• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN BREBES

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, C & Hendra G. 2006. Peranan Ekologis dan Sosial Ekonomis Hutan Mangrove dalam Mendukung Pembangunan Wilayah Pesisir. Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian.[terhubung berkala]. http://www.dephut.go.id/files/chairil_hendra.pdf [1 Februari 2010]

Bengen, D. G. 2000. Teknik Pengambilan Contoh dan Analisis Data Biofisik Sumberdaya Pesisir. Pusat kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. vi + 88 p.

Bengen, D. G. 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. xii + 60 p.

Boer, M. 2001. Perancangan Percobaan – Edisi 1. Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perikanan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 52p.

Boyd, C E. 1991. Water Quality Management and Aeration in Shrimp Farming [bibliografi]. Pusat Penelitian & Pengambangan Perikanan. Jakarta.

Buwono, I. D. 1992. Tambak Udang Windu Sistem Pengelolaan Berpola Intensif. Kanisius. Yogyakarta. xii + 151p.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. PT Gramedia. Jakarta. xxxiii + 412 p.

Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Yogyakarta : Kanisius. 258 hlm.

Fakur, D. 2008. Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Petani yang Berhubungan dengan Keberhasilan Rehabilitasi Hutan Mangrove Pola Wanamina (Kasus di Kabupaten Brebes Jawa Tengah) [skripsi]. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon. 110 hlm

Gunarto, Suharyanto, Muslimin & Abdul M T. 2003. Budidaya Udang Windu Menggunakan Tandon Mangrove dengan Pola Resirkulasi Berbeda. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 9(2): 57-63

Gunawan, H & Chairil A. 2005. Analisis Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove di Pantai Utara Jawa Tengah. Hutan dan Konservasi Alam. 2(4): 239-248

Hasan, M.I. 2003. Pokok-pokok materi statistik 1 (statistik deskriptif). Bumi aksara: Jakarta. xvii + 297 hlm.

Kawaroe, M., Dietriech G. B, M. Eidman & M. Boer. 2001. Kontribusi Ekosistem Mangrove terhadap Struktur Komunitas Ikan di Pantai Utara kabupaten Subang, Jawa Barat. Jurnal Pesisir & Lautan. 3(3): 13-26

Mahendra, P O. 2007. Tingkat Pendapatan Masyarakat dalam Pengelolaan Tumpangsari Empang Parit di Hutan Mangrove (Kasus di desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat) [skripsi]. Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 54 hlm.

Martosubroto, P & Naamin, N. 1977. Relationship Between Tidal Forests (Mangrove) and Commercial Shrimp Production in Indonesia. Marine Research in Indonesia. No 18: 81-86

Monografi Desa grinting. 2009. Data Statis dan Dinamis Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes

Natharani, C. 2007. Penurunan Luasan Ekosistem Mangroove dan Keterkaitannya dengan Sumberdaya Perikanan di Kabupaten Tanggerang [skripsi]. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Noor, Y. R, M. Khazali, & I N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PKA/Wi-IP, Bogor. viii + 220 p.

Nuhman. 2004. Fungsi Mangrove dalam Budidaya Perikanan. Jurnal Perikanan. 1(1): 31-33

Nur, S. H. 2002. Pemanfaatan Ekosistem Hutan Mangrove Secara Lestari Untuk Tambak Tumpang Sari di Kabupaten Indramayu Jawa Barat [disertasi]. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 173 hlm

Onrizal. 2002. Evaluasi kerusakan mangrove dan alternatif rehabilitasinya di Jawa

Barat dan Banten. [terhubung berkala].

Onrizal & Cecep K. 2008. Studi Ekologi Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara. Biodiversitas. 9(1): 25-29

Pramudji. 2001. Ekosistem Hutan Mangrove dan Peranannya sebagai Habitat Berbagai Fauna Aquatik. Oseana. 26(4): 13-23

Primavera, J. H. 1995. Mangrove and Brackishwater Pond Culture in the Philippines. Hydrobiologia. 295: 303-309.

Primavera, J. H & J. Lebata. 1995. Diel Activity Pattern in Metapenaeus and Penaeus Juveniles. Hydrobiologia. 295: 295-302

Puspita, L., E. Ratnawati, I N. N. Suryadiputra, & A. A. Meutia. 2005. Lahan Basah Buatan di Indonesia. Wetlands Internasional Indonesia Programme. Bogor. xxiii + 261 p.

