a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo hutang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari hutang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada Catatan 8 dan 12, kas dan setara kas, kepentingan nonpengendali dan ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dan saldo laba yang dijelaskan pada Catatan 4 dan 14. Direksi Perusahaan dan Entitas Anak secara berkala melakukan review struktur permodalan Perusahaan dan Entitas Anak. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.
2013 2012
Pinjaman 120.120.902.341 59.692.369.212 Kas dan setara kas 5.329.638.207 1.466.563.990
Pinjaman-bersih 114.791.264.134 58.225.805.222 Ekuitas 99.987.780.525 105.793.297.925
Rasio pinjaman – bersih terhadap ekuitas 115% 55%
b. Kategori Instrumen Keuangan
2013 2012
Aset keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - - Investasi dimiliki hingga jatuh tempo - -
51
MODAL (Lanjutan)
b. Kategori Instrumen Keuangan (Lanjutan)
2013 2012
Pinjaman yang diberikan dan piutang 47.933.676.287 37.473.549.851 Aset keuangan tersedia untuk dijual - - Liabilitas keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - - Biaya perolehan yang diamortisasi 169.985.318.159 76.478.912.434 c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu tingkat suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko harga komoditas), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan dan risk appetite Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktik pasar terbaik. i. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan Entitas Anak gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari pelanggan yang timbul dari aktivitas perdagangan, distribusi dan penjualan produk.
Risiko kredit pelanggan dikelola oleh masing-masing unit usaha sesuai dengan kebijakan, prosedur dan pengendalian dari Perusahaan dan Entitas Anak yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan dimonitor secara teratur oleh unit-unit usaha terkait.
Maksimum risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak kurang lebih sebesar nilai tercatat bersih dari piutang usaha sebagaimana ditunjukkan dalam Catatan 5. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.
52
c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) i. Risiko kredit (Lanjutan)
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya yang terutama mencakup kas dan setara kas, risiko kredit yang dihadapi timbul karena wanprestasi dari counterparty. Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit tinggi dan hanya menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi. Nilai maksimal eksposur setara dengan nilai tercatat masing-masing merupakan kategori dari aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
ii. Risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dan Entitas Anak dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko tingkat suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing dan risiko harga komoditas.
Risiko tingkat suku bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Entitas Anak yang dikenakan suku bunga mengambang.
Perusahaan dan Entitas Anak memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan dan Entitas Anak secara tepat waktu. Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari tingkat suku bunga atas saldo pinjaman yang dikenakan suku bunga mengambang pada tanggal 31 Desember 2013, dimana semua variabel lainnya dianggap konstan, terhadap laba
sebelum beban pajak konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013:
53
MODAL (Lanjutan)
c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) ii. Risiko pasar (Lanjutan)
Kenaikan Efek terhadap (penurunan) dalam laba sebelum persentase pajak
Mata uang pinjaman
Rupiah 0,5% 449.533.179 ( 0,5% ) ( 449.533.179 )
Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing.
Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berasal dari aktivitas usaha Perusahaan dan Entitas Anak (ketika pendapatan dan beban terjadi dalam uang yang berbeda dari mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak). Sebagai akibat transaksi yang dilakukan dengan pembeli dan penjual dari luar negeri, laporan posisi keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak dapat dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar Dolar Amerika Serikat/Rupiah dan Yen Jepang/Rupiah. Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang asing. Namun, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai penjualan ekspor yang dapat memberikan lindung nilai alamiah yang terbatas terhadap dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing. Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, dimana semua variabel lain konstan, terhadap laba sebelum beban pajak konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013:
Kenaikan Efek terhadap (penurunan) dalam laba sebelum persentase pajak
Dolar Amerika Serikat – Rupiah 10,0% ( 2.397.523.408 ) (10,0%) 2.404.126.247 Yen Jepang – Rupiah 10,0% 81.060.544 (10,0%) ( 76.538.150 )
54
c. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan) ii. Risiko pasar (Lanjutan)
Aset dan liabilitas moneter yang signifikan dari Perusahaan dan Entitas Anak dalam mata uang asing pada tanggal pelaporan disajikan pada Catatan 20.
Risiko harga komoditas
Perusahaan dan Entitas Anak, secara khusus, dipengaruhi oleh labilnya harga beberapa komoditas di pasar internasional dari waktu ke waktu terutama dari harga bahan baku, karena marjin laba atas penjualan barang jadi dapat terpengaruh jika harga bahan baku meningkat, namun Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat mengalihkannya kepada pelanggannya. Manajemen memonitor pergerakan (tren) dan analisa pasar atas harga bahan baku secara ketat dan terus menerus untuk meminimalisasi efek signifikan dan negatif terhadap kinerja keuangannya. Manajemen juga mengurangi risiko ini dengan memelihara tingkat persediaan secara tepat untuk mengambil efek terbaik dari lindung nilai alami.
iii. Risiko likuiditas
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi hutang yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan setara kas yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima.
Perusahaan dan Entitas Anak secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan melakukan penggalangan dana yang mencakup hutang bank dan pasar modal.
Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2013:
Lebih dari 1 Di bawah tahun sampai Lebih dari 1 tahun dengan 2 tahun 2 tahun Jumlah
Liabilitas Keuangan
Hutang bank 92.695.711.303 - - 92.695.711.303 Hutang usaha – pihak ketiga 32.587.800.134 - - 32.587.800.134 Hutang lain-lain 16.128.491.825 - - 16.128.491.825 Beban masih harus dibayar 1.148.123.859 - - 1.148.123.859 Hutang bank jangka panjang 7.220.568.778 13.482.585.937 6.722.036.323 27.425.191.038
Jumlah Liabilitas Keuangan 149.780.695.899 13.482.585.937 6.722.036.323 169.985.318.159
55
a. Pada tahun 2008, Entitas Anak mengadakan kontrak pembelian mesin dengan GX Equipments Co., Ltd untuk pengadaan mesin Baby Diaper dan Stacker. Pada tahun 2011, kontrak pembelian tersebut digantikan dengan pengadaan mesin Baby Pill Up Diaper sebesar US$ 2.500.000. Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah pembayaran yang sudah dilakukan sebesar US$ 2.035.200 yang disajikan sebagai bagian dari akun “Uang muka pembelian aset”. Pada tahun 2013, mesin tersebut telah diterima dan digunakan oleh Entitas Anak, sehingga direklasifikasi ke “Aset tetap – mesin dan peralatan” (lihat Catatan 7).
b. Pada tahun 2012, Entitas Anak mengadakan kontrak pembelian mesin dengan Quanzhou Hanwei Machinery MFG.Co.Ltd. untuk pengadaan mesin Baby Diaper dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 masing-masing sebesar US$ 494.000 dan disajikan sebagai bagian dari akun “Uang muka pembelian aset”. Pada tahun 2013, mesin tersebut telah diterima dan digunakan oleh Entitas Anak, sehingga direklasifikasi ke “Aset tetap – mesin dan peralatan” (lihat Catatan 7).