a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan usaha, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari pinjaman (Catatan 20 dan 21) yang saling hapus dengan kas dan setara kas (Catatan 5), aset keuangan lainnya (Catatan 6) dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan dan tambah modal saham (Catatan 23), saldo laba dan kepentingan nonpengendali (Catatan 25). Direksi Grup secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
Gearing ratio pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2014 31 Desember 2013
Rp'000 Rp'000
Utang bank dan liabilitas derivatif 944,129,980 1,108,254,827 Kas dan setara kas dan aset keuangan lainnya - lancar 551,357,816 606,922,783
Pinjaman - bersih 392,772,164 501,332,044
Ekuitas 2,318,128,752 2,159,752,050
Rasio pinjaman - bersih terhadap modal 16.94% 23.21%
b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen risiko mata uang asing
Grup terekspos pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing terutama karena transaksi kas dan setara kas, utang bank dan jaminan yang didenominasi dalam mata uang asing.
Perusahaan mengelola eksposur mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang.
Pada tanggal pelaporan aset dan liabilitas moneter dalam nilai tukar mata uang asing, termasuk instrumen keuangan yang diungkapkan dalam Catatan 37.
Analisis sensitivitas mata uang asing
Grup terutama terekspos terhadap US$ dan euro. Tabel berikut merinci sensitivitas Grup terhadap peningkatan dan penurunan 2% dalam Rupiah Indonesia terhadap mata Dollar Amerika Serikat dan Euro. 2% terhadap Dollar Amerika Serikat dan 2% terhadap Euro adalah tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing.
Analisis sensitivitas hanya mencakup item mata uang asing moneter yang ada dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan 2% untuk Dollar Amerika Serikat dan 2% untuk Euro dalam nilai tukar mata uang asing. Jumlah positif di bawah ini menunjukkan peningkatan laba setelah pajak dimana Rp menguat 2% masing-masing terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat dan Euro. Untuk pelemahan 2% dari Rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat dan Euro, akan ada dampak yang dapat dibandingkan pada laba atau ekuitas, dan saldo di bawah ini akan menjadi negatif.
Mata uang asing
Rp'000 Rp'000
Dollar Amerika Serikat 2 (2) 20,287,681 (20,287,681)
Euro 2 (2) 25,982 (25,982)
% (penurunan) 31 Maret 2014
Sensitivitas dari laba rugi Persentasi kenaikan
Mata uang asing
Rp'000 Rp'000
Dollar Amerika Serikat 8 (8) 74,614,157 (74,614,157)
Euro 24 (24) 564,346 (564,346)
% (penurunan) 31 Desember 2013
Sensitivitas dari laba rugi Persentasi kenaikan
Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur terhadap saldo kas dan setara kas, aset keuangan lainnya, piutang usaha, uang jaminan, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, utang bank dan uang muka dan jaminan Grup dalam mata uang US$ pada akhir periode pelaporan.
ii. Manajemen risiko tingkat bunga
Risiko tingkat suku bunga mengacu pada risiko nilai wajar arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar.
Grup dipengaruhi risiko tingkat suku bunga karena mereka memiliki pinjaman dengan suku bunga fluktuatif dan tetap. Manajemen mereview pengaruh pergerakan tingkat suku bunga pada tingkat profitabilias sehingga tindakan yang tepat diambil untuk mengurangi risiko.
Analisis sensitivitas suku bunga
Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk utang bank dengan tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas pada akhir periode pelaporan itu ada sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 50 basis poin digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.
Jika suku bunga lebih tinggi/rendah 50 basis poin dan semua variabel lainnya tetap konstan, Grup laba setelah pajak untuk tahun yang berakhir 31 Maret 2014 dan 2013 akan turun/naik masing-masing sebesar Rp 4.659.560 ribu dan Rp 2.052.437 ribu. Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur Grup terhadap suku bunga atas pinjamannya dengan suku bunga variabel.
Tidak terdapat perubahan eksposur Grup yang signifikan terhadap risiko suku bunga atau cara di mana risiko tersebut dikelola dan diukur.
iii. Manajemen risiko kredit
Aset keuangan Grup sebagian besar terdiri dari kas dan setara kas, investasi sementara yang diperdangkan serta piutang usaha lainnya dan uang jaminan.
Risiko kredit pada saldo bank dan investasi jangka pendek untuk diperdagangkan adalah minimal karena ditempatkan pada institusi yang dapat dipercaya.
Grup mengelola risiko kredit yang timbul dari penyewa properti investasi yang gagal membayar sewa dengan cara penyewa menyerahkan deposit tunai untuk rental minimal selama 3 bulan. Grup juga menetapkan persyaratan tertentu dalam perjanjian sewa yang membuat penyewa tidak dapat menggunakan hak sewanya dan tidak dapat mengalihkan hak sewanya kepada penyewa lain bila tidak melakukan pembayaran.
iv. Manajemen risiko likuiditas
Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk manajemen Grup dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Grup mengelola risiko likuiditas dengan memelihara cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan cadangan fasilitas pinjaman, dengan terus memantau arus kas prakiraan dan aktual, dan dengan cara mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar.
