• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aji S. 1996. Studi tentang beberapa jenis pakan beo nias dan tingkat palatabilitasnya di penangkaran [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Alikodra HS. 1987. Masalah pelestarian jalak bali. Media Konservasi 3(4).

Ariyanto D. 2010. Penangkaran jalak bali di dalam dan di luar habitatnya. www.jendelajalakbali.com.htm. [21 Mei 2011].

Berita Burung. 2010. Jalak bali dilestarikan atau dipunahkan?. http://berita burung.com/?p=289. [02 Juni 2011].

Damanik GS. 1996. Teknik penangkaran jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah dan di Madiun [skripsi]. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

[Dirjen PHKA] Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 2004. 50 Taman Nasional Indonesia. Jakarta: Departmen Kehutanan

Gepak HV. 1986. Penangkaran burung jalak bali di Kebun Binatang Surabaya [makalah ilmiah]. Surabaya: Kebun Binatang Surabaya.

Ginantra KI, Dalem R, Sudirga SK, Wirayudha G. 2009. Jenis-jenis tumbuhan sebagai sumber pakan jalak bali di Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, Bali. Bumi Lestari 9(1): 97 102.

Hartojo P, Suwelo IS. 1985. Upaya pelestarian jalak bali (leucopsar rothschldi). Bogor: Direktorat Perlindungan Hutan dan pelestarian Alam.

Hartojo P, Suwelo IS. 1988. Upaya pelestarian jalak bali (Leocopsar rothschildi).

Media Konservasi 1(4).

Helvoort BE, Soetawidjaya MN, Hartono P. 1985. The roth’schildi mynah (Leucopsar rotshchildi) a case for captive or wild breeding. Cambridge: International council of bird preservation.

Helvoort BE, Hartojo P, Soetawidjaya MN. 1986. The rothschild’s mynah (leocopsar rothschildii) a case or wild breeding. ICBP. Cambridge: International council of bird preservation.

Helvoort BE. 1988. An attem to a population genetik analisis of the american captive bali starling population. Bali Starling Project III. Gilimanuk. Bali: International Council for Bird Preservation.

Isom. 2011. Tips sukses breeding jalak bali. http://www.kicaupantura.co.cc/2011/ 04/penangkaran-jalak-bali.html. [02 Juni 2011].

Jaya BA. 2006. Studi manajemen restocking jalak bali (Leocopsar rothschildii) di pusat penangkran jalak bali Tegal Bunder Taman Nasional Bali Barat [tugas akhir]. Program Diploma III Konservasi Sumberdaya Hutan. Bogor: Departmen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Koswara S. 2011. Serangga Sebagai Bahan Makanan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Lovianti. 1994. Nilai gizi dan palatabilias kroto (larva Oecophylla smaragdina) [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

MacKinnon J. 1989. Fielguide to the bird Java and Bali. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Masyud B. 1992. Penampilan reproduksi dan karakteristik genetik jalak bali [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Masyud B. 2010. Teknik Menangkarkan Burung Jalak di Rumah. Bogor: IPB Press.

Noor RR. 2008. Genetika Ternak. Jakarta: Penebar Swadaya.

Nurana K. 1989. Studi Teknik penangkaran jalak bali (Leocopsar rothschildi

Stresemann 1912) di Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Binatang Surabaya [skripsi]. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Paryanti. 2005. Studi konsumsi pakan burung perkici dagu merah di penangkaran. Pusat penelitian LIPI. Bogor: Bidang Biologi.

Prana MS, Oetojo S, Utami EB. 2006. Sukses Menangkar Jalak Bali Untuk Menunjang Pemamfaatan Secara Lestari. Bandung: PD Maju terus

Pujiati. 1987. Studi Populasi Jalak Bali (Leocopsar rothschildii) di Taman Nasional Bali Barat [skripsi]. Bogor: Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutatanan Institut Pertanian Bogor.

Soemadi W, Mutholib A. 1995. Pakan Burung. Jakarta: Penebar Swadaya.

Soemaryoto R, Prayitno. 1999. Agar Burung Selalu Sehat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Setio P, Takandjandji M. 2007. Konservasi ek-situ burung endemik langka melalui penangkaran. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian; Padang, 20 September 2006. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan Konservasi Alam. hlm 47 61.

Sudarwo Y, Siriwa A. 1999. Ransum Ayam dan Itik. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sukmantoro W, Irham M, Novarino W, Hasudungan F, Kemp M, Muchtar M. 2007. Daftar Burung Indonesia No. 2. Bogor: Indonesian Ornithologists’

Union.

Thohari M, Masyud B, Mansjoer SS, Sumantri C, Muntasib EKS H. Hikmat A. 1991. Studi perbandingan polimorfisme protein jalak bali (Leocopsar rothschildii) hasil penangkaran dari Indonesia, Amerika, dan Inggris [laporan hasil penelitian]. Bogor: Fakultas Kehutanan Institut pertanian Bogor.

