• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini terdiri atas tiga jenis instrumen yaitu instrumen untuk mengukur perhatian orangtua, instrumen untuk mengukur lingkungan sekolah dan instrumen untuk mengukur penyimpangan perilaku, ketiga jenis instruemn tersebut berbentuk angket (kuesioner) dengan menggunakan skala

Likert. Penjelasan ketiga instrumen sebagai berikut;

1. Instrumen Perhatian Orangtua

a. Definisi Konseptual

Perhatian orangtua dalam penelitian ini adalah suatu kesadaran jiwa orangtua yang ditujukan pada anaknya baik ia berada dalam rumah maupun berada di luar rumah (sekolah).

b. Definisi Operasional

Perhatian orangtua dalam penelitian ini adalah skor total yang diperoleh responden dalam menjawab pernyataan berdasarkan pada pengembangan kisi-kisi instrumen perhatian orangtua yang dapat diukur melalui dimensi; (1) kontrol dan pemantauan dengan indikator; (a) memberi anak penjelasan tentang belajar, (b) mengetahui aktivitas yang dilakukan, (c)

mengetahui siapa teman-temannya, dan (d) mengetahui perkembangan sosialnya, (2) dukungan dan keterlibatan dengan indikator; (a) mendampingi anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah, (b) menyediakan tempat belajar yang nyaman dan kondusif, (c) menyediakan sumber-sumber belajar dan (d) menyediakan peralatan yang dapat mendukung aktivitas belajar, (3) komunikasi dan pendisplinan dengan indikator; (a) membicarakan tentang kebutuhan anak-anak yang diinginkan, (b) meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan anak-anak, (c) dibiasakan hidup disiplin, dan (d) memberikan reward and punisment.

c. Kisi-kisi Instrumen

Pernyataan-pernyataan dalam mengukur perhatian orangtua menggunakan skala Likert dengan alternatif pilihan yaitu Sangat Sering (SS), Sering (S), Jarang (JR), Sangat Jarang (SJ), dan Tidak Pernah (TP). Masing-masing pernyataan diberi skor satu sampai lima. Untuk pernyataan yang bersifat positif kemungkinan jawaban diberi skor sebagai berikut: SS = 5; S = 4; JR = 3; SJ = 2; dan TP = 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif diberi skor sebagai berikut: SS = 1; S = 2; JR = 3; SJ = 4; dan TP = 5. Kisi-kisi instrumen penelitian variabel perhatian orangtua, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3. Kisi-kisi Instrumen Perhatian Orangtua

Variabel Indikstor Nomor Item Total

Positif Negatif Perhatian

Orangtua Kontrol dan pemantauan1. memberi anak penjelasan tentang belajar 1 2 2 2. mengetahui aktivitas yang dilakukan 3,4 5 3 3. mengetahui siapa teman-temannya 6 7 2 4. mengetahui perkembangan sosialnya 8 9 2

Dukungan dan keterlibatan

1. mendampingi anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah

10,11 12 3

2. menyediakan tempat belajar yang nyaman dan kondusif

13,14 15 3

3. menyediakan sumber-

sumber belajar 16 17 2

4. menyediakan peralatan yang dapat mendukung aktivitas belajar

Komunikasi dan pendisplinan 1. membicarakan tentang kebutuhan anak-anak yang diinginkan 20 21 2 2. meluangkan waktu untuk berbincang- bincang dengan anak- anak 22,23 24 3 3. dibiasakan hidup disiplin 25 26 2 4. memberikan reward and punisment 27,28 29,30 4 17 13 30 d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas

Uji Validitas bertujuan untuk mengukur instrumen yang telah disusun dan dapat dikatakan valid, yaitu jika instrumen dapat mengukur sesuatu dengan tepat apa yang hendak diukur. Instrumen perhatian orangtua disusun berdasarkan atas indikator-indikator yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan sebanyak 30 pernyataan. Untuk menguji validitas butir instrumen, dilakukan uji coba instrument kepada 30 orang siswa di luar sampel penelitian.Validitas butir pernyataan instrumen didasarkan atas uji korelasi Product Moment Pearson, yaitu melihat korelasi antara skor butir instrument dengan skor total seluruh butir instrumen yang bersangkutan. Pernyataan yang sahih apabila memiliki Kriteria validitas yang ditentukan dengan melihat nilai pearson correlation dan Sig. (2-tailed). Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r-kritis (0,361), maka item tersebut valid, (Sugiyono, 2008:126).

