• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.4 Instrumen dan Prosedur Pengumpulan Data

Instrument dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu : 1. Instrument inti

Peneliti dalam penelitian ini merupakan instrument/alat dalam penelitian, karena peneliti sebagai perencana, penafsir data pengevaluasi hasil penelitian. Peneliti harus paham metode penelitian, penguasaan teori wawancara terhadap bidang yang akan diteliti, dan peneliti siap untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya.

2. Instrumen penunjang

Alat bantu dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu :

a. Rekam medik pasien untuk mengetahui dignosa dan riwayat penyakit pasien.

b. Lembar alat pengumpul data (meliputi nama, umur, alamat, pendidikan) untuk mencatat identitas informan.

c. Alat tulis (buku dan bolpoin) untuk menulis hasil wawancara antara peneliti dan informan.

d. Lembar pedoman wawancara sebagai pedoman dalam mengajukan pertanyaan kepada partisipan. Wawancara yang digunakan adalah semi terstruktur dimana saat melakukan wawancara pertanyaan yang sudah dibuat dikembangkan lagi oleh peneliti saat wawancara. Pertanyaan yang diajukan pada partisipan diantaranya tentang pemahaman SOP suction, ETT dan perawatannya, saturasi oksigen, penyebab perubahan saturasi oksigen, akibat perubahan saturasi oksigen.

e. Alat perekam suara untuk merekam wawancara antara peneliti dan informan.

f. Lembar catatan lapangan untuk menulis hasil observasi pada pasien yang dilakukan tindakan suction endotracheal tube. g. Kamera untuk mendokumentasikan wawancara dengan

informan dan observasi yang dilakukan peneliti pada pasien yang terpasang endotracheal tube.

3.4.2. Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain (Creswell, 2013) :

Prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain: 1. Wawancara Mendalam

Wawancara adalah tehnik pengumpulan data melalui proses tanya jawab yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang di wawancarai (Fatoni 2006).

Sumber data yang sangat penting dalam penelitian kualitatif adalah berupa manusia yang dalam posisi sebagai narasumber atau informan. Mengumpulkan informasi dari sumber data ini diperlukan teknik wawancara, yang dalam penelitian kualitatif khususnya dilakukan dalam bentuk yang disebut wawancara mendalam. Teknik wawancara ini merupakan teknik yang paling banyak digunakan dalam penelitian kualitatif (Sutopo 2006).

Teknik pengambilan data kepada partisipan dengan cara wawancara mendalam yaitu dengan memberi pertanyaan kepada partisipan kemudian jawaban partisipan digali lebih mendalam sampai tidak ada pendapat atau ide-ide baru dari partispan.

2. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan- pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran (Fatoni 2006). Menurut Sutopo (2006) observasi dibagi menjadi dua yaitu tak berperan dan observasi berperan. Observasi berperan meliputi observasi berperan aktif, dan observasi berperan penuh (Sutopo 2006).

Pada penelitian ini pengolahan data termasuk kedalam observasi tak berperan, kehadiran peneliti dalam melakukan observasi tidak diketahui oleh subjek yang diamati. Peneliti benar-benar tidak melakukan peran sama sekali sehingga apapun yang dilakukan peneliti sebagai pengamat tidak akan mempengaruhi segalanya yang terjadi pada sasaran yang diamati (Sutopo 2006).

Observasi pada penelitian ini langsung dilakukan selama 7 kali untuk mengamati tindakan perawat saat melakukan tindakan suction pada pasien yang terpasang endotracheal tube dan untuk mengetahui perubahan saturasi oksigen pada pasien yang dilakukan tindakan suction di Ruang ICU RSUD Moewardi. Pada hal ini yang perlu diamati adalah tindakan

rumah sakit dan seberapa besar perubahan saturasi oksigen pada pasien setelah dilakukan tindakan suction.

3. Studi dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2011).

Studi dokumentasi penelitian ini dengan menyalin SOP tindakan suction di ICU RSUD Moewardi dan dokumentasi partisipan berupa foto pada setiap wawancara kepada partisipan. Dokumentasi ini dengan cara memfoto partisipan dari belakang ketika wawancara sedang berlangsung sesuai etika penelitian. Dengan tahapan penelitian sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

Setelah peneliti mendapat surat izin penelitiaan dari STIKes Kusuma Husada Surakarta, peneliti akan minta izin kepada RSUD dr. Moewardi Surakarta untuk meneliti di tempat tersebut, setelah mendapat izin peneliti akan meminta izin kepada calon partisipan sesuai kriteria inklusi yang ada pada rencana penelitian. Sebelum peneliti melakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada partisipan, menjelaskan tujuan yang akan dilakukannya, mengecek instrumen penunjang seperti alat perekam, lembar pedoman wawancara dan pertanyaan, lembar catatan lapangan, peneliti harus menguasai

konsep, latihan wawancara terlebih dahulu dan menguji coba wawancara terlebih dahulu.

2. Tahap Pelaksanaan

Setelah itu wawancara secara mendalam dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dan untuk memperkuat penelitiannya. Wawancara semi terstruktur, tujuan wawancara ini adalah menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya. Wawancara ini termasuk dalam kategori in-dept interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas. Dalam melakukan wawancara peneliti mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan. Urutan pertanyaan tergantung pada proses wawancara dan jawaban tiap individu, wawancara ini menggunakan pertanyaan terbuka (Open-ended questions) dan menggunakan bantuan pertanyaan wawancara yang telah disiapkan sebelumnya (Stars H, 2007).

Wawancara dalam penelitian ini dilakukan selama 7 kali terhadap 4 partisipan yang sesuai dengan kriteria kriteria yang sudah ditetapkan. Wawancara terhadap partisipan dilakukan secara mendalam, pertanyaan dalam pedoman wawancara dikembangan lagi oleh peneliti sehingga bisa menggali informasi lebih banyak dari partisipan. Pengambilan data dihentikan apabila data yang diperoleh sudah mancapai saturasi data. Observasi dilakukan

terhadap perawat yang melakukan tindakan suction untuk mengetahui apakah tindakan suction yang perawat lakukan sudah sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit, selain itu juga untuk mengetahui perubahan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan suction.

3. Tahap Terminasi

Penulis menulis laporan dan mendokumentasikan hasilnya, dalam penulisan laporan peneliti harus mampu menuliskan setiap frasa kata dan kalimat serta pengertian secara tepat sehingga dapat mendeskripsikan data dan hasil analisa yang telah diambil. Penulis mencatat kembali jika ada data tambahan, peneliti menyatakan bahwa penelitiannya sudah selesai kepada partisipan.

Dokumen terkait