• Tidak ada hasil yang ditemukan

Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-65)

Informasi yang diperlukan manajemen dalam sistem penjualan kredit yang disarankan adalah informasi berupa data barang, data pelanggan, data laporan penjualan kredit, data laporan penjualan keseluruhan, data laporan penjualan penjualan per pelanggan, dan rekap penjualan barang.

2) Fungsi yang terkait yang disarankan

Fungsi terkait yang ada pada UD Rahma Banjarmasin masih terdapat perangkapan tugas pada bagian penjualan yaitu sebagai fungsi kasir dan fungsi penjualan, maka penulis menyarankan perlu adanya pemisahan fungsi antara fungsi kasir dan fungsi penjualan agar dapat dilakukan oleh orang yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut karyawan baru atau menugaskan karyawan pada fungsi yang berbeda untuk dipindahkan kesalah satu fungsi penjualan atau fungsi kasir sesuai kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut.

3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit pada UD Rahma Banjarmasin sudah benar karena sudah

sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan. Namun jika dilakukan pemisahan fungsi pada bagian penjualan yaitu fungsi penjualan dan fungsi kasir yang dilakukan oleh karyawan baru, maka perlu ditambahkan jaringan prosedur penyerahan pendapatan penjualan kepada pimpinan yang dilakukan setiap hari oleh fungsi kasir. Penyetoran pendapatan penjualan kepada pimpinan dilakukan bersama dengan penyerahan laporan penjualan.

4) Dokumen yang disarankan

a) Nota penjualan

Nota penjualan dibuat oleh fungsi kasir. Penulis menyarankan penggunaan nota penjualan yang terdiri dari 2 (dua) rangkap dengan desain yang telah penulis buat. Berikut ini adalah bentuk nota penjualan yang penulis sarankan.

Gambar 4. 14 Nota Penjualan Kredit yang Disarankan Sumber : Penulis, 2020

Laporan penjualan keseluruhan dibuat oleh fungsi kasir. Laporan ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai jumlah penjualan tunai dan kredit yang terjadi pada suatu periode tertentu serta digunkan sebagai informasi rekap penjualan tunai dan kredit yang terjadi. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan keseluruhan yang penulis sarankan.

Gambar 4. 15 Laporan Penjualan Keseluruhan yang Disarankan

Sumber : Penulis, 2020

c) Laporan penjualan kredit

Laporan penjualan kredit dibuat oleh fungsi kasir. Laporan ini dibuat agar dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai jumlah penjualan kredit dan rekap penjualan kredit yang terjadi pada suatu periode tertentu. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan tunai yang penulis sarankan.

Gambar 4. 16 Laporan Penjualan Kredit yang Disarankan Sumber : Penulis, 2020

d) Laporan penjualan per pelanggan

Laporan penjualan per pelanggan dibuat oleh fungsi kasir. Laporan ini dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk melihat jumlah pembelian yang pernah dilakukan setiap pelanggan. Pihak manajemen dapat menggunakan laporan ini sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam melakukan transaksi penjualan kepada setiap pelanggan. Berikut ini adalah bentuk laporan penjualan per pelanggan yang disarankan

Gambar 4. 17 Laporan Penjualan per Pelanggan yang Disarankan

Sumber : Penulis, 2020

e) Rekap penjulan barang

Rekap penjualan barang dibuat oleh fungsi kasir. Laporan ini dibuat untuk menampilkan informasi mengenai jumlah penjualan dari setiap barang yang ada dan untuk menampilkan informasi rekap jumlah barang yang terjual setiap barangnya pada suatu periode tertentu. Berikut ini adalah bentuk rekap penjualan barang yang penulis sarankan.

Gambar 4. 18 Rekapa Penjualan Barang yang Disarankan Sumber : Penulis, 2020

5) Catatan akuntansi yang disarankan

Catatan akuntansi yang disarankan oleh penulis untuk digunakan pada UD Rahma Banjarmasin yaitu catatan penjualan harian yang berisi rekap penjualan harian berdasarkan laporan penjualan yang ada pada program aplikasi penjualan UD Rahma Banjarmasin yang telah penulis buat. 6) Sistem pengendalian intern yang disarankan

a) Organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas

UD Rahma Banjarmasin tidak melakukan pemisahan fungsi antara fungsi penjualan dan fungsi kasir. Oleh karena itu penulis menyarankan untuk dilakukannya pemisahan kedua fungsi tersebut agar tidak terjadi perangkapan tugas dan tanggung jawab. Hal ini dapat diatasi dengan cara merekrut karyawan baru atau menugaskan karyawan pada fungsi yang berbeda untuk dipindahkan kesalah satu fungsi penjualan atau fungsi kasir sesuai kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut.

b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatan

Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang disarankan pada UD Rahma Banjarmasin adalah sebagai berikut :

(1) Menyertakan tanda tangan karyawan bagian penjualan yang melakukan penjualan dan pelanggan yang melakukan pembelian.

