• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA

PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 363/PER-DJPB/2020

TENTANG PETUNJUK TEKNIS

BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL

TAHUN 2021

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA

DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10 ayat (4) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Jaminan Perlindungan Atas Risiko kepada Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan

Petambak Garam, perlu mengatur bantuan

pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara

(2)

Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Nomor 5073);

2. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 337, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5618);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5870);

4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33);

5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan

atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor

168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1746);

6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Jaminan Perlindungan atas Risiko Nelayan, Pembudi Daya lkan, dan Petambak Garam (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 907);

7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum Dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2153) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 60/PERMEN-KP/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan

(3)

Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1777);

8. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 220), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/PERMEN-KP/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 317);

9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42/PERMEN-KP/2019 tentang Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1314);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL TAHUN 2021.

Pasal 1

Petunjuk Teknis Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021 dipergunakan sebagai acuan dalam rangka melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil.

Pasal 2

Petunjuk Teknis Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 tercantum dalam Lampiran I dan II

(4)

yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.

Pasal 3

Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 14 Desember 2020 DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.

SLAMET SOEBJAKTO

(5)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pembudi Daya Ikan kerap menghadapi berbagai ancaman risiko di lapangan, antara lain bencana alam, perubahan iklim, dan wabah penyakit ikan. Dampak dari serangan tersebut dapat menyebabkan daya saing dan motivasi Pembudi Daya Ikan menjadi menurun. Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil (APPIK) diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang menimpa Pembudi Daya Ikan, sehingga memiliki daya saing yang semakin baik. Selain itu perlindungan Pembudi Daya Ikan merupakan amanat yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam khususnya pelaksanaan strategi perlindungan melalui asuransi usaha. Untuk mendorong kesejahteraan Pembudi Daya Ikan secara berkelanjutan, diperlukan perlindungan terhadap risiko yang dihadapi dalam usaha pembudidayaan ikan.

Asuransi Perikanan bagi Pembudi daya Ikan Kecil diharapkan mampu melindungi Pembudi Daya Ikan dari risiko kerugian nilai ekonomi usaha akibat gagal panen, sehingga pembudi daya ikan tetap memiliki modal kerja untuk penebaran siklus berikutnya. Selain itu dengan adanya asuransi perikanan diharapkan usaha pembudidayaan ikan semakin diminati lembaga pembiayaan, karena sudah terdapat mitigasi risiko kegagalan usaha.

B. Tujuan

Kegiatan bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil dilaksanakan dalam rangka mendukung IKU luasan usaha budidaya yang dilindungi asuransi untuk kelangsungan usahanya. Tujuan bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil adalah:

LAMPIRAN I

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 363/PER-DJPB/2020

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL TAHUN 2021

(6)

1. tersalurkannya premi asuransi perikanan bagi 5.000 (lima ribu) orang Pembudi Daya Ikan Kecil yang melakukan usaha pembesaran udang, bandeng, nila, patin, dan lele dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana; dan

2. memberikan jaminan perlindungan atas risiko yang dialami oleh Pembudi Daya Ikan Kecil dalam usaha pembudidayaan ikan.

Sasaran pemberian bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil adalah menumbuhkan kesadaran Pembudi Daya Ikan Kecil untuk berasuransi.

Indikator keberhasilan dalam pemberian bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil adalah:

1. tersalurkannya bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil yang tepat sasaran; dan

2. terlaksananya kepastian manfaat asuransi bagi Pembudi Daya Ikan Kecil.

C. Pengertian

Dalam petunjuk teknis ini, yang dimaksud dengan:

1. Pembudi Daya Ikan adalah setiap orang yang mata pencahariannya melakukan pembudidayaan ikan air tawar, ikan air payau, dan ikan air laut.

2. Pembudi Daya Ikan Kecil adalah Pembudi Daya Ikan yang melakukan pembudidayaan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 3. Asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi sebagai

Penanggung dan Pembudi Daya Ikan sebagai tertanggung, dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung atas terjadinya risiko yang dipertanggungkan.

4. Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil yang selanjutnya disebut APPIK adalah perjanjian antara Pembudi Daya Ikan Kecil dan pihak perusahaan Asuransi untuk mengikatkan diri dalam pertanggungan risiko pembudidayaan ikan.

5. Pembudi Daya Ikan Kecil Calon Penerima Bantuan Pembayaran Premi APPIK adalah Pembudi Daya Ikan Kecil yang telah diidentifikasi dan diusulkan sebagai calon penerima bantuan.

(7)

6. Pembudi Daya Ikan Kecil Penerima Bantuan Pembayaran Premi APPIK adalah Pembudi Daya Ikan Kecil yang ditetapkan sebagai penerima bantuan.

7. Teknologi Sederhana adalah teknologi pembudidayaan ikan dengan cara, antara lain, menggunakan pakan alami atau pakan buatan dan padat tebar rendah, sesuai Standar Nasional Indonesia.

8. Risiko adalah ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa yang dapat mengakibatkan Pembudi Daya Ikan mengalami gagal usaha.

9. Sarana Pembudidayaan Ikan adalah benih/benur, pakan, pupuk, obat ikan, kolam, dan tambak.

10. Tertanggung adalah Pembudi Daya Ikan Kecil yang mengalihkan risiko kepada Penanggung, yang berkewajiban membayar Premi Asuransi Perikanan sebagai harga risiko dan mendapatkan hak mengajukan tuntutan/klaim Manfaat Pertanggungan jika Pembudi Daya Ikan mengalami risiko yang dijamin dalam Polis Asuransi Perikanan.

11. Penanggung adalah Perusahaan Asuransi yang menerima pengalihan risiko dari Tertanggung, menerbitkan Polis Asuransi Perikanan, ikhtisar, dan Kartu Asuransi Perikanan serta menerima Premi Asuransi Perikanan, dan berkewajiban membayar tuntutan Manfaat Pertanggungan yang dijamin Polis jika terjadi risiko.