Rathod, J. L & N. Kusuma. 2006. Food of the shrimp Metapenaeus dobsoni (Meirs, 1878) along Karwar waters, central west coast of India. Environment and Ecology. Abstrak. [terhubung berkala]. http://www.cababstractsplus.org/abstracts/Abstract.aspx?AcNo=20073068 939 [11 Februari 2010]

Romimohtarto, K & Sri J. 2001. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Djambata, Jakarta. xi + 540 p

Sediadi, A & Edward. 2000. Kandungan klorofil-a fitoplankton di perairan pulau-pulau Lease Maluku Tengah. Seminar nasional pendayagunaan sumberdaya hayati dalam pengelolaan lingkungan hidup. [terhubung berkala]. http://www.coremap.or.id/downloads/0415.pdf [17 Januari 2010]

Setyawan, A D. 2003. Ekosistem Mangrove sebagai Kawasan Peralihan Ekosistem Perairan Tawar dan Perairan Laut. Enviro. 2(1): 25-40

Setyawan, A. D, K. Winarno & P. C Purnama. 2005. Ekosistem Mangrove di Jawa: Kondisi Terkini. Biodiversitas. 4(2): 130-142

Soeroyo. 1987. Aliran Energi pada Ekosistem Mangrove. Balai Penelitian Biologi Laut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi, Jakarta. Oseana. 12(2): 52-59

Soeseno, S. 1983. Budidaya Ikan dan Udang dalam Tambak. PT. Gramedia. Jakarta. xii + 148 hlm.

Sugiyanto. 2004. Analisis Statistika Sosial. Bayumedia. Malang. xvii + 227 p.

Suryawan, F. 2007. Keanekaragaman vegetasi mangrove pasca tsunami di kawasan pesisir pantai timur Nangroe Aceh Darussalam. Biodiversitas. 8(4): 262 – 265

Vannucci, M (Ed). 1998. Manual of Fish Eggs and Larvae from Asian Mangrove Waters. Jeyaseelan, M. J. P, et al. Paris, France. p. 50-54.

Walpole, R. E. 1992. Pengantar Statistika. Bambang Sumantri (penerjemah). PT gramedia. Jakarta. xiii + 517 hlm.

Wong, C.H. 1984. Mangrove Aquatic Nutrinent [abstark]. In: Ong, J.E & Gong, W.K, editor. Productivity of The Mangrove Ecosystem: Management Implication. Proceeding of a Workshop held 4-6 October 1983. School of Biological Science, University sains Malaysia: Penang. Abstr no 1. Hlm 60-67.

www.wetland.or.id. Menghijaukan Tambak-Tambak di Aceh: Menyelamatkan Pesisir. [terhubung berkala]. http://www.wetland.or.id/pdf/profil silvofishery.pdf [11 Februari 2010]

Zuna, H Y. 1998. Analisis Ekologi Ekonomi Sistem Tambak Tumpangsari [Tesis]. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 78 hlm.

Lampiran 1. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian

Botol BOD Gelas Ukur Secchi disk Penggerus Erlenmeyer

Sentrifuse Refraktometer Spektrofotometer Penggaris

Kertas Saring Hand Pump Lemari Pendingin

Tissue Kertas Label Tali Rafia Aluminium Foil

Lampiran 2. Lokasi penelitian di Kanal I

Lampiran 3. Lokasi penelitian di Kanal II

Lampiran 5. Lokasi plot (transek) pengamatan vegetasi mangrove

Keterangan :

plot pengamatan (transek) vegetasi mangrove

Lampiran 6. Lokasi titik sampling pengukuran kualitas air

Keterangan :

pengukuran kualitas air di dalam tambak pengukuran kualitas air di luar tambak vegetasi mangrove

Lampiran 7. Gambar beberapa kegiatan yang terdapat di lokasi

Lampiran 8. Hasil analisis PCA dan matriks korelasi antara kondisi mangrove, kondisi lingkungan di dalam tambak dan produksi ikan budidaya

Eigenvalues and eigenvectors (based on the correlations matrix) :

