Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions
29
Aset/Assets
Piutang Pembiayaan/Financing Receivable
Total aset Perusahaan Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, yang berjumlah Rp35,74 triliun merupakan 8,07% dari total aset Perusahaan Pembiayaan sebesar Rp442,77 triliun. Begitu pula dengan total piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, yang berjumlah Rp33,07 triliun merupakan 8,53% dari total piutang Perusahaan Pembiayaan Rp387,50 triliun.
Total assets of sharia-based Finance Companies, which amounted to Rp35.74 trillion, amounting to 8.07% from Rp442.77 trillion compared with total assets of Finance Companies. Similarly, the total financing receivables of Sharia-based Finance Companies, which amounted to Rp33.07 trillion amounting to 8.53% from Rp387.50 trillion held by Finance Companies.
Grafik 31 Pertumbuhan Total Aset dan Piutang Pembiayaan Syariah Tahun 2012-2016 (triliun Rupiah)
Graph 31 The Growth of Asset and Sharia Financing Receivables for Years 2012-2016 (trillion Rupiah)
Grafik 32 Perbandingan Aset dan Piutang Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah dengan Perusahaan Pembiayaan Tahun 2016 (%)
Graph 32 Assets and Financing Receivables Comparison of Sharia-based with Finance Company for Year 2016 (%)
7,15%
Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah
Sharia Based Finance Company
8,53%
Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah
Sharia Based Finance Company
92,85% Perusahaan Pembiayaan Finance Company 91,47% Perusahaan Pembiayaan Finance Company OJK
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions
30
Kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah berdasarkan POJK Nomor 31 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah meliputi Pembiayaan Jual Beli, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan Jasa.
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2016, nilai piutang Perusahaan Pembiayaan Syariah mengalami kenaikan sebesar Rp12,84 triliun atau 63,47% dibandingkan tahun lalu, yaitu dari Rp20,23 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp33,07 triliun pada tahun 2016 (Grafik 33)
Business activities of Shari’a-based Finance Company based on POJK Number 31 Year 2014 about Business Operation of Shari’a-based Finance Company consist of Purchase Financing, Investment Financing, and Service Financing. Based on financial statement as of December 2016, financing receivables of the Shari’a-based Finance Company increase compared to last year by Rp12.84 trillion or 63.47%, from Rp20.23 trillion in 2015 to Rp33.07 trillion in 2016 (Graph 33).
5.3 Kegiatan Usaha 5.3 Business Activities
Grafik 33 Piutang Pembiayaan Berdasarkan Jenis Kegiatan Usaha Tahun 2012-2016 (triliun Rupiah)
Graph 33 Financing Receivables Based on Type of Financing Business Activities for Years 2012-2016 (trillion Rupiah)
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions
31
Sumber pendanaan Perusahaan Pembiayaan Syariah berasal dari pinjaman yang diterima, penerbitan surat berharga, serta pinjaman subordinasi. Sumber pendanaan terbesar pada tahun 2016 berasal dari pinjaman yang diterima, yaitu sebesar Rp17.853,74 miliar (Grafik 34)
Berdasarkan laporan keuangan Desember 2016, laba bersih Perusahaan Pembiayaan Syariah sebesar Rp1,28 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp0,62 triliun atau 93,86% dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp0,66 triliun (Grafik 35)
The sources of funding of Shari’a-based Finance Company come from received loans, securities issuance and subordinated loan. The largest source of funding in 2016 is received loans amounted to Rp17,853.74 billion (Graph 34)