12. Ahli Waris adalah orang yang berhak menerima Manfaat Pertanggungan berupa uang dari peninggalan waris dari orang yang meninggal dunia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

13. Premi Asuransi Perikanan adalah sejumlah nilai uang yang ditetapkan oleh Penanggung dan dibayar oleh Tertanggung sebagai syarat sahnya perjanjian Asuransi Perikanan dan memberikan hak kepada Tertanggung untuk menuntut Manfaat Pertanggungan.

14. Bantuan Pemerintah Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil adalah bantuan pembayaran Premi Asuransi yang diberikan oleh Pemerintah kepada Tertanggung.

15. Manfaat Pertanggungan adalah santunan sejumlah uang yang diberikan kepada tertanggung dalam hal terjadi kerugian atas risiko usaha pembudidayaan ikan yang secara langsung disebabkan oleh bencana alam dan/atau wabah penyakit ikan.

16. Polis Asuransi Perikanan adalah dokumen perjanjian perikatan antara Tertanggung dan Penanggung, ditandatangani oleh Penanggung, yang memuat antara lain hak dan kewajiban masing-masing dan merupakan bukti tertulis adanya perjanjian Asuransi Perikanan.

(8)

17. Ikhtisar Polis adalah lembar pada polis yang berisi informasi antara lain tentang tertanggung, pokok-pokok pertanggungan, harga pertanggungan, dan premi asuransi.

18. Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil adalah kartu yang dikeluarkan oleh Penanggung yang diberikan kepada tertanggung sebagai bukti kepesertaan asuransi.

19. Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan, yang selanjutnya disebut Kartu Kusuka adalah identitas tunggal Pelaku Utama kelautan dan perikanan.

20. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang mempunyai tugas teknis di bidang Perikanan Budidaya.

21. Direktur adalah Direktur yang mempunyai tugas teknis di bidang Produksi dan Usaha Budidaya.

22. Direktorat adalah Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya.

23. Dinas Provinsi adalah satuan kerja perangkat daerah di Provinsi yang membidangi urusan kelautan dan perikanan.

24. Dinas Kabupaten/Kota adalah satuan kerja perangkat daerah di Kabupaten/Kota yang menangani bidang perikanan.

25. Kelompok Kerja Pusat yang selanjutnya disebut Pokja Pusat adalah pelaksana kegiatan bantuan pembayaran Premi Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil di pusat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya.

(9)

BAB II

PEMBERI, BENTUK, RINCIAN JUMLAH, PERSYARATAN PENERIMA, TATA KELOLA PENCAIRAN BANTUAN, DAN PENYALURAN BANTUAN A. Pemberi Bantuan

Pemberi bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil tahun 2021 adalah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Satuan Kerja Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya. B. Bentuk Bantuan

Bantuan yang diberikan adalah pembayaran premi asuransi perikanan selama 1 (satu) tahun untuk Pembudi Daya Ikan Kecil yang telah memenuhi persyaratan.

C. Rincian Jumlah Bantuan

Bantuan pembayaran premi asuransi perikanan tahun 2021 memberikan jaminan perlindungan bagi 5.000 (lima ribu) orang Pembudi Daya Ikan Kecil yang melakukan usaha pembesaran udang, bandeng, nila, patin, dan lele di kolam dan/atau tambak dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana.

1. Premi Asuransi Perikanan dan Harga Pertanggungan

Dalam bantuan pembayaran premi asuransi perikanan, premi dan harga pertanggungan ditetapkan untuk tiap Pembudi Daya Ikan Kecil per tahun. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan nilai maksimum santunan. Perhitungan premi dan harga pertanggungan sebagaimana tercantum pada Tabel 1, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. jika luas total lahan yang diasuransikan merupakan kelipatan dari luas lahan sebagaimana ditentukan dalam tabel (a) atau luas total lahan yang diasuransikan lebih dari luas lahan sebagaimana ditentukan dalam tabel (a) dengan proporsi telah mencapai ≥ 50% (lima puluh persen), maka nilai premi dan harga pertanggungan berlaku kelipatan dari nilai yang tercantum dalam tabel (c).

b. jika luas total lahan yang diasuransikan sesuai batas minimal luas total lahan sebagaimana tercantum dalam tabel (d), maka nilai premi dan harga pertanggungan tetap dihitung sesuai nilai pada tabel (c).

(10)

Tabel 1. Ketentuan Premi dan Harga Pertanggungan

2. Risiko yang Dijamin

APPIK memberikan jaminan atas hilang atau rusaknya sarana pembudidayaan ikan antara lain benih/benur, pakan, pupuk, obat ikan, dan kolam/tambak yang menyebabkan kerugian atau kegagalan pada usaha pembudidayaan ikan. Kerugian atau kegagalan usaha tersebut disebabkan oleh faktor berikut:

a. bencana alam yaitu kejadian tidak terduga yang disebabkan oleh perubahan kondisi alam antara lain banjir, tanah longsor, erupsi, gempa bumi, tsunami, dan angin topan, dan/atau

b. wabah penyakit ikan yaitu kejadian serangan penyakit ikan yang menyerang pada proses usaha budidaya.

3. Ganti Rugi (Santunan)

Santunan diberikan kepada penerima bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil apabila terjadi kerugian atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam dan/atau wabah penyakit ikan sehingga menimbulkan kehilangan, kematian, dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan ikan mencapai ≥ 50% (lima puluh persen). Batas maksimal pengajuan klaim untuk mendapatkan santunan akibat kerugian atau kegagalan usaha adalah sesuai dengan periode siklus untuk masing-masing komoditas, sebagamaimana tercantum dalam Tabel 1.