(2) Membubuhkan tanda tangan fungsi pengiriman dan pelanggan jika barang yang dibeli dilakukan pengantaran oleh fungsi pengiriman.

(3) Laporan penjualan diotorisasi oleh pimpinan

c) Praktik yang sehat

Agar terciptanya praktik yang sehat penulis menyarankan digunakannya nota penjualan dengan nomor nota tercetak sehingga dokumen tersebut dapat dipertanggung jawabkan oleh fungsi yang bersangkutan. Dan dilakukannya pencocokan antara fisik kekayaan dengan catatan penjualan kredit yang dimiliki baik secara periodik atau pun mendadak.

d) Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab

Karyawan yang bekerja di UD Rahma Banjarmasin telah dipilih dan ditempatkan sesuai dengan mutu dan kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut. Sehingga dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.

7) Bagan alir dokuman sistem penjualan kredit yang disarankan Bagan alir dokumen sistem penjualan kredit yang disarankan jika pelanggan tidak menggunakan jasa pengiriman dan tanpa membawa catatan daftar pesanan sendiri. Berikut bagan alir dokumen yang disarankan.

Gambar 4. 19 Bagan Alir Dokumen Sistem Penjualan Kredit yang Disarankan Sumber : Penulis, 2020

Berdasarkan bagan alir dokumen sistem penjualan tunai yang disarankan jika pelanggan tidak menggunakan jasa pengiriman pada UD Rahma Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai beriku :

a) Bagian penjualan

Bagian penjualan bertugas untuk :

(1) Menerima order pembelian kredit dari pelanggan. (2) Memberitahu bagian kasir atas pembelian kredit yang

ingin dilakukan pelanggan.

(3) Menerima persetujuan dari bagian kasir atas penjualan kredit.

(4) Menerima order barang dari pelanggan.

(5) Memberitahukan order barang kepada bagian kasir. (6) Menerima barang dan nota rangkap ke dua dari

bagian gudang.

(7) Menyerahakan barang pesanan pelanggan kepada pelanggan.

(8) Mengarsip nota rangkap ke dua sesuai nomor urut nota tercetak.

b) Bagian kasir

Bagian kasir bertugas untuk : (1) Mengecek status kredit pelanggan.

(2) Memberitahukan persetujuan penjualan kredit kepada bagian penjualan.

(3) Menerima order penjualan barang dari bagian penjualan.

(4) Melakukan input data penjualan.

(5) Menerima pembayaran uang muka dari pelanggan. (6) Mencetak nota penjualan yang terdiri dari tiga

rangkap. Rangkap pertama di serahkan kepada pelanggan, rangkap kedua diserahkan kepada bagian

gudang, dan rangkap ke tiga di arsip oleh bagian kasir sendiri berdasarkan nomor urut nota tercetak.

(7) Mencetak laporan penjualan.

(8) Menyerahkan laporan penjualan beserta uang hasil penjualan kepada pimpinan.

(9) Menerima dan mengarsip laporan penjualan yang telah divalidasi oleh pimpinan.

c) Bagian gudang

Bagian gudang bertugas untuk :

(1) Menerima nota rangkap ke dua dari bagian kasir. (2) Menyiapkan barang pesanan pelanggan.

(3) Menyerahkan barang pesanan pelanggan dan nota rangkap ke 2 kepada bagian penjualan.

d) Pimpinan

Pimpinan berwenang untuk meneriman dan mencocokkan laporan-laporan penjualan dengan uang hasil penjualan barang yang diserahkan oleh fungsi kasir. Kemudian pimpinan akan memvalidasi laporan tersebut. c. Sistem informasi akuntansi penjualan pada UD Rahma

Banjarmasin yang disarankan

Langkah-langkah dalam membangun program aplikasi penjualan untuk UD Rahma Banjarmasin yaitu sebagai berikut : 1) Normalisasi

Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai konsep normalisasi. Dimana normalisasi merupakan suatu bagian dari perancangan basis data. Tanpa normalisasi sistem basis data akan jadi lambat, tidak akurat dan tidak efisien. Terdapat 4 (empat) tingkatan dalam melakukan normalisasi, yaitu:

a) Tidak normal (unnormalized)

