungan manual IKU pada triwulan I sampai dengan Triwulan 3 untuk 10 indikator yaitu :
Perhitungan manual IKU pada triwulan IV untuk 12 indikator yaitu :
10 INDIKATOR CAPAIAN TW 4
1. Revisi DIPA 2. Deviasi RPD 3. Pengelolaan UP 4. LPj Bendahara 5. Data Kontrak
6. Penyelesaian Tagihan 7. Penyerapan Anggaran 8. Retur SP2D
9. Perencanaan Kas 10. Pengembalian SPM 11. Dispensasi SPM 12. Pagu Minus
Revisi DIPA + Deviasi RPD + Pengelolaan UP + LPj Bendahara + Data Kontrak + Penyelesaian Tagihan + Penyerapan Anggaran + Retur SP2D + Perencanaan Kas + Pengembalian SPM + Dispensasi SPM + Pagu Minus
= capaian tw 4
Perhitungan Manual IKU Satker DEKONSENTRASI : rata – rata nilai IKPA satker Dekonsentrasi
= NILAI KINERJA PELAKSANAAN jumlah satker pada Dekonsentasi ANGGARAN SATKER
10 INDIKATOR CAPAIAN TW1 SAMPAI DENGAN TW 3 1. Revisi DIPA
2. Deviasi RPD 3. Pengelolaan UP 4. LPj Bendahara 5. Data Kontrak
6. Penyelesaian Tagihan 7. Penyerapan Anggaran 8. Retur SP2D
9. Perencanaan Kas 10. Pengembalian SPM
Revisi DIPA + Deviasi RPD + Pengelolaan UP + LPj Bendahara + Data Kontrak + Penyelesaian Tagihan + Penyerapan Anggaran + Retur SP2D + Perencanaan Kas + Pengembalian SPM
= capaian tw 1 sampai dengan tw 3
33
SATUAN PENGUKURAN Nilai
JENIS ASPEK TARGET Kualitas
TINGKAT VALIDITAS IKU Lead Proses
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU BPBAP Takalar
SUMBER DATA Aplikasi OM-SPAN Kemenkeu DJA
STATUS DATA raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Nilai posisi akhir
METODE CASCADING Adopsi langsung
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Semesteran
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
92,60 89 89 89 89
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.21
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Nilai Kinerja Anggaran Satker BPBAP Takalar (Nilai)
DEFINISI
Nilai kinerja anggaran adalah proses menghasilkan suatu nilai capaian kinerja untuk setiap indikator yg dilakukan dengan membandingkan data realisasi dengan target yang telah direncanakan sebelumnya • Nilai diperoleh dari data input dan output yang dimasukkan kedalam aplikasi SMART Kemenkeu DJA
Formula Perhitungan :
𝑛𝐾0 = 𝑛𝐾& + 𝑛𝐾( + ⋯ + 𝑛𝐾𝑛 𝑛
Keterangan: NK0 = Nilai Kinerja Anggaran DJPB NK1 , NK2 , …, NKn = Nilai Kinerja Anggaran Unit Kerja Eselon II n = Jumlah Unit Kerja Eselon II
SATUAN PENGUKURAN Nilai
JENIS ASPEK TARGET Kualitas
TINGKAT VALIDITAS IKU Lead Input
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU Subkoordinator TU
SUMBER DATA Aplikasi SMART Kemenkeu DJA
STATUS DATA raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Nilai posisi akhir
METODE CASCADING Adopsi langsung
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Tahunan
TABEL DATA TARGET REalisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
92,60 86 81 81 81
35
MANUAL IKU LEVEL 1 IK.22
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Tingkat Kepatuhan Pengadaan Barang dan Jasa
DEFINISI
Suatu ukuran yang menggambarkan tingkat kepatuhan dalam Pengadaan Barang/Jasa lingkup Unit Eselon I telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Formula Perhitungan
Tingkat kepatuhan PBJ Unit Eselon I diukur berdasarkan jumlah nilai dari beberapa unsur berikut:
1) Rencana umum pengadaan telah diupload ke dalam aplikasi SIRUP (20%)
2) Persentase jumlah pengadaan belanja modal yang dilaksanakan melalui SPSE (30%).
3) Laporan penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa (20%).
Kesesuaian tahap pelaksanaan (30%).
SATUAN PENGUKURAN Nilai
JENIS ASPEK TARGET Kualitas/Mutu
TINGKAT VALIDITAS IKU Lag Output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU Subkoordinator TU dan PJB BPBAP Takalar SUMBER DATA Hasil Perhitungan dari Inspektorat Jenderal KKP
STATUS DATA Hasil Perhitungan raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Nilai posisi akhir
METODE CASCADING Komponen Pembentuk
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Tahunan
TABEL DATA TARGET REalisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
- 72,5 75 75 75
MANUAL IKU LEVEL 2 IK.23
SASARAN PROGRAM Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup BPBAP Takalar
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Tingkat Kepatuhan Pengelolaan BMN Lingkup BPBAP Takalar
DEFINISI
Suatu ukuran yang menggambarkan tingkat kepatuhan dalam pengelolaan BMN lingkup Unit Eselon I telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Formula Perhitungan :
Tingkat kepatuhan pengelolaan BMN Unit Eselon I diukur berdasarkan jumlah nilai dari beberapa unsur berikut:
1) Tingkat pemanfaatan Rencana Kebutuhan BMN (RKBMN) Tahun 2020 (bobot 10%);
2) Tersedianya usulan penetapan status penggunaan BMN untuk pengadaan belanja modal hingga triwulan 4 tahun 2020 baik ke pengguna barang dan pengelola barang (bobot 25%);
3) Tingkat penyelesaian inventarisasi dan penilaian kembali (revaluasi aset) Tahun 2017-2019 (bobot 20%);
4) Pemanfaatan BMN hasil pengadaan belanja modal tahun 2020 di dukung Berita Acara Serah Terima (BAST)/Berita Acara Pemakaian (bobot 25%);
Penyusunan Laporan BMN (Semesteran dan Tahunan) secara tepat waktu (bobot 20%).
SATUAN PENGUKURAN Nilai
JENIS ASPEK TARGET Kualitas/Mutu
TINGKAT VALIDITAS IKU Lag output
UNIT/PIHAK PENANGGUNG JAWAB IKU Subkoordinator TU dan BMN BPBAP Takalar SUMBER DATA Hasil Perhitungan dari Inspektorat Jenderal KKP
STATUS DATA Hasil Perhitungan raw data
JENIS PERHITUNGAN DATA Nilai posisi akhir
METODE CASCADING Komponen Pembentuk
POLARISASI Maximize
PERIODE PELAPORAN Tahunan
TABEL DATA TARGET Realisasi
2020
Target 2021
Target 2022
Target 2023
Target 2024
- 72,5 75 75 80