• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2020"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

2020

Tinggal Hermawan, S.Pi., M.Si

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, DJPB

(2)

PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA

TAHUN 2020 - 2024

(3)

AMANAT PRESIDEN, MENTERI KP

DAN RPJMN 2020-2024

VISI PRESIDEN

AMANAT PRESIDEN

KEPADA MENTERI KP

MAJOR PROJECT

(DOKUMEN RPJMN

2020-2024)

”Menyambungkan

infrastruktur dengan

kawasan produksi rakyat:

Industri kecil, ekonomi

khusus, pariwisata,

persawahan, perkebunan,

tambak perikanan

Jumlah Klaster Kawasan

Perikanan Budidaya

Memperkuat Komunikasi

& Kolaborasi dengan

Stakeholders Perikanan

Perikanan Budidaya

Dioptimalkan dan

Diperkuat

Revitalisasi Tambak di

Kawasan Sentra Produksi

Udang dan Bandeng

Meningkatnya Produksi

Perikanan Budidaya (Ikan

Menjadi 10,32 Juta Ton)

(Produksi Dilokasi

Revitalisasi Udang Naik

(4)

15,634,093 16,002,319 16,114,991 15,769,271 16,330,523 17,900,000 19,455,000 22,795,000 24,080,000 29,904,000 5,000,000 10,000,000 15,000,000 20,000,000 25,000,000 30,000,000 35,000,000 2 015 2 016 2 017 2018* 2019** Realisasi Sasaran 102,422 117,304 127,939 134,013 144,795 204,017 214,523 226,851 238,641 250,058 -50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 2015 2016 2017* 2018** 2019***

PDB SUBSEKTOR PERIKANAN BUDIDAYA *) PDB SUBSEKTOR PERIKANAN (HARGA KONSTAN)

KINERJA PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN 2015 – 2019

Sasaran dan Realisasi Perikanan

Budidaya Tahun 2015-2019

• Selama kurun waktu 2015-2019, volume

produksi ikan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10,25% per tahun dari 4,3 juta ton (2015) menjadi 6,4 juta ton (2019). Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain udang (14,8%), kerapu (126%), lele (15,8%), nila (9,2%), dan gurame (24,7%)

• Produksi rumput laut dari 11,26 juta ton (2015) menjadi 9,91 juta ton (2019).

Share PDB Perikanan Budidaya

2015-2019

• Kinerja ekonomi perikanan budidaya nasional

dari tahun 2015-2018 menunjukkan

peningkatan yang positif. Perikanan budidaya

mampu mendongkrak kinerja ekonomi

perikanan nasional

• Share perikanan budidaya tahun 2019

mencapai 57,9% terhadap total PDB Perikanan

(5)

2,997,062.00 3,021,490.00 3,298,751.00 3,385,950.00 3,621,343 1,699,610.41 1,900,820.65 2,060,315.09 2,264,676.18 2,450,000 99.66 98.96 99.08 100.80 102.09 106.67 108.62 110.23 113.26 115.18 90.00 95.00 100.00 105.00 110.00 115.00 120.00 500,000.00 1,000,000.00 1,500,000.00 2,000,000.00 2,500,000.00 3,000,000.00 3,500,000.00 4,000,000.00 2015 2016 2017 2018 2019 Rata-rata Pendapatan Pembudidaya ikan UMR rata rata nasional

NTPi NTUPi

• Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mengalami kenaikan rata-rata 0,6% per tahun. Sejak tahun 2018, rata-rata NTPi selalu diatas 100, yaitu 100,8 pada 2018 dan 102,09 pada 2019. Hal ini

menunjukkan adanya perbaikan

struktur ekonomi masyarakat

pembudidaya ikan khususnya perbaikan daya beli para pembudidaya ikan kecil. • Nilai Tukar Usaha Perikanan Budidaya

Ikan (NTUPi) mengalami kenaikan rata-rata 1,93% per tahun. Pada tahun 2019, NTUPi mencapai 115,18. Hal tersebut mengindikasikan bahwa usaha budidaya ikan semakin efisien dan memberikan keuntungan yang lebih baik

• Rata-rata pendapatan pembudidaya

meningkat sebesar 4,89% per tahun.