No. Komoditas Dasar Penentuan Batas Minimal Luas Total Lahan (d) Batas Maksimal Luas Total Lahan (e) Premi dan Harga Pertanggungan/ Siklus (a) Rata-Rata Siklus Per Tahun/Batas Maksimal Klaim (b) Premi dan Harga Pertanggungan Per Tahun (c) = (a x b)

1. Patin Rp/Per 250 M² 2 Siklus Rp. X Siklus 125 M² 2 hektar

2. Nila (air tawar) Rp/Per 200 M² 3 Siklus Rp. X Siklus 100 M² 2 hektar

3. Lele (kolam

tanah/terpal) Rp/Per 200 M² 3 Siklus Rp. X Siklus 100 M

2 2 hektar

4. Nila (air payau) Rp/Per 1 Hektar 2 Siklus Rp. X Siklus 0,2 Hektar 5 hektar

5. Bandeng Rp/Per 1 Hektar 2 Siklus Rp. X Siklus 0,2 Hektar 5 hektar

6. Udang Vaname

atau Windu Rp/Per 1 Hektar 3 Siklus Rp. X Siklus 0,2 Hektar 5 hektar

7. Polikultur antara udang, bandeng, nila dan komoditas payau atau rumput laut

(11)

4. Jangka Waktu Pertanggungan

Polis Asuransi Perikanan diterbitkan untuk 1 (satu) tahun dengan jangka waktu pertanggungan mulai berlaku sesuai tanggal yang tercantum pada Ikhtisar Polis yang diterbitkan oleh Penanggung.

D. Persyaratan Penerima Bantuan 1. Persyaratan Penerima

Persyaratan penerima bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil yaitu:

a. terdaftar dalam database Kartu Kusuka yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan;

b. diutamakan Pembudi Daya Ikan Kecil yang unit usahanya sudah mempunyai sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik;

c. Pembudi daya ikan kecil yang melakukan pembudidayaan ikan yaitu usaha pembesaran udang, bandeng, nila, patin, dan lele di kolam dan/atau tambak dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana, dengan kriteria luas lahan:

1) paling luas 2 (dua) hektar untuk ikan air tawar; 2) paling luas 5 (lima) hektar untuk ikan air payau.

d. memiliki rekening tabungan atau sanggup membuka rekening tabungan;

e. bukan Kepala Desa, pegawai Kelurahan, ASN, TNI/Polri, Anggota Legislatif, dan Penyuluh/PPB;

f. tidak pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota atau pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, namun polis asuransinya telah berakhir masa berlakunya atau jenis risiko yang dijamin berbeda; dan

g. patuh pada ketentuan yang tercantum dalam Polis Asuransi Perikanan.

2. Persyaratan Lokasi

Lahan usaha pembudidayaan ikan yang dijamin oleh Asuransi adalah lahan yang operasional untuk usaha pembesaran ikan.

(12)

E. Tata kelola

1. Organisasi Pelaksana

Dalam pelaksanaan kegiatan bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil diperlukan organisasi pelaksana guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Organisasi pelaksana dimaksud meliputi Kementerian (Direktorat), Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, petugas pendamping, dan Penanggung.

a. Direktorat

Direktorat mempunyai tugas:

1) melakukan koordinasi dengan Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota;

2) melakukan sosialisasi kegiatan bersama-sama dengan Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota kepada petugas pendamping dan Pembudi Daya Ikan;

3) melakukan proses pengadaan barang dan jasa dalam rangka penetapan Penanggung;

4) melakukan input data ke laman www.satudata.kkp.go.id;

5) melakukan penetapan penerima bantuan pembayaran premi APPIK;

6) melakukan pembinaan dan pemantauan baik kepada Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota serta Penanggung; dan

7) menyusun laporan pelaksanaan kegiatan untuk disampaikan kepada Direktur Jenderal.

b. Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota 1) Dinas Provinsi mempunyai tugas:

a) mendukung kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan bantuan pembayaran premi APPIK;

b) membuat rekapitulasi daftar calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Cq. Direktur Produksi dan Usaha Budidaya; dan

c) melakukan sosialisasi kegiatan bersama-sama dengan Direktorat dan Dinas Kabupaten/Kota kepada petugas pendamping dan pembudi daya ikan.

(13)

2) Dinas Kabupaten/Kota

Dinas Kabupaten/Kota mempunyai tugas:

a) melakukan pendataan/inventarisasi/identifikasi calon Pembudi Daya Ikan Kecil dan calon lokasi untuk calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK;

b) membuat rekapitulasi daftar calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK dan menyampaikan kepada Direktur Jenderal Cq. Direktur Produksi dan Usaha Budidaya;

c) melakukan pendampingan kepada Pembudi Daya Ikan Kecil dan/atau melakukan input data dalam hal pengajuan permohonan bantuan melalui laman www.satudata.kkp.go.id; d) melakukan verifikasi Pembudi Daya Ikan Kecil Calon

Penerima Bantuan Pembayaran Premi APPIK bersama-sama Penanggung;

e) membuat Surat Pernyataan Komitmen Kepala Dinas yang membidangi Perikanan Kabupaten/Kota (Formulir-3);

f) melakukan sosialisasi kegiatan bersama-sama dengan Direktorat dan Dinas Provinsi kepada petugas pendamping dan Pembudi Daya Ikan; dan

g) melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan.

c. Penyuluh Perikanan

Penyuluh perikanan mempunyai tugas:

1) melakukan pendampingan kepada Pembudi Daya Ikan Kecil dan/atau melakukan input data dalam hal pengajuan permohonan bantuan melalui laman www.satudata.kkp.go.id; 2) melakukan verifikasi Pembudi Daya Ikan Kecil Calon Penerima