Thohari M. 1987. Gejala Inbreeding dalam Penangkaran Satwaliar. Media Konservasi 1(4):1 10.

Thohari M.1987. Upaya Penangkaran Satwaliar. Media Konservasi 1(3): 21 26. [TNBB] Taman Nasional Bali Barat. 2009. Pengelolaan penangkaran jalak bali

(Leucopsar rothscildi) di Taman Nasional Bali Barat.

www.google.co.id./jalak bali.htm. [25 Maret 2011].

[TNBB] Taman Nasional Bali Barat. 2011. Jalak bali. www.tnbalibarat.com. [05 Juni 2011].

Warwick EJ, Astuti JM, Hardjosubroto W. 1984. Pemuliaan Ternak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Stresemann, 1912) DI MEGA BIRD AND ORCHID FARM

BOGOR, JAWA BARAT

BELINDA DWI YUNANTI

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

Stresemann, 1912) DI MEGA BIRD AND ORCHID FARM

BOGOR, JAWA BARAT

BELINDA DWI YUNANTI

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

DEPARTEMEN

KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

Inbreeding pada jalak bali (Leucopsar rothschildi Stresseman 1912) di Mega

Bird and Orchid Farm, Bogor, Jawa Barat. Dibimbing oleh BURHANUDDIN

MASY’UD dan LIN NURIAH GINOGA.

Jalak bali (Leucopsar rothschildi) merupakan satwa endemik Pulau Bali. Jalak bali di alam mengalami penurunan sehingga telah dinyatakan langka dan terancam punah. Terbukti dengan di cantumkan jalak bali dalam Red Data Book

oleh IUCN dengan kategori critical endangered dan Appendix I CITES. Terancamnya populasi jalak bali di alam menyebabkan perlu adanya upaya konservasi. Upaya konservasi tersebut adalah penangkaran atau konservasi ex- situ. Salah satu penangkaran jalak bali yang telah berhasil yaitu penangkaran

Mega Bird and Orchid Farm (MBOF). Perhitungan koefisien inbreeding perlu dilakukan terhadap jalak bali hasil penangkaran untuk mempertahankan kemurnian genetiknya dan pengukuran morfologi untuk mengetahui keberadaan tekanan inbreeding.

Penelitian dilaksanakan di Mega Bird and Orchid Farm (MBOF) Bogor, Jawa Barat. pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2011. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik penangkaran dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif, sedangkan analisis koefisien inbreeding secara kuantitatif dan perbandingan ukuran tubuh jenis kelamin dengan uji t-student menggunakan SPSS 16.0. Selain itu dilakukan perbandingan ukuran tubuh dengan hasil penelitian terdahulu secara deskriptif sedangkan untuk karakteristik morfologi kualitatif dianalisis secara deskriptif.

Penangkaran jalak bali di MBOF dimulai pada tahun 1996 dengan populasi sebanyak tiga pasang yang berasal dari sumbangan Taman Safari I Cisarua Bogor, dari penjual burung dan pencinta burung. Populasi jalak bali sampai dengan Oktober 2011, yaitu sebanyak 91 ekor. Jenis kandang yang ada di MBOF terdiri dari kandang peraga, kandang reproduksi, kandang pemeliharaan dan inkubator. Pakan yang diberikan pada jalak bali pisang kepok, pur, jangkrik

dan kroto. Rata-rata jumlah konsumsi tertinggi yaitu jangkrik sebesar 15,18 g/ekor/hari dan tingkat palatabilitasnya 59,22%. Kebutuhan protein jalak

bali di MBOF yaitu sebesar 11,48 % dan kebutuhan kalorinya sebesar 1909,0 Kkal. Jenis penyakit yang pernah di derita jalak bali di MBOF yaitu katarak, cacar pada kaki, flu, dan sakit mata. Presentase dan kriteria keberhasilan penangkaran jalak bali di MBOF yaitu daya tetas telur tinggi (66,66%), angka kematian sedang (33,33%) dan tingkat perkembangbiakan tinggi (63,88%).

Analisis koefisien inbreeding diperoleh nilai 0 karena tidak ada individu yang inbreeding, akan tetapi terdapat kemungkinan adanya perkawinan saudara tiri dengan nilai koefisien inbreeding 0,125. Karakteristik morfologi kuantitatif diperoleh hasil tidak berbeda nyata untuk semua peubah yang diukur dan berdasarkan hasil perbandingan morfologi dengan penelitian Masy’ud (1992) dan Helvoort et al. (1985) tidak berbeda jauh sehingga dapat dikatakan belum terjadi tekanan inbreeding pada jalak bali di MBOF.

