BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Instrumen-instrumen Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan tersebut maka terlebih dahulu dibuat instrument penelitian yang terdiri dari:
1. Soal tes
Tes ini diberikan setiap akhir siklus. Dimana soal tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal uraian dengan indikator soal-soal pemahaman guna mengukur kemampuan pemahaman menulis siswa.
Tabel 3.2 Instrumen Pretest
MENULIS PARAGRAF NARASI (PRETEST)
Petunjuk
1. Kerjakan soal berikut dengan sebaik-baiknya! 2. Jawaban ditulis pada lembar yang telah disediakan! 3. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! 4. Waktu mengerjakan 35 menit!
Soal
1. Tulislah sebuah paragraf narasi dengan tema keindahan alam dengan memperhatikan
Teknik penulisan (tanda baca) Isi gagasan yang diungkapkan Penggunaan bahasa
Pemilihan kata Penggunaan ejaan
Tabel 3.3 Instrumen Postest
MENULIS PARAGRAF NARASI (POSTEST)
Petunjuk
1. Kerjakan soal berikut dengan sebaik-baiknya! 2. Jawaban ditulis pada lembar yang telah disediakan! 3. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! 4. Waktu mengerjakan 35 menit!
Soal
1. Tulislah sebuah paragraf narasi dengan tema lingkungan sekolah mengenai hasil observasi yang dilakukandengan memperhatikan
Teknik penulisan (tanda baca) Isi gagasan yang diungkapkan Penggunaan bahasa
Pemilihan kata Penggunaan ejaan
32
Tabel 3.4 Kriteria Penilaian 1 Teknik Penulisan
Skor Kriteria Penilaian
1-30 Tulisan ditata dengan baik.
1-25 Tulisan sudah ditata dengan baik, walaupun ada bagian yang sedikit kurang lengkap.
1-20 Kekurangan dalam penataan tulisan seimbang, dengan hal-hal yang sudah baik.
1-10 Tulisan tidak ditata dengan baik, urutan isi kacau.
1 Isi Gagasan yang di ungkapkan
Skor Kriteria Penilaian
1-25 Isi gagasan yang diungkapkan menarik
1-20 Isi gagasan yang diungkapkan menarik , walaupun ada bagian yang sedikit kurang
1-15 Kurang menarik dalam mengungkapkan gagasan 1-10 Gagasan yang diungkapkan tidak menarik
1 Penggunaan Bahasa
Skor Kriteria Penilaian
1-20 Struktur bahasa yang digunakan tidak satupun yang salah.
1-15 Terdapat sedikit kesalahan struktur bahasa, tetapi mungkin karena kekeliruan penulisan.
1-10 Masih terdapat kesalahan struktur bahasa, baik karena pengaruh bahasa ibu, bahasa dialek, dan bahasa pergaulan
1 Pilihan Kata
Skor Kriteria Penilaian
1-15 Penggunaan kata-kata dan istilah tepat, serta bervariasi. 1-10 Penggunaan kata dan istilah tepat, namun tidak bervariasi.
1-5 Terdapat beberapa penggunaan kata atau istilah yang kurang tepat, tetapi tidak mengganggu pemahaman.
1 Penggunaan Ejaan
Skor Kriteria Penilaian
1-10 Tidak terdapat satu pun kesalahan ejaan (tanda baca dan penulisan kata).
1-7 Terdapat sejumlah kecil ejaan, tetapi tidak menggangu pemahaman. 1-5 Terdapat kesalahan dalam jumlah kecil, sehingga menggangu
pemahaman.
1-3 Banyak terdapat kesalahan ejaan yang mencerminkan ketidak tahuan maupun ketidakpedulian siswa.
2. Lembar observasi
Lembar observasi merupakan pengamatan tingkah laku pada suatu tertentu, observasi itu biasanya pada suatu sebenarnya atau observasi langsung atau observasi buatan atau observasi tidak langsung yang dapat dilakukan secara sistematika yaitu dengan menggunakan pedoman observasi.
Tahapan ini dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran untuk mengetahui hasil belajar. Observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang telah disiapkan peneliti. Selain itu, untuk memperoleh data yang akurat, peneliti juga melakukan wawancara (angket) dengan para siswa mengenai poin-poin yang dirasa perlu ditanyakan pada siswa untuk mendapatkan data yang lengkap.
Observasi juga dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan proses pembelajaran menulis narasi untuk melihat perkembangan sebelum
34
dan sesudah dilakukan tindakan. Observasi terhadap guru difokuskan pada kemampuan guru dalam mengelola kelas serta merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Sementara itu, observasi terhadap siswa difokuskan pada keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis narasi melalui metode field trip, lembar observasi ini dapat dilihat pada lampiran 1.
3. Angket
Angket (kuesioner) merupakan sejumlah pertanyaan tertentu yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Angket atau kuesioner juga merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya, tabel angket ini dapat dilihat pada lampiran 2.
4.Catatan lapangan
Catatan lapangan untuk setiap tindakan dimaksudkan untuk mengungkap aktivitas siswa dan guru yang tidak diungkapkan dengan menggunakan lembar observasi dan format observasi ini dapat dilihat pada lampiran 3.
5. Instrumen Perlakuan
Instrument perlakuan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis paragraf narasi dengan menggunakan metode
field trip. Pelaksanaan perlakuan dalam penelitian ini disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mencakup semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. RPP yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 1
Nama Sekolah : SMP Dwiguna Depok Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : IX-A/ Ganjil
Hari/ Tanggal : Senin, 1 November 2010 Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskripsi, Eksposisi dan persuasi).
B. Kompetensi Dasar
Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf narasi.
C. Indikator
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf narasi berdasarkan hasil pengamatan.
2. Menyusun kerangka paragraf narasi.
3. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf narasi.
D. Materi Pokok Paragraf narasi
Jenis karangan: deskripsi, narasi, eksposis ,argumentasi dan persuasi
Paragraf narasi secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
36
Langkah menyusun narasi: Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa-peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
E. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 70 F. Sekenario Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan siswa Waktu Metode
Kegitan Guru Kegiatan siswa Waktu Metode
Pendahuluan a. Guru membuka pelajaran dan mengkondisikan siswa. b. Guru membagikan modul tentang pembelajaran yang akan disampaikan c. Guru memberi apersepsi tentang pembelajaran menulis narasi. d. Guru menjelaskan tentang pengertian narasi, dan langkah-langkah menyusun paragraf narasi. a. Siswa mempersiapkan diri. b. Siswa mengambilnnya c. Siswa menyimak
d. Siswa menyimak dan mencatat penjelasan dari guru. 25 Menit 20 Menit Tanya jawab Ceramah Ceramah
e. Guru menjelaskan tentang prosedur pembelajaran menulis yang akan dilaksanakan. Di dalam kelas a. Guru meminta siswa menyusun sebuah paragraf narasi. Penutup a. Guru meminta siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya. b. Guru menutup pelajaran. e. Siswa menyimak penjelasan dari guru.
a. Siswa berlatih menyusun sebuah paragraf narasi. a. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya. 5 Menit 35 Menit 5 Menit Ceramah Penugasan G. Sumber Belajar
1. Lks Simpati Bahasa Indonesia untuk kelas IX 2. Buku paket bahasa Indonesia kelas IX
3. Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001).
38
H. Penilaian
1. Penilaian proses belajar a. Keseriusan siswa b. Keaktifan
2. Penilaian hasil
a. Jenis tes menulis karangan
Susunlah sebuah karangan/ paragraf narasi bedasarkan hasil observasi. b. Alat penilaian/ pedoman penilaian
Tabel. 3.5 Format penilaian No Nama Pretes Jumlah I II III IV V 1-30 1-25 1-20 1-15 1-10 Keterangan
Unsur yang dinilai
Pretes
Skor maksimal
Skor Siswa
1 Teknik penulisan (tanda baca) 30
2 Isi gagasan 25 3 Penggunaan bahasa 20 4 Pemilihan kata 15 5 Penggunaan ejaan 10 Jumlah 100 Depok, 1 November 2010 Peneliti Isroyati
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PERTEMUAN II
Nama Sekolah : SMP Dwiguna Depok Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/ Semester : IX/ Ganjil
Hari/ Tanggal : Senin, 8 November 2010 Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
A. Standar Kompetensi
Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskripsi, Eksposisi dan persuasi).
B. Kompetensi Dasar
Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf narasi.
C. Indikator
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf narasi berdasarkan hasil pengamatan.
2. Menyusun kerangka paragraf narasi.
3. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf narasi.
