a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari pinjaman yang saling hapus dengan kas dan setara kas, aset keuangan lainnya dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan dan tambah modal saham, saldo laba dan kepentingan nonpengendali.
Direksi Grup secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
Gearing ratio pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: 30 September 2014 31 Desember 2013
Rp'000 Rp'000
Utang bank dan liabilitas derivatif 796.952.437 1.108.254.827
Kas dan setara kas dan aset keuangan lainnya - lancar 428.817.114 606.922.783
Pinjaman - bersih 368.135.323 501.332.044
Ekuitas 2.293.859.763 2.159.752.050
Rasio pinjaman - bersih terhadap modal 16,05% 23,21%
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen risiko mata uang asing
Grup terekspos pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing terutama karena transaksi kas dan setara kas, utang bank dan jaminan yang didenominasi dalam mata uang asing.
Perusahaan mengelola eksposur mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang.
Pada tanggal pelaporan aset dan liabilitas moneter dalam nilai tukar mata uang asing, termasuk instrumen keuangan yang diungkapkan dalam Catatan 36.
Analisis sensitivitas mata uang asing
Grup terutama terekspos terhadap US$. Tabel berikut merinci sensitivitas Grup terhadap peningkatan dan penurunan 2% dalam Rupiah Indonesia terhadap mata Dollar Amerika Serikat. 2% terhadap Dollar Amerika Serikat adalah tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing.
Analisis sensitivitas hanya mencakup item mata uang asing moneter yang ada dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan 2% untuk Dollar Amerika Serikat dalam nilai tukar mata uang asing. Jumlah positif di bawah ini menunjukkan peningkatan laba setelah pajak dimana Rp menguat 2% masing-masing terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat, dan sebaliknya.
Mata uang asing
Rp'000 Rp'000
Dollar Amerika Serikat 2 (2) 18.745.750 (18.745.750)
% (penurunan) 30 September 2014
Sensitivitas dari laba rugi Persentasi kenaikan
Mata uang asing
Rp'000 Rp'000
Dollar Amerika Serikat 8 (8) 74.614.157 (74.614.157)
% (penurunan) 31 Desember 2013
Sensitivitas dari laba rugi Persentasi kenaikan
Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur terhadap saldo kas dan setara kas, aset keuangan lainnya, piutang usaha, uang jaminan, utang usaha dan utang bank Grup dalam mata uang US$ pada akhir periode pelaporan.
ii. Manajemen risiko tingkat bunga
Risiko tingkat suku bunga mengacu pada risiko nilai wajar arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar.
Grup dipengaruhi risiko tingkat suku bunga karena mereka memiliki pinjaman dengan suku bunga fluktuatif dan tetap. Manajemen mereview pengaruh pergerakan tingkat suku bunga pada tingkat profitabilias sehingga tindakan yang tepat diambil untuk mengurangi risiko.
Analisis sensitivitas suku bunga
Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk utang bank dengan tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas pada akhir periode pelaporan itu ada sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 50 basis poin digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.
Jika suku bunga lebih tinggi/rendah 50 basis poin dan semua variabel lainnya tetap konstan, Laba konsolidasian setelah pajak untuk tahun yang berakhir 30 September 2014 dan 2013 akan turun/naik masing-masing sebesar Rp 3.973.052 ribu dan Rp 5.617.092 ribu. Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur Grup terhadap suku bunga atas pinjamannya dengan suku bunga variabel.
Tidak terdapat perubahan eksposur Grup yang signifikan terhadap risiko suku bunga atau cara di mana risiko tersebut dikelola dan diukur.
iii. Manajemen risiko kredit
Aset keuangan Grup sebagian besar terdiri dari kas dan setara kas, investasi sementara yang diperdangkan dan piutang usaha lainnya.
Risiko kredit pada saldo bank dan investasi jangka pendek untuk diperdagangkan adalah minimal karena ditempatkan pada institusi yang dapat dipercaya.
Grup mengelola risiko kredit yang timbul dari penyewa properti investasi yang gagal membayar sewa dengan cara penyewa menyerahkan deposit tunai untuk rental minimal selama 3 bulan. Grup juga menetapkan persyaratan tertentu dalam perjanjian sewa yang membuat penyewa tidak dapat menggunakan hak sewanya dan tidak dapat mengalihkan hak sewanya kepada penyewa lain bila tidak melakukan pembayaran.
iv. Manajemen risiko likuiditas
Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk manajemen Grup dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan memelihara cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan cadangan fasilitas pinjaman, dengan terus memantau arus kas prakiraan dan aktual, dan dengan cara mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar.
