Perolehan 31 Maret 2017 31 Desember
33. Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan
Risiko keuangan utama yang dihadapi Grup adalah risiko kredit, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko likuiditas. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia.
Direksi telah menelaah kebijakan manajemen risiko keuangan secara berkala.
(i) Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, pasien atau pihak rekanan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya dan aset keuangan tidak lancar lainnya.
Jumlah eksposur risiko kredit maksimum asset keuangan pada 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Eksposur Maksimum Nilai Tercatat Eksposur Maksimum
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan Piutang
Kas dan Setara Kas 662.940.646.347 662.940.646.347 740.436.843.020 740.436.843.020 Piutang Usaha 810.782.303.303 810.782.303.303 775.978.241.129 775.978.241.129 Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 464.252.992 464.252.992 525.498.069 525.498.069 Aset Keuangan Lancar Lainnya 94.358.680.954 94.358.680.954 152.108.827.407 152.108.827.407 Jumlah 1.568.545.883.596 1.568.545.883.596 1.669.049.409.625 1.669.049.409.625
31 Maret 2017 31 Desember 2016
Grup mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk masing- masing pelanggan serta penerimaan jaminan dari pasien dan lebih selektif dalam pemilihan bank dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan yang berpredikat baik yang dipilih. Tabel berikut menganalisis aset yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai serta aset keuangan yang ditentukan secara individu mengalami penurunan nilai:
Jumlah
Belum Jatuh Tempo 0-90 Hari 91-180 Hari >181 Hari Perusahaan
Perbankan
Perusahaan Non-
Perbankan Perseorangan
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Kas dan Setara Kas -- -- -- -- 656.670.528.946 6.270.117.401 -- 662.940.646.347 Piutang Usaha 307.630.371.838 228.088.128.568 99.621.166.414 224.412.687.546 -- - -- 859.752.354.366 Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- -- -- 464.252.992 -- 464.252.992 Aset Keuangan Lancar Lainnya -- -- -- -- -- 94.358.680.954 -- 94.358.680.954
Jumlah 307.630.371.838 228.088.128.568 99.621.166.414 224.412.687.546 656.670.528.946 101.093.051.347 -- 1.617.515.934.659
31 Maret 2017
Jumlah
Belum Jatuh Tempo 0-90 Hari 91-180 Hari >181 Hari Perusahaan
Perbankan
Perusahaan Non-
Perbankan Perseorangan
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Kas dan Setara Kas -- -- -- -- 734.499.567.802 5.937.275.218 -- 740.436.843.020 Piutang Usaha 265.005.985.782 265.556.621.052 81.538.264.525 207.314.808.488 -- -- -- 819.415.679.847 Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- -- -- 525.498.069 -- 525.498.069 Aset Keuangan Lancar Lainnya -- -- -- -- -- 152.108.827.407 -- 152.108.827.407
Jumlah 265.005.985.782 265.556.621.052 81.538.264.525 207.314.808.488 734.499.567.802 158.571.600.694 -- 1.712.486.848.343
31 Desember 2016
Lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai Belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai
Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha (Catatan 4).
Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara kas dan aset keuangan tidak lancar lainnya.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana di bank yang penggunaannya tidak dibatasi maupun yang dibatasi, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.
(ii)Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Grup menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup dan secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan jatuh tempo:
Tidak Memiliki
Kurang dari 1 Tahun 1 - 5 Tahun Lebih dari 5 Tahun Jatuh Tempo Jumlah
Rp Rp Rp Rp Rp
Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi
Utang Usaha - Pihak Ketiga 329.097.706.978 -- -- -- 329.097.706.978
Beban Akrual 242.094.748.321 -- -- -- 242.094.748.321
Utang Bank 7.859.981.667 7.876.073.284 -- -- 15.736.054.951
Utang Sewa Pembiayaan 25.749.142.696 146.951.309.409 -- -- 172.700.452.105
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 113.981.014.427 -- -- -- 113.981.014.427
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- 197.506.875 197.506.875
Jumlah 718.782.594.089 154.827.382.693 -- 197.506.875 873.807.483.657
31 Maret 2017 Akan Jatuh Tempo
Tidak Memiliki
Kurang dari 1 Tahun 1 - 5 Tahun Lebih dari 5 Tahun Jatuh Tempo Jumlah
Diukur dengan biaya Perolehan Diamortisasi Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Usaha - Pihak Ketiga 314.126.455.716 -- -- -- 314.126.455.716
Beban Akrual 234.211.191.714 -- -- -- 234.211.191.714
Utang Bank 8.411.353.189 9.884.512.480 -- -- 18.295.865.669
Utang Sewa Pembiayaan 21.994.996.558 105.042.006.950 -- -- 127.037.003.508
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 80.114.380.612 -- -- -- 80.114.380.612
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha -- -- -- 197.506.875 197.506.875
Jumlah 658.858.377.789 114.926.519.430 -- 197.506.875 773.982.404.094
31 Desember 2016 Akan Jatuh Tempo
(iii)Risiko Pasar
a. Risiko Mata Uang
Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Grup secara signifikan terekspos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi Grup dalam mata uang asing.
