• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 Number of Infrastructure

Finance Company

4.2 Assets, Liabilities and

Equities

Sampai dengan akhir tahun 2016, terdapat dua Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur yang telah mendapatkan izin usaha, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2016, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur mengalami pertumbuhan pada aset, liabilitas, dan ekuitas. Nilai aset Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur pada tahun 2016 meningkat sebesar 44,28% dibandingkan dengan tahun 2015. Selain itu, liabilitas dan ekuitas Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur pada tahun 2016 juga mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 107,59% dan 20,02% dibandingkan tahun sebelumnya (Grafik 24).

By the end of 2016, there are two Infrastructure Finance Companies, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) and PT Indonesia Infrastructure Finance.

Based on financial statements as of December 2016, assets, liabilities and equities of Infrastructure Finance Company grow over the previous year. The assets of Infrastructure Finance Company in 2016 increased by 44.28% compared to 2015. Moreover, the liabilities and equities of Infrastructure Finance Company in 2016 also increase to 107.59% and 20.02% compared to the previous year (Graph 24).

Grafik 24 Aset, Liabilitas, dan Ekuitas Tahun 2012-2016 (miliar Rupiah)

Graph 24 Assets, Liabilities and Equities for Years 2012-2016 (billion Rupiah)

Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan

Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions

24

Pada tahun 2012, aset Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur terbesar adalah Penempatan Pada Bank. Namun, sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 komposisi aset terbesar adalah Pinjaman Yang Diberikan dengan nilai Rp37,47 triliun atau 67,93% dari total aset pada tahun 2016 (Grafik 25).

Kegiatan pembiayaan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, pada umumnya dilakukan dalam bentuk penyediaan dana bagi proyek-proyek infrastruktur. Penyaluran pembiayaan infrastruktur tersebut dapat berupa pinjaman langsung, refinancing, dan pinjaman subordinasi. Berdasarkan laporan keuangan Desember tahun 2016, pinjaman langsung merupakan komposisi pembiayaan infrastruktur terbesar, yaitu Rp33,88 triliun atau 90,41% dari total pinjaman yang diberikan (Grafik 26).

In 2012, the largest assets of Infrastructure Finance Company is Bank Placement. However, since 2013 to 2016 the largest assets composition is Financing Distribution, which reached Rp37.47 trillion or 67.93% of assets in 2016 (Graph 25).

Generally, business activity of Infrastructure Finance Company is financing support to infrastructure projects. The channeling of infrastructure financing can be a direct loan, a refinancing and a subordinated loan. Based on financial statements as of December 2016, a direct loan is the largest composition of infrastructure financing, which is Rp33.88 trillion or 90.41% of total loans (Graph 26).

Grafik 25 Komposisi Aset Tahun 2012-2016 (miliar Rupiah)

Graph 25 Assets Composition for Years 2012-2016 (billion Rupiah)

4.3 Kegiatan Usaha 4.3 Business Activities

OJK

Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan

Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions

25

Grafik 26 Komposisi Pinjaman yang Diberikan Tahun 2016 (miliar Rupiah)

Graph 26 Composition of Financing Loans for Year 2016 (billions Rupiah)

90,41% (33.881,98) Pinjaman Langsung Direct Loan 14,25% (5.339,29) Transportasi/ Transportation 19,38% (7.264,37) Jalan/Road 0,82% (305,62) Air Minum/Water

4,07% (1.525,71) Telekomunikasi/ Telecomunication 34,62% (12.973,80) Ketenagalistrikan/ Electricity 8,37% (3.137,82) Minyak & Gas Bumi/

Oil & Gas

18,49% (6.927,67) Lainnya/Others 2,52% (942,67) Refinancing Refinancing 7,07% (2.649,62) Pinjaman Subordinasi Subordinated Loan

Grafik 27 Komposisi Pinjaman yang Diberikan berdasarkan Jenis Infrastruktur Tahun 2016 (miliar Rupiah)

Graph 27 Composition of Financing Distribution Loans Based on Type of Infrastructure for Year 2016 (billion Rupiah)

Pembiayaan yang dilakukan oleh Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur disalurkan untuk berbagai jenis infrastruktur. Grafik 27 menunjukkan komposisi pinjaman yang diberikan oleh Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur untuk setiap jenis infrastruktur.

The financing of Infrastructure Finance Company is distributed to various types of infrastructure. Graph 27 shows the composition of financing distribution loans of Infrastructure Finance Company for each type of infrastructure.

Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan

Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions

26

Sumber pendanaan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur berasal dari penerbitan surat berharga, pinjaman dari pemerintah Republik Indonesia, pinjaman bank dan/atau lembaga keuangan, baik dalam maupun luar negeri. Grafik 28 menunjukkan komposisi sumber pendanaan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur berdasarkan laporan keuangan Desember tahun 2016.

Sources of funding of Infrastructure Finance Company is derived from securities issuance, borrowings from the Government of Republic of Indonesia, borrowings from domestic and non domestic bank and/or other financial institutions. Graph 28 shows the sources of funding composition of Infrastructure Finance Company based on the financial statements as of December 2016.

Grafik 28 Komposisi Sumber Pendanaan Tahun 2016 (miliar Rupiah)

Graph 28 Composition of Financing Loans for Year 2016 (billions Rupiah)

4.4 Sumber Pendanaan 4.4 Sources of Funding

41,12% (8.828,00) Penerbitan Surat Berharga

Securities Issuance

12,19% (2.616,27) Pinjaman Pemerintah RI

Borrowings From the Government of Republic of Indonesia

16,79% (3.605,58) Pinjaman Bank/Lembaga

Keuangan Dalam Negeri

Borrowings From Domestic Bank/ Financial Institution

29,90% (6.419,77) Pinjaman Bank/Lembaga

Keuangan Luar Negeri

Borrowings from Non Domestic Bank/Financial Institution

Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan

Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions

27

Sampai dengan akhir 2016, jumlah Perusahaan Pembiayaan Syariah sebanyak 41 perusahaan, terdiri atas tiga perusahaan berbentuk murni syariah dan 38 unit usaha syariah, dengan penambahan dua izin baru unit usaha syariah dan pencabutan satu izin unit usaha syariah.

Dari 41 Perusahaan Pembiayaan Syariah tersebut, terdapat tiga perusahaan yang memiliki aset di atas Rp5 triliun dan mendominasi seluruh aset Perusahaan Pembiayaan Syariah, yaitu sebesar Rp24,37 triliun atau 68,17%. Hal ini dapat dilihat pada Grafik 30 yang memperlihatkan kategori Perusahaan Pembiayaan Syariah berdasarkan aset tahun 2016.

At the end of 2016, the number of Sharia-based Finance Company are 41 companies, consist of three full fledge and 38 windows, with two new windows business licenses issued and one windows revocations of business licenses.

Of the 41 sharia-based finance companies, there are three companies with total assets above Rp5 trillion and dominate the assets of all finance companies amounted to Rp24.37 trillion or 68.17%. This can be seen in Graph 30 which shows the categories of Sharia-based Finance Company based on assets for year 2016.

Grafik 29 Perusahaan Pembiayaan yang Menjalankan Kegiatan berdasarkan Prinsip Syariah Tahun 2012-2016

Graph 29 Finance Company Conducting Sharia-based Business Activities for Years 2012-2016

5.1 Jumlah Perusahaan

Dokumen terkait