Bantuan Pembayaran Premi APPIK bersama-sama Penanggung; dan

3) melakukan pendampingan kepada Pembudi Daya Ikan Kecil dalam pelaksanaan kegiatan.

d. Penanggung

Penanggung mempunyai tugas:

1) melaksanakan perjanjian bantuan pembayaran premi APPIK sesuai dengan nilai, jumlah, penerima, waktu, dan penyaluran pertanggungan kepada Pembudi Daya Ikan Kecil Penerima Bantuan Pembayaran Premi APPIK;

(14)

2) melalukan verifikasi Pembudi Daya Ikan Kecil Calon Penerima Bantuan Pembayaran Premi APPIK bersama-sama Dinas;

3) melakukan koordinasi dengan Direktorat dan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota;

4) melakukan sosialisasi kegiatan bersama-sama dengan Direktorat dan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota;

5) menerbitkan polis induk, polis realisasi, dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil termasuk pendistribusiannya ke Dinas Kabupaten/Kota serta melaksanakan pembayaran klaim Tertanggung;

6) menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan bantuan pembayaran premi APPIK setiap bulan, yang dilengkapi dengan fotokopi tanda bukti pembayaran manfaat kepada Direktur Jenderal.

2. Mekanisme Pencairan Dana Bantuan Pembayaran Premi APPIK

Mekanisme pencairan bantuan pembayaran Premi APPIK secara rinci akan diatur di dalam kontrak. Mekanisme pencairan bantuan pembayaran premi APPIK sebagaimana terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Mekanisme Pencairan Bantuan Pembayaran Premi APPIK

DIREKTUR (PPK) PENYEDIA/ PENANGGUNG PEJABAT/PANITIA PEMERIKSA/ PENERIMA HASIL PEKERJAAN

PEJABAT PENANDA TANGAN SURAT PERINTAH MEMBAYAR (PPSPM)

KPPN

YA/TIDAK (2) Berita Acara Hasil Pemeriksaan

(5) Perintah Pemeriksaan Berkas Tagihan (1) Permohonan Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (6) Pengajuan SPM (1) Perintah Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (4) Penagihan Pembayaran (3) Informasi Hasil Pemeriksaan (7) SP2D

(15)

Berdasarkan Gambar 1, mekanisme pencairan bantuan pembayaran premi APPIK sebagai berikut:

(1) Penanggung mengajukan permohonan pemeriksaan hasil pekerjaan kepada PPK, selanjutnya PPK memerintahkan Pejabat Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas tersebut dari Penanggung.

(2) Laporan hasil pemeriksaan pekerjaan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa/Penerima Hasil Pekerjaan, baik yang dinyatakan lengkap maupun tidak lengkap akan dilaporkan kepada PPK dalam bentuk Berita Acara Hasil Pemeriksaan.

(3) PPK akan menyampaikan informasi hasil pemeriksaan pekerjaan kepada Penanggung untuk selanjutnya Penanggung harus melengkapi dokumen kekurangan atau mengajukan tagihan pembayaran premi asuransi.

(4) Penanggung mengajukan berkas penagihan pembayaran premi asuransi kepada PPK. Besarnya nilai tagihan tersebut didasarkan pada perkembangan jumlah Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil dan Polis Realisasi yang telah diterbitkan dan diserahterimakan kepada Dinas Kabupaten/Kota.

(5) PPK memerintahkan Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk memeriksa berkas tagihan dari Penanggung. Berkas tagihan harus melampirkan:

1) Surat penagihan pembayaran premi; 2) Berita Acara Serah Terima (BAST); 3) Kuitansi tagihan; dan

4) Berita acara pembayaran.

(6) Hasil pemeriksaan Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) akan dipergunakan sebagai dasar pengajuan SPM kepada KPPN. SPM yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat SPM selanjutnya disampaikan kepada KPPN.

(7) Dalam pembayaran terhadap tagihan tersebut, PPK melalui Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) akan mencairkan anggaran dengan cara mentransfer melalui rekening Penanggung yang besar nilainya sesuai dengan yang tertera dalam Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

(16)

F. Penyaluran Bantuan Pembayaran Premi APPIK

Mekanisme penyaluran bantuan pembayaran premi APPIK mulai dari pengusulan/permohonan, penetapan Pembudi Daya Ikan Kecil Penerima Bantuan Pemerintah Premi APPIK, penerbitan polis dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil, sampai dengan penyaluran bantuan pembayaran premi APPIK untuk dan atas nama Pembudi Daya Ikan Kecil melalui perusahaan asuransi pelaksana (Penanggung), secara rinci dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Mekanisme Penyaluran Bantuan Pembayaran Premi APPIK Berdasarkan Gambar 2, mekanisme penyaluran bantuan pembayaran premi APPIK sebagai berikut:

(1) Pembudi Daya Ikan Calon Penerima Bantuan Pemerintah Premi APPIK mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau melalui Dinas Kabupaten/Kota atau melalui laman www.satudata.kkp.go.id. Dalam hal calon penerima bantuan/penerima bantuan tidak mampu mengakses laman sebagaimana dimaksud, mekanisme pengajuan bantuan dapat dilakukan secara manual dan dapat difasilitasi oleh Direktorat/Dinas/Penyuluh untuk melakukan input data ke dalam laman www.satudata.kkp.go.id;

(2) Direktorat melakukan verifikasi dan validasi calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK;

(17)

(3) Berdasarkan kontrak antara PPK dan Penanggung, maka Penanggung akan menerbitkan Polis Induk. Tata cara penerbitan Polis Induk akan diatur tersendiri di dalam kontrak;

(4) Penanggung berkoordinasi dengan Direktorat untuk mendapatkan data calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK, selanjutnya Penanggung dan Dinas melakukan verifikasi. Hasil verifikasi dicantumkan dalam Berita Acara (Formulir-2) yang selanjutnya disampaikan kepada Direktur.

