BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DINAS
5.2 Inovasi Program dan Kegiatan
Dalam rangka merealisasikan visi Kota Bekasi “Cerdas, Kreatif, Maju Sejahtera dan Ikhsan”. Pemerintah Kota Bekasi memiliki prioritas pembangunan yang dijabarkan dalam empat puluh lima program prioritas pembangunan daerah di Kota Bekasi sebagai cita-cita kepala daerah.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi telah dan akan melakukan inovasi-inovasi terhadap tujuh (7) program prioritas pembangunan daerah yang terkait dengan urusan bidang pangan, pertanian, perikanan dan kelautan, dan perdagangan pada matriks tabel inovasi program dan kegiatan.
Tabel 5.2 Tabel Inovasi Program dan Kegiatan KETERANGAN
No. 7 PROGRAM PRIORITAS INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) 1 Program peningkatan Diversifikasi
dan Ketahanan Pangan Masyarakat 2 Program Penanganan kerawanan
pangan
3 Program Pengawasan Keamanan Pangan
4 Program Penyediaan dan
Pengembangan Sarana Pertanian 5 Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner
6 Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
7 Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan
INDIKATOR
PROGRAM INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) KEGIATAN I Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan
Program peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Stabilitas Harga
Pangan Penyediaan
Stock cadangan pangan
1) Operasi pasar
2) Pemetaan jalur distribusi bahan pokok
Program Penanganan Kerawanan Pangan Persentase Pangan terbantu
INDIKATOR
PROGRAM INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) KEGIATAN I Bidang Konsumsi dan keamanan Pangan
Program peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Pencapaian Skor
Pola Pangan Harapan (PPH)
Peningkatan
Diversifikasi pangan Tersedianya bahan pangan lokal di pasaran sebagai keanekaragaman pangan
Program Pengawasan Keamanan Pangan Persentase
Pengawasan dan Pembinaan
Keamanan Pangan
Penyelenggaraan pembinaan pelaku usaha produk pangan
Terpenuhinya mutu dan keamanan pangan
INDIKATOR
PROGRAM INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) KEGIATAN I Bidang Pertanian
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian Produksi
Komoditas Penyediaan bibit
tanaman pangan 1) Jumlah lubang tanam hidroponik
Pertanian hortikultura dan pemanfaatan lahan tidur
2) Sawah tadah hujan varietas dilaihkan ke padi gogo
INDIKATOR
PROGRAM INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) KEGIATAN I Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian Jumlah Produksi
Peternakan Peningkatan jumlah pelaku usaha Jumlah Produksi
Olahan Peternakan Pembinaan pelaku usaha olahan peternakan
Terpenuhinya produk PAH yang ASUH
Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner
Terkendalinya
Penyakit Hewan Menular Zoonosis
1) Pengadaan
vaksinasi hewan penyakit menular
1) Dukungan dokter hewan dalam pelayanan
kesehatan hewan Unit Usaha Peternakan
Kesehatan dan Produk
Hewan yang
aspek hygiene sanitasi, kesehatan
hewan dan
kesehatan masyarakat veteriner.
Persentase Produk
PAH yang ASUH 3) Peningkatan jumlah pangan asal hewan
3) Terpenuhi mutu dan kualitas Produk PAH yang ASUH
INDIKATOR
PROGRAM INOVASI KETERANGAN
(IMPLEMENTASI) KEGIATAN I Bidang Perikanan
Program Pengelolaan Perikanan Budidaya Jumlah Produksi
Ikan Konsumsi 1) Penyediaan benih
ikan konsumsi 1) Terpenuhi
kebutuhan pasar Jumlah Produksi
Ikan Hias 1) Pembinaan pelaku usaha budidaya ikan hias.
2) Penyelenggaraan promosi ikan hias
1) Mendukung
pembudidaya ikan hias
2) Melakukan pelatihan Jumlah Produksi
Olahan Hasil Perikanan
1) Pengadaan Cold Storage
2) Pengadaan Baktor
1) Terpenuhi mutu dan kualitas olahan hasil perikanan
BAB VI
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Progam adalah kebijakan yang berisi tentang kegiatan yang akan dirumuskan untuk mencapai sasaran dan tujuan sesuai dengan tugas, fungsi Perangkat Daerah. Sedangkan kegiatan adalah bagian dari program yang membuat sekumpulan kegiatan pengarahan sumber daya sebagai input untuk menghasilkan output dalam bentuk barang jasa dan modal.