Analisa Sensitivitas
Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp1.101.814.849 (2016: Rp624.120.754). Dengan hipotesis pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Singapura sebesar 10%, akan meningkatkan laba sebelum pajak tahun berjalan sebesar Rp342.663.361 (2016: Rp334.175.587). Pelemahan nilai tukar terhadap mata uang asing lainnya tidak berdampak material terhadap laba sebelum pajak.
b. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Grup tidak memiliki risiko suku bunga terutama karena tidak memiliki pinjaman dengan suku bunga mengambang.
Pengukuran Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar masing-masing kategori aset dan liabilitas keuangan:
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Kas dan Setara Kas 662.940.646.347 662.940.646.347 740.436.843.020 740.436.843.020 Piutang Usaha 810.782.303.303 810.782.303.303 775.978.241.129 775.978.241.129 Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha 464.252.992 464.252.992 525.498.069 525.498.069 Aset Keuangan Lancar Lainnya 94.358.680.954 94.358.680.954 152.108.827.407 152.108.827.407 Jumlah 1.568.545.883.596 1.568.545.883.596 1.669.049.409.625 1.669.049.409.625
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas Keuangan
Diukur dengan Biaya Perolehan Diamortisasi :
Utang Usaha - Pihak Ketiga 329.097.706.978 329.097.706.978 314.126.455.716 314.126.455.716 Beban Akrual 242.094.748.321 242.094.748.321 234.211.191.714 234.211.191.714 Utang Bank 15.736.054.951 15.736.054.951 18.295.865.669 18.295.865.669 Utang Sewa Pembiayaan 172.700.452.105 172.700.452.105 127.037.003.508 127.037.003.508 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 113.981.014.427 113.981.014.427 80.114.380.612 80.114.380.612 Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 197.506.875 197.506.875 197.506.875 197.506.875 Jumlah 873.807.483.657 873.807.483.657 773.982.404.094 773.982.404.094
31 Maret 2017 31 Desember 2016
Pada 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016, manajemen memperkirakan bahwa nilai tercatat aset lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek dan yang jatuh temponya tidak ditentukan telah mencerminkan nilai wajarnya.
34. Manajemen Permodalan
Manajemen melakukan pengelolaan permodalan melalui pengawasan atas saldo kas dan setara kas, saldo liabilitas dan hasil operasional Perusahaan serta rasio liabilitas neto disesuaikan terhadap modal. Pengelolaan permodalan ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan usaha Perusahaan dan memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam melakukan pengelolaan permodalan, Perusahaan melakukan evaluasi berkala atas kebutuhan dan kecukupan dana untuk menunjang kegiatan operasional Perusahaan dan evaluasi atas performance project yang sedang berlangsung serta pengembangan project baru.
Berikut ringkasan data kuantitatif pengelolaan permodalan pada 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016:
31 Maret 2017 31 Desember 2016
Rp Rp
Liabilitas Neto:
Jumlah Liabilitas 1.198.936.750.419 1.086.619.553.976
Dikurangi: Kas dan Setara Kas (662.940.646.347) (740.436.843.020)
Jumlah Liabilitas Neto 535.996.104.072 346.182.710.956
Jumlah Ekuitas 3.174.113.268.550 3.129.069.996.103
Ditambah:
Tambahan Modal Disetor - Neto 22.910.617.240 23.058.434.679
Selisih Nilai Transaksi dengan Pihak Nonpengendali 25.748.354.393 25.748.354.393
Kepentingan Nonpengendali (11.821.216.168) (7.191.890.590)
Jumlah 36.837.755.465 41.614.898.482
Jumlah Ekuitas yang Disesuaikan 3.210.951.024.015 3.170.684.894.585