Pada tahun 2019, pendapatan

pembudidaya ikan mencapai Rp 3,6

juta/bulan/orang, jauh lebih besar

dibandingkan dengan UMR Nasional sebesar Rp. 2,45 Juta/bulan/orang

(6)

ISU DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

DI MASA DATANG

Perlambatan

Ekonomi Global

Pertumbuhan ekonomi

dunia mengalami

penurunan, neraca

perdagangan defisit

.

Stunting

Gizi buruk dan ancaman

perlambatan tumbuh

kembang fisik &

kecerdasan anak

Pengangguran

Meningkat karena

keterbatasan lapangan

pekerjaan

Ikan, Udang, dan Rumput

Laut menjadi komoditas

perikanan yang mempunyai

nilai ekonomis dan daya

saing tinggi di pasar global.

Peningkatan Ekspor

Perikanan budidaya menjadi

andalan untuk ketahanan

pangan nasional,

menyediakan pangan

bergizi

Ketahanan Pangan

Inovasi teknologi dan pemanfaatan digitalisasi ekonomi perikanan budidaya membuka lapangan pekerjaan baru & milenial

(7)

IKU DJPB 2020

Produksi Ikan 7,45 juta ton

Produksi Rumput Laut

10,99 juta ton

Ikan Hias 1,87 miliar ekor

NTPi 101

NTUPi 115

Pendapatan 3,7 juta/bulan

2020

IKU DJPB 2024

Produksi Ikan 10,32 juta ton

Produksi Rumput Laut 12,33

juta ton

Ikan Hias 2,33 miliar ekor

NTPi 105

NTUPi 120

Pendapatan 4,1 juta/bulan

INDIKATOR PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA 2020 - 2024:

(PERPRES NO 18/2020 : RPJMN 2020-2024)

(8)

INDIKATOR PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA 2020 - 2024:

(PERPRES NO 18/2020 : RPJMN 2020-2024)

(9)

KONSEP DAN PRINSIP PEMBANGUNAN PERIKANAN

BUDIDAYA

PERUBAHAN PARADIGMA PEMBANGUNAN PB DARI HANYA BERORIENTASI PADA PENINGKATAN PRODUKSI MENJADI BERORIENTASI PADA PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA YANG BERKELANJUTAN DAN BERDAYA SAING DENGAN MEMPERTIMBANGKAN POTENSI DAYA DUKUNG

(10)

STRATEGI PEMBANGUNAN PERIKANAN BUDIDAYA

2020-2024

• Produksi

komoditas

unggulan

domestik

dan

ekspor

• Penyediaan input produksi

yang efisien

• Revitalisasi sarpras produksi

perbenihan

&

sistem

logistik perbenihan

• Inovasi, diseminasi, dan

pendampingan teknologi

• Sertifikasi

perikanan

budidaya

• Perlindungan

usaha

pembudidaya skala kecil

• Peningkatan

kompetensi

SDM & kelembagaan

• Sertifikasi

lahan

pembudidaya

• Fasilitasi permodalan dan

stimulus usaha

• Keterlibatan

peran

perempuan & milenial

• Klaster kawasan komoditas

unggulan

• Penyediaan infrastruktur

• Lahan dan air berbasis daya

dukung lingkungan

• Pemanfaatan

perairan

umum berkelanjutan

• Perlindungan

lingkungan

dan kesehatan ikan dan

lingkungan

• Harmonisasi regulasi yang menghambat

• Penyederhanaan perizinan di Pusat dan Daerah

• Integrasi dan kerjasama program, kegiatan. dan pendanaan lintas sektor

(11)

KEBIJAKAN KAWASAN DAN KESEHATAN

IKAN

(12)

12

1

PENYAKIT

PERMASALAHAN BUDIDAYA

12

2

INFRASTRUKTUR

3

LINGKUNGAN

4

SUMBER DAYA MANUSIA

5

INDUK DAN BENIH

(13)

KEBIJAKAN KAWASAN DAN KESEHATAN IKAN

PENGELOLAAN KAWASAN

DAN KESEHATAN IKAN

DALAM RANGKA

MENDUKUNG

PENINGKATAN PRODUKSI

PERIKANAN BUDIDAYA

YANG MANDIRI, BERDAYA

SAING DAN

BERKELANJUTAN

Sarana dan Prasarana (Excavator, PITAP, Pompa dan Kincir)

Pengendalian HPI (Monitoring, Biosekuriti, dan Vaksinasi)

Pengendalian Residu

Penataan Kawasan (Kluster)

(14)

MENGAPA IKAN HARUS DI VAKSIN ???