BELINDA DWI YUNANTI. Captive Breeding Technique dan Inbreeding Coefficient Analysis to Bali Starling (Leucopsar rothschildi Stresseman 1912) In Mega Bird and Orchid Farm Bogor, West Java. Under Supervision of

BURHANUDDIN MASY’UD and LIN NURIAH GINOGA.

Bali starling (Leucopsar rothschildi) is an endemic species of Bali Island which needed to be preserved. It’s population in the nature had decreased that the species stated as rare and endangered. It had been include in the criticaly endangered category of the Red Data Book and also included in the Appendix 1 CITES. The condition required conservation efforts. Captivity bread in ex-situ conservation. Was one of the effort to conserve bali starling. Mega Bird and Orchid Farm (MBOF) was one of the captive breeding effort which succeed in breeding bali starling. Calculation of inbreeding coefficient should be done forward bali starling bred in the farm in order to maintain it’s genetic purity. Morphological measurement should also be done to identify inbreeding pressure.

Research was held in Mega Bird and Orchid Farm (MBOF) on June until October 2011. The data type used was consisted of primary and secondary data. The data of techniques captive breeding was analyzed descriptive and quantitative analysis, inbreeding coefficient was quantitative analysis. Analysis using t-student test was also employed in compary body size of female and male bali starling, The test was conducted using SPSS 16.0. Descriptive analysis was also conducted compary data of body size in this research with data in previous research and qualitative morfological characteristic of bali starling.

Captive breeding of bali starling in MBOF began in 1996 with three pairs of bali Starling origineted from Safari Park I Cisarua Bogor, from the bird seller and the bird lovers. There were 91 individual of bali starling up to Oktober 2011. The kind of cage in MBOF consisted of display cage, maintenance cage, reproduction cage and incubator. The feed given to the bali Starling were banana, voer, crickets, and kroto (ant’s egg). The average number of highest consumption was crickets 15.18 g/tail/day and the palatability of 59.22 %. Each individual of bali starling in MBOF needed 11.48% protein and1909.0 kcal/day. Types of diseases that had attacted in the bali Starling MBOF were cataracts, smallpox on foot, flu (influenza) and sore eyes. Percentage and criteria captive breeding success of bali starling were high egg hatching rate (66.66%), moderate mortality (33.33%) and reproduction level high (63.88%) .

The analysis of inbreeding coefficient should a result of 0 value, which ment that there was not any occurrence of inbreeding. However, there was a possibility of helf sibling marriage with inbreeding coefficient value of 0.25. There was not any significant different between quantitatif morphological characteristic of the male and female body size. There was any significant difference between the data of morfological characterstic current research the previous once conducted by Masy’ud (1992) and Helvoort et al. (1985) which ment that there had not been any inbreeding pressure to bali starling in MBOF.

Dengan ini Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Teknik Penangkaran dan Analisis Koefisien Inbreeding pada Jalak Bali (Leucopsar rothschildi Stresemann, 1912) di Mega Bird and Orchid Farm Bogor, Jawa Barat adalah benar-benar hasil karya sendiri dengan bimbingan dosen pembimbing dan belum pernah digunakan sebagai karya ilmiah pada perguruan tinggi atau lembaga manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Bogor, Januari 2012

Belinda Dwi Yunanti

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Mega Bird and Orchid Farm (MBOF), Bogor, Jawa Barat.

Nama : Belinda Dwi Yunanti NIM : E34070021

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Ir. Burhanuddin Masy’ud, MS Ir. Lin Nuriah Ginoga, M.Si NIP. 19581121 198603 1 003 NIP. 19651116 199203 2 001

Mengetahui,

Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, MS NIP. 19580915 198403 1 003

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan ridho-Nya, penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian yang berjudul Teknik Penangkaran dan Analisis Koefisien Inbreeding pada Jalak Bali (Leucopsar rothschildi

Stresemann, 1912) di MegaBird and Orchid Farm Bogor, Jawa Barat.

Jalak bali merupakan satwa endemik dan langka dikarenakan banyaknya peminat burung ini. Keunikan dan keindahan bentuk morfologisnya menyebabkan banyak dilakukan perburuan sehingga populasinya semakin menurun. Kondisi habitat yang rusak dan ketersediaan pakan yang terbatas menyebabkan populasi di alam semakin menurun. Penangkaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengembangbiakkan jenis ini dengan tujuan untuk memperbanyak populasi dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Selain teknik penangkaran juga perlu dilakukan perhitungan koefisien

inbreeding agar tetap terjaga kemurnian genetiknya. Salah satu cara untuk menentukan koefisien inbreeding adalah dengan mempelajari studbook atau buku silsilah dan diperlukan pengukuran morfologi untuk mengetahui keberadaan tekanan inbreeding di MBOF. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan studbook.