(5) Direktorat melakukan validasi terhadap Berita Acara yang disampaikan. Selanjutnya berdasarkan hasil validasi, Direktur selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan penerima bantuan pembayaran Premi Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil dan disahkan oleh Direktur Jenderal selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA);

(6) Penanggung menerbitkan Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil sesuai dengan Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil;

(7) Penanggung menyampaikan Polis Realisasi dan fotokopi Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil kepada Direktur dengan melampirkan Berita Acara Serah Terima (BAST), sebagaimana Formulir-4;

(8) Penanggung mendistribusikan/menyampaikan fotokopi Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil dalam bentuk cetak dan/atau salinan digital (soft copy) kepada Dinas Kabupaten/Kota atas nama Tertanggung yang dituangkan dalam BAST (Formulir 5). Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil yang diterbitkan memuat secara singkat hal-hal penting terkait nama peserta, jangka waktu pertanggungan, risiko yang dijamin, manfaat asuransi, serta kontak klaim (atau disesuaikan dengan kapasitas pada Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil);

(9) Berdasarkan BAST yang didukung dengan dokumen lainnya, Penanggung mengajukan penagihan pembayaran Premi Asuransi Perikanan kepada Direktur selaku PPK.

(18)

BAB III

PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN, KETENTUAN PERPAJAKAN, SANKSI, DAN PELAPORAN

A. Pertanggungjawaban Bantuan

1. Alur pertanggungjawaban bantuan pembayaran premi APPIK, sebagai berikut:

a. setelah kontrak bantuan pembayaran premi APPIK ditandatangani oleh PPK dan Penanggung, selanjutnya Penanggung menerbitkan Polis Induk.

b. Direktorat melakukan validasi terhadap Berita Acara Hasil Verifikasi, selanjutnya Direktur selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil dan disahkan oleh Direktur Jenderal selaku KPA; c. Penanggung menerbitkan dan mendistribusikan/menyampaikan

fotokopi Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil kepada Dinas Kabupaten/Kota atas nama Tertanggung, serta menyampaikan Polis Realisasi dan fotokopi Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil kepada Direktur paling lambat 60 (enam puluh) hari kerja.

2. Prosedur Penyelesaian Klaim

Jika terjadi risiko dalam jangka waktu pertanggungan pada lahan usaha pembudidayaan ikan yang diasuransikan, maka Tertanggung dapat melakukan pengajuan klaim kepada Penanggung, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. terjadi kerugian atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam dan/atau wabah penyakit ikan sehingga menimbulkan kehilangan, kematian, dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan ikan mencapai ≥ 50% (lima puluh persen).

b. Tertanggung mengambil langkah-langkah pengendalian yang dianggap perlu bersama-sama dengan petugas Dinas Kabupaten/Kota dan/atau Penyuluh untuk menghindari kerusakan sarana pembudidayaan yang lebih luas;

c. Tertanggung tidak diperkenankan menghilangkan bukti kehilangan dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan dan/atau kematian ikan dan membuat dokumentasi terkait bukti tersebut;

(19)

d. Tertanggung membuat laporan secara tertulis kepada Penanggung tentang terjadinya klaim (Formulir-6) paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak terjadinya risiko. Laporan dilengkapi dengan formulir data untuk kematian ikan yang disebabkan oleh wabah penyakit; e. Tertanggung atau ahli waris segera melaporkan dan menyiapkan

semua dokumen pendukung klaim dan mengirimkannya kepada Dinas setempat, untuk selanjutnya dokumen tersebut disampaikan oleh Dinas kepada Penanggung (Formulir-8) selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak terjadinya risiko;

f. dokumen pendukung klaim meliputi:

1) fotokopi KTP Tertanggung dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil;

2) asli/fotokopi surat keterangan terjadinya musibah dari Dinas setempat (Formulir-7) dengan melampirkan formulir klaim, formulir data (untuk klaim dengan penyebab wabah penyakit ikan) dan dokumentasi bukti kehilangan dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan dan/atau kematian ikan;

3) fotokopi buku rekening atas nama Tertanggung;

4) jika Tertanggung meninggal, santunan diberikan kepada Ahli Waris Tertanggung yang dibuktikan dengan dokumen tambahan yaitu asli/fotokopi legalisir Surat Keterangan Meninggal dan Pernyataan Ahli Waris yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.

g. berdasarkan laporan terjadinya klaim, penilaian ke lapangan oleh petugas asuransi didampingi oleh petugas Dinas dan/atau penyuluh dapat dilakukan secara sampling jika diperlukan;

h. Penanggung menerbitkan Berita Acara Keputusan Klaim dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah dokumen klaim diterima secara lengkap;

i. jika dalam waktu 3 (tiga) hari kerja sejak dokumen klaim diterima secara lengkap belum terbit Berita Acara Keputusan Klaim, maka Penanggung dinyatakan setuju terhadap klaim yang diajukan; j. dalam hal klaim disetujui, pembayaran santunan atas klaim

dilaksanakan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung mulai tanggal Berita Acara Keputusan Klaim;

k. pembayaran klaim dilaksanakan melalui pemindahbukuan ke rekening Tertanggung.

(20)

B. Ketentuan Perpajakan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 bahwa Penanggung dalam pekerjaan jasa perusahaan asuransi tidak dikenakan PPN dan PPh atas pembayaran premi dalam bantuan pembayaran Premi APPIK.

C. Sanksi

Apabila Penanggung melewati batas waktu yang telah ditetapkan dalam pendistribusian fotokopi Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil kepada Dinas Kabupaten/Kota atas nama Tertanggung, dan/atau pembayaran klaim kepada Tertanggung, maka Penanggung dikenakan denda 1o/oo (satu per seribu) setiap hari keterlambatan (lebih rinci akan diatur dalam kontrak).