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah 30 September 2014 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Tanpa bunga
Utang usaha - 59.325.920 - - - 59.325.920 Utang lain-lain - - 35.304.977 - - 35.304.977 Utang kontraktor - - 3.726.766 - - 3.726.766 Biaya masih harus
dibayar - - 47.665.997 - - 47.665.997 Jaminan - - 80.276.633 - 320.208.775 400.485.408 Liabilitas derivatif - - - 6.098.175 - 6.098.175 Instrumen tingkat bunga
variabel
Utang Bank 4.23% - 6% - 106.201.615 389.541.616 331.246.553 826.989.784 Jumlah 59.325.920 273.175.988 395.639.791 651.455.328 1.379.597.027
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah 31 Desember 2013 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Tanpa bunga
Utang usaha - 60.884.000 - - - 60.884.000 Utang lain-lain - - 39.493.155 - - 39.493.155 Utang kontraktor - - 2.483.311 - - 2.483.311 Biaya masih harus
dibayar - - 56.680.280 - - 56.680.280 Jaminan - 58.031.612 - - 313.636.354 371.667.966 Liabilitas derivatif - - - 23.430.787 - 23.430.787 Instrumen tingkat bunga
variabel
Utang Bank 4,25% - 6% - 107.461.179 331.394.481 720.146.345 1.159.002.005 Jumlah 118.915.612 206.117.925 354.825.268 1.033.782.699 1.713.641.504
Tabel berikut merinci ekspektasi jatuh tempo untuk aset keuangan Grup. Tabel disusun berdasarkan jatuh tempo kontrak tak terdiskonto dari aset keuangan termasuk bunga yang akan diperoleh dari aset tersebut. Dicantumkannya informasi aset keuangan diperlukan dalam rangka untuk memahami manajemen risiko likuiditas Grup dimana likuiditas dikelola atas dasar aset dan liabilitas bersih.
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah
30 September 2014 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Tanpa bunga
Kas dan setara kas - 1.626.804 - - - 1.626.804
Aset keuangan lainnya - - - 355.786 - 355.786
Piutang usaha - 126.665.477 6.219.457 - 21.858.958 154.743.892
Piutang lain-lain - - - 80.341.329 - 80.341.329
Uang jaminan dan aset lain-lain - - - - 5.540.585 5.540.585
Instrumen tingkat bunga variabel
Kas dan setara kas 0 - 1.92% 146.714.122 - - - 146.714.122
Instrumen tingkat bunga tetap Piutang lain-lain 10,00% 68.708 203.906 536.363 10.002.497 10.811.474 Deposito berjangka 0.25% - 11% - 231.272.405 - - 231.272.405 Deposito dibatasi penggunaannya 7.50% - 10.00% - 61.328.470 - - 61.328.470 Jumlah 275.075.111 299.024.238 81.233.478 37.402.040 692.734.867
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah 31 Desember 2013 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Tanpa bunga
Kas dan setara kas - 968.467 - - - 968.467 Aset keuangan lainnya - - - 589.849 - 589.849 Piutang usaha - 90.108.588 14.384.202 - 23.009.664 127.502.454 Piutang lain-lain - - - 63.140.202 - 63.140.202 Uang jaminan - - - - 3.348.591 3.348.591 Instrumen tingkat bunga
variabel
Kas dan setara kas 0 - 1,92% 81.473.731 - - - 81.473.731 Instrumen tingkat bunga
tetap Piutang lain-lain 10,00% 249.181 241.228 736.939 12.692.323 13.919.671 Deposito berjangka 0,25 - 10,00% 419.915.333 18.832.005 - - 438.747.338 Deposito dibatasi penggunaannya 3,00% - 55.943.503 - - 55.943.503 Jumlah 592.715.300 89.400.938 64.466.990 39.050.578 785.633.806
Jumlah yang dicakup di atas untuk instrumen suku bunga variabel untuk aset dan liabilitas keuangan harus berubah jika perubahan suku bunga variabel berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada akhir periode pelaporan.
Grup menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang dihasilkan dari arus kas operasi dan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dari fasilitas kredit yang diperoleh.
v. Manajemen risiko harga lain
Grup memiliki investasi sementara dalam bentuk reksadana dan pengelolaan dana. Investasi ini dikelompokkan sebagai investasi diperdagangkan dan diukur dengan nilai wajar. Kinerja dan nilai aset bersih reksadana atau portofolio investasi awal yang dikelola oleh pengelola dana mempengaruhi laba atau rugi yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.
Dalam mengelola risiko harga lain, Grup melakukan kerjasama hanya dengan pegelola dana dengan kredibilitas dan kondisi keuangan yang sehat. Grup hanya memilih investasi dengan tingkat risiko rendah.
c. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Manajemen mengganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diakui laporan keuangan konsolidasi mendekati nilai wajarnya pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
Nilai wajar dari reksadana ditentukan menggunakan tingkat 1 pengukuran nilai wajar dan nilai wajar dari pengelolaan dana ditentukan menggunakan tingkat 2 pengukuran nilai wajar.
a. Tingkat 1: nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga pasar aktif (unadjusted) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas keuangan yang identik;
b. Tingkat 2: pengukuran nilai wajar diperoleh dari input selain dari kuotasi harga pasar yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (seperti harga) maupun tidak langsung (diperoleh dari harga);
c. Tingkat 3: pengukuran nilai wajar diperoleh dari teknik valuasi yang di dalamnya terdapat input untuk aset dan liabilitas yang tidak didasarkan pada data yang dapat diobservasi di pasar (input yang tidak dapat diobservasi).
40. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN