BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.6 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2015: 148). Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen dalam melaksanakan penelitian yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, dan tes.
3.6.1 Pedoman Observasi
Observasi dilakukan di kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta saat pembelajaran terutama saat pembelajaran IPA sedang dilakukan. Aspek–aspek yang diamati pada pembelajaran di kelas V adalah penerapan pendekatan saintifik dan penggunaan modul IPA. Saat proses pengambilan informasi melalui observasi
48 dilakukan pencatatan pada hal-hal penting yang berkaitan. Pedoman observasi pembelajaran di kelas V dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Pedoman Pengembangan Observasi Pembelajaran di kelas V
No Variabel Indikator No Item
1 Pemahaman siswa Pemahaman dan dorongan siswa pada pembelajaran IPA organ pernapasan makhluk hidup.
Penyataan nomor 1, 2, 4 2 Kemandirian belajar Kemandirian siswa dalam belajar
IPA menggunakan buku
Penyataan nomor 3, 5 3 Kesulitan pembelajaran IPA Kesulitan siswa pada materi
maupun soal.
Penyataan nomor 6, 7 3.6.2 Pedoman Wawancara
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi terkait dengan penggunaan dan ketersediaan modul IPA yang ada di sekolah.
Wawancara ditujukan kepada guru dan siswa kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta.
3.6.2.1 Wawancara Guru Kelas V
Wawancara dilakukan menggunakan teknik wawancara terpimpin. Wawancara terpimpin adalah wawancara yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun (Sudaryono, 2016: 83). Dalam melakukan wawancara digunakan pedoman wawancara berupa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan pada narasumber. Adapun pedoman wawancara yang dilakukan dengan guru kelas V sebagai berikut.
Tabel 3.2 Pedoman pengembangan wawancara dengan guru kelas V
No Variabel Indikator No Item
1 Ketersediaan buku Ketersediaan buku modul pembelajaran di sekolah Pertanyaan nomor 6, 7 2 Penggunaan buku penunjang pembelajaran
Penggunaan modul pada pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 8, 9, 10, 11
49 nomor 12, 13 4 Ringkasan materi Ringkasan materi yang dibuat guru
menggunakan catatan ataupun buku penunjang
Pertanyaan nomor 1, 2 5 Implementasi saintifik Penggunaan pendekatan santifik
pada pembelajaran
Pertanyaan nomor 3, 4, 5 3.6.2.2 Wawancara Siswa Kelas V
Kegiatan wawancara selanjutnya ditujukan pada siswa kelas V yang berjumlah 2 siswa dari 27 siswa yang ada. Wawancara dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin. Adapun pedoman pengembangan wawancara yang dilakukan dengan siswa kelas V sebagai berikut.
Tabel 3.3 Pedoman pengembangan wawancara dengan siswa kelas V
No Variabel Indikator No Item
1 Kesulitan
pembelajaran IPA
Kesulitan yang dialami saat pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 1, 2 2 Penggunaan buku Penggunaan modul IPA dalam
pembelajaran di kelas
Pertanyaan nomor 3, 4 3 Pendapat pada modul
IPA
Pendapat siswa mengenai modul IPA yang dipakai dalam pembelajaran, menarik atau tidak dari segi gambar, warna, tulisan, dan ukuran
Pertanyaan nomor 5, 6
4 Pemahaman siswa pada modul
Pemahaman siswa mengenai petunjuk pemakaian yang ada pada modul IPA
Pertanyaan nomor 7 5 Penggunaan modul
IPA
Penggunaan modul IPA membantu pemahaman siswa terhadap materi
Pertanyaan nomor 8 6 Modul yang
diharapkan
Perbaikan modul IPA Pertanyaan nomor 9, 10 3.6.3 Kuesioner
Kuesioner digunakan dalam beberapa hal terkait pada analisis kebutuhan, validasi produk yang dilakukan oleh para ahli, dan validasi produk melalui uji coba lapangan terbatas.