2) Reliabilitas

Validitas butir pernyataan selanjutnya diuji reliabilitasnya, yaitu untuk membuktikan instrument yang dijadikan pengukuran dapat dikatakan reliabel, jika pengukurannya konsisten dan cermat, sehingga instrument sebagai alat ukur dapat menghasilkan suatu hasil pengukuran yang dapat dipercaya.Uji reliabilitas ini menggunakan rumus Alpha Cronbach, (Arikunto, 2010:196).

2. Instrumen Lingkungan Sekolah

a. Definisi Konseptual

Lingkungan Sekolah dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar sekolah atau berada di luar sekolah yang dapat mempengaruhi dan bermakna bagi siswa dalam proses belajar mengajar yang ada di sekolah, baik itu dalam lingkungan sosial (lingkungan fisik) maupun lingkungan non-sosial (lingkungan akademik).

b. Definisi Operasional

Lingkungan Sekolah dalam penelitian ini adalah skor total yang diperoleh responden dalam menjawab pernyataan berdasarkan pada pengembangan kisi-kisi instrumen lingkungan sekolah yang dapat diukur melalui dimensi; (1) Lingkungan fisik sekolah dengan indikator; (a) sarana dan prasarana belajar, (b) sumber-sumber belajar, dan (c) media belajar, (2) Lingkungan sosial dengan indikstor; (a) hubungan siswa dengan teman-temanya, (b) hubungan siswa dengan guru-gurunya, dan (c) hubungan siswa dengan staf sekolah yang lain, (3) Lingkungan Akademis dengan indikator; (a) suasana sekolah, (b) pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan berbagai kegiatan kokurikuler.

c. Kisi-kisi Instrumen

Pernyataan-pernyataan dalam mengukur lingkungan sekolah menggunakan skala Likert dengan alternatif pilihan yaitu Sangat Sering (SS), Sering (S), Jarang (JR), Sangat Jarang (SJ), dan Tidak Pernah (TP). Masing-masing pernyataan diberi skor satu sampai lima. Untuk pernyataan yang bersifat positif kemungkinan jawaban diberi skor sebagai berikut: SS = 5; S = 4; JR = 3; SJ = 2; dan TP = 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif diberi skor sebagai berikut: SS = 1; S = 2; JR = 3; SJ = 4; dan TP = 5. Kisi-kisi instrumen penelitian variabel lingkungan sekolah, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4. Kisi-kisi Instrumen Lingkungan sekolah

Variabel Indikstor Nomor Item Total

Positif Negatif Lingkungan

Sekolah Lingkungan fisik sekolah1. sarana dan prasarana

belajar 1,2 3,4 3

2. sumber-sumber belajar 5,7 6 3

3. media belajar 8,9 10 3

Lingkungan sosial

1. hubungan siswa dengan

teman-temanya 11,12 13 3

2. hubungan siswa dengan

guru-gurunya 14,15 16,17 4

3. hubungan siswa dengan

staf sekolah yang lain 18 19 2

Lingkungan Akademis

1. suasana sekolah 20,21 22 3

2. pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan berbagai kegiatan kokurikuler 23,24,2 5, 26,27 28,29,3 0 8 18 12 30

d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas

Uji Validitas bertujuan untuk mengukur instrumen yang telah disusun dan dapat dikatakan valid, yaitu jika instrumen dapat mengukur sesuatu dengan tepat apa yang hendak diukur. Instrumen lingkungan sekolah disusun berdasarkan atas indikator-indikator yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan sebanyak 30 pernyataan. Untuk menguji validitas butir instrumen, dilakukan uji coba instrument kepada 30 orang siswa di luar sampel penelitian.Validitas butir pernyataan instrumen didasarkan atas uji korelasi Product Moment Pearson, yaitu melihat korelasi antara skor butir instrument dengan skor total seluruh butir instrumen yang bersangkutan. Pernyataan yang sahih apabila memiliki Kriteria validitas yang ditentukan dengan melihat nilai pearson correlation dan Sig. (2-tailed). Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r-kritis (0,361), maka item tersebut valid, (Sugiyono, 2008:126).

2) Reliabilitas

Validitas butir pernyataan selanjutnya diuji reliabilitasnya, yaitu untuk membuktikan instrument yang dijadikan pengukuran dapat dikatakan reliabel, jika pengukurannya konsisten dan cermat, sehingga instrument sebagai alat ukur dapat menghasilkan suatu hasil pengukuran yang dapat dipercaya.Uji reliabilitas ini menggunakan rumus Alpha Cronbach, (Arikunto, 2010:196).

