METODOLOGI PENELITIAN
3.5. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan instumen penelitian non tes yaitu angket yang diperuntukkan pada guru bimbingan dan konseling sebanyak 132 orang yang menjadi sasaran pengungkapan kinerja profesional dan kulitas pribadi guru bimbingan dan konseling yang dikaitkan dengan faktor biografisnya.
Instrumen ini ditujukan untuk mengungkap data kinerja profesional guru bimbingan dan konseling dan kualitas pribadi. Selain itu juga diungkapkan profil biografis guru bimbingan dan konseling yang terdiri dari karakteristik usia, jenis kelamin, masa kerja dan pendidikan dan pelatihan guru bimbingan dan konseling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala sikap Likert memiliki alternatif jawaban dengan bobot nilai kuantitatif 5, 4, 3, 2, 1 untuk lima
55 pilihan pernyataan positif dan 1, 2, 3, 4, 5 untuk pernyataan negatif (Riduwan, 2010, hlm. 87).
Skala likert yang digunakan dimodifikasi oleh peneliti menjadi empat pilihan pernyataan dengan bobot nilai kuantitatif 4, 3, 2, 1 untuk empat pilihan pernyataan positif dan 1, 2, 3, 4 untuk pernyataan negatif, hal ini dilakukan dengan alasan jika menggunakan lima pilihan pernyataan, dikhawatirkan terjadi kebiasan data karena guru bimbingan dan konseling cenderung memilih pilihan tengah untuk mencari aman dalam menjawab. Selain itu, dengan empat pilihan diharapkan hasil yang didapat menjadi lebih jelas respon guru bimbingan dan konseling terhadap pernyataan yang telah disusun.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup. Angket tertutup adalah jenis angket yang telah disediakan pilihan jawaban oleh peneliti (Arikunto, 2009: 129). Setiap opsi alternatif respons mengandung arti dan nilai skor seperti tertera pada tabel 3.1 berikut.
Tabel 3.1
Kategori Pemberian Skor Alternatif Jawaban
Pernyataan Skor Empat Alternatif Respons
SS S KS TS
Positif (+) 4 3 2 1
Negatif (-) 1 2 3 4
Pada instrumen ini, setiap item diasumsikan memiliki bobot 1 – 4, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Untuk pilihan jawaban Sangat Sesuai (SS) memiliki skor 4 pada pernyataan positif atau skor 1 pada pernyataan negatif.
b. Untuk pilihan jawaban Sesuai (S) memiliki skor 3 pada pernyataan positif atau skor 2 pada pernyataan negatif.
c. Untuk pilihan jawaban Kurang Sesuai (KS) memiliki skor 2 pada pernyataan positif atau skor 3 pada pernyataan negatif.
d. Untuk pilihan jawaban Tidak Sesuai (TS) memiliki skor 1 pada pernyataan positif atau 4 pada pernyataan negatif.
56 Angket tentang kinerja profesional guru bimbingan dan konseling terdiri dari 63 item pernyataan yang berasal dari 4 (empat) Indikator kinerja guru bimbingan dan konseling yang mengacu pada kompetensi konselor pada aspek menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan (Terlampir). Sedangkan angket tentang kualitas pribadi guru bimbingan dan konseling terdiri dari 92 pernyataan yang berasal dari 8 (delapan) indikator kualitas pribadi (terlampir).
Sebelum angket dijadikan instrumen yang dipergunakan dalam penelitian, terlebih dahulu diujicobakan pada guru bimbingan dan konseling. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas.
a. Validitas Instrumen
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen dikatakan valid bila instrumen itu, untuk maksud dan kelompok tertentu, mengukur apa yang semestinya diukur, derajat ketetapan mengukurnya benar (Ruseffendi, 2010, hlm. 148). Dalam penelitian ini, validitas yang digunakan adalah validitas teoritik dan validitas empirik.
1) Validitas Teoritik
Validitas teoritik biasa juga disebut validitas logis untuk sebuah instrumen evaluasi merujuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan pertimbangan (judgment) teoritik atau logika (Suherman, 2003, hlm. 55). Pertimbangan teoritik berkaitan dengan validitas isi dan validitas muka. Validitas isi instrumen berarti ketepatan angket ditinjau dari segi konten termasuk kesesuaian pernyataan angket dengan indikator kinerja dan kualitas pribadi yang diungkap. Validitas muka atau validitas tampilan berkenaan dengan keabsahan susunan kalimat atau kata-kata dalam pernyataan, sehingga jelas pengertiannya atau tidak menimbulkan tafsiran lain.
57 Validitas isi dan muka dalam penelitian ini dilakukan dengan meminta pertimbangan dan saran dari ahli (judgment) yang berkompeten. Dalam hal ini yang bertindak sebagai ahli adalah 2 orang dosen (satu orang dosen pembimbing dan satu dosen ahli pengukuran) dan teman-teman mahasiswa SPs Bimbingan dan Konseling.
Setelah angket dianalisis validitas teoritisnya, sehingga dapat dinyatakan sudah memenuhi validitas isi dan validitas muka, instrumen kemudian dilakukan uji coba. Tujuan dari uji coba adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan bahasa sekaligus memperoleh gambaran apakah butir-butir pernyataan angket tersebut dapat dipahami dengan baik oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor.
2) Validitas Empirik
Validitas empirik adalah validitas yang ditinjau dengan kriteria tertentu. Kriteria ini digunakan untuk menentukan apakah instrumen yang digunakan memiliki tingkat keandalan (validitas) atau tidak. Perhitungan validitas butir soal dari instrumen akan dilakukan dengan rumus korelasi Product Moment Pearson (Sugiyono, 2013, hlm. 225) yaitu:
� = � ∑ − ∑ ∑
√ � ∑ − ∑ � ∑ − ∑
Keterangan:
� = Koefisian korelasi antara variabel X dan variabel Y
∑ = Jumlah skor per item
∑ = Jumlah skor total
∑ = Jumlah kuadrat skor per item
∑ = Jumlah kuadrat skor total
58 Menurut Arikunto (2009, hlm. 75) interpretasi klasifikasi koefisien validitas sebagai berikut:
Tabel 3.2
Klasifikasi Koefisian Validitas
Koefisien Validitas Interpretasi 0,80 < rxy ≤ 1,00 Sangat tinggi 0,60 < rxy ≤ 0,80 Tinggi 0,40 < rxy ≤ 0,60 Cukup 0,20 < rxy ≤ 0,40 Rendah
0,00 ≤ rxy ≤ 0,20 Sangat Rendah
Setelah dilakukan uji coba instrumen angket kepada 30 orang, maka diperoleh hasil validasi instrumen kinerja profesional guru bimbingan dan konseling sebanyak 58 item dinyatakan valid (lebih rinci dilihat pada lampiran).
Sedangkan untuk variabel kualitas pribadi guru bimbingan dan konseling, setelah dilakukan uji coba instrumen angket kepada 30 orang, maka diperoleh