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah
31 Maret 2014 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Tanpa bunga
Utang usaha - 53,133,579 - - - 53,133,579
Utang lain-lain - - 37,696,860 - - 37,696,860
Utang kontraktor - - 1,344,944 - - 1,344,944
Biaya masih harus
dibayar - - 63,967,252 - - 63,967,252
Jaminan - - 52,757,648 - 303,850,268 356,607,916
Liabilitas derivatif - - - 17,809,259 - 17,809,259
Instrumen tingkat bunga variabel
Utang Bank 4.25% - 6% - 95,091,559 290,547,473 604,902,837 990,541,869
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah
31 Desember 2013 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Tanpa bunga
Utang usaha - 60,884,000 - - - 60,884,000
Utang lain-lain - - 39,493,155 - - 39,493,155
Utang kontraktor - - 2,483,311 - - 2,483,311
Biaya masih harus
dibayar - - 56,680,280 - - 56,680,280
Jaminan - 58,031,612 - - 313,636,354 371,667,966
Liabilitas derivatif - - - 23,430,787 - 23,430,787
Instrumen tingkat bunga variabel
Utang Bank 4,25% - 6% - 107,461,179 331,394,481 720,146,345 1,159,002,005
Jumlah 118,915,612 206,117,925 354,825,268 1,033,782,699 1,713,641,504
Tabel berikut merinci ekspektasi jatuh tempo untuk aset keuangan Grup. Tabel disusun berdasarkan jatuh tempo kontrak tak terdiskonto dari aset keuangan termasuk bunga yang akan diperoleh dari aset tersebut. Dicantumkannya informasi aset keuangan diperlukan dalam rangka untuk memahami manajemen risiko likuiditas Grup dimana likuiditas dikelola atas dasar aset dan liabilitas bersih.
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah
31 Maret '2014 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Tanpa bunga
Kas dan setara kas - 1,690,380 - - - 1,690,380
Aset keuangan lainnya - - - 381,752 - 381,752
Piutang usaha - 113,938,583 20,113,612 - 13,778,300 147,830,495
Piutang lain-lain - - - 79,938,864 - 79,938,864
Uang jaminan dan aset lain-lain - - - - 8,175,497 8,175,497
Instrumen tingkat bunga variabel
Kas dan setara kas 0 - 1.92% 182,006,183 - - - 182,006,183
Instrumen tingkat bunga tetap Piutang lain-lain 10.00% 455,948 241,228 726,335 12,448,443 13,871,954 Deposito berjangka 0.25% - 10.00% - 368,969,881 - - 368,969,881 Deposito dibatasi penggunaannya 7.50% - 10.00% - 58,144,766 - - 58,144,766 Jumlah 298,091,094 447,469,487 81,046,951 34,402,240 861,009,772
Tingkat bunga efektif
rata-rata Kurang dari 3 bulan - Lebih dari
tertimbang satu bulan 1-3 bulan 1 tahun 1 tahun Jumlah
31 Desember 2013 % Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000
Tanpa bunga
Kas dan setara kas - 968,467 - - - 968,467
Aset keuangan lainnya - - - 589,849 - 589,849
Piutang usaha - 90,108,588 14,384,202 - 23,009,664 127,502,454
Piutang lain-lain - - - 63,140,202 - 63,140,202
Uang jaminan - - - - 3,348,591 3,348,591
Instrumen tingkat bunga variabel
Kas dan setara kas 0 - 1,92% 81,473,731 - - - 81,473,731
Instrumen tingkat bunga tetap Piutang lain-lain 10.00% 249,181 241,228 736,939 12,692,323 13,919,671 Deposito berjangka 0,25 - 10,00% 419,915,333 18,832,005 - - 438,747,338 Deposito dibatasi penggunaannya 3.00% - 55,943,503 - - 55,943,503 Jumlah 592,715,300 89,400,938 64,466,990 39,050,578 785,633,806
Jumlah yang dicakup di atas untuk instrumen suku bunga variabel untuk aset dan liabilitas keuangan harus berubah jika perubahan suku bunga variabel berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada akhir periode pelaporan.
Grup menerapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang dihasilkan dari arus kas operasi dan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dari fasilitas kredit yang diperoleh.
v. Manajemen risiko harga lain
Grup memiliki investasi sementara dalam bentuk reksadana dan pengelolaan dana. Investasi ini dikelompokkan sebagai investasi diperdagangkan dan diukur dengan nilai wajar. Kinerja dan nilai aset bersih reksadana atau portofolio investasi awal yang dikelola oleh pengelola dana mempengaruhi laba atau rugi yang diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.
Dalam mengelola risiko harga lain, Grup melakukan kerjasama hanya dengan pegelola dana dengan kredibilitas dan kondisi keuangan yang sehat. Grup hanya memilih investasi dengan tingkat risiko rendah.
c. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar Instrumen Keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Manajemen mengganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diakui laporan keuangan konsolidasi mendekati nilai wajarnya pada laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013.
Nilai wajar dari reksadana ditentukan menggunakan tingkat 1 pengukuran nilai wajar dan nilai wajar dari pengelolaan dana ditentukan menggunakan tingkat 2 pengukuran nilai wajar.
a. Tingkat 1: nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga pasar aktif (unadjusted) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas keuangan yang identik;
b. Tingkat 2: pengukuran nilai wajar diperoleh dari input selain dari kuotasi harga pasar yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (seperti harga) maupun tidak langsung (diperoleh dari harga);
c. Tingkat 3: pengukuran nilai wajar diperoleh dari teknik valuasi yang di dalamnya terdapat input untuk aset dan liabilitas yang tidak didasarkan pada data yang dapat diobservasi di pasar (input yang tidak dapat diobservasi).
41. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN