KPR Khusus Atlet
Pada pertengahan 2018, Perseroan meluncurkan produk KPR Khusus Atlet sebagai dukungan kepada para atlet nasional dengan memudahkan mereka bisa punya rumah yang murah dan cepat.
KPR Khusus Atlet memiliki keistimewaan antara lain suku bunga mulai 5%, uang muka mulai 5%, tanpa biaya administrasi, provisi, dan biaya appraisal. Selain itu, kalau produk KPR pada umumnya kan hanya berjangka waktu paling lama 20 tahun, KPR Khusus ini para atlet bisa mengangsur hingga 30 tahun.
KPR Gaeesss!
Perseroan menyiapkan produk “KPR Gaeesss!” bagi para millennials sebagai sasaran utama, karena mereka diprediksi akan mendominasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 nanti dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi nasional hingga tahun 2030. KPR Gaeesss memberikan kemudahan, dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, biaya provisi dan administrasi. Potensi pasar terbesar untuk pemasaran program KPR Gaeesss adalah di kota-kota besar di Indonesia.
Produk ini juga mempersiapkan mereka yang kini berusia 21 hingga 30 tahun dan memiliki pendapatan untuk memiliki aset rumah tinggal. Berdasarkan statistik, pertumbuhan rumah tangga saat mencapai 2,31% sedangkan laju pertumbuhan kepemilikan rumah sebesar 2,82%. Dengan mempertimbangkan backlog rumah yang mencapai 1,37 juta unit paa 2016, sudah sewajarnya generasi millennials berinvestasi rumah tinggal dari sekarang.
KPR Mikro ABCG
KPR Mikro ABCG menggabungkan unsur Academy-Business-Community-Government (ABCG) merupakan pendekatan Perseroan untuk menyalurkan kredit dengan kolaborasi empat pihak yang terdiri atas akademisi, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya yang berbasis komunitas.
Skema KPR ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) unbankable di Indonesia yang masih hidup di rumah kontrakan dan lingkungan tidak layak huni. Termasuk di sini adalah mereka yang tinggal di rumah kontrakan, di lingkungan yang tidak layak huni, berprofesi sebagai pekerja honorer seperti guru tidak tetap, wirausaha, pegawai swasta dan lain-lain.
Setidaknya ada sekitar 6 juta MBR yang unbankable yang belum memiliki rumah. Tantangan ini merupakan tanggung jawab, tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh
stakeholder termasuk Perseroan dengan melibatkan akademisi serta komunitas.
1 2 3 4
Mengembangkan Framework kolaborasi diantara lembaga terkait dengan inovasi-ibovasi
penelitian yang mendukung terwujudnya rumah yang
layak dan terjangkau
Mengembangkan Framework kolaborasi diantara lembaga terkait dengan inovasi-ibovasi
penelitian yang mendukung terwujudnya rumah yang
layak dan terjangkau
Perbankan menyalurkan pinjaman baik untuk pembiayaan lahan maupun untuk pembangunan rumah
Perbankan menyalurkan pinjaman baik untuk pembiayaan lahan maupun untuk pembangunan rumah
Mengorganisir kelompok pembangunan rumah dan memastukan anggotanya menabung dan mengatur
pinjaman
Mengorganisir kelompok pembangunan rumah dan memastukan anggotanya menabung dan mengatur
pinjaman
Memberikan bantuan teknis untuk mempercepat proses pembangunan serta memberikan bantuan BSPS
Kementrian:
• Menyalurkan bantuan perumahan melalui BSPS • Memberukan kemudahan
biaya proses spitzing dan sertifikasi Pemkab: • Menyediakan PSU ACADEMY Universitas BUSINESS Perseroan COMMUNITY Komunitas GOVERNMENT Kementrian IMPLEMENTASI
Calon Debitur Verifikasi Uang Muka dan Cicilan Sertifikat
Mereka yang berusia minimal 21 tahun, penghasilan rata-rata di bawah Upah Minimum Provinsi atau senilai Rp2,5 juta, serta belum memiliki rumah dan tanah.