Merujuk pada tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi sebagai unsur pelaksana pemerintah dalam bidang Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan melalui program–
programnya berbagai rencana akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2018–2023.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran Perangkat Daerah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi yang telah ditetapkan guna akan menjalankan fungsi dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi yang telah dirumuskan program dan kegiatan periode renstra 2018–2023 dan tahun 2019 sebagai tahun awal pelaksanaan direncanakan.
Program yang akan direncanakan pada dasarnya untuk melaksanakan program prioritas RPJMD Kota Bekasi Tahun 2018–2023.
Akan tetapi keberhasilan pelaksanaan program prioritas diperlukan program yang mendukung kelancaran pelaksanaannya. Selanjutnya program–program tersebut dijabarkan lebih lanjut kedalam rencana kegiatan. Pemilihan kegiatan untuk masing–masing program didasarkan pada strategi dan kebijakan jangka menengah Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Tahun 2018–2023. Rencana program, kegiatan dan indikator kinerja serta pendanaan sebagaimana diuraikan sebagai berikut :
Tabel 6.1
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM/ KEGIATAN DAN SUB KEGIATAN PADA DINAS KETAHANAN PANGAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA BEKASI
TUJUAN SASARAN INDIKATOR
KINERJA SATUAN KONDISI AWAL
TARGET KINERJA PROGRAM KERANGKA PENDANAAN KONDISI
AKHIR
perikana
6.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Program, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Tahun 2021-2023
Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat, maka untuk mencapai target pencapaian indeks daya beli masyarakat sebagai mana tertuang didalam RPJMD perlu ditetapkan program-program yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Harga pangan berkontribusi besar pada tingkat inflasi, dan beras berkontribusi paling besar pada bidang pangan. Disamping itu olahan pangan segar perlu dijaga keseimbangan antara persediaan dan kebutuhan, agar harga tetap terjangkau masyarakat. Tidak kalah penting adalah menciptakan produk pangan yang memiliki nilai tambah (value added) melalui pengolahan pangan. Mengingat terbatasnya sumber-sumber pangan di Kota Bekasi maka penggunaan teknologi maju untuk pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sudah saatnya ditingkatkan. Kerawanan pangan umumnya terjadi pada masyarakat berpenghasilan rendah, atau pada keadaan darurat tertentu seperti bencana alam, kelangkaan pangan global atau bencana non alam lainnya.
Pemerintah harus hadir pada keadaan-keadaan tersebut oleh karenanya lumbung pangan harus dibangun sebagai gudang cadangan pangan dan bisa segera digunakan bila dibutuhkan.
Inflasi merupakan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga.
Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi.
Memperhatikan penjelasan tersebut di atas disepakati untuk menjaga inflasi melalui stabilitas harga akan dilaksanakan program-program sebagai berikut:
1. Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat.
Pangan berkontribusi cukup besar terhadap tingkat inflasi oleh karena itu untuk bertahan pada inflasi yang ideal (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi) perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga dan masyarakat,
2. Program Penanganan Kerawanan Pangan.
Menurunkan tingkat kerawanan pangan dan gizi merupakan tantangan bagi pihak perencana dan pengambil kebijakan karena masalah kerawanan pangan dan gizi merupakan permasalahan multi-efek dan multi-sektor. Dukungan berbagai program dan kegiatan dari lembaga pemerintah dan non pemerintah belum mampu mengatasi masalah kerawanan pangan dan gizi.
3. Program Pengawasan Keamanan Pangan.
Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
4. Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian.