D. Materi Pokok Paragraf narasi
Jenis karangan: deskripsi, narasi, eksposis ,argumentasi dan persuasi
Paragraf narasi secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
40
Langkah menyusun narasi: Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa-peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
E. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM): 70 F. Sekenario Pembelajaran
Kegiatan Guru Kegiatan siswa Waktu Metode
Kegitan Guru Kegiatan siswa Waktu Metode
Pendahuluan a. Guru membuka pelajaran dan mengkondisikan siswa. b. Guru memberi apersepsi tentang pembelajaran menulis narasi. c. Siswa mengingat kembali pembelajaran yang telah dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya d. Guru menjelaskan tentang pengertian narasi, dan langkah-langkah menyusun paragraf narasi. e. Guru memberikan penjelasan tentang a. Siswa mempersiapkan diri. b.Siswa menyimak.
c. Siswa menyimak dan mencatat penjelasan dari guru.
d.Siswa menyimak penjelasan dari guru.
e. Siswa menyimak penjelasan dari guru.
25 Menit Tanya jawab Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah
hasil karangan siswa pada pertemuan sebelumnya (pretes) dan kemudian menunjukkan cara menulis narasi yang benar. f. Guru menjelaskan tentang prosedur pembelajaran menulis yang akan dilaksanakan. Inti Di lapangan a. Guru memonitor kegiatan siswa Di dalam kelas a. Guru bersama-sama siswa berdiskusi tentang hasil pengamatan.
b. Guru meminta siswa menyusun sebuah paragrap narasi berdasarkan hasil observasi terhadap lingkungan sekolah
a. Siswa mencatat hal-hal yang mereka amati selama berada di luar kalas.
b.Siswa melaporkan hasil amatan dengan berdiskusi. c. Siswa berlatih menyusun sebuah paragraf narasi berdasarkan hasil amatannya. 5 Menit 20 Menit 35 Menit Inquiry Diskusi Penugasan
42
Penutup
a. Guru meminta siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya. b. Siswa dan guru
mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar c. Guru menutup pelajaran a. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya 5 Menit G. Sumber Belajar
1. Lks Simpati Bahasa Indonesia untuk kelas IX 2. Buku paket bahasa Indonesia kelas IX
3. Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001)
H. Penilaian
1. Penilaian proses belajar a. Keseriusan siswa b. Keaktifan
2.Penilaian hasil
a. Jenis tes menulis paragraf narasi Tabel. 3.6 Format penilaian No Nama Postes Jumlah I II III IV V 1-30 1-25 1-20 1-15 1-10
Keterangan
Unsur yang dinilai
postes
Skor maksimal
Skor Siswa
1 Teknik penulisan (tanda baca) 30
2 Isi gagasan 25 3 Penggunaan bahasa 20 4 Pemilihan kata 15 5 Penggunaan ejaan 10 Jumlah 100 Depok, 8 November 2010 Peneliti Isroyati 6. Lembar wawancara
Wawacara dilakukan pada awal penelitian dan tiap akhir siklus dalam penelitian. Wawancara menitik beratkan pada tanggapan dan kesulitan siswa serta saran terhadap pembelajaran berikut.
Wawancara atau interview merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kualitatif. Wawancara dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual
Selain itu wawancara dapat dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap guru dan siswa untuk mengetahui pendapat mereka tentang proses pembelajaran menulis narasi dengan metode field trip, kesulitan yang dihadapi serta informasi lain yang dibutuhkan peneliti lembar wawancara ini dapat dilihat pada lampiran 4.
44
7. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumentasi tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut, dan hasil dokumen-dokumentasi ini dapat dilihat pada lampiran 5.
I. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data hasil belajar tingkat kongnitif dengan cara memberikan soal tes. Sebelum pembelajaran dimulai siswa diberikan soal pretes, lalu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan skenario. Kemudian setelah pembelajaran selesai siswa diberi soal postes.
Cara peneliti mengumpulakan data dari hasil belajar psikomotor untuk mengetahui kemampuan menulis paragraf narasi siswa secara langsung yaitu mengobservasi hasil karangan-karangan siswa. Selain itu peneliti juga melakukan observasi secara tidak langsung yaitu keterampilan diukur melalui tes tertulis yang dirancang secara khusus dalam lembar kerja siswa. Penilaian observasi ini baik secara langsung maupun tidak langsung dinilai sesuai dengan kriteria penilaian yang ada pada lembar observasi.
Sedangkan untuk mengetahui respon atau tanggapan siswa mengenai peningkatan kemampuan menulis paragraf narasi dengan menggunakan metode
field trip yaitu dengan memberikan kuesioner kepada masing-masing siswa pada akhir pembelajaran di setiap pertemuan.