MBR yang sudah diverifikasi dapat membeli kaveling di lahan yang dipersiapkan Pemerintah Daerah
Debitur mendapatkan pinjaman dengan skema bundling dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Cukup menyediakan uang muka 5 persen dengan cicilan relatif ringan yaitu sekitar Rp500 ribuan per bulan selama 10 tahun
Sertifikat tanah yang ada bisa langsung dipecah sehingga masyarakat bisa segera memiliki rumah dan tanah dengan harga murah dan jangka waktu lebih pendek
Untuk tahap awal, Perseroan memulai pilot project KPR Mikro ABCG di Garut, Kendal, dan Jember. Ke depan Perseroan akan menjajaki kerja sama dengan sekitar 30 pemerintah daerah atau kabupaten di seluruh nusantara dengan estimasi target penyaluran KPR Perseroan Mikro dengan skim ABCG untuk sekitar 2.000 unit.
Uji coba di Kabupaten Kendal dilakukan di Desa Curug Sewu Kecamatan Petehan, di wilayah ini Perseroan bekerja sama dengan Universitas Diponegoro untuk mamfasilitasi KPR Mikro ABCG kepada 58 debitur di atas lahan seluas satu hektar, nilai kredit yang tercapai dengan skema ini sebesar Rp2,06 miliar. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 27 September 2018 oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktur Rumah Umum dan Komersial Bpk. Yusuf Hariagung MM, MT, Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, Msi, Rektor Universitas Diponegoro Bpk. Prof. Dr. Yos Johan Utama SH, M.Hum.
PRODUK DAN LAYANAN
KEUANGAN INKLUSIF
Dengan kesuksesan pilot project di Kendal, kini Perseroan tengah menjajaki peluang menerapkan skim yang sama di Wilayah Pageruyung Kabupaten Kendal dengan potensi 200 orang Komunitas Swadaya Masyarakat Pageruyung, Wilayah Gempolsewu Kabupaten Kendal dengan potensi 109 orang Komunitas Swadaya Masyarakat Gempol Sewu, Wilayah Kabupaten Kudus dengan potensi 2.000 orang anggota Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan, Minumam (SP RTMM) dan wilayah-wilayah potensial lainnya untuk memenuhi kuota BSPS sebanyak 3.000 unit.
Kredit Pendidikan
Saat ini masyarakat Indonesia tak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer, namun juga menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya. Namun akses pendidikan tinggi bagi sebagian anggota masyarakat terhalang oleh kemampuan ekonominya.
Sebagai solusi atas tantangan itu, Perseroan meluncurkan kredit pendidikan untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia serta mencapai target penyaluran kredit perseroan di 2018. kredit pendidikan Perseroan menawarkan plafon hingga Rp200 juta dan bunga sebesar 6,5 persen flat selama 5 tahun.
Sasaran produk ini adalah debitur eksisting Bank Perseroan termasuk nasabah KPR dan KPA baik subsidi maupun non-subsidi hingga Kredit Agunan Rumah (KAR). Debitur eksisting dengan penghasilan tetap maupun tidak tetap juga dapat mengakses pinjaman tersebut.
Hingga akhir 2018, Perseroan telah bekerja sama dengan 23 Perguruan selanjutnya akan terus menggelar kemitraan serupa dengan Perguruan Tinggi lainnya sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Aplikasi Fintech Khusus Santri
Inovasi produk keuangan tidak hanya dilakukan pada produk pembiayaan tetapi juga produk pendanaan. Pada awal tahun 2018, Unit Usaha Syariah (UUS)
Perseroan meluncurkan financial technology (fintech) bertajuk Mobile Apps Fintech Ponpes untuk meningkatkan penghimpunan dana. Layanan keuangan berbasis digital itu akan memudahkan para santri, para wali santri dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ashriyyah Nurul Iman melakukan topup akun virtual sehingga dapat digunakan untuk bertransaksi secara close loop (transaksi khusus komunitas ponpes) dan melakukan pembelian produk-produk (e-commerce) yang dihasilkan unit-unit usaha di bawah bimbingan ponpes, sehingga pada akhirnya juga akan meningkatkan penghimpunan dana murah di Perseroan Syariah.
Financial Technology merupakan salah satu strategi Perseroan dalam transformasi Perseroan yang digelar sejak
2015. Dengan hadirnya Mobile Apps Fintech Ponpes, ada 15.000 santri, 15.000 wali santri, 300 guru, serta 31 unit usaha yang bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain meluncurkan layanan untuk mempermudah transaksi di Ponpes tersebut, Perseroan juga akan memberikan fasilitas tabungan haji dan umroh bagi para guru, pengurus, dan wali santri Yayasan Al Ashiriyyah Nurul Iman.