Bagi penerima bantuan yang terbukti memberikan data tidak benar, akan dimasukkan dalam daftar hitam penerima bantuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

D. Monitoring dan Evaluasi

Direktur, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan bantuan pembayaran Premi APPIK mulai dari tahap pelaksanaan, penyaluran, dan pembayaran manfaat dengan melibatkan pihak Penanggung.

E. Pelaporan

1. Penanggung menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan bantuan pembayaran premi APPIK setiap bulan kepada Direktur Jenderal melalui Direktur;

2. Direktur Jenderal menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan pemberian bantuan pembayaran premi APPIK kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap 3 (tiga) bulan.

(21)

BAB IV PENUTUP

Sebagai wujud keberpihakan pemerintah dalam upaya melindungi Pembudi Daya Ikan Kecil dari risiko kegagalan usaha, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2021 mengimplementasikan bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil untuk usaha pembesaran udang, bandeng, nila, patin, dan lele di kolam dan/atau tambak dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana.

Dengan disusunnya Petunjuk Teknis Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021 diharapkan pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan baik

DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.

SLAMET SOEBJAKTO

(22)

DAFTAR FORMULIR

No. Isi Lampiran

1. Formulir 1 Daftar Calon Penerima Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil 2. Formulir 2 Berita Acara Hasil Verifikasi Calon Penerima Bantuan

Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021

3. Formulir 3 Surat Pernyataan Komitmen Kepala Dinas Perikanan Kabupaten/Kota

4. Formulir 4 Berita Acara Serah Terima (BAST) Polis Realisasi dan Fotokopi Kartu Peserta Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil

5. Formulir 5 Berita Acara Serah Terima (BAST) Fotokopi Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil

6. Formulir 6 Formulir Pelaporan Klaim

7. Formulir 7 Surat Keterangan Terjadinya Musibah (Dari Dinas) 8. Formulir 8 Formulir Pengajuan Klaim

Salinan sesuai dengan aslinya

LAMPIRAN II

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 363/PER-DJPB/2020

TENTANG

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL TAHUN 2021

DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.

(23)

Formulir-1 DAFTAR CALON PENERIMA BANTUAN PEMBAYARAN

PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL TAHUN 2021

Kabupaten/Kota :

Provinsi :

Keterangan: *) Hanya diisi 1 (satu) jenis komoditas

**) Dapat diisi lebih dari 1 (satu) nama pendamping

Tanggal/Bulan/Tahun

Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota...

(Nama/NIP)

No. Nama Tanggal Lahir

Data Pembudi Daya Ikan/Usaha Budidaya

Lampiran e-Kusuka /Status Kusuka Lampiran Fotokopi KTP Nama/No HP Petugas Pendamping (Penyuluh/PPB)** NIK Alamat Komoditas)* (Usaha Pembesaran Ikan) Teknologi budidaya Luas Lahan (m²) Wadah Budidaya (Kolam Tanah/ Terpal/ Tambak) Desa/ Kelurahan Kecamatan

(24)

FORM VERIFIKASI Nama Pembudidaya

NIK

Alamat/Kecamatan/Kabupaten/Provinsi Titik Koordinat Lokasi Usaha

Luas Lahan Usaha Pembudidayaan Ikan Jenis Ikan yang diasuransikan

Wadah Budidaya (Kolam Tanah/Terpal/Tambak) : : : : : m2 : :

No. Uraian Ya Tidak Keterangan

1. Terdaftar dalam database Kartu Kusuka yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan

2. Pembudi daya ikan kecil yang melakukan usaha pembesaran udang/bandeng/nila/patin/lele di kolam dan/atau tambak dengan metode monokultur dan/atau polikultur dan menggunakan teknologi sederhana

3. Memiliki rekening tabungan atau sanggup membuka rekening tabungan

4. Bukan Kepala Desa, pegawai kelurahan, ASN, TNI/Polri, Anggota Legislatif, dan Penyuluh/PPB;

5. Tidak pernah mendapatkan program asuransi dari

Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota atau pernah mendapatkan program asuransi dari Kementerian, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, namun polis asuransinya telah berakhir masa berlakunya atau jenis risiko yang dijamin berbeda

6. Bersedia patuh pada ketentuan yang tercantum dalam Polis Asuransi Perikanan

Catatan: - Diisi untuk masing-masing nama pembudi daya ikan yang diverifikasi

(25)

Formulir-2 Berita Acara Hasil Verifikasi

Calon Penerima Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021

Nomor : ...

Pada hari ini ...tanggal ………...bulan …...…....tahun dua ribu dua puluh satu, kami yang bertandatangan di bawah ini:

1. Nama (petugas verifikasi) : ...

NIP : ……….

Jabatan : ...

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KESATU 2. Nama (petugas penanggung) : ...

Jabatan : ...

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KEDUA PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA selanjutnya disebut PARA PIHAK. Dengan ini PARA PIHAK telah sepakat menyatakan bahwa data calon penerima bantuan pembayaran premi APPIK yang telah diverifikasi sebanyak ……. (terbilang) orang Pembudi Daya Ikan Kecil dengan total lahan usaha pembudidayaan ikan seluas ……. (terbilang) m².