Pemerintah berkomitmen dan berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan khususnya beras. Salah satu faktor yang berperan penting
dalam meningkatkan produksi beras adalah adanya dukungan sarana dan prasarana pertanian.. Apabila ketersediaan pangan lebih kecil dari kebutuhannya maka bisa berdampak terhadap ketidakstabilan ekonomi, berbagai gejolak sosial dan politik, hal ini terjadi apabila ketahanan pangan terganggu. Dukungan prasarana dan sarana pertanian bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), meningkatkan produktivitas dan produksi melalui upaya memperluas lahan pertanian pada kawasan tanaman pangan untuk mengimbangi alih fungsi lahan.
5. Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Dalam upaya mencapai tujuan mewujudkan ketahanan pangan yang kreatif, dinamis dan berkelanjutan aspek ketersediaan pangan didukung dengan kualitas dan keamanan yang baik. Makanan yang bersumber dari hewan memiliki resiko yang terhadap infeksi penyakit oleh karenanya Program pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan dilaksanakan terus menerus dan perlu upaya preventif pencegahannya.
Kesehatan Masyarakat Veteriner adalah segala urusan yang berhubungan dengan Hewan dan produk Hewan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan manusia.
6. Program Pengelolaan Perikanan Budidaya.
Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan atau organisme air lainnya. Manfaat atau hasil yang diharapkan dari kegiatan pemeliharaan ikan juga bisa berupa produksi ikan yang bisa dijual, atau bisa juga untuk keperluan konsumsi sendiri.
7. Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan
Pemasaran hasil perikanan meliputi berbagai aktivitas yang dilakukan mulai dari pengadaan sarana produksi, produksi, pengolahan pasca panen serta bagaimana pemasaran bisa dilakukan. Tanpa kegiatan pemasaran maka produk perikanan yang dihasilkan akan menjadi barang yang tidak bermanfaat.
Selanjutnya program-program tersebut perlu diikuti dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu Kegiatan pembangunan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan merupakan penjabaran lebih
lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang merupakan konstribusi bagi pencapaian visi dan misi organisasi. Kegiatan merupakan aspek operasional dari suatu rencana strategis yang diarahkan untuk memenuhi sasaran, tujuan, dan misi organisasi.
Indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu program dan kegiatan, baik kuantitatif maupun kualitatif yang secara khusus dinyatakan sebagai pencapaian tujuan yang dapat menggambarkan skala atau tingkat yang digunakan sebagai alat kegiatan pemantauan dan evaluasi, baik kinerja input, proses, output, outcomes maupun impacts sesuai dengan sasaran rencana program dan kegiatan.
Tabel 6.2
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR PROGRAM, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF DINAS KETAHANAN PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA BEKASI TAHUN 2021-2023 (nomenklatur baru berdasarkan Keputusan Mentei Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020)
TUJUAN SASARAN
KODE NOMOR 90 TAHUN
2019
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN UNIT
KERJA Capaian Kinerja dan keuangan
2 09 01 2.01 06 Koordinasi dan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Jumlah laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD (Renstra, Renja, Perkin, LKIP, SAKIP dan IKK) Capaian Kinerja dan keuangan tunjangan dan premi BPJS ASN Dispora Keuangan Akhir Tahun SKPD
Jumlah Laporan Keuangan Akhir Tahun
14 Buku
Dinas Beserta Atribut Kelengkapannya
Jumlah komponen alat listrik dan elektronik
235 unit
2 09 01 2.06 04 Penyediaan Bahan Logistik Kantor
Jumlah alat tulis kantor dan bahan komputer, Jumlah makanan minuman harian pegawai, rapat, tamu yang disediakan
3,972 unit,
Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD
Jumlah Frekuensi rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah/perjalanan
Dinamis pada SKPD
Jumlah arsip yang ditata/dikelola Daya Air dan Listrik
Jumlah rekening telepon, internet, air dan listrik tenaga kebersihan
108
2 09 01 2.09 Pemeliharaan Barang
Peralatan dan Mesin Lainnya
Peralatan mesin yang terpelihara
tasi Gedung Kantor dan Bangunan Lainnya
Luas Gedung Kantor 638 m2 Pencapaian Skor Pola Pangan Harapan
2 09 03 2.02 04 Pemeliharaan Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten/Kota
Jumlah ketersediaan cadangan pangan : Beras, gula pasir, sarden, korned sapi, mie instan, minyak goreng, susu bubuk
11,600 kg,
Pangan Harapan (PPH)
- 87,94% 87,94% 88% 88%
Jumlah Orang yang mendapatkan
jumlah kelompok pP2L yang terbentuk
7 kelompok 490.000.00
0
7 kelompok 50.000.