Pada tingkatan ini penulis mencantumkan semua field yang diperoleh dari dokumen yang penulis dapat di

lapangan dan akan digunakan dalam membangun program aplikasi penjualan pada UD Rahma Banjarmasin, yaitu

Tabel 4. 1 Unnormalisasi

No Nama Field No Nama Field

1 Nomor Nota 9 Piutang

2 Tanggal 10 Nama Pelanggan

3 Nama Barang 11 Alamat Pelanggan

4 Kuantitas 12 Nohp Pelanggan

5 Harga Beli 13 Nama Supplier 6 Harga Jual 14 Alamat Supplier

7 Subtotal 15 Nohp Supplier

8 Total

Sumber : Penulis, 2020

b) Bentuk normal pertama (1NF)

Telah memenuhi bentuk normal kesatu (1NF), yaitu jika nilai untuk semua atribut adalah anatomik atau tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang lebih kecil dan nilai berulang.

Tabel 4. 2 Normalisasi Pertama (1NF)

No Nama Field No Nama Field

1 Id_userdetail 19 Jenis_penjualan 2 Id_pelanggan 20 Nama_barang 3 Id_supplier 21 Kategori 4 Id_kategoripenjualan 22 Satuan 5 Id_barang 23 Persentase 6 Id_transaksiheader 24 Limit 7 Nama_user 25 Harga_beli 8 Alamat_user 26 Harga_jual 9 Nohp_user 27 Stok 10 Username 28 No_nota 11 Password 29 Tanggal 12 Jabatan 30 Jenis_transaksi 13 Nama_pelanggan 31 Harga 14 Alamat_pelanggan 32 Kuantitas 15 Nohp_pelanggan 33 Uang_muka

16 Nama_supplier 34 Sisa 17 Alamat_supplier 35 Total 18 Nohp_supplier

Sumber: Penulis, 2020

c) Bentuk normal kedua (2NF)

Telah memenuhi syarat bentuk normal kedua (2NF), jika :

(1) Telah berbentuk normal pertama (1NF).

(2) Semua atribut utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi. Contohnya atribut nama_pelanggan, alamat_pelanggan, dan nohp_pelanggan bergantung penuh pada kunci relasi id_pelanggan pada tabel pelanggan.

Gambar 4. 20 Bentuk Normal kedua (2NF) Sumber: Penulis, 2020

d) Bentuk normal ketiga(3NF)

Telah memenuhi syarat bentuk normal ketiga (3NF), jika :

(2) Relasi tidak boleh memuat ketergantungan fungsional

diantara atribut-atribut bukan utama. Contohnya pada tabel barang terdapat dua atribut bukan kunci, yaitu persentase dan limit. Atribut persentase tidak bergantung pada limit dan begitu juga sebaliknya. Atribut bukan kunci tersebut bergantung fungsional secara penuh kepada sekumpulan atribut yang berfungsi sebagai kunci relasi. setiap kolom yang bukan kunci tidak tergantung secara transitif pada kunci utamanya.

Gambar 4. 21 Bentuk Normal ketiga (3NF) Sumber: Penulis, 2020

Dengan dilakukannya normalisasi maka dapat dihindari anomali-anomali selama melakukan manipulasi data seperti berikut :

a) Anomali penyisipan (insertion)

Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi panyisipan record pada sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menyisipakan atau

menambahkan satu data barang pada tabel barang maka kita tidak perlu lagi menambahkan data barang pada tabel transaksi_detail.

b) Anomali penghapusan (delete)

Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi akibat dari operasi penghapusan terhadap record dari sebuah relasi. Sebagai contoh apabila kita menghapus data nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi menghapus nama barang pada tabel transaksi_detail.

c) Anomali modifikasi (update)

Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah kesalahan pada waktu mengubah sebuah data pada satu tabel, maka tabel lain juga ikut berubah. Sebagai contoh apabila kita mengubah nama barang pada tabel barang, maka kita tidak perlu lagi merubah nama barang tersebut pada tabel transaksi_detail.