Eigenvalues 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Value 4.9422 4.0578 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

% of variability 0.5491 0.4509 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Cumulative % 0.5491 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000

Correlations matrix :

PB LM Kecerahan Salinitas suhu DO pH Klorofil-a Kedalaman

PB 1 -0.9956 -0.8864 -0.0725 -0.2629 0.0923 -0.8487 0.5430 -0.5965 LM -0.9956 1 0.9259 -0.0213 0.3522 -0.1852 0.7953 -0.4619 0.6691 Kecerahan -0.8864 0.9259 1 -0.3974 0.6796 -0.5427 0.5075 -0.0926 0.9003 Salinitas -0.0725 -0.0213 -0.3974 1 -0.9432 0.9864 0.5891 -0.8769 -0.7572 suhu -0.2629 0.3522 0.6796 -0.9432 1 -0.9850 -0.2872 0.6674 0.9312 DO 0.0923 -0.1852 -0.5427 0.9864 -0.9850 1 0.4484 -0.7861 -0.8542 pH -0.8487 0.7953 0.5075 0.5891 -0.2872 0.4484 1 -0.9050 0.0817 Klorofil-a 0.5430 -0.4619 -0.0926 -0.8769 0.6674 -0.7861 -0.9050 1 0.3501 Kedalaman -0.5965 0.6691 0.9003 -0.7572 0.9312 -0.8542 0.0817 0.3501 1 61

Lampiran 9. Hasil anailisis PCA dan matriks korelasi antara kondisi mangrove, kondisi lingkungan di luar tambak (Kanal) dan produksi ikan nonbudidaya

Eigenvalues and eigenvectors (based on the correlations matrix) :

Eigenvalues 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Value 5.5745 3.4255 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

% of variability 0.6194 0.3806 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

Cumulative % 0.6194 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000 1.0000

Correlations matrix :

PN LM Kecerahan Salinitas suhu DO pH Klorifil-a Kedalaman

PN 1 0.9822 -0.8568 0.3790 0.3948 0.6485 -0.5559 0.8199 0.2736 LM 0.9822 1 -0.9383 0.5459 0.2154 0.4942 -0.3901 0.6979 0.0883 Kecerahan -0.8568 -0.9383 1 -0.8019 0.1355 -0.1631 0.0476 -0.4072 0.2616 Salinitas 0.3790 0.5459 -0.8019 1 -0.7006 -0.4586 0.5585 -0.2191 -0.7864 suhu 0.3948 0.2154 0.1355 -0.7006 1 0.9554 -0.9832 0.8497 0.9917 DO 0.6485 0.4942 -0.1631 -0.4586 0.9554 1 -0.9933 0.9675 0.9096 pH -0.5559 -0.3901 0.0476 0.5585 -0.9832 -0.9933 1 -0.9317 -0.9516 Klorifil-a 0.8199 0.6979 -0.4072 -0.2191 0.8497 0.9675 -0.9317 1 0.7750 Kedalaman 0.2736 0.0883 0.2616 -0.7864 0.9917 0.9096 -0.9516 0.7750 1 62

Lampiran 10. Hasil analisis uji statistik perbedaan jumlah tegakan rata-rata vegetasi mangrove tiap Kanal di kawasan pesisir Desa Grinting, Kabupaten Brebes.

Anova: Single Factor SUMMARY

Groups Count Sum Average Variance

Column 1 3 130 43.33333 233.3333

Column 2 3 240 80 100

Column 3 3 60 20 300

ANOVA

Source of Variation SS df MS F P-value F crit

Between Groups 5488.8889 2 2744.444 13 0.006592 5.143253 Within Groups 1266.6667 6 211.1111

Lampiran 11. Hasil analisis uji statistik terhadap produksi budidaya dan nonbudidaya di Desa Grinting, Kabupaten Brebes.

1. Produksi Budidaya

2. Produksi Nonbudidaya Anova: Single Factor

SUMMARY

Groups Count Sum Average Variance

Column 1 3 606.6666667 202.2222222 4014.8148 Column 2 3 550 183.3333333 3333.3333 Column 3 3 698 232.6666667 3401.3333

ANOVA

Source of Variation SS df MS F P-value F crit

Between Groups 3717.432099 2 1858.716049 0.5187365 0.619731 5.14325285 Within Groups 21498.96296 6 3583.160494

Total 25216.39506 8

Anova: Two-Factor With Replication

SUMMARY kanal I Kanal II Kanal III Total 1 Count 5 5 5 15 Sum 13.06814 19.12879 19.86818 52.06511 Average 2.613628 3.825758 3.973636 3.471007 Variance 1.09512 1.133896 2.771709 1.826487 1 Count 5 5 5 15 Sum 11.92468 11.78819 11.01825 34.73112 Average 2.384935 2.357637 2.203651 2.315408 Variance 0.871973 0.112908 0.266231 0.364285 Total Count 10 10 10 Sum 24.99282 30.91697 30.88644 Average 2.499282 3.091697 3.088644 Variance 0.888791 1.152851 2.220431 ANOVA

Source of Variation SS df MS F P-value F crit Sample 10.01558 1 10.01558 9.612131 0.004883 4.259677 Columns 2.327712 2 1.163856 1.116973 0.343693 3.402826 Interaction 3.335738 2 1.667869 1.600684 0.222559 3.402826 Within 25.00735 24 1.041973

iii

Ikan di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Dibawah bimbingan Agustinus M. Samosir dan Sigid Hariyadi.

Ekosistem mangrove merupakan komunitas pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis vegetasi mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur. Hutan mangrove tersebut memiliki beberapa manfaat, namun manfaat yang paling penting adalah kaitannya terhadap perikanan pesisir, baik budidaya maupun nonbudidaya (tangkap). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kondisi mangrove, produksi ikan di kawasan mangrove dan kemungkinan adanya hubungan antara kondisi mangrove, kondisi lingkungan dan produksi ikan di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Lokasi penelitian dilakukan di Desa Grinting yang merupakan sebuah desa pesisir yang terletak di Pantai Utara Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan selama lima bulan, yaitu mulai dari bulan Juli – November 2009. Data yang dikumpulkan berupa vegetasi mangrove dominan, kualitas perairan dan produksi ikan (budidaya dan nonbudidaya). Analisis data diamati dengan uji statistik F untuk melihat perbedaan secara nyata antar Kanal. Kemudian dilakukan analisis komponen utama (principle componenet analysis/PCA) untuk melihat kedekatan hubungan dari parameter yang diuji dan mereduksi variabel yang paling berpengaruh.

Berdasarkan hasil uji, kondisi mangrove di tiap Kanal memperlihatkan perbedaan yang nyata dan sebagian besar didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata. Produksi ikan nonbudidaya juga memiliki perbedaan yang nyata pada tiap Kanal dan memiliki korelasi positif terhadap keberadaan mangrove. Hal ini berarti peningkatan ukuran mangrove akan diikuti pula oleh peningkatan dari produksi ikan nonbudidaya. Diduga pada lingkungan perairan pesisir yang bermangrove, kesediaan makanan dan nutrient (kesuburan) tinggi sehingga mampu menunjang produksi sumberdaya ikan di kawasan tersebut. Sementara produksi ikan budidaya tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata tiap Kanal dan memiliki korelasi negatif terhadap keberadaan mangrove. Hal ini diduga keberadaan mangrove dapat menyebabkan penutupan dasar tambak sehingga menghalangi tumbuhnya klekap yang menjadi makanan alami ikan bandeng di tambak. Sedangkan pembukaan lahan mangrove untuk kegiatan budidaya dapat mengakibatkan tekanan terhadap keberadaan mangrove. Selain itu terdapat adanya hubungan yang menjelaskan kondisi mangrove yang mampu menghasilkan produksi ikan secara optimal. Namun perbandingan luasan mangrove dengan tambak perlu adanya kajian lebih lanjut.

Melihat perbedaan antara kedua hubungan tersebut, perlu adanya suatu pengelolaan mangrove yang dapat menunjang kegiatan perikanan di kawasan pesisir baik budidaya maupun nonbudidaya. Pengelolaan tersebut terkait mengenai luasan areal mangrove yang dapat dikonversi atau ditambahkan, agar manfaat yang diperoleh dari keberadaan mangrove dapat dioptimalkan secara ekonomis dan ekologis.

Dokumen terkait