000 daging sapi, korned sapi, Mie instan, minyak goreng, susu bubuk
Program Pengawasan Keamanan Pangan
Persentase
Jumlah Pelaku usaha olahan pangan yang mendapat pembinaan pengujian mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan daerah
kabupaten/kota
Persentase produk pangan yang aman dan sehat kelompok tani yang maju dan berkembang dan jumlah peserta pelatihan budidaya hidroponik dan AB mix
100% 0 100%
3 27 02 2.01 01 Pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian
jumlah instalasi hidroponik bagi kelompok tani yang maju dan berkembang
jumlah dan Hijauan Pakan Ternak yang sumbernya dalam 1 (satu) daerah yang Sumbernya dari Daerah
1,100 ekor 7.500.0 00.000
daya genetik (SDG) Hewan, Tumbuhan, dan Mikro Organisme Kewenangan
Jumlah peserta yang mendapatkan
180 orang 600.000.00 0
180 orang 600.00 0.000
3 27 04 2,01 02 Jumlah Sarana dan produksi perikanan dan peternakan Hewan Menular dan Daerah Kota Bekasi
Jumlah Pangan asal hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal
100%
penyakit hewan dan keamanan produk hewan
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan menular dan zoonosis
0 kasus 519.800.00
0
0 kasus 400.00 0.000
0 kasus 400.000.
000
0 kasus 400.00 0.000
DKPPP Kota Bekasi
3 27 6 2,01 1 Penjaminan Kesehatan Hewan, Penutupan dan pembukaan Daerah Wabah Penyakit Hewan Menular dan Daerah Kota Bekasi
Jumlah kasus penyakit zoonosis Penyakit Hewan dan Zoonosis
Jumlah hewan yang dilakukan Ternak Pakan, Fasilitas Pemeliharaan Hewan, rumah sakit Hewan/Pasar Hewan, RPH
Jumlah Kegiatan disinfektan di tempat penampungan/ Usaha Rumah Potong Hewan
Jumlah Kegiatan disinfektan di tempat penampungan/
pemotongan unggas 10 tempat, jumlah Pelatihan cleanig and disinfection bagi
Jumlah Produksi Ikan Konsumsi
3 25 6 2,03 2 Pengembangan kapasitas pembudidaya ikan kecil
Jumlah Bantuan Paket Indukan Ikan kemudahan akses ilmu pengetahuan,
jumlah produksi ikan konsumsi
dan Pemasaran Hasil Perikanan
Jumlah Produksi Ikan Konsumsi dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota
bagi pelaku usaha perikanan skala mikro dan kecil dalam 1
BAB VII
KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Indikator kinerja adalah uraian ringkas yang menggambarkan tentang suatu kinerja yang akan diukur dalam pelaksanaan suatu program terhadap tujuannya. Indikator kinerja ini merupakan kunci dalam pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Adapun indikator kinerja daerah RPJMD Kota Bekasitahun 2020-2023 terkait dengan bidang ketahanan pangan, pertanian dan perikanan yaitu indeks komposit ketahanan pangan.
