BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya, meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam.88 Meneliti merupakan melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Dalam penelitian ini untuk memperoleh data tentang hasil belajar Pendidikan Agama Islam digunakan instrumen hasil belajar berupa tes objektif yang disesuaikan dengan indikator materi kelas IX semester ganjil yang tertuang dalam silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sedangkan untuk mengukur variabel Self-esteem dan motivasi belajar digunakan instrumen berupa angket tertutup.
1. Instrumen Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam
87 H. Douglas Brown, Language Assessment: Principle and Classroom Practice, (San Francisco State University, Longman, 2004), h. 3
Hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan yang dimiliki oleh siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam ranah kognitif dan ranah afektif setelah kegiatan belajar terjadi dalam kurun waktu tertentu berdasarkan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengacu pada rencana pembelajaran dan Silabus berdasarkan kurikulum KTSP 2006.
Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan instrumen berupa tes. Instrumen tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam berbentuk Pilihan Ganda dengan penilaian 1 jika jawaban benar dan 0 jika jawaban salah berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat sebelumnya. Skor akan mencerminkan pemahaman pada ranah kognitif dari hasil pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada aspek mengingat, memahami, dan menerapkan.
Selanjutnnya, hasil belajar Pendidikan Agama Islam diperoleh dari rata-rata skor hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada ranah kognitif dan afektif. Berikut adalah kisi-kisi instrumen tes hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam:
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Standar Kompetensi Kompetensi Dasar No. Item Jumlah
1. Memahami ajaran Al-qur’an surat At-Tin
1.2. Menyebutkan arti quran surat At-Tin
1, 5, 23, 40, 41
5
al-hadist tentang menuntut ilmu
tentang menuntut ilmu 43, 15
3. Meningkatkan keimanan pada hari akhir
1.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada hari akhir 1.2 Menyebutkan ayat Al-qur’an yang berkaitan dengan hari akhir
2, 6, 18, 21, 24, 11, 27, 32, 33, 34 10 4. Membiasakan perilaku terpuji 1.1. Menjelaskan pengertian qanaah dan tasawuf
7, 8, 12, 19, 25 5 5. memahami hukum islam tentang penyembelihan hewan
5.1 Menjelaskan tata cara penyembelihan hewan 5.2 Menjelaskan ketentuan
aqiqah dan qurban
9, 17, 31, 46, 47 13, 20, 22, 26, 37 10 6. Memahami hukum islam tentang haji dan umroh
6.1 menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umroh 14, 16, 29, 42, 44 5 7. Memahami perkembangan islam di nusantara 7.1 menceritakan sejarah masuknya Islam di nusantara melalui
perdagangan, sosial, dan pengajaran
28, 35, 36, 45, 50
7.2 menceritakan beberapa kerajaan Islam di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi
30, 38, 39, 48, 49
Jumlah 50
2. Instrumen Self-esteem
Self-esteem yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penilaian siswa
terhadap dirinya sendiri baik positif maupun negatif, perasaan bahwa dirinya sebagai seorang yang mampu, berarti dan sukses yang selanjutnya akan menentukan corak perilaku siswa tersebut.
Alat ukur Self-esteem yang digunakan dalam penlitian ini adalah
Rosenberg’s Self-Eseem Scale (RSES) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa
Indonesia. Penggunaan alat ukur ini berdasarkan beberapa kelebihan yang dimiliknaya, antara lain (1) memiliki reliabilitas tes yang tinggi (0.8504) yang menunjukkan bahwa item-item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen alat ukur Self-esteem ; (2) hanya terdiri dari 10 item sehingga memudahkan pengadministrasian; (3) relevan untuk mengukur Self-esteem global; (4) disusun secara khusus oleh Rosenberg untuk usia remaja yang telah terbukti memiliki validitas dan reliabilitas yang baik untuk berbagai populasi remaja.89
RSES terdiri dari 10 item yang mengukur harga diri global dengan mengukur perasaan positif dan negatif tentang diri. Skala ini diyakini tidak
89 A. Aryani, Perbedaan Hope dan Self-esteem antara remaja yang pernah menggunakan narkoba dan remaja yang tidak pernah menggunakan narkoba, Unpublished skripsi, (Depok: Fakultas Psikologi UI, 2004).
berdimensi. Semua item dijawab dengan menggunakan format skala Likert 4 poin mulai dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju; sangat tidak setuju=1; tidak setuju=2; setuju=3; sangat setuju=4, sehingga jumlah skor secara keseluruhan adalah 40. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel 3.3 tentang kategori respon
self-esteem. Hasil skor yang tinggi menunjukkan Self-esteem yang tinggi.
