• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah kegunaan untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneiti sudah menginjak pada langkah pengumpulan informasi di lapangan.72 Instrumen penelitian juga dapat diartikan sebagai alat ukur dalam penelitian.73 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes objektif atau bentuk pilihan ganda sebanyak 36 soal dengan 5 option (pilihan jawaban). Tes objektif ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi 3. Menerapkan pemahaman tentang virus berkaitan dengan ciri, replikasi dan peran virus, Kompetensi Dasar 3.3 menjelaskan keterkaitan antara ciri replikasi dan peranan virus dalam aspek kesehatan masyarakat.

Penyusunan tes Pilihan Ganda (PG) mengacu pada aspek kognitif taksonomi Bloom yang menvakup jenjang C1 (pengetahuan/hafalan), C2 (pemahaman), C3

72

Sukardi, op. cit, h. 75. 73

(penerapan), C4 (analisis), C5 (sintesis) dan C6 (evaluasi) dan masing-masing sub pokok dapat diketahui aspek kognitif pada tabel 3.2 74

Tabel 3.2 Kisi – kisi Penulisan Instrumen Tes Objektif

Indikator Sub pokok

Aspek kognitif Jumlah

C1 C2 C3 C4 Mendeskripsikan sejarah tentang virus Sejarah virus 1, 2 - - - 2 Mendeskripsikan ciri-ciri tubuh virus Ciri-ciri tubuh virus 3,4,6,8, 14 5, 7,9,10, 11,12,15 - 13 13 Mendeskripsikan replikasi virus. Replikasi virus 18,21,2 3,24 19,20 17,22 16 9 mengklasifikasik an virus Klasifikasi virus 25, 26 2 Menyebutkan peran virus dalam kehidupan Peranan virus 33,34,3 5,42,47 27,29,31, 32,36,37, 38,39,40, 41,43,44, 45,46 30, 48,49 28,50 24 Jumlah Soal 16 24 6 4 50

Instrumen yang dinyatakan layak untuk dijadikan instrumen dalam pengumpulan data dapat dihitung dengan menggunakan teknik analisis instrumen menggunakan program aplikasi Anates. Hal – hal yang perlu dianalisis untuk menguji kelayakan soal ialah sebagai berikut :

74

Ahmad Sofyan, dkk. Evaluasi pembelajaran IPA berbasis kompetensi, (Jakarta : UIN jakarta press, 2006), h. 15

40

1) Uji Validitas

Validitas suatu instrumen adalah derajat yang menunjukan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. 75Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, dimana sebuah instrumen yang disusun berdasarkan isi mata pelajaran yang dievaluasi dan validitas isi juga merupakan pengujian validitas dilakukan atas isinya untuk memastikan apakah butir tes hasil belajar mengukur secara tepat keadaan yang ingin diukur.76 Berikut rumus perhitungan untuk menghitung koefisien validitas tiap butir soal adalah dengan menggunakan

product moment, yaitu:77

 

  ] ) ( . ][ ) ( . [ ) )( ( . 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy Keterangan : xy

r

: Koefisien korelasi (koefisien validitas) N : Banyaknya peserta tes

X : Skor item Y : Skor total

2) Uji Reliabilitas

Suatu instrumen mempunyai nilai reabilitas yang tinggi, apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak di ukur. 78 Untuk mengetahui reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:79

= :

= koefisien reliabilitas instrumen

75

Sukardi, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bumi Akasara, 2011). h. 31.

76

Purwanto, Evauasi Hasil Belajar (Yogyakarta : Pustaka Pelajar ) cet 5, h.120 77

Ibid, h.118 78

Sukardi, Op, Cit , h.127

= jumlah varian skor tiap-tiap item = varian total

= banyaknya item yang valid 1 = bilangan konstan

Hasil dari perhitungan dengan rumus diatas kemudian dikonsultasikan dengan tabel r product-moment. Jika nilai rhitung lebih besar daripada rtabel maka soal dianggap reliabel.

3) Taraf kesukaran

Taraf kesukaran menunjukan sukar atau tidaknya suatu soal. Taraf kesukaran ditunjukan dengan besar tidaknya indeks kesukaran (P). Taraf kesukaran dapat dihitung dengan rumus :

Ketentuan :

P = 0,00 – 0,25 (sukar) 0,26 – 0,75 (sedang) 0,76 – 1,00 (mudah)

Tingkat kesukaran yang baik adalah P = 0,5 atau 0,5 < P < 0,7580

4) Daya beda

Daya beda digunakan untuk mengetahui kemampuan butir dalam membedakan kelompok siswa antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa kurang pandai. Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut :81

Keterangan :

Ba : jumlah yang menjawab benar pada kelompok atas Bb : jumlah yang menjawab benar pada kelompok bawah N : jumlah peserta tes

Daya beda yang baik adalah D > 0,30

80

Ahmad Sofyan, dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Jakarta

Press, 2006),cet.1.h.103 81

42

5) Pengecoh

Fungsi pengecoh dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar peserta yang tidak memilih kunci jawaban benar pada bentuk soal pilihan ganda. Untuk soal pilihan ganda, alternatif jawaban menurut kaidah harus homogen dan logis sehingga setiap pilihan jawaban (option) dapat berfungsi atau ada yang memilih. Setiap pengecoh dapat dikatakan berfungsi apabila terpilih minimal sebanyak 5% dari jumlah peserta. Untuk menghitungnya digunakan rumus : 82

G. Teknik Analisis Data

Instrumen yang telah disusun berdasarkan kisi-kisinya diuji terlebih dahulu untuk mengetahui layak atau tidaknya instrumen tersebut digunakan sebagai instrumen penelitian. Instrumen yang telah disusun diujicobakan kepada siswa yang lebih tinggi tingkat pengetahuannya, dalam hal ini instrumen diujicobakan kepada siswa kelas XI. Setelah diujicobakan, instrumen dianalisis untuk mengetahui kelayakan instrumen tersebut digunakan sebagai instrumen penelitian. Analasis data meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.