1) Meningkatnya Ketahanan Pangan yang kuat (Y), dengan ukuran kinerja Skor Pola Pangan Harapan
2) Meningkatnya Produksi Hasil Perikanan dan Peternakan (X1), dengan ukuran kinerja Jumlah Produksi Hasil Perikanan Budidaya dan Peternakan
3) Meningkatnya Produksi Hasil Pertanian (X2), dengan ukuran kinerja Jumlah Produksi hasil Pertanian
Dari indikator-indikator di atas maka indeks komposit dari Meningkatnya Ketahanan pangan (Y) adalah kombinasi dari variabel-variabel meningkatnya Meningkatnya subsidi dan cadangan pangan (X1), Meningkatnya Diversifikasi Pangan (X2), Miningkatnya Mutu dan Keamanan Pangan (X3). Y= a X1 + b X2 + c X3
Indeks Ketersediaan pangan merupakan hasil kombinasi dari beberapa variabel yang berkontribusi pada meningkatnya ketersediaan pangan di Kota Bekasi diantaranya:
a) Jumlah Ketersediaan cadangan pangan (Z1) b) Jumlah subsidi pangan (Z2)
c) Jumlah produksi hasil pertanian/perkebunan (Z3) d) Jumlah produksi hasil perikanan (Z4)
e) Jumlah produksi hasil peternakan (Z5)
Indikator kinerja Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD 2020-2023 ditampilkan dalam Tabel berikut :
Tabel 7.1
Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
NO Indikator Tujuan RPJMD 2018-2023
Indikator Sasaran RPJMD
2018-2023
Indikator Sasaran Renstra Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
Kondisi Kinerja pada
awal periode RPJMD
Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja pada
akhir periode RPJMD
2018 2019 2020 2021 2022 2023
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (12)
1 Laju
Pertumbuhan Ekonomi
Peningkatan Pengeluaran Perkapita
Stabilisasi Harga Pangan 3.70% < 5 % < 5 % < 5 % < 5 % < 5 % < 5 %
Pencapaian Skor PPH 86.70% 88.00% 88.50% 87.94% 87.97% 88.00% 88.00%
Persentase Penanganan
Kerawanan Pangan 69.58% 73.76% 76.76% 80.58% 84.00% 86.80% 86.80%
Persentase Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan
69.07% 75.26% 82.00% 84.00% 85.60% 88.00% 88.00%
Produksi Komoditas
Pertanian 23.185 ton 27.882,500
Ton
30.670,7 ton 34.250 ton 32.442,17 ton
33.515 ton 33.515 ton
Jumlah Produksi
Peternakan 10.416 ton 15.420 ton 10.657 ton 10.765 ton 10.877 ton 10.985 ton 10.985 ton
Jumlah Produksi Olahan
Hasil Peternakan 3.511,24 ton 3.582,24 ton
3.654,3 ton 3.700 ton 3.721,50 ton
3.777,24 ton 3.777,24 ton
NO Indikator Tujuan RPJMD 2018-2023
Indikator Sasaran RPJMD
2018-2023
Indikator Sasaran Renstra Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
Kondisi Kinerja pada
awal periode RPJMD
Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja pada
akhir periode RPJMD
2018 2019 2020 2021 2022 2023
Terkendalinya Penyakit Hewan menular dan Zoonosis
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
Unit Usaha Peternakan Kesehatan dan Produk Hewan yang bersertifikat teknis
53 unit 61 unit 69 unit 65 unit 70 unit 90 unit 75 unit
Persentase Produk PAH
yang ASUH 42,50 % 42,93 % 43,35 % 44.00 % 44,70 % 46,00 % 46,00 %
Jumlah Produksi Ikan
Konsumsi 1.856,36 ton 1.874,92 ton 1.893,6 ton 1.910 ton 1.946,42 ton 1.955,24 ton 1.955,24 ton
Jumlah Produksi Ikan Hias 18.622.238 ekor
20.616.836
ekor 21.649.777
ekor 22.737.661
ekor 23.863.844
ekor 25.110.221 ekor 25.110.221 ekor
Jumlah Produksi Olahan
Hasil Perikanan 82.745,20 ton 86.882,46 ton
88.135,58 ton
89.130,50 ton
90.207,31 ton
92.036,18 ton 92.036,18 ton
BAB VIII PENUTUP
Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2018-2023 yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bekasi agar Renstra Pemerintah Kota Bekasi dapat menjamin konsistensi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2019-2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bekasi Tahun 2018-2023.
Untuk melaksanakan Renstra ini sangat diperlukan adanya partisipasi serta komitmen dari seluruh aparatur Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi serta pemerintah daerah agar program dan kegiatan yang dilakukan dapat tercapai. Rencana Strategis Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Visi dan Misi Wali Kota Bekasi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).