• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMASI PASAR

Dalam dokumen LAPORAN MARKET INTELLIGENCE (Halaman 47-58)

Page 44 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Meskipun Uni Eropa telah mengambil kebijakan untuk beberapa tahun mendatang demi mendukung sektor energi terbarukan, namun disisi lain menunjukkan ketergantungan energi secara bertahap mengalami peningkatan terus menerus. Di Uni Eropa-27, konsumsi energi primer keseluruhan kotor tahun 2009 yaitu 1.745,5 Juta ton setara minyak (Mtoe) (sumber Eurostat 2011), dimana 79,4% untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih diimpor, dan rasio ketergantungan energi yang mencapai 52,6%, dibandingkan pada tahun 2000 yang masih 46%. Secara khusus, konsumsi energi Uni Eropa-27 sekitar tiga perempatnya berasal dari bahan bakar fosil (minyak 35,7%, 23,9% dari gas alam dan batu bara sebesar 15,3%), dan sisanya oleh energi nuklir (13,2%) dan sumber terbarukan (11,9%). Untuk konsumsi energi yang terakhir ini dapat dilihat dari penggunaan biomassa yang dominan (73,6%), termasuk yang berasal dari limbah, yang dapat digunakan pula untuk produksi energi panas, lebih sederhana lagi, sumber lainnya yaitu energi hidrolik (13,6%), biofuel (6,7%), energi angin (5,5%) dan solar (0,6%). Pada dekade 2000-2009, telah meningkat konsumsi energi terbarukan sebesar 59,5% dan, khususnya, biofuel, dibandingkan dengan pengurangan konsumsi energi nuklir sebesar 5.4% dan pengurangan bahan bakar fosil sebesar 5.0%.

Berikut ini analisis yang terjadi di Italia yang dapat digunakan untuk mendeteksi ancaman rapuhnya ketahanan Italia dalam hal energi. Tingginya proporsi impor energi, 97,1% dari total konsumsi keseluruhan kotor (sekitar 170.6 Mtoe), disebabkan tingginya tingkat ketergantungan terhadap energi yang mencapai 81,1%, yang jelas lebih tinggi dari tingkat rata-rata disekitarnya, menghasilkan sensitivitas yang kuat terhadap dinamika perkembangan politik dan ekonomi dalam pasar pasokan utama. Konsumsi domestik kotor untuk energi primer di Italia terdiri dari bahan bakar fosil,

BAB III INFORMASI PASAR

Page 45 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

yang mencapai 86,9% dari total 48,3% disediakan oleh minyak, gas alam 43,1% dan 8,6% dari batubara. Sisanya 13,1% dari total konsumsi keseluruhan kotor terdiri dari energi terbarukan dari biomassa (71,7%), sumber energi lainnya, seperti energi hidrolik (18,9%), biofuel (6,6%), tenaga angin (2,5%) dan solar (0,3%).

Uni Eropa merupakan salah satu daerah yang paling penting untuk produksi dan penggunaan biofuel, sehingga memimpin di pasar dunia, sebagaimana telah disebutkan, di pasar biodiesel, dengan kontribusi sebesar 55,9% pada tahun 2009 dari total produksi dunia (United States Energy Information Administration 2010). Menurut data statistik dari European Biodiesel Board, produksi biodiesel di Uni Eropa-27 negara tahun 2010 sebesar 9,6 juta ton (Mt), mencetak peningkatan pada periode 2006-2010, sekitar positif 4,7 Mt dan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 19,1%. Jerman merupakan pasar utama dari Uni Eropa, dengan kontribusi sebesar 29,9% terhadap pasar biodiesel, hal ini berkat tingginya tingkat insentif fiscale, diikuti oleh Perancis (20,0%), Spanyol (9,7% ) dan Italia (7,4%). Sisa dari negara-negara anggota memainkan peran yang belum signifikan dengan kuota nasional hingga di bawah 5,0% dari total pasar. Di antara negara-negara anggota, Perancis dan Spanyol tercatat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, mengalami peningkatan yang signifikan dalam volume produksi (masing-masing sebesar 1,167 Mt dan 0,826 Mt), namun, semakin pentingnya negara-negara Eropa Tengah dan Timur, khususnya Polandia dengan peningkatan sebesar 0,254 juta ton, Republik Ceko sebesar 0,074 juta ton dan Rumania sebesar 0,060 Mt, negara-negara ini mengungkapkan rencana yang cukup serius untuk menjadi pemain utama pasar biodiesel di kawasan Eropa.