Based on financial statements as of December 2016, the net profit of Shari’a-based Finance Company amounted to Rp1.28 trillion, increase by Rp0.62 trillion or 93.86% from the previous year, amounting Rp0.66 trillion (Graph 35)
5.4 Sumber Pendanaan
5.5 Laba dan Rugi
5.4 Sources of Funding
5.5 Profit and Loss
Grafik 34 Sumber Pendanaan Tahun 2012-2016 (miliar Rupiah)
Graph 34 Sources of Funding for Years 2012-2016 (billion Rupiah)
Grafik 35 Laba Bersih Perusahaan Pembiayaan Syariah Tahun 2012-2016 (triliun Rupiah)
Graph 35 Net Profit of Shari’a-based Finance Company for Years 2012-2016 (trillion Rupiah)
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions
32
Grafik 36 Pertumbuhan Pembiayaan Melalui Skema Channeling dan Joint Financing Tahun 2012-2016 (triliun Rupiah)
Graph 36 Financing Growth by Channeling and Joint Financing Schemes for Years 2012-2016 (trillion Rupiah)
Pembiayaan melalui skema Channeling mengalami kenaikan sebesar 81,01%, yaitu dari Rp1,12 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp2,02 triliun pada tahun 2016. Begitu pula dengan pembiayaan melalui skema Joint Financing mengalami peningkatan sebesar 36,89%, yaitu dari Rp5,20 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp7,12 triliun pada tahun 2016 (Grafik 36)
Channeling scheme increased 81.01% from Rp1.12 trillion in 2015 to Rp2.02 trillion in 2016. Similarly, Joint Financing scheme increased by 36.89%, from Rp5.20 trillion in 2015 to Rp7.12 trillion in 2016 (Graph 36)
5.6 Kegiatan Channeling dan
Joint Financing 5.6 Channeling and JointFinancing Activities
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions
33
Grafik 37 Sebaran Kantor Perusahaan Pembiayaan Syariah di Indonesia (Unit)
Graph 37 Distribution of Shari’a-based Finance Company Offices in Indonesia (Unit)
Sampai dengan Desember 2016, terdapat 1.172 kantor Perusahaan Pembiayaan Syariah, baik kantor pusat, kantor cabang, kantor pemasaran, maupun kantor selain kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (Grafik 37).
Pulau Jawa menjadi lokasi paling padat dengan total 593 kantor Perusahaan Pembiayaan Syariah atau sekitar 50,60%. Sebanyak 287 kantor Perusahaan Pembiayaan Syariah didirikan di pulau Sumatera (24,49%), 128 kantor berada di pulau Kalimantan (10,75%), 95 kantor didirikan di Pulau Sulawesi (8,11%), dan sisanya 71 kantor (6,06%) tersebar di Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua
As of December 2016, there are 1,172 Sharia-based Finance Company offices including head offices, branch offices, marketing offices and other than branch offices spread throughout Indonesia (Graph 37).
Java Island become the most densely populated area with a total of 593 offices of Sharia-based Finance Company or about 50.60%. A total of 287 offices of Sharia-based Finance Companies are established on Sumatra Island (24.49%), 128 offices located on Borneo Island (10.75%), 95 offices are established on Sulawesi Island (8.11%) and the remaining 71 offices (6.06%) are in Bali, Nusa Tenggara, Maluku and Papua
5.7 Sebaran Kantor
Perusahaan Pembiayaan
Syariah
5.7 Distribution of Sharia-based
Finance Company Offices
OJK Nangroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Bengkulu Sematera Selatan Lampung Banten JawaBarat Timur Nusa TenggaraJawa
Barat Nusa Tenggara Timur D.I
Yogyakarta Riau
Jambi Kalimantan
Barat KalimantanTengah Kalimantan Utara Kalimantan Timur Kepulauan Riau 17 16 30 42 17 10 37 1 32 Bangka Belitung 11 68 DKI Jakarta Jawa Tengah Bali 55 225 11 100 125 23 15 16 Kalimantan Selatan Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Maluku Sulawesi Tengah Sulawesi Utara Maluku Utara Papua Barat Papua 28 15 3 43 40 3 14 15 Gorontalo 8 12 4 5 40 3 5
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia Lembaga Pembiayaan
Indonesia Financial Services Autority Finance Institutions