Tabel 3.3 Kategori Respon Self-Esteem Scale
No Kategori Postif Negatif
1 Sangat Sesuai (SS) 4 1
2 Sesuai (S) 3 2
3 Tidak Sesuai (TS) 2 3
4 Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4
Sementara itu, kisi-kisi instrumen pengukuran self-esteem dapat di lihat pada tabel 3.4 di bawah ini:
Tabel 3.4 Tabel Kisi-Kisi Instrumen Self-esteem
Pernyataan Indikator Nomer
item
Jumlah
Positive
Merasa puas terhadap diri sendiri 1
5 Merasa memiliki sifat/kualitas yang baik 3
Merasa mampu mengerjakan tugas 4
Merasa berharga 7
Merasa menghargai diri sendiri 10
Negative
Merasa diri tidak baik 2
5 Merasa tidak ada yang bisa dibanggakan 5
Kadang merasa tidak berguna 6
Merasa selalu gagal 9
Total 10
Sumber: diadaptasi dari Rosenberg’ Self-esteem Scale90
3. Instrumen Motivasi Belajar
Motivasi beajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu dorongan dari dalam dan luar diri seorang siswa untuk mengadakan perubahan tingkah laku yang terjadi secara permanen dan potensial terjadi untuk mencapai tujuan/hasil belajar.
Untuk mengethui seberapa besar motivasi belajar siswa digunakan instrumen angket model tertutup sebagai alat ukur. Instrumen ini disusun dengan menggunakan 3 alternatif pilhan jawaban yaitu A, B, dan C dimana masing-masing pilhan jawaban memiliki skor yang berbeda.
Sebelum instrumen ini digunakan, telah dilakukan uji coba (try out) terlebih dahulu terhadap sejumlah responden di luar sampel. Uji coba (try out) ini dilaksanakan guna untuk mengetahui tingkat validitas, dan reliabilitas dari instrumen penelitian yang akan digunakan, sehingga nantinya akan diperoleh hasil penelitian yang vaid dan reliabel. Untuk kepentingan uji coba instrumen, maka angket dibuat 30 butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi. Instrumen kemudian diuji melalui uji validitas, dan uji reliabilitas. Berikut adalah kisi-kisi angket motivasi belajar.
90 M. Rosenberg, Society and the adolescent self-image, (Princeton, NJ: Princeton University Press, 1965)
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Angket Motivasi Belajar
No Indikator Deskripsi
Nomor Item
Angket Jumlah
1 Adanya hasrat dan keinginan berhasil a. Kemampuan untuk bertanya 1, 2, 3, 4 11 b. Memperhatikan penjelasan guru 10 c. Tanggap terhadap pertanyaan yang dilontarkan 15 d. Teliti 20, 23, 25 Kemauan mengingat materi pelajaran 13, 26 2 Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar Kemauan untuk belajar 21, 28,30 14 Disiplin 15, 11, 12 Tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 18, 19 Kesadaran akan pentingnya pengetahuan 6, 7, 8, 9, 27, 29 3 Adanya harapan dan cita - cita masa depan Keinginan untuk berprestasi 14, 16 5 Kemauan melaporkan hasil belajar kepada orangtua 17, 22, 24
Jumlah 30
Angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup menggunakan Skala Likert. Sugiyono menyatakan skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.91 Skala Likert yang digunakan oleh peneliti berbentuk pilihan ganda. Berikut adalah contoh pilihan jawaban dan penskorannya dalam angket yang akan digunkan oleh peneliti:
Tabel 3.6 Skor Pilihan Jawaban Angket
Pilihan jawaban Skor
Selalu 4
Sering 3
Kadang-kadang 2
Tidak pernah 1