“Vaksin mampu meningkatkan kekebalan

tubuh

secara

aktif

terhadap

serangan

penyakit”

• Aman bagi ikan, lingkungan perairan dan konsumen;

• Vaksin harus spesifik untuk pathogen tertentu;

• Vaksin harus dapat melindungi ikan (protective

duration) dalam waktu

yang

lama,

minimal

selama periode pemeliharaan (siklus produksi);

• Mudah didapat, aplikatif dan ekonomis;

• Terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

PERSYARATAN VAKSIN YANG IDEAL

(15)

Meningkatkan daya tahan tubuh (spesifik dan non

spesifik);

Dapat digunakan untuk induk, benih dan ikan

konsumsi;

Efektivitas dapat tinggi dan lama;

Dapat ditingkatkan dan diperpanjang daya

tahannya dengan ajuvan, buster;

Dapat dilakukan dengan berbagai cara (suntik,

rendam, oral, hiperosmotik);

(16)

RENCANA AKSI

GERAKAN VAKSINASI IKAN (GERVIKAN)

Aktivitas:

2

3

Tujuan:

Meningkatkan kesadaran akan manfaat serta memasyarakatkan

penggunaan vaksin secara nasional dalam rangka pencegahan

penyakit serta peningkatan produksi vaksin dalam negeri

1

• Pengadaan Vaksin sebanyak 53.838 Botol selama tahun 2009 – 2015

• Penyediaaan Tenaga Vaksinator Bersertifikat sebanyak > 170 Orang

yang tersebar di 34 Provinsi ;

• Sosialisasi Vaksinasi kepada Pembudidaya Ikan di 34 Provinsi

Hasil Evaluasi:

• Sangat dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya;

• Vaksin mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (SR)

hingga 95 %;

• Mulai tahun 2016 telah banyak pembudidaya yang aktif melakukan

vaksinasi seara mandiri.

(17)

Banyaknya Vaksin Hasil

Riset yang Belum

Diproduksi Massal  Belum

Adanya Payung Hukum

yang Mengatur Kerjasama

Riset Vaksin dengan

Produsen Vaksin

Sebagian Besar Vaksin

yang Beredar dan

Terdaftar di Indonesia

Merupakan Vaksin Impor

 Harga Mahal

Masih Terbatasnya Jenis

dan Jumlah Vaksin di

Indonesia  Sulit Didapat

Oleh Pembudidaya

(18)

1. Membangkitkan

Kembali

Program

Gervikan

di

Indonesia;

2. Segera Menyusun Payung Hukum, Sehingga Vaksin

Hasil Riset Dapat Segera Diproduksi Secara Massal;

3. Mendorong Riset Kelautan dan Perikanan untuk

Mengembangkan Vaksin untuk Penyakit Ikan Penting

di Indonesia;

4. Melibatkan UPT Ditjen Perikanan Budidaya untuk

Memproduksi Vaksin Hasil Riset dalam Upaya

Penyediaan Bantuan Vaksin kepada Pembudidaya.

(19)

DIREKTORAT KAWASAN DAN KESEHATAN IKAN

Gedung Mina Bahari IV Lantai 6

Referensi

Dokumen terkait

1a : Kelompok masyarakat, kelompok masyarakat hukum adat, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan atau lembaga keagamaan mengajukan permohonan secara online

Jumlah bantuan sarana prasarana perikanan budidaya dan percontohan perikanan budidaya bidang produksi dan usaha (unit). 551

dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Sarana dan Prasarana

Mekanisme penyaluran bantuan pembayaran premi APPIK mulai dari pengusulan/permohonan, penetapan Pembudi Daya Ikan Kecil Penerima Bantuan Pemerintah Premi APPIK,

Guna mengukur keberhasilan pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan,

bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan bantuan sarana dan prasarana berbasis kelembagaan, perlu meninjau kembali Peraturan Direktur Jenderal Perikanan

Telah menerima barang Bantuan Prasarana dan Sarana Budidaya Berbasis Kelembagaan Tahun Anggaran 2017 dari Satker Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya, Direktorat Jenderal

Kegiatan prioritas bantuan benih merupakan kegiatan UPT kepada Kelompok Pembudidaya Ikan. Petunjuk teknis kegiatan bantuan benih ikan ini diharapkan mampu