Berdasarkan hasil verifikasi dinyatakan bahwa Pembudi Daya Ikan Kecil yang lulus verifikasi sejumlah ……. (terbilang) orang dengan total luas lahan ……. (terbilang) m² dan yang tidak lulus verifikasi sejumlah ……. (terbilang) orang dengan total luas lahan ……. (terbilang) m², sebagaimana rekapitulasi data hasil verifikasi terlampir. Calon penerima bantuan yang dinyatakan lulus verifikasi telah sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam petunjuk teknis bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi pembudi daya ikan kecil tahun 2021 nomor: …../PER-DJPB/2020 tanggal ….. tahun 2020. Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KESATU (Nama Lengkap) PIHAK KEDUA (Nama Lengkap) Mengetahui Kepala/Sekretaris/Kepala Bidang Dinas …. Kabupaten/Kota.…… (Nama Lengkap)

(26)

Lampiran Berita Acara Hasil Verifikasi (Formulir-2) REKAPITULASI DATA HASIL VERIFIKASI

CALON PENERIMA BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL Kabupaten/Kota :

Provinsi :

a. Lulus Verifikasi

b. Tidak Lulus Verifikasi

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA

(Nama Lengkap) (Nama Lengkap)

Mengetahui

Kepala/Sekretaris/Kepala Bidang Dinas …. Kabupaten/Kota

(Nama Lengkap

No. Nama NIK Alamat Komoditas Teknologi budidaya Luas Lahan (m²) Wadah Budidaya

Desa/Kelurahan Kecamatan

No. Nama NIK Alamat Komoditas Teknologi budidaya Luas Lahan (m²) Budidaya Wadah Tidak Lulus Keterangan Desa/Kelurahan Kecamatan

(27)

Formulir-3 KOP DINAS

SURAT PERNYATAAN KOMITMEN KEPALA DINAS …………..

KABUPATEN/KOTA...

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ... NIP : ...

Jabatan : Kepala Dinas …….. Kabupaten/Kota... Alamat : ...

Dalam rangka pelaksanaan Bantuan Pembayaran Premi Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Tahun 2021, dengan ini kami berkomitmen: 1. melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Pembudi Daya Ikan

Kecil dalam pelaksanaan program bantuan pembayaran Premi Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil;

2. mengupayakan keberhasilan dan keberlanjutan program bantuan pembayaran Premi Asuransi Perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil. Demikian Surat Pernyataan Komitmen ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tempat/Tanggal/Bulan/Tahun Kepala Dinas…….

Kabupaten/Kota... Materai 6000

Cap basah dan tanda tangan ... NIP...

(28)

Formulir-4 KOP SURAT PENANGGUNG

BERITA ACARA SERAH TERIMA (BAST)

POLIS REALISASI DAN FOTOKOPI KARTU ASURANSI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL

Nomor: ………

Pada hari ini……… tanggal ……… bulan ……… tahun dua ribu dua puluh satu, kami yang bertanda tangan dibawah ini:

1. Nama : ... Jabatan : ... Alamat : ...

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KESATU 2. Nama : ...

NIP : ...

Jabatan : PPK Satker ………

Alamat : ...

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KEDUA Dengan ini PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA berupa Polis Realisasi dan fotokopi Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil untuk ……. (terbilang) orang Pembudi Daya Ikan Kecil dengan total lahan usaha pembudidayaan ikan seluas …….. (terbilang) m², sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini, dan PIHAK KEDUA menerima dari PIHAK KESATU pekerjaan tersebut dengan baik dan lengkap.

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KESATU Penyedia (Nama Lengkap) Jabatan PIHAK KEDUA PPK Satker …….. (Nama Lengkap) NIP.

(29)

Lampiran Berita Acara Serah Terima (Formulir-4)

DAFTAR NAMA TERTANGGUNG PENERIMA BANTUAN PEMBAYARAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL

No. Provinsi Kabupaten/ Kota Nama NIK Nomor Kartu Asuransi Alamat Komoditas Teknologi Budidaya Lahan Luas (m²) Wadah Budidaya Desa/Kelurahan Kecamatan PIHAK KESATU Penyedia (Nama Lengkap) Jabatan PIHAK KEDUA PPK Satker …….. (Nama Lengkap) NIP.

(30)

Formulir-5 KOP SURAT PENANGGUNG

BERITA ACARA SERAH TERIMA (BAST)

FOTOKOPI POLIS REALISASI DAN KARTU ASURANSI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL

Nomor: ………

Pada hari ini……… tanggal ……… bulan ……… tahun dua ribu dua puluh satu, kami yang bertanda tangan dibawah ini:

1. Nama : ... Jabatan : ... Alamat : ...

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KESATU 2. Nama : ...

NIP : ...

Jabatan : Kepala/Sekretaris/Kabid/Kasi Dinas …… Kabupaten/Kota.……

Yang selanjutnya dalam Berita Acara ini disebut sebagai PIHAK KEDUA Dengan ini PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA berupa fotokopi Polis Realisasi dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil untuk ……. (terbilang) orang Pembudi Daya Ikan Kecil dengan total lahan usaha pembudidayaan ikan seluas …….. (terbilang) m², sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini, dan PIHAK KEDUA menerima dari PIHAK KESATU pekerjaan tersebut dengan baik dan lengkap.

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

PIHAK KESATU

(Nama Lengkap)

PIHAK KEDUA

(31)

Lampiran Berita Acara Serah Terima (Formulir-5)

DAFTAR NAMA TERTANGGUNG PENERIMA BANTUAN PREMI ASURANSI PERIKANAN BAGI PEMBUDI DAYA IKAN KECIL Kabupaten/Kota :

Provinsi :

No. Nama NIK Nomor Kartu Asuransi Alamat Komoditas Teknologi Budidaya Lahan (m²) Luas Budidaya Wadah Desa/Kelurahan Kecamatan

PIHAK KESATU

(Nama Lengkap)

PIHAK KEDUA

(32)

Formulir-6 FORMULIR PELAPORAN KLAIM

Yth. …….. (Perusahaan Asuransi/Penanggung) Kantor Cabang ...

di tempat

Bersama ini saya melaporkan bahwa telah terjadi kerugian/kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam/wabah penyakit ikan*), sehingga

menimbulkan kehilangan, kematian, dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan ikan mencapai ≥ 50% (lima puluh persen) pada usaha pembudidayaan ikan yang saya asuransikan, dengan keterangan sebagai berikut: 1. Nama Tertanggung : 2. Tempat/Tanggal Lahir : 3. Alamat : Desa/Kelurahan : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : 4. Nomor Telepon/HP :

5. Nomor Kartu Asuransi Perikanan :

6. Jangka Waktu Pertanggungan : ………… s/d ………

7. Nomor Rekening : …….. atas nama ……..

Bank …… Cabang…… 8. Komoditas (sesuai data di kartu

asuransi perikanan) :

9. Luas lahan yang diasuransikan : ………. m2

10. Luas lahan yang terkena dampak risiko : ………. m2 11. Tanggal Terjadinya

bencana alam/wabah penyakit ikan*)

: 12. Jenis bencana alam/wabah penyakit*)

ikan

: 13. Sarana pembudidayaan yang rusak :

14. Jumlah ikan yang mati : ± ……. Ekor

15. Ahli Waris

Nama :

Hubungan dengan Tertanggung :

Alamat :

Nomor Telepon/HP :

(33)

Berkaitan dengan hal tersebut, dengan ini saya mengajukan klaim dan menyatakan bahwa keterangan tersebut di atas saya buat secara lengkap dan sebenar-benarnya.

Tempat/Tanggal/Bulan/Tahun Tertanggung / Ahli Waris

(34)

FORMULIR DATA

KEJADIAN WABAH PENYAKIT IKAN

1. Luas Kolam/Tambak :

2. Komoditas :

3. Jumlah Populasi (ekor) :

4. Umur Pemeliharaan : 5. Tingkat Kematian (%) : 6. Gejala Klinis : a. ………. b. ………. c. ………. d. dst………..

7. Asal/sumber penyebab penyakit :

8. Riwayat Penyakit :

9. Apakah lokasi unit usaha dan/atau lokasi di sekitar unit usaha budidaya berpotensi sebagai sumber penyakit? a. Ya

b. Tidak

Jika Ya jelaskan : ………...

10. Kerugian ekonomis dan fisik :

11. Upaya pengendalian yang telah dilakukan:

(35)

Formulir-7 SURAT KETERANGAN

Yang bertandatangan di bawah ini:

Nama :

NIP :

Jabatan :

Instansi : Dinas ……. Kabupaten/Kota …….

Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa telah terjadi kerugian/kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam/wabah penyakit ikan*) (………..

disebutkan jenis bencana alam/jenis penyakit), sehingga menimbulkan

kehilangan, kematian, dan/atau kerusakan sarana pembudidayaan ikan mencapai ≥ 50% (lima puluh persen) pada usaha pembudidayaan ikan yang diasuransikan, atas nama Tertanggung:

Nama :

Alamat :

Nomor Polis/Kartu Asuransi :

Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tempat/Tanggal/Bulan/Tahun

Tanda tangan

yang membuat Pernyataan

(Nama Lengkap) Catatan: - *) diisi sesuai jenis risiko

(36)

Formulir-8 KOP DINAS Tempat/Tanggal/Bulan/Tahun Nomor : ... Sifat : Segera Lampiran : ...

Hal : Penyampaian Dokumen Klaim

Asuransi Perikanan Bagi Pembudi Daya Ikan Kecil Yth. …….. (Perusahaan Asuransi/Penanggung)

Kantor Cabang ... di tempat

Berdasarkan laporan dari Pembudi Daya Ikan tentang terjadinya kegagalan usaha pembudidayaan ikan yang disebabkan oleh bencana alam/wabah penyakit ikan*) di ... pada tanggal ..., bersama ini

kami menyampaikan dokumen klaim asuransi perikanan bagi Pembudi Daya Ikan Kecil atas nama/sebagaimana terlampir:

Nama Tertanggung : ... Alamat : ... No. Polis/Kartu Asuransi : ... Dengan dokumen klaim sebagai berikut:

- Fotokopi KTP Tertanggung dan Kartu Asuransi Pembudi Daya Ikan Kecil - Foto/dokumentasi lainnya

- Asli/fotokopi surat keterangan terjadinya musibah dari Dinas - Formulir pelaporan klaim dan formulir data (wabah penyakit ikan) - Fotokopi buku rekening atas nama Tertanggung

- Dokumen lainnya…..

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Kepala/Sekretaris/Kuasa Kepala Dinas ……. Kabupaten/Kota ……… (Nama Lengkap)

NIP………. Tembusan:

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Catatan: - *) diisi sesuai jenis risiko

Gambar

Tabel 1. Ketentuan Premi dan Harga Pertanggungan
Gambar 1. Mekanisme Pencairan Bantuan Pembayaran Premi APPIK
Gambar 2. Mekanisme Penyaluran Bantuan Pembayaran Premi APPIK

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai produk pertanian, susu digolongkan sebagai produk yang sangat mudah rusak (perishable), sehingga dibutuhkan teknologi pengawetan untuk memperpanjang waktu, khususnya

100% sesuai dengan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2017 dan menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dengan baik barang

bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan bantuan sarana dan prasarana berbasis kelembagaan, perlu meninjau kembali Peraturan Direktur Jenderal Perikanan

Telah menerima barang Bantuan Prasarana dan Sarana Budidaya Berbasis Kelembagaan Tahun Anggaran 2017 dari Satker Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya, Direktorat Jenderal

Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 29/PER- DJPB/2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Benih Ikan Oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Provinsi

Kegiatan prioritas bantuan benih merupakan kegiatan UPT kepada Kelompok Pembudidaya Ikan. Petunjuk teknis kegiatan bantuan benih ikan ini diharapkan mampu

Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Jawa, bahasa Jawa Selanjutnya prasasti inilah yang akan dikemu­ kakan dalam pertemuan ini.. Batu putih tersebut bertuliskan huruf

dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Sarana dan Prasarana