3.6.3.1 Kuesioner Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan yang berupa kuesioner akan diberikan pada guru dan siswa kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta. Kuesioner analisis kebutuhan guru
50 diberikan kepada guru kelas V. Instrumen analisis kebutuhan siswa diberikan kepada siswa kelas V yang berjumlah sepuluh siswa. Pemberian kuesioner bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa akan modul IPA berbasis pendekatan saintifik. Kuesioner yang diberikan kepada guru berupa kuesioner terbuka, sedangkan kuesioner yang diberikan kepada siswa berupa kuesioner terbuka. Kuesioner berstruktur/tertutup berisi pertanyaan yang disertai dengan pilihan jawaban. Kuesioner tak berstruktur/terbuka pertanyaan tidak disertai dengan jawaban (Wijaya Kusumah & Dedi Dwitagama, 2009: 78). Berikut Pedoman pengembangan kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.4 Pedoman pengembangan kuesioner guru terbuka
No Variabel Indikator No Item
1 Kesulitan belajar IPA Kesulitan belajar yang dialami siswa pada pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 3, 4, 5 2 Penggunaan buku Penggunaan buku siswa sebagai
penuntun pembelajaran
Petanyaan nomor 6 3 Strategi pembelajaran Strategi yang dipilih guru dalam
melaksanakan pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 1, 2 4 Penggunaan buku Penggunaan modul Pertanyaan
nomor 4, 5, 6 5 Kualitas modul Kualitas modul yang telah digunakan
di sekolah
Pertanyaan nomor 7, 8, 9, 10, 11
Tabel 3.5 Pedoman pengembangan kuesioner siswa terbuka
No Variabel Indikator No Item
1 Pembelajaran IPA yang telah dilakukan
Tanggapan pembelajaran IPA yang telah dilakukan
Pertanyaan nomor 1, 2, 3, 4
2 Kesulitan belajar IPA Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 5, 6, 7 3 Penggunaan modul Penggunaan modul
poembelajaran pada pembelajaran IPA
Pertanyaan nomor 8, 9, 10, 11, 12
51 3.6.3.2 Instrumen Validasi Produk oleh Para Ahli
Instrumen validasi produk oleh ahli berupa kuesioner dilakukan untuk mengetahui kualitas dari produk modul. Kuesioner validasi produk berupa kuesioner tertutup dengan pilihan jawaban berdasarkan skala likert. Rentang skala yang disediakan yaitu 1-4 dengan jawaban skala 1) kurang, 2) cukup, 3) baik, 4) sangat baik. Validasi produk dilakukan oleh satu ahli pembelajaran IPA dan satu guru sekolah dasar. Kuesioner berisi pernyataan yang berjumlah 27 butir. Berikut adalah aspek yang dinilai dalam validasi produk yang dimuat dalam tabel berikut.
Tabel 3.6 Aspek Penilaian Modul
No Aspek yang Dinilai
1 Konten/Isi (isi yang disajikan) 2 Tampilan
3 Bahasa
4 Penggunaan dan penyajian
Kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validasi produk modul IPA akan divalidasi oleh satu ahli biologi, satu guru kelas V, dan satu guru sekolah dasar. Melalui validasi yang dilakukan maka akan diperoleh hasil rata-rata skor validasi kuesioner analisis kebutuhan dan rata-rata skor validasi produk. Hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada lampiran.
3.6.4 Tes
Tes yang digunakan adalah pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa pada sebelum dan sesudah menggunakan modul IPA dalam uji coba yang terbatas. Penyusunan dan mengembangkan soal pretest dan postest berdasarkan kompetensi dasar yang menjelaskan mengenai materi organ pernapasan yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Soal yang dibuat berjumlah
52 sepuluh soal tipe pilihan ganda, sepuluh soal isian, dan lima soal uraian. Instrumen tes yang sudah dibuat kemudian diuji validitasnya. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi dengan data yang dilaporkan (Sugiyono, 2014: 361). Berikut disajikan tabel pedoman pengembangan tes.
Tabel 3.7 Pedoman Pengembangan Tes
No Kompetensi Dasar Indikator No Item
1. 3.2 Menjelaskan organ pernapasan dan fungsinya pada hewan dan manusia, serta cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia.
3.2.1 Menguraikan organ pernapasan dan fungsinya pada hewan dan manusia, serta cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia. Pilihan ganda: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10 Isian : 1-10 Uraian : 1-5 3.2.2 Mengaitkan gambar dan informasi mengenai organ pernapasan hewan dan manusia.
Pilihan ganda: 9