2) Sistem basis data

Sistem basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan atau memiliki relasi. Berikut merupakan diagram relasi antar tabel :

Gambar 4. 22 Relasi Antar Tabel Sumber: Penulis, 2020

Penjelasan relasi antar tabel pada gambar diatas adalalah sebagai berikut :

a) Tabel barang

Tabel barang adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data barang. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel stok_barang dan tabel kartu_persediaan, serta berelasi one to many dengan tabel transaksi_detail dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode barang bisa mempunyai banyak detail kode pada tabel transaksi_detail. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 3 Tabel Barang

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11)

2 Nama_barang Varchar (50)

4 Satuan Varchar (10) 5 Presentase Float (10,0) 6 Limit Int (11) 7 harga_beli Int (12) 8 harga_jual Int (12) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : barang Kunci utama : id Jumlah field : 8

Fungsi : Untuk menyimpan data barang

b) Tabel pelanggan

Tabel pelanggan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data pelanggan. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode pelanggan bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 4 Tabel Pelanggan

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Nama_pelanggan Varchar (50) 3 Alamat_pelanggan Varchar (50) 4 Nohp_pelanggan Varchar (12) 5 Trash Int(11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : Pelanggan Kunci utama : id

Fungsi : Untuk menyimpan data pelanggan

c) Tabel supplier

Tabel supplier adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data supplier. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode supplier bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 5 Tabel Supplier

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Nama_supplier Varchar (50) 3 Alamat_supplier Varchar (50) 4 Nohp_supplier Int (11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : Supplier Kunci utama : id Jumlah field : 4

Fungsi : Untuk menyimpan data supplier

d) Tabel user

Tabel user adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data user. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode user bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran) 1 Id Int (11) 2 Username Varchar (50) 3 Password Text 4 Jabatan Varchar (50) 5 Userdetail_id Int (11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : User Kunci utama : id Jumlah field : 5

Fungsi : Untuk menyimpan data user

e) Tabel user_detail

Tabel user_detail adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data user secara detail. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel user dengan field kunci id. Hal ini berarti bahwa satu user mempunyai satu data detail pada tabel user_detail. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 7 Tabel User_detail

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Nama_user Varchar (50) 3 Alamat_user Varchar (80) 4 nohp_user Varchar (13) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : User_detail Kunci utama : id

Jumlah field : 4

f) Tabel kategori_penjualan

Tabel kategori_penjualan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data kategori penjualan. Tabel ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti bahwa satu kategori penjualan mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 8 Tabel Kategori_penjualan

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11)

2 Jenis_penjualan Varchar (10) Sumber: Penulis, 2020

Keterangan :

Nama tabel : Kategori_penjualan Kunci utama : id

Jumlah field : 4

Fungsi :Untuk menyimpan data kategori penjualan

g) Tabel stok_barang

Tabel stok_barang adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data stok barang. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel barang dengan

field kunci id. Hal ini berarti bahwa satu kode barang

mempunyai satu data stok pada tabel stok_barang. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 9 Tabel Stok_barang

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

2 Barang_id Int (11) 3 Stok Int (12) 4 Bulan Int (11) 5 Tahun Int (11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : stok_barang Kunci utama : id

Jumlah field : 5

Fungsi : Untuk menyimpan data stok barang

h) Tabel transaksi_header

Tabel transaksi_header adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data header yang baru. Tebel ini memiliki relasi one to many dengan tabel transaksi_detail dengan field kunci id. Hal ini berarti satu kode transaksi_header bisa mempunyai banyak transaksi pada tabel transaksi_detail. Dan memiliki relasi one to one dengan tabel laporan_transaksi dengan field kunci id . hal ini berarti satu kode transaksi_header hanya bisa memiliki satu transaksi pada laporan_transaksi. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 10 Tabel Transaksi_header

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 No_nota Varchar (20) 3 Tanggal Date 4 Kategoripenjual_id Int (11) 5 Pelanggan_id Int (11) 6 Supplier_id Int (11) 7 User_id Int (12) 8 Jenis_transaksi Int (11) 9 Urutan_no_nota Int (11) Sumber: Penulis, 2020

Keterangan :

Nama tabel : Transaksi_header Kunci utama : id

Jumlah field : 9

Fungsi :Untuk menyimpan data transaksi header

i) Tabel transaksi_detail

Tabel transaksi_detail adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambah data detail transaksi. Tabel ini memiliki relasi many to one dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti beberapa kode transaksi_detail mempunyai satu transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 11 Tabel Transaksi_detail

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Transaksiheader_id Int (11) 3 Barang_id Int (11) 4 Harga Int (11) 5 Kuantitas Int (11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : Transaksi_detail Kunci utama : id

Jumlah field : 5

Fungsi : Untuk menyimpan data transaksi detail

j) Tabel laporan_transaksi

Tabel laporan_transaksi adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data laporan

transaksi. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel transaksi_header dengan field kunci id. Hal ini berarti satu laporan transaksi hanya bisa mempunyai satu transaksi pada tabel transaksi_header. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 12 Tabel Laporan Transaksi

