• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adopsi dari instrumen daya psikologis pada aspek intrapersonal yang disusun oleh Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd.Psikolog pada tahun 2011. Instrumen telah di judgement oleh tiga pakar penimbang instrumen yaitu, (1) Prof. Dr. Syamsu L.N. yang merupakan pakar dalam Bimbingan dan Konseling (BK); (2) Drs. Nurhudaya, M.Pd. yang merupakan dalam testing psikologi

55

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

konstruksi tes dalam bidang BK; (3) Helli Ihsan, M.Si. yang juga merupakan pakar testing psikologis dan konstruksi tes.

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Kompetensi Intrapersonal

No Aspek Indikator No. Item Jumlah

1

Pemahaman Diri (self knowledge)

1.1 Mengetahui kekuatan diri 1, 1

1.2 Mengetahui kelemahan diri 2, 1

1.3 Mengetahui kebutuhan yang

ingin dipenuhi 3, 1

1.4 Menyadari perasaan yang

sedang dialami diri sendiri 4, 1

1.5 Menyadari motif dari perilaku dan tindakan yang dilakukan

5,6,7, 8, 9, 10 6 2 Pengarahan Diri (self Direction)

2.1 Yakin akan kemampuan, persepsi, motif, dan penilaian diri sendiri

11,12,13,

14 4

2.2 Mampu menciptakan situasi untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri

15 1

2.3 Mampu menyalurkan energi yang memungkinkan mereka untuk mengarahkan kehidupannya 16,17,18, 19,20,21, 22, 7 3 Penghargaan Diri (self esteem)

3.1 Menerima diri sebagai orang

yang cakap 23, 1

3.2 Menerima diri sebagai orang

yang penuh kebajikan 24, 1

3.3 Menerima diri sebagai orang yang berharga

25,26,

56

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.3

Sebaran pernyataan Angket Kompetensi Intrapersonal

Aspek Indikator Pernyataan No.

Item 1.Pemahaman Diri (self knowledge 1.1 Mengetahui kekuatan diri

Saya mengetahui hal-hal positif dari diri saya.

1 1.2 Mengetahui kelemahan

diri

Saya mengetahui kekurangan diri saya. 2 1.3 Mengetahui kebutuhan

yang ingin dipenuhi

Saya mengetahui kebutuhan apa saja yang ingin dipenuhi diri saya.

3 1.4 Menyadari perasaan

yang sedang dialami diri sendiri

Saya menyadari perasaan yang saya rasakan.

4

1.5 Menyadari motif dari perilaku dan tindakan yang dilakukan

Saya mengetahui alasan mengapa saya melakukan suatu perilaku tertentu.

5 Saya tidak dapat mengandalkan diri sendiri disaat berupaya memenuhi kebutuhan saya.

6

Saya menyalahkan orang lain pada saat mengalami kegagalan.

7 Saya bingung untuk apa saya berkuliah. 8 Saya merasa asing terhadap diri sendiri. 9 Saya bingung mengapa

saya berkuliah. 10

Saya yakin akan kemampuan diri saya. 11

57

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Aspek Indikator Pernyataan No.

Item 2. Pengarahan Diri (self Direction) 2.1 Yakin akan kemampuan, persepsi, motif, dan penilaian diri sendiri

Saya yakin dengan cara pandang saya tentang suatu hal. 12 Saya yakin akan motif di balik perilaku dan tindakan yang saya lakukan.

13 Saya yakin bahwa penilaian saya tentang suatu hal itu tepat. 14 Saya mampu menciptakan situasi yang konstruktif untuk memenuhi kebutuhan saya.

15 2.2 Mampu menciptakan situasi untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri

Saya mampu menyalurkan energi melalui kegiatan yang terarah dan terencana.

16 2.3 Mampu menyalurkan energi yang memungkinkan mereka untuk mengarahkan kehidupannya

Saya ragu untuk menampilkan

kemampuan saya. 17

Saya ragu dengan keputusan

yang saya ambil. 18

Saya ragu untuk membuat pilihan dalam hidup saya. 19 Saya merasa telah mengambil keputusan yang salah dan bodoh. 20 Saya enggan untuk mengambil

resiko. 21

Saya tidak mengetahui arah dan

tujuan hidup saya. 22

Saya adalah orang yang

berkompeten. 23 3. Penghargaan Diri (self esteem) 3.1 Menerima diri sebagai orang yang cakap

Saya merasa banyak kabajikan

yang saya miliki. 24

3.2 Menerima diri sebagai orang yang penuh kebajikan

Saya merasa berharga.

25 3.3 Menerima diri

sebagai orang yang berharga

Saya tidak mampu

menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengansebaik-baiknya.

26

Saya membosankan. 27

58

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Instrumen pengumpulan data menggunakan skala kompetensi intrapersonal untuk mengukur tingkat kompetensi intrapersonal mahasiswa. Data yang ditampilkan adalah data rentang profil kompetensi intrapersonal mahasiswa. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan instrumen kompetensi intrapersonal dengan pola Likert. Instrumen disusun menggunakan skala pengukuran dalam bentuk rating scale, dengan alternative respon skala antara 1 sampai 5 (lampiran 1).

Tabel 3.4

Penjabaran Jawaban Berskala 1-5 Skor Deskripsi

1 Sangat Tidak Sesuai

2 Sesuai

3 Kurang Sesuai

4 Sesuai

5 Sangat Sesuai

Instrumen kompetensi intrapersonal tersebut telah divalidasi secara kuantitatif dengan menggunakan software SPSS version 16.0 for windows. Selanjutnya, konsistensi dan keterandalan hasil ukur dari instrumen dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar α = 0,885 (Sangat Kuat).

Kategorisasi tingkat kompetensi intrapersonal menggunakan skor baku dengan rentang kategori sebagai berikut.

Tabel 3.5

Kategorisasi Tingkat Kompetensi Intrapersonal Rentang Kategorisasi

Z > 1 Tinggi

-1 ≤ Z ≤ 1 Sedang

Z < -1 Rendah

59

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.5 merupakan kriteria tingkat kompetensi intrapersonal mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014. Pengelompokan kategorisasi kompetensi intrapersonal mahasiswa lebih rinci dijelaskan pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.6

Tabel Konversi Pengelompokan Tingkat Kompetensi Intrapersonal

Z skor Mean Skor Interpretasi Karakteristik

Z > 1 > 93 Tinggi Mahasiswa dengan kompetensi intrapersonal tinggi memiliki skor di atas 93 dengan kriteria: 1) mampu memahami dirinya dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, dan mengetahui kebutuhan yang ingin dipenuhi, mampu menyadari perasaan yang sedang dialami dan menyadari motif dari perilaku yang dilakukan; 2) mampu mengarahkan dirinya dengan keyakinan akan kemampuan, persepsi, motif, dan penilaian diri sendiri, mampu mengarahkan diri untuk meciptakan situasi dalam memenuhi kebutuhan diri, dan mampu mengarahkan diri untuk menyalurkan energinya dalam mengarahkan kehidupannya; 3) mampu menghargai dirinya dengan cara menerima diri sebagai orang yang cakap, orang yang penuh kebajikan, dan orang yang berharga.

-1< Z < 1 84 < 93 < 102 Sedang Mahasiswa dengan kompetensi intrapersonal sedang memiliki skor antara 84 sampai dengan 102, kriteria mahasiswa yang termasuk ke dalam kategori sedang adalah: 1) kurang mampu memahami dirinya dengan memgalami keraguan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan kebutuhan yang ingin dipenuhi, ragu dengan perasaan yang sedang dialami dan ragu untuk menyadari motif dari perilaku yang dilakukan; 2) kurang mampu untuk mengarahkan dirinya dengan ragu akan kemampuan, persepsi, motif, dan penilaian diri sendiri, ragu untuk menciptakan situasi dalam memenuhi kebutuhan diri, dan mengalami keraguan untuk menyalurkan energinya dalam mengarahkan kehidupannya; 3) kurang mampu menghargai dirinya sendiri karena ragu untuk menerima diri sebagai orang yang cakap, ragu untuk menerima diri sebagai orang yang penuh kebajikan, dan ragu untuk menerima diri sebagai orang yang berharga.

60

Iip Istirahayu, 2014

EFEKTIVITAS KONSELING SPIRITUAL TEISTIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTRAPERSONAL MAHASISWA : Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Mahasiswa STKIP Singkawang Tahun Akademik 2013/2014

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Z skor Mean Skor Interpretasi Karakteristik

Z < -1 < 84 Rendah Mahasiswa dengan kompetensi intrapersonal rendah memiliki skor di bawah 84, kriteria mahasiswa yang termasuk ke dalam kategori rendah adalah: 1) ketidakmampuan memahami dirinya sehingga tidak mengetahui kekutan dari dirinya, tidak mengetahui kelemahan dirinya, dan tidak mengetahui kebutuhan yang ingin dipenuhi, tidak tahu dengan perasaan yang sedang dialami, dan tidak tahu untuk menyadari motif dari perilaku yang dilakukan; 2) tidak mampu untuk mengarahkan dirinya sehingga tidak mengetahui kemampuan, persepsi, motif, dan penilaian diri sendiri, tidak mampu untuk menciptakan situasi dalam memenuhi kebutuhan diri, dan tidak mampu untuk menyalurkan energinya dalam mengarahkan kehidupannya; 3) tidak mampu menghargai dirinya sendiri karena tidak mampu untuk menerima diri sebagai orang yang cakap, tidak mampu untuk menerima diri sebagai orang yang penuh kebajikan, dan tidak mampu untuk menerima diri sebagai orang yang berharga.

Dokumen terkait