Hasil dari penelitian ini diharapkan akan berguna sebagai data dan masukan kepada penangkaran-penangkaran jalak bali yang ada di Indonesia, khususnya di penangkaran Mega Bird and Orchid Farm. Penulis menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam penelitian ini, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini.

Bogor, Januari 2012

Penulis dilahirkan di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 18 Juni 1989. Penulis merupakan putri kedua dari (alm) Burhanudin Dwi Nugroho dan Dra. Ratnaningsih. Pendidikan formal penulis yang telah ditempuh yaitu pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 01 Menes pada periode tahun 1995 – 2001, kemudian penulis melanjutkan ke pendidikan SMP Negeri 01 Menes periode tahun 2001 – 2004, dan melanjutkan ke pendidikan SMA Negeri 4 Pandeglang periode tahun 2004 – 2007. Pada tahun 2007, penulis melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan masuk dalam mayor departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan.

Selama kuliah di Fakultas Kehutanan IPB, penulis aktif mengikti kegiatan organisasi Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) dan menjadi anggota Kelompok Pemerhati Herpetofauna (KPH). Selain itu, mengikuti organisasi International Forestry Student Assosiation (IFSA) Fakultas kehutanan IPB periode 2008 – 2009. Selama aktif di HIMAKOVA, penulis mengikuti kegiatan Eksplorasi Flora dan Fauna (RAFFLESIA) di Cagar Alam Rawa Danau dan mengikuti kegiatan Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) di Taman Nasional Manupeu Tanadaru, Nusa Tenggara Timur.

Pada tahun 2009, penulis mengikuti Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dan Cagar Alam Sancang Barat. Pada tahun 2011, penulis mengikuti Praktek Pengelolaan Hutan (P2H) di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) dan melakukan Praktek Kerja Lapang Profesi (PKLP) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah.

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, penulis melaksanakan penelitian dengan judul “Teknik Penangkaran dan Analisis Koefisien Inbreeding pada Jalak Bali (Leucosar rothschildi Stresemann, 1912) di Mega Bird and Orchid Farm Bogor, Jawa Barat” dibimbing oleh Dr. Ir. Burhanuddin Masy’ud, MS dan Ir. Lin Nuriah Ginoga M.Si.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dengan selesainya penulisan skripsi ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Orang tua tercinta Ayahanda (Alm) Burhanudin, Ayahanda Rohani Priatna dan Ibunda Ratnaningsih dan juga kepada Bapak dan Ibu mertuaku Papa Samik Rufiadi dan Mama Sumiwarti serta seluruh keluarga tercinta atas doa restu dan dorongannya selama penelitian baik secara moral maupun materi. 2. Suami tercinta Angga Prayana dan anak tecinta Anabela Devi Salsabila atas

motivasi dan dukungannya serta perhatian selama penelitian hingga terselesaikannya skripsi ini.

3. Bapak Dr. Ir. Burhanuddin Masy’ud, MS dan Ibu Ir. Lin Nuriah Ginoga, M.Si sebagai dosen pembimbing atas bimbingan, saran, dan nasehat serta kesediaan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis selama penelitian hingga skripsi ini terselesaikan dengan baik.

4. Bapak Dr. Ir. Trisna Priadi, M.Eng.Sc. selaku dosen penguji atas masukan dan saran dalam penyempurnaan skripsi ini.

5. Bapak Dr. Ir. Agus Priyono Kartono, M.Si. selaku ketua sidang yang telah memberikan masukan dalam penyempurnaan skripsi ini.

6. Bapak Drs. H. Megananda Daryono, MBA, Bapak Supriyanto Akdiatmojo, Mas Gareng, dan seluruh staff pengelola di MBOF atas bantuan dan dukungannya selama penelitian.

7. Sahabat selama penelitian Anindya Gitta atas bantuannya selama penelitian dan mengolah data penelitian serta dukungan dan motivasinya.

8. Nayunda Pradma, Brigitta Prita, Gita Oktarina, dan Choirunnisa, atas bantuan selama penelitian dan mengolah data penelitian beserta keluarga besar VILLA CEMPAKA, Diena Fatimah, Adam, Resi Nurlinda, Nindi, Mbak Ratna, Anisa Morinda, dan Riski atas dukungan dan motivasinya.

atas dukungan dan motivasinya.

10. Saudara-saudara tercinta BEP-AWW, Widy, Esta, Wenes, Pirka, dan Anggi atas dukungan dan motivasinya, serta bantuannya selama penelitian.

11. Semua pihak yang membantu terselesaikannya dari awal pembuatan proposal, penelitian hingga pembuatan skripsi ini.

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

Dokumen terkait