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

1 Id Int (11) 2 Transaksiheader_id Int (11) 3 Uang_muka Int (12) 4 Sisa Int (12) 5 Total Int (12) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : Laporan_transaksi Kunci utama : id

Jumlah field : 5

Fungsi :Untuk menyimpan data laporan transaksi

k) Tabel kartu_persediaan

Tabel kartu_persediaan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan dan menambahkan data persediaan barang dari transaksi yang telah dilakukan. Tabel ini memiliki relasi one to one dengan tabel barang dengan

field kunci id. Hal ini berarti satu barang memiliki satu

kartu persediaan. Dibawah ini merupakan desain tabel secara fisik :

Tabel 4. 13 Tabel Kartu_Persediaan

No. Nama Field Tipe Data (Ukuran)

2 Tanggal Date 3 Barang_id Int (11) 4 Jenis Int (11) 5 Kuantitas Int (11) 6 Harga Int (12) 7 Jumlah Int (11) Sumber: Penulis, 2020 Keterangan :

Nama tabel : Kartu_persediaan Kunci utama : id

Jumlah field : 7

Fungsi :Untuk menyimpan data kartu persediaan

3) User interface

User interface adalah tampilan antar muka yang terlihat di layar komputer sebagai bentuk komunikasi antar pengguna dan komputer. Beriku merupakan tampilan program aplikasi penjualan pada UD Rahma Banjarmasin yang telah penulis buat:

a) Login

Login adalah halaman yang pertama kali muncul apabila program aplikasi dijalankan dan untuk bisa masuk kedalam program aplikasi pengguna harus terlebih dahulu memasukkan username dan password. Dibawah ini merupakan tampilan login program aplikasi penjualan yang penulis buat:

Gambar 4. 23 Form Login Sumber : Penulis, 2020

b) Home

Home merupakan tampilan yang muncul pertama kali setelah pengguna melakukan login. Berikut ini merupakan tampilan dari menu utama program aplikasi penjualan yang dibuat oleh penulis :

Gambar 4. 24 Home Sumber : Penulis, 2020

c) Master Data

Master data merupakan menu yang berisi data utama yang berhubungan dengan transaksi-transaksi yang akan dilakukan. Master data yang ada pada program aplikasi penjualan yang penulis buat terdiri dari 4 bagain, yaitu master data yang berisi data barang, data pelanggan, data supplier dan data user. Setiap data pada master data dapat diedit, dihapus dan ditambah. Berikut merupakan tampilan dari master data pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

(1) Master data barang

Master data barang digu0nakan untuk menyimpan data barang yang dimiliki oleh UD Rahma Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan mater data barang pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

Gambar 4. 25 Master Data Barang Sumber : Penulis, 2020

Gambar 4. 26 Form Tambah Barang Sumber : Penulis, 2020

(2) Master data pelanggan

Master data pelanggan digunakan untuk menyimpan data informasi pelanggan pada UD Rahma Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data pelanggan pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

Gambar 4. 27 Master Data Pelanggan Sumber : Penulis, 2020

Gambar 4. 28 Form Tambah pelanggan Sumber : Penulis, 2020

(3) Master data supplier

Master data supplier digunakan untuk menyimpan data informasi supplier pada UD Rahma Banjarmasin. Berikut merupakan tampilan master data supplier pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

Gambar 4. 29 Master Data Supplier Sumber : Penulis, 2020

Gambar 4. 30 Form Tambah Supplier Sumber : Penulis, 2020

(4) Master data user

Master data user digunakan untuk menyimpan data informasi user yang dapat mengakses program aplikasi penjualan pada UD Rahma Banjarmasin yang telah penulis buat. Berikut merupakan tampilan master data user pada program aplikasi penjualan yang telah penulis buat :

Gambar 4. 31 Master Data User Sumber : Penulis, 2020

Gambar 4. 32 Form Tambah User Sumber : Penulis, 2020

d) Transaksi

Menu transaksi terdiri dari 2 sub menu, yaitu penjualan dan pembelian. Menu ini digunakan untuk memasukkan data transaksi yang ingin dilakukan oleh pengguna. Berikut merupakan tampilan dari menu transaksi pada program aplikasi penjualan yang penulis buat :

(1) Form transaksi pembelian

Form transaksi pembelian digunakan untuk mamasukkan sejumlah data atau informasi mengenai pembelian barang yang dilakukan oleh UD Rahma Banjarmasin. Berikut tampilan dari form transaksi pembelian pada aplikasi penjualan yang telah penulis buat:

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-65)

Dokumen terkait