3. Instrumen Penyimpangan Perilaku

a. Definisi Konseptual

Penyimpangan perilaku dalam penelitian ini adalah suatu suatu tindakan atau perilaku yang menyimpang dari norma, aturan yang telah disepakati bersama dan berlaku pada masyarakat setempat, sehingga dapat menimbulakan kerugian baik fisik maupun mental pada pihak lain.

b. Definisi Operasional

Penyimpangan perilaku dalam penelitian ini adalah skor total yang diperoleh responden dalam menjawab pernyataan berdasarkan pada pengembangan kisi-kisi instrumen penyimpangan perilaku yang dapat diukur melalui dimensi; (1) Kenakalan yang menimbulkan korban fisik dan materi pada orang lain dengan indikator; (a) perkelahian dan pelecehan seksual (perkosaan), (b) perusakan dan pencurian, (c) pencopetan dan pemerasan; (2) Kenakalan yang melawan status dan sosial dengan indikator; (a) pelacuran dan penyalahgunaan obat terlarang, (b) hubungan seks sebelum menikah, (c) membolos sekolah, dan (d) minggat dari rumah dan membantah perintah orangtua.

c. Kisi-kisi Instrumen

Pernyataan-pernyataan dalam mengukur penyimpangan perilaku menggunakan skala Likert dengan alternatif pilihan yaitu Sangat Sering (SS), Sering (S), Jarang (JR), Sangat Jarang (SJ), dan Tidak Pernah (TP). Masing-masing pernyataan diberi skor satu sampai lima. Untuk

pernyataan yang bersifat positif kemungkinan jawaban diberi skor sebagai berikut: SS = 5; S = 4; JR = 3; SJ = 2; dan TP = 1. Sedangkan untuk pernyataan negatif diberi skor sebagai berikut: SS = 1; S = 2; JR = 3; SJ = 4; dan TP = 5. Kisi-kisi instrumen penelitian variabel penyimpangan perilaku, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5. Kisi-kisi Instrumen Penyimpangan Perilaku

Variabel Indikator Nomor Item Total

Positif Negatif Penyimpangan

Perilaku Remaja

Kenakalan yang menimbulkan korban fisik dan materi pada orang lain

1. perkelahian dan pelecehan seksual (perkosaan) 1,2,3 4,5 5 2. perusakan dan pencurian 6,7 8 3 3. pencopetan dan pemerasan 9,10 11 3

Kenakalan yang melawan status dan sosial

1. pelacuran dan penyalahgunaan obat terlarang 12,13,14 15,16 5 2. hubungan seks sebelum menikah 17,18 19,20 4 3. membolos sekolah 21,22 23,24 4

4. minggat dari rumah dan membantah perintah orangtua 25,26,27 28,29,30 6 17 13 30 d. Validasi Instrumen 1) Uji Validitas

Uji Validitas bertujuan untuk mengukur instrumen yang telah disusun dan dapat dikatakan valid, yaitu jika instrumen dapat mengukur sesuatu dengan tepat apa yang hendak diukur. Instrumen penyimpangan perilaku disusun berdasarkan atas indikator-indikator yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan sebanyak 30 pernyataan. Untuk menguji validitas butir instrumen, dilakukan uji coba instrument kepada 30 orang siswa di luar sampel penelitian.Validitas butir pernyataan instrumen didasarkan atas uji korelasi Product Moment Pearson, yaitu melihat korelasi antara skor butir instrument dengan skor total seluruh butir instrumen yang bersangkutan. Pernyataan yang sahih apabila memiliki Kriteria validitas yang ditentukan dengan melihat nilai pearson correlation dan Sig. (2- tailed). Jika Nilai pearson correlation > nilai pembanding berupa r- kritis (0,361), maka item tersebut valid, (Sugiyono, 2008:126).

2) Reliabilitas

Validitas butir pernyataan selanjutnya diuji reliabilitasnya, yaitu untuk membuktikan instrument yang dijadikan pengukuran dapat dikatakan reliabel, jika pengukurannya konsisten dan cermat, sehingga instrument sebagai alat ukur dapat menghasilkan suatu hasil pengukuran yang dapat dipercaya.Uji reliabilitas ini menggunakan rumus Alpha Cronbach, (Arikunto, 2010:196).

Dokumen terkait