BAB III INFORMASI PASAR

Page 46 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

Produksi biodiesel di Uni Eropa-27 hanya 43,7% dari kapasitas terpasang di Uni Eropa (tahun 2010 sebesar 21.904 Mt), peningkatan utilisasi kapasitas hanya ditemukan di Hungaria (94,3%), Finlandia (84,7%) dan Perancis (76,2%). Dalam kurun waktu lima tahun, kesenjangan yang memisahkan produksi biodiesel dan kapasitas pabrik terpasang secara bertahap menjadi lebih besar. Jika, di satu sisi, penetapan kuota pencampuran wajib biofuel dalam bahan bakar fosil telah mendorong investasi di sektor ini, sehingga menyebabkan peningkatan kapasitas produksi progresif untuk memenuhi kewajiban pencampurannya, di sisi lain, penguatan di pasar sumber bahan baku asing dan produk jadi, juga pengurangan progresif keringanan pajak (Zezza 2007) telah menahan pertumbuhan produksi biodiesel di kawasan Uni Eropa.

Konsumsi biofuel di negara-negara anggota Uni Eropa (sebagian besar dirancang untuk sektor transportasi) sebesar 13,9 Mtoe pada tahun 2010, atau 3,8% dari total konsumsi bahan bakar untuk transportasi (EurObserv'ER 2011) . Sebesar 77,3% dari biofuel yang dikonsumsi berasal dari biodiesel, dibandingkan dengan 21,1% yang dikontribusikan dari bioetanol dan 1,6% berasal dari minyak nabati lainnya. Konsumsi biodiesel, khususnya, sebesar 10,7 Mtoe dan data optimalisasi penggunaannya di Jerman (21,2%), Perancis (19,9%), Italia (11,7%) dan Spanyol (11, 1%). Dalam kurun waktu lima tahun, total konsumsi mencatat pertumbuhan yang cepat sebesar 6,7 Mtoe dengan pertumbuhan signifikan di Perancis sebesar 1,549 Mtoe, Spanyol sebesar 1,138 Mtoe dan Italia sebesar 1,105 Mtoe. Pemeriksaan data pada pengembangan produksi biodiesel dan kapasitas fasilitas produksi yang disediakan oleh Komisi Biodiesel Eropa, dari konsumsi yang tercatat oleh EurObserv'ER tahun 2010 menunjukkan, pada periode ini, terjadi pengurangan progresif dalam tingkat pemanfaatan kapasitas, sehingga

BAB III INFORMASI PASAR

Page 47 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

timbul peningkatan ketergantungan biodiesel dari pasokan luar negeri. Industri biodiesel Eropa menderita, jika melihat kenyataan ini, beberapa tahun yang lalu, hal ini disebabkan karena persaingan asing (EurObserv'ER 2011), khususnya Amerika dan beberapa wilayah Asia Tenggara, juga terkait dengan penerapan kebijakan insentif pajak yang signifikan atau subsidi ekspor biodiesel yang membuat beberapa daerah yang sangat kompetitif di pasar internasional (Mabee 2007).

Italia, seperti yang disebutkan sebelumnya, adalah produsen dan negara konsumen biodiesel yang cukup besar di pasar Uni Eropa, namun kerangka struktural dan produktifitas nasional yang diuraikan berdasarkan statistik oleh asosiasi industri dan badan-badan nasional, bagaimanapun, sulit untuk ditelaah, mengingat heterogenitas, dan dalam beberapa kasus terjadi juga perbedaan perhitungan dari basis data yang tersedia. Atas dasar keputusan dari Badan Bea Cukai Italia mengenai pembagian komoditi biodiesel bersubsidi, dianggap berasal dari program multi-tahunan yang berbeda antara aturan perusahaan dan aturan pemerintah, dapat diambil contoh dari keputusan tersebut bahwa terjadi evolusi pada sektor biodiesel periode 2006 menjadi 2010.

Secara khusus, jumlah instalasi terpasang dari proporsi kapasitas biodiesel yang difasilitasi pemerintah Italia telah meningkat secara bertahap untuk mencapai 14 unit pada tahun 2009 dan tetap di 11 unit pada 2010, sekitar 10 perusahaan, memiliki kecenderungan yang sama untuk menunjukkan kapasitas produksi yang relatif optimal, yaitu mencapai 2.180 ton pada 2009, turun ke 2.057 Mt di 2010. Temuan ini kontras dengan yang terakhir dirilis oleh EuroObserv'ER (2011) bahwa untuk tahun yang sama,

BAB III INFORMASI PASAR

Page 48 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

tercatat kapasitas produksi sebesar 2.375 Mt. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Assocostieri pada periode 2008-2010 untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dari sektor biodiesel, yang menunjukkan stagnasi kapasitas produksi, untuk menekankan kesulitan di sektor ini. Pada periode yang sama, produksi tidak merekam variasi yang signifikan, mencapai rata volume 0.730 Mt, akibatnya, tingkat rata-rata pemanfaatan kapasitas produksi terpasang sekitar 34%, lebih rendah dari rata-rata-rata-rata Uni Eropa. Di sisi lain, hampir dua kali lipat total volume biodiesel dari data yang dirilis untuk total konsumsi, meningkat dari hampir 0.750 ton pada 2008 menjadi lebih dari 1.300 ton pada 2010, menyebabkan ketergantungan akan produk biodiesel asing sehingga pertumbuhan impor yang lebih besar . Lebih khusus, impor biodiesel telah meningkat dari sekitar 0.240 ton pada 2008 (32,1% dari total distribusi) sebesar 0.640 ton pada 2010 (48,4%).

Survei yang dilakukan selama bulan Juni sampai Agustus 2011 oleh Universitas Palermo, telah melibatkan 14 perusahaan yang terkait dengan Assocostieri, termasuk 10 perusahaan yang pada tahun 2010 ditugaskan oleh keputusan pemerintah untuk menjadi unit biodiesel bersubsidi. Survei dijalankan dengan cara perusahaan-perusahaan dihubungi dan dikirimi kuesioner yang dirancang khusus, ditujukan untuk mendeteksi pada tahun 2010 berkaitan dengan data primer perusahaan (ukuran tanaman, tingkat eksploitasi, dll.), Aspek produksi (produksi minyak nabati untuk biodiesel oleh jenis bahan baku utama dan produk dari industri pengolahan) dan juga strategi penawaran ke pasar komersial domestik dan / atau luar negeri, termasuk harga beli dan harga juga terkait komoditi bahan baku dan produk final. Dari perusahaan yang dihubungi, 3 perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak menghasilkan

BAB III INFORMASI PASAR

Page 49 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

biodiesel pada tahun 2010, sedangkan 6 perusahaan mengungkapkan niat mereka untuk tidak bekerja sama dalam penelitian ini dan kemudian dilakukan penelitian dan referensi langsung ke 5 perusahaan yang memegang 6 pabrik pengolahan, memiliki kapasitas produksi yang mencakup lebih dari setengah total produksi nasional. Persaingan yang kuat memang terjadi di antara beberapa perusahaan biofuel di Italia, dapat dilihat dari ketidakpercayaan selama survei di antara perusahaan-perusahaan yang diwawancarai terutama tentang penyebaran informasi yang bersifat komersial, atau dianggap strategis untuk bersaing di pasaran.

Sebagian dari informasi yang diberikan oleh perusahaan yang diidentifikasi, diverifikasi melalui telepon, memungkinkan untuk menyoroti beberapa aspek yang dapat memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih baik dari industri biodiesel di Italia ini. Dalam hal pasokan, industri pengolahan disurvei membeli bahan baku minyak sayur mentah atau telah disuling (0.171 Mt), minyak nabati diregenerasi (0.150 Mt) dan biodiesel (0.205 Mt) dan hanya satu perusahaan yang menggunakan bahan baku kedelai dan minyak canola untuk memproduksi dalam perjanjian perdagangannya sebagai pemasok.

Untuk pembelian minyak nabati diantara perusahaan menunjukkan penggunaan yang lebih besar pada minyak lobak dan minyak kedelai yang mayoritas dibeli dari pasar luar negeri (Amerika Selatan, 73,9%), tidak seperti minyak kedelai yang kebanyakan ditemukan di pasar domestik (64,9%) dan bisa juga ditemukan dan diimpor dari pasar Eropa Utara. Di antara minyak lainnya, berdasarkan data perusahaan-perusahaan yang diteliti, bahan baku juga dari Minyak Kelapa Sawait (seluruhnya dari Malaysia, Indonesia dan Brazil) dan minyak bunga matahari. Impor signifikan minyak nabati

BAB III INFORMASI PASAR

Page 50 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

dibenarkan oleh kurangnya ketersediaan bahan baku di pasar domestik, terutama karena untuk makanan yang paling mengkompensasi produsen. Asal yang berbeda dari minyak nabati ini sebagian dijelaskan oleh lokasi tanaman untuk produksi biodiesel, misalnya, di Indonesia dan Malaysia terutama produksi minyak kelapa sawit yang sangat melimpah, serta kedelai di Amerika Serikat, Jatropha di India dan Asia Tenggara dan minyak rapeseed di Eropa (Demirbas 2007).

Berkaitan dengan minyak nabati, yang dibeli terutama di wilayah Italia Utara (70% dari total keseluruhan regional) dari perusahaan yang menggunakan dan mendistribusikan minyak di sektor restoran, dan kemudian memasukkan kembali di pasar bahan baku biofuel, dan sumber lainnya didapatkan dari luar negri seperti Spanyol. Akhirnya, dua perusahaan pengolahan juga terdeteksi mengimpor biodiesel hampir seluruhnya dari pasar luar negeri (92,7% dari total produksinya), terutama dari wilayah Asia dan Amerika Selatan. Harga pembelian minyak nabati yang dilakukan oleh perusahaan pengolahan telah diselidiki menunjukkan variabilitas yang ditandai oleh berbagai faktor, termasuk jenis minyak yang dibeli (mentah atau olahan), volume dan waktu pembelian (sebelum atau pasca panen) dan pelanggan, berdasarkan kontrak, biasanya jangka panjang, memungkinkan untuk melindungi produsen dari fluktuasi periodik harga komoditas. Lebih khusus, ditemukan harga rata-rata untuk minyak canola sebesar 836 € / t (bervariasi antara 700 € / t sampai 1.000 € / t), untuk minyak kedelai sebesar 799 € / t (bervariasi antara 703 € / t sampai 930 € / t), untuk kelapa sawit sebesar 760 € / t (bervariasi antara 640 € / t sampai 880 € / t), untuk minyak bunga matahari sebesar 611 € / t (bervariasi antara 610 € / t sampai 612 € / t) dan untuk

BAB III INFORMASI PASAR

Page 51 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

limbah minyak yang diregenerasi sebesar 654 € / t. Untuk biodiesel, ditemukan harga rata-rata dari 736 € / t (bervariasi antara 707 € / t sampai 765 € / t).

Berdasarkan penelitian Universitas Palermo tersebut, jumlah biodiesel yang dikeluarkan oleh perusahaan yang disurvei sebesar 694.200 ton, 488.700 ton yang timbul dari proses transesterifikasi minyak nabati dan / atau diproduksi oleh perusahaan itu sendiri, dan 205.500 ton biodiesel dibeli dari pihak luar. Biodiesel telah dijual hampir secara eksklusif di wilayah Italia Utara (Liguria dan Lombardia) dan Pusat (Lazio) dan juga pasar luar negeri (Perancis dan Spanyol) dengan harga rata-rata 865 € / t (mulai dari 800 € / t sampai € 975 / t), tergantung pada target pasar dan jenis biodiesel dipasarkan.

Tabel 12 : Daftar Pabrik Pengolahan Biodiesel di Italia tahun 2011

Perusahaan Lokasi Produksi (ton) Kapasitas

BIO-VE-OIL OLIMPO SRL Corato (BA) 100.000

CEREAL DOCKS SPA Vicenza (VI) 150.000

DP LUBRIFICANTI SRL Aprilia (LT) 155.520 ECOIL Priolo (SR) 200.000 ALCHEMIA ITALIA COMLUBE SRL F.A.R GDR BIOCARBURANTI ECO FOX SRL Adria (RO) Castenedolo (BS) Cologno Monzese (MI) Cernusco Sul Naviglio (MI) Vasto (CH) 15.000 120.000 100.000 50.000 199.416

ILSAP BIOPRO Lamezia Terme (CZ) 60.000

BAB III INFORMASI PASAR

Page 52 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

ITAL GREEN OIL SRL San Pietro di Morubio (VR) 365.000

MYTHEN SPA Ferrandina (MT) 200.000

NOVAOL SRL Livorno (LI) 250.000

NOVAOL SRL Ravenna (RA) 200.000

OIL.B SRL Solbiate Olona (VA) 200.000

OXEM S.p.A. Mezzana Bigli (PV) 200.000

TOTAL Pengolahan Terpasang 2.395.240

Sumber : Assocostieri

Menurut pedoman energi terbarukan untuk Negara-negara anggota Uni Eropa (Renewable Energy Directive - RED 28/2009/CE) dan juga pedoman penentuan kualitas atas Bahan Bakar Terbarukan FQD 30/2009/CE adalah dua langkah penting dalam strategi Uni Eropa untuk memerangi perubahan iklim. Keduanya memiliki tujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang dihasilkan di sektor transportasi efektif pada tahun 2020. RED menyatakan bahwa 10% dari total konsumsi bahan bakar harus berasal dari sumber terbarukan dan FQD menentukan penurunan 6% emisi dihasilkan oleh bahan bakar pada tahun tersebut. Transposisi arahan tersebut telah membuka jalan untuk penggunaan biofuel generasi pertama, yang dibuat dari bahan makanan, diperkirakan mewakili rata-rata 92% dari energi terbarukan yang digunakan di sektor transportasi dari negara-negara Eropa untuk tujuan yang ditetapkan pada target tahun 2020. Pemerintah Italia mengaplikasikan aturan Uni Eropa ini dengan tujuan serupa pada Direttive 2009/28/CE dan 2009/30/CE. Oleh karena itu, berkenaan dengan bahan baku utama dari Biofuel khususnya biodiesel, dalam hal penentuan peraturan di kawasan Uni Eropa melibatkan seluruh komponen pengguna kendaraan bermotor, termasuk komponen-komponen terkait yang ada di Italia, hal ini menimbulkan perhatian yang tajam pula pada penelitian-penelitian analisa mengenai dampak

BAB III INFORMASI PASAR

Page 53 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

lingkungan dari bahan baku tersebut atas produk biodiesel final yang dihasilkan seperti perubahan iklim, deforestasi/penggundulan hutan dan terancam punahnya spesies seperti harimau sumatera di Indonesia. Hal ini terungkap dalam laporan Organisasi Greenpeace berjudul “Metti (l’estinzione di) un tigre nel motore” tahun 2011.

Dalam laporan ini, Greenpeace terkesan menyudutkan peran signifikan Komisi Uni Eropa yang mendorong adopsi biofuel tanpa mempertimbangkan komponen-komponen dalam hal yang berkaitan dengan perubahan iklim dan yang dapat membahayakan bagi kelangsungan ekosistem bumi ini. Dari 92 sampel stasiun pengisian bahan bakar diesel perusahaan-perusahaan utama biofuel di sembilan negara Eropa yang dikirim ke laboratorium analisis bahan bakar di Jerman, hasil menunjukkan bahwa biodiesel Eropa secara teratur dicampur dengan biofuel yang lebih berbahaya, yaitu yang diproduksi oleh minyak rapeseed, minyak kedelai dan minyak kelapa sawit. Bukti-bukti menunjukan bahwa biodiesel Uni Eropa yang berasal dari tanaman tersebut mempercepat deforestasi dan perubahan penggunaan lahan secara tidak langsung (Indirect Land Use Change - ILUC), yang seharusnya menjadi lahan yang dipergunakan untuk menghasilkan makanan atau menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, hal ini membuat bahan bakar tersebut menjadi lebih berbahaya bagi iklim daripada bahan bakar fosil. Di antara sampel-sampel biodiesel tersebut, yang juga diambil dari negara-negara di kawasan Uni Eropa dengan persentase penggunaan biofuel terbesar di antara 5% dan 7% - Perancis, Jerman, Italia, Swedia dan Austria, di Perancis ditemukan bahwa tanaman kedelai adalah yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku pokok, sementara di Italia ditemukan persentase yang

BAB III INFORMASI PASAR

Page 54 Market Intelligence Report: Biodiesel in Italy

sangat tinggi dari penggunaan minyak kelapa sawit. (Penjelasan lebih lanjut mengenai perdagangan internasional akan dijelaskan lebih lanjutnya dalam Bab IV Informasi Perdagangan).

Oleh karena itu, atas desakan Greenpeace (termasuk juga Greenpeace Italia yang masuk dalam kategori “SalvaForeste” atau “Zero Deforestation” atau “tanpa deforestasi”) dan dukungan beberapa ahli lingkungan, tanggal 17 Oktober 2012 Komisi Uni Eropa mempublikasikan Proposal mengenal peninjauan kembali aturan mengenai bahan bakar biofuel ini terutama yang menyangkut komponen-komponen perusakan lingkungan dan ekosistem alam. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi pertumbuhan perdagangan biodiesel yang berasal dari bahan baku tersebut di tahun-tahun mendatang, namun belum adanya keputusan atau perubahan aturan yang disetujui, hal ini dapat terlihat dari masih terjadinya impor atas biodiesel dari bahan baku generasi pertama seperti (rapeseed, minyak kedelai dan minyak kelapa sawit) dari negara-negara pemasok utama seperti Indonesia dan Argentina. Volume impor biodiesel Italia dari Indonesia sebesar 460 juta liter yang bahan baku utamanya berasal dari Minyak kelapa sawit (antara Januari – Agustus 2011) berdasarkan data dari Assocostieri.

Dalam dokumen LAPORAN MARKET INTELLIGENCE (Halaman 47-58)

Dokumen terkait