BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menjelaskan semua alat pengambilan data yang digunakan, proses pengumpulan data dan teknik penentuan kualitas instrumen (validitas dan reliabilitasnya). Karena itu instrumen penelitian sebelum digunakan untuk mengambil data terlebih dahulu harus diuji cobakan terhadap sebagian anggota dari populasi. Data hasil uji coba dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Khusus instrumen hasil belajar selain validitas dan reliabilitas, perlu pula diketahui tingkat kesukaran dan daya beda dari butir-butirnya.
Dalam instrumen penelitian kisi-kisi instrumen harus dimasukan, sedangkan instrumennya sendiri cukup dilampirkan. Berikut ini diberikan beberapa kisi-kisi instrumen beserta angketnya, sebagai berikut
a. Angket motivasi belajar berbentuk tes pilihan ganda dimana siswa tinggal melengkapi atau menyilang alternatif jawaban yang telah disediakan. Pertanyaan dalam angket ini diberikan lima pilihan jawaban, yaitu “ A. Sangat Setuju (ST)”,”B. Setuju (S)”,”C. Ragu-Ragu (R)”,”D. Tidak Setuju (TS)”,dan
“E. Sangat Tidak Setuju (STS)”. Pemberian skor untuk masing-masing jawaban berturut-turut adalah 5,4,3,2, dan 1 untuk kategori butir soal positif dan sebaliknya untuk kategori butir soal negatif adalah 1,2,3,4 dan 5.(Lihat Lampiran 6)
Langkah-langkah dalam penyusunan angket : 1) Menentukan indikator.
2) Menyusun kisi-kisi pembuatan instrumen.
3) Menjabarkan indikator-indikator kedalam butir soal angket. 4) Menelaah butir soal.
5) Melakukan uji coba.
6) Melakukan analisis item soal.
7) Mengambil keputusan yaitu apakah butir soal tersebut dipakai, direvisi, atau dibuang.
Adapun kisi-kisi untuk angket motivasi belajar matematika, sebagai mana yang telah dibahas pada bab terdahulu sebagai berikut :
Tabel 3.3
Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Matematika
No Indikator Item Positif
Item
Negatif Jumlah
1 a. Tujuan atau cita – cita b. Minat belajar
c. Keinginan untuk mencoba
d. Perasaan ingin tahu
1,2,5,6 7,8, 11, 13,14, 17, 19,20,21,23 4,3 9,10,12 15,16,18 22,24 6 6 6 6
2 a. Pujian dan hadiah b. Celaan dan hukuman
25,27 28 26 29,30 3 3 Jumlah 18 12 30 (Lihat Lampiran 5)
commit to user
43
b. Tes prestasi pada penelitian ini menggunakan tes tertulis yang berbentuk pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban yang tersedia. Tiap soal mempunyai bobot yang sama, yaitu 1 untuk jawaban yang benar dan 0 untuk jawaban yang salah. (Lihat Lampiran 4)
Dalam penyusunan butir tes untuk penelitian ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1) Menentukan pokok materi.
2) Menyusun kisi-kisi atau batasan soal yaitu soal-soal pada pokok bahasan aproksimasi.
3) Menulis butir-butir perangkat tes (soal-soal tes). 4) Menelaah butir soal.
5) Melakukan uji coba.
6) Melakukan analisis item soal.
7) Mengambil keputusan yaitu apakah butir soal tersebut dipakai, direvisi, atau dibuang.
Sedangkan kisi-kisi untuk materi tes aproksimasi, sebagaimana terinci pada tabel berikut :
Tabel 3.4 Kisi-kisi tes materi pokok Aproksimasi N
o Indikator
Aspek Kognitif
Jumlah
C1 C2 C3
1. Menjelaskan dengan kata-kata dan menyatakan masalah sehari-hari berkaitan dengan
membilang dan mengukur
2,4,5 1,3,6 7 7
2. Menyatakan suatu kegiatan pengukuran terhadap suatu obyek
9 8 2
4. Menentukan persentase kesalahan suatu
pengukuran
14 19 2
5.
Menghitung toleransi hasil
suatu pengukuran 15,16 18,20 21 5
6. Menerapkan hasil kali pengukuran untuk menentukan maksimum / minimum 22,23,24 25,26,27 28,29,30 9 Jumlah 10 12 8 30
2. Uji Coba Instrumen
Uji coba intrumen sangat diperlukan dalam suatu penelitian untuk mengetahui apakah intrumen tersebut sudah layak digunakan dalam penelitian. a. Angket
Menurut Budiyono (2004:34), metode angket adalah cara pengumpulan data melalui pengajuan pertanyaan tertulis kepada subyek penelitian, responden atau sumber data dan jawabanya diberikan pula secara tertulis. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk pilihan ganda. Metode angket ini digunakan untuk mengetahui motivasi belajar matematika siswa.
Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji Validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas item angket. Sedangkan untuk menguji butir instrumen digunakan uji konsistensi internal.
commit to user
45
1) Uji Validitas Isi
Berdasarkan pada tujuan diadakanya tes angket yaitu untuk mengetahui apakah motivasi belajar yang ditampakkan secara individual dapat pula ditampakkan pada keseluruhan situasi, maka uji validitas yang dilakukan pada metode angket ini adalah uji validitas isi dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan Crocker dan Algina dalam Budiyono (2004:60) sebagai berikut : a. Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur ( pada tes angket dapat
berupa serangkain tujuan pembelajaran atau pokok-pokok kompetensinya yang diwujudkan dalam kisi-kisi),
b. Membentuk sebuah panel yang ahli dalam domain-domain tersebut,
c. Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir-butir soal yang terkait.
d. Mengumpulkan data dan menyimpulkan berdasar data yang diperoleh dari proses pencocokan pada langkah c )
e. Agar validitas isi angket pada penelitian ini dilakukan dengan cara meminta 3 orang validator untuk memberikan penilaian sesuai dengan validasi yang mana terlampir.
2) Konsistensi Internal
Untuk mengetahui konsistensi internal masing-masing butir dilihat dari korelasi antara skor butir-butir tersebut dengan skor totalnya. Korelasi butir soal angket digunakan rumus kolerasi momen produk Karl Pearson, yaitu :
( )( )
( )
(
2)
2(
2( ))
2å
å
å
å
å
å
å
-= Y Y n X X n Y X XY n rxy dengan :rxy= indeks konsistensi internal untuk butir ke-i n = banyaknya subyek yang dikenai tes (instrumen) X =skor untuk butir ke-i (dari subyek uji coba) Y = total skor (dari subyek uji coba)
(Budiyono,2003:65)
Pada umumnya, suatu butir angket disebut mempunyai konsistensi internal yang baik jika rx y ≥ 0,30.
3) Uji Reliabilitas
Suatu tes dapat dikatakan mempunyai reliabilitas/taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Pendekatan yang sering digunakan untuk mengestimasi indeks reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah metode satu kali tes (single-test method) dengan rumus alpha, yaitu : ÷ ÷ ø ö ç ç è æ -÷ ø ö ç è æ -=
å
2 2 11 1 1 t i s s n n r dengan: 11r = indeks reliabilitas instrumen
n = banyaknya butir instrumen 2
i
s = variansi skor butir ke-i, i = 1, 2, ..., n 2
t
commit to user
47
Dalam penelitian biasanya suatu instrumen dikatakan reliabel jika reliabilitas yang diperoleh telah melebihi0,70 (r11 > 0,70)
b. Tes Prestasi
Tes prestasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai prestasi belajar matematika. Tes yang digunakan berupa tes obyektif berbentuk pilihan ganda. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas item soal. Sedangkan untuk menguji butir instrumen digunakan uji daya pembeda dan tingkat kesukaran.
1) Analisis Instrumen a) Uji Validitas Isi
Berdasarkan pada tujuan tes hasil belajar yaitu untuk mengetahui apakah prestasi belajar yang ditampakkan secara individual dapat pula ditampakkan pada keseluruhan situasi, maka uji validitas yang dilakukan pada metode tes ini adalah uji validitas isi dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan Crocker dan Algina dalam (Budiyono,2004:60) sebagai berikut :
a. Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur ( pada tes prestasi dapat berupa serangkain tujuan pembelajaran atau pokok-pokok kompetensinya yang diwujudkan dalam kisi-kisi),
b. Membentuk sebuah panel yang ahli dalam domain-domain tersebut,
c. Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir-butir soal yang terkait.
d. Mengumpulkan data dan menyimpulkan berdasar data yang diperoleh dari proses pencocokan pada langkah c )
e. Agar validitas isi angket pada penelitian ini dilakukan dengan cara meminta 3 orang validator untuk memberikan penilaian sesuai dengan validasi yang mana terlampir.
b) Uji Reliabilitas
Untuk mengetahui tingkat reliabilitas digunakan rumus yang dikemukakan oleh Kuder-Richardson dengan KR-20 sebagai berikut :
÷ ÷ ø ö ç ç è æ -÷ ø ö ç è æ -=
å
2 2 11 1 t i i t s q p S n n r dengan:r11= indeks reliabilitas instrumen n = banyaknya butir instrumen st2= variansi total
pi= proporsi subyek yang menjawab benar pada butir ke-1
qi= 1- pi (Budiyono, 2003: 69)
Dalam penelitian ini tes disebut reliabel apabila indeks reliabilitas yang diperoleh telah melebihi0,70 (r11 > 0,70)
2) Analisis Butir Soal a) Daya Pembeda
Suharsimi Arikunto (2001:211) mengemukakan bahwa daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang
commit to user
49
pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Soal yang baik adalah soal yang dapat dijawab benar oleh siswa yang pandai saja. Untuk kelompok kecil (kurang dari 100 orang), seluruh peserta tes dikelompokkan menjadi dua kelompok sama besar, yaitu 50% kelompok pandai atau kelompok atas dari 50% kelompok bodoh atau kelompok bawah.
Rumus untuk menentukan indeks daya pembeda adalah :
b b a a J B J B D= Dengan
D = indeks pembeda soal
Ja = banyaknya peserta kelompok atas Jb = banyaknya peserta kelompok bawah
Ba = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar Bb = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan
benar
Untuk menentukan kelompok atas dan kelompok bawah adalah skor dari seluruh siswa diturutkan mulai dari skor teratas sampai skor terendah, kemudian dibagi 2, yaitu 50% skor teratas menjadi kelompok atas dan sisanya menjadi kelompok bawah. Butir soal mempunyai daya pembeda baik jika D ≥ 0,30
(Suharsimi Arikunto, 2004: 213-214) b) Tingkat Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi
karena di luar jangkauannya. Untuk mnentukan tingkat kesukaran tiap-tiap butir tes digunakan rumus sebagai berikut :
JS B P = dengan : P = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS= jumlah seluruh siswa peserta tes
Untuk menginterprestasikan nilai tingkat kesukaran dapat digunakan tolok ukur sebagai berikut.
Jika 0,00 £ P < 0,30 : soal sukar Jika 0,30 £ P £ 0,70 : soal sedang Jika 0,70 < P £ 1 : soal mudah
Dalam penelitian ini butir soal yang digunakan jika mempunyai tingkat kesukaran antara 0,3 £ P £ 0,7
(Suharsimi Arikunto, 2004: 212)
G. Teknik Analisis Data