BAB IV RINCIAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK
B. Jenis Informasi yang Diminta
Dari 33 (tiga puluh tiga) permohonan informasi yang disampaikan kepada PPID KPU Kota Bogor sepanjang tahun 2016, apabila dikelompokan berdasarkan kategori informasi yang diminta, adalah sebagai berikut, 1) sebanyak 10 (30,30%) informasi perolehan suara Pemilu/Pilkada; 2) 10 (30,30%) informasi proses penyelenggaraan Pemilu/Pilkada; 3) 3 (9,09%) informasi tentang anggaran KPU Kota Bogor; 4) 3 (9,09%) informasi tentang calon anggota legislative perempuan, 5) 3 (9,09%) informasi tentang partai politik; 6) 2 (6,07%) informasi tentang jumlah TPS/Jumlah Pemilih/Tingkat Partisipasi Pemilih; 7) 1 (3,03%) informasi tentang Regulasi; dan 8) 1 (3,03%) informasi tentang penyelenggaraan sosialisasi.
Terhadap permohonan informasi yang diajukan kepada PPID KPU Kota Bogor dapat dipenuhi tanpa dipungut biaya dari pemohon informasi. Permohonan informasi pada umumnya dokumen dalam bentuk softcopy, dan/atau data yang dimohonkan adalah hasil wawancara dan/ayau informasi dari dokumen yang dicatat langsung oleh pemohon informasi.
Sepanjang tahun 2016 Permohonan Informasi yang disampaikan kepada PPID KPU Kota Bogor semuanya dapat dipenuhi kurang dari 1 (satu) hari kerja, oleh karena itu PPID KPU Kota Bogor sampai saat ini belum menerbitkan Keputusan PPID tentang Penolakan
terhadap Permohonan Informasi Publik. Selain itu sepanjang tahun 2016 tidak Pemohon Informasi yang mengajukan keberatan secara tertulis terhadap Pelayanan Informasi Publik PPID KPU Kota Bogor.
Gambar 5. Jumlah Permohonan Informasi berdasarkan Kategori Jenis Informasi yang Diminta Tahun 2016
Perolehan Suara
= 10 (31%)
Proses Pemilu/Pilkada =
3 (9%) DPT/TPS/Tingkat
Partisipasi = 2 (6%) Partai Politik =
10 (30%)
Caleg/keter-wakilan perem-puan = 1
(3%)
Regulasi = 3 (9%)
Sosialisasi = 3 (9%)
Anggaran = 1 (3%)
BAB V
PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK
ari 33 (tiga puluh tiga) Pemohon yang mengajukan permohonan informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPU Kota Bogor, tidak ada seorang pemohon pun yang mengajukan keberatan terhadap Pelayanan Informasi Publik Petugas Pelayanan Informasi PPID KPu Kota Bogor. Selain hampir semua permohonan informasi yang diajukan kepada PPID KPU Kota
Bogor dipenuhi, juga petugas pelayanan informasi selalu berusaha memberikan pelayanan kepada pemohon dengan remah dan sopan.
Tabel 8 : Jumlah Permohonan Keberatan yang diterima PPID KPU Kota Bogor Tahun 2016
No. Tahun 2016/Bulan Kebaratan Tindak Lanjut
1. Janurai Tidak ada Tidak ada
2. Februari Tidak ada Tidak ada
3. Maret Tidak ada Tidak ada
4. April Tidak ada Tidak ada
5. Mei Tidak ada Tidak ada
6. Juni Tidak ada Tidak ada
7. Juli Tidak ada Tidak ada
8. Agustus Tidak ada Tidak ada
9. September Tidak ada Tidak ada
10. Oktober Tidak ada Tidak ada
11. November Tidak ada Tidak ada
12. Desember Tidak ada Tidak ada
Jumlah 0 0
BAB VI
KENDALA DALAM PENGELOLAAN PELAYANAN INFORMASI PUBLIK
roses Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di lingkungan KPU Kota Bogor, masih memiliki kendala sebagai berikut :
Keterbatasan Prasarana Ruang Data dan Desk Pelayanan Informasi Publik belum ideal sebagaimana diharapkan. Belum ada Ruang yang diperuntukan khusus untuk menyimpan Data dan Dokumentasi. Sehingga Data dan Dokumen dalam bentuk hardcopy belum secara keseluruhan terintegrasi dalam satu ruang Arsip atau Ruang Perpustakaan KPU Kota Bogor.
Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola data dan dokumentasi. SDM KPU Kota Bogor jumlahnya relatif sedikit dan masing-masing sudah memiliki jabatan fungsional umum, sedangkan tugas pelayanan PPID merupakan tugas tambahan. Selain itu Staf yang ditugaskan mengelola Data dan Dokumentasi belum memiliki sertifikat sebagai pengelola arsip. Persoalan lainnya adalah relatif sedikitnya kesempatan bagi staf untuk mengikuti pendidikan kearsipan yang diselenggarakan oleh KPU.
Keterbatasan sarana pendukung untuk menyimpan data dan dokumentasi yang mampu mengintegrasikan data dan dokumentasi KPU Kota Bogor yang aksesibel.
Keterbasan sarana untuk meng-konversi data dan dokumen fisik manual ke dalam bentuk data digital sehingga masih terdapat data dan dokumen yang belum didigitalisasi. Pada sisi lain sarana yang dibutukan untuk menyimpan data dan dokumen digital masih belum diperbaharui dan kapasitasnya sudah kurang memadai. Oleh karena itu untuk mengola data dan dokumentasi diperlukan Komputer Server, yang memiliki kecapatan, memory dan kapasitas penyimpnan yang besar.
Ketiadaan anggaran untuk mengelola data dan dokukmentasi dal DIPA APBN Tahun 2016. Menyulitkan PPID KPU Kota Bogor untuk mengelola Sarana dan Prasarana
Desk Pelayanan Informasi serta mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam upaya melaksanakan prinsip transaparansi dan akuntabilitas dalam upaya memberikan pelayanan informasi yang terbaik kepada publik.
BAB VII
REKOMENDASI DAN RENCANA TINDAK LANJUT
paya perbaikan sarana dan prasarana dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data dan informasi menjadi prioritas penting bagi penyusunan rekomendasi dan tindak lanjut untuk mengatasi hambatan dan kendala yang ada dalam mengoptimalkan pelayanan informasi kepada publik.
Perlu dialokasikannya anggaran pada DIPA APBN KPU Kabu[aten/Kota untuk pemeliharaan dan pengembangan PPID di tingkat KPU Kabupaten/Kota, sehingga PPID di KPU Kabupaten/Kota dapat meemilahara dan mengembangan model pelayanan informasi publik yang dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu dan Pilkada.
Perlu membangun dan mengembangkan prasarana untuk mendukung penyimpanan data dan dokumentasi yang terintegrasi dalam satu ruangan dan/atau mengembangkan aplikasi yang dapat mendukung penyimpanan data dan dokumentasi digital Pemilu sebagai sumber data yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pelayanan informasi publik di lingkungan PPID KPU Kota Bogor.
Perlu adanya upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, dengan menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan pengelolaan dan pelayanan informasi publik serta pengolahan data dan informasi yang diperlukan untuk menunjang kinerja pelayanan informasi publik.
Keterbatasan jumlah tenaga sumberdaya manusia dapat diatasi dengan
meningkatkan koordinasi dan pendistribusian tugas dan kewenangan pada
masing-masing unit kerja di lingkungan KPU Kota Bogor, dalam menyusun
dan menyediakan data dan informasi publik pada masing-masing unit kerja
serta menggkoordinasikan dengan petugas pengelola website dan e-PPID
KPU Kota Bogor untuk diunggah (upload) pada laman website dan e-PPID KPU Kota Bogor.
Melakukan digitalisasi data dan dokumen program dan kegiatan-kegiatan KPU Kota Bogor serta mengunggah (upload) setiap data dan informasi publik pada laman e-PPID dan website KPU Kota Bogor. Dengan semakin banyak dan lengkap data/dokumen dan informasi publik yang diunggah (diupload) pada laman e-PPID dan Website KPU Kota Bogor, diharapkan masyarakat dapat mengakses secara mandiri dan langsung data/dokumen dan informasi yang dibutuhkan tanpa harus mengajukan permohonan informasi dengan datang langsung atau melalui surat secara konvensional.
Perlu dilakukannya optimalisasi dan pengembangan sarana dan media publikasi baik dalam bentuk hardcopy maupun dalam bentuk digital untuk memudahkan masyarakat/
publik mengakses data dan
informasi PPID KPU Kota
Bogor. Dengan semakin
banyaknya sarana dan media
publikasi yang dapat diakses
oleh publik, diharapkan dapat
meningkatkan kepercayaan
dan dukungan masyarakat
terhadap keberadaan KPU
Kota Bogor sebagai
penyelenggara Pemilu dan
Pilkada.
BAB VIII PENUTUP
omisi Pemilihan Umum Kota Bogor sebagai lembaga publik yang bertugas menyelenggarakan Pemilihan Umum, Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah, telah senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel dengan seoptimal mungkin. Sebagai lembaga publik KPU Kota Bogor juga telah berusaha melaksanakan kewajibannya dalam memberikan pelayanan informasi dan dokumentasi dengan seoptimal mungkin sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dalam upaya memberikan pelayanan informasi kepada publik, KPU Kota Bogor telah memanfaatkan berbagai media komunikasi publik, terutama jaringan media
online (internet) dan jaringan media sosial. Melalui jaringan media online (internet),KPU Kota Bogor mempublikasikan berbagai program, kegiatan dan dokumen yang dikuasai KPU Kota Bogor dalam website KPU Kota Bogor (kpu-bogorkota.go.od) dan
e-PPID KPU Kota Bogor (http://ppid.kpu.go.id/?idkpu=3271). Sedangkan publikasi padajaringan media sosial diantaranya adalah, pada media sosial Facebook (https://www.facebook.com/kpukotabogor/); media Twitter (@KPUKotaBogor), dan
Instagram (@kpu_kota_bogor). Sedangkan untuk layanan informasi yang bersifat offline, KPU Kota Bogor menyedikan perangkat Anjungan Infromasi Pemilu (AJIP) yangditempatkan di Desk Pelayanan Informasi Publik PPID KPU Kota Bogor. Anjungan
Infromasi Pemilu (AJIP) menyediakan informasi Pemilu dan Pilkada sejak Tahun 2004sampai dengan Tahun 2014 secara lengkap yang dapat diakses secara mandiri oleh pengguna informasi.
Kendala yang masih dihadapi oleh KPU Kota Bogor, dari segi sumber daya,
sarana dan prasarana diantaranya adalah keterbatasan tenaga pengelola e-PPID dan
website KPU Kota Bogor, baik dari jumlah personal, maupun fasilitas pendukung dan