1. Pengujian prasyarat penelitian a. Uji Normalitas

Uji keselarasan Chi-Kuadrat dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu frekuensi dari pengamatan (Fo) cocok atau sesuai dengan sekelompok frekuensi yang diharapkan (fe) yang distribusinya mendekati kurva normal.83 Menentukan uji kenormalan dengan menggunakan Chi-kuadrat, berikut langkah-langkahnya :

82 Ibid 83

Suharyadi, Statistika Untuk Ekonomi Dan Keuangan Modern (Jakarta : Pustaka Salemba,2013) h. 294

1. Perumusan hipotesis

H0: Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: Sampel berasal dari populasi berdistribusitidak normal 2. Data dikelompokan kedalam distribusi frekuensi

3. Menetukan proposi ke-j (Pj)

4. Menentukan 100 Pj yaitu prosentasse luas interval ke-j dari suatu distribusi normal melalui tranformasi ke skor baku:

5. Menghitung nilai

6. Menentukan tabel pada derajat bebas (db) = k-3, diman k banyaknya kelompok

7. Kriteria pengujian

Jika tabel maka H0 diterima Jika tabel maka H0 ditolak 8. Kesimpulan

tabel : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal

tabel : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal

b. Uji Homogenitas

Uji Barlett digunakan untuk menguji apakah K sampel berasal dari populasi dengan varians yang sama, atau bermaksud untuk mengetahui apakah varians populasi asal sampel itu homogen atau tidak. Uji Barlett digunakan untuk menguji sampel atau kelompok yang lebih dari 2. Langkah-langkah uji Bartlett yaitu : 84

1.Hipotesis yang akan diuji adalah: H0:

H1: Bukan H0 2.S2 gabumgan =

84

44

3.B = (Log S2gabungan)

4. hitung = (In10)(B – log s2) 5.Jika hitung ( , berari H0 diterima 6.Jika hitung ( , berari H0 ditolak

2. N-Gain

Data yang sudah berdistribusi normal dan homogen maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis statistik menggunakan anova, tetapi sebelumnya perlu diketahui dahulu peningkatan hasil belajar siswa menggunakan N-Gain :

3. Analisis Variansi (ANOVA)

Analisis variansi digunkan untuk menguji hipotesis yang berkenaan dengan perbedaan dua mean atau lebih. Indeks perbedaan menggunakan variansi melalui –F rasio.”85

Dengan menggunakan F-test, dapat diuji perbedaan mean dari tiga sampel secara serentak. Dengan demikian, maka ditinjau dari segi waktu penggunaan F-test lebih efisien.

Dasar pengujian Analisis Variansi (Anava) satu jalur adalah dengan mengkaji, apakah rata-rata sampel akan berubah lebih lanjut dari rata-rata populasinya ditinjau dari variasi-variasi data yang terkumpul.86 Langkah-langkah yang ditempuh untuk menghitung Anava 1 jalur dapat disumpulkan sebagai berikut:

1. Menghitung jumlah kuadrat (sum of squares) total (Jkt) antara kelompok (Jka), dan dalam kelompok (Jkd). Untuk menghitung masing-masing harga JK digunakan rumus sebagai berikut:

a. Jkt =

85

Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), h. 211

86

Tedjo N Reksoatmodjo, Statistika Untuk Psikologi Dan Pendidikan, (Bandung : Refika Aditama, 2007), h. 90

Dimana disebut juga dengan suku koreksi (sk) atau corection (c)

b. Jka =

c. Jkd = Jkt - Jka

2. Menghitung derajat kebebasan (degree of freedom) total (dbt), antar kelompok (dba) dan dalam kelompok (dbd), dengan rumus:

a. dbt = N - 1 b. dba = K - 1 c. dbd = N – k

3. Menghitung rata-rata kuadrat (mean of squares) antara kelompok (Rka), dan dalam kelompok (Rkd), dengan rumus:

a. Rka = b. Rkd =

4. Menghitung nisbah atau rasio F dengan rumus: F =

5. Melakukan interpretasi dan uji signifikansi pada rasio F yang diperoleh dengan membangdingkannya dengan harga F teoritik yang terdapat dalam tabel nilai-nilai F. Rasio F yang diperoleh disebut F empirik (Fe) sedangkan harga F yang terdapat pada tabel disebut F teoritik (Ft). Apabila Fe Ft maka diinterpretasikan signifikan yang berarti terdapat perbedaan, apabila Fe Ft maka diinterpretasikan tidak signifikan yang berarti tidak terdapat perbedaan diantara kategori data yang diteliti. Sedangkan prosedur untuk melihat tabel nilai F adalah dengan menggunakan dba sebagai pembilang dan dbd sebagai penyebut.

46

4. Uji Lanjutan dengan Uji Dunnet

Pengajuan dengan uji dunnet ini dilakukan untuk mengetahui nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh oleh setiap kelas eksperimen.87 Digunakan rumus :

t0 (A1 – A2) = t0 (A1 – A3) = t0 (A2 – A3) = Hipotesis statistik : A. Ho : μ1≤ μ2 B. Ho : μ1≤ μ3 C. Ho : μ2≤ μ3 H1 : μ1≤ μ2 H1 : μ1≤ μ3 H1 : μ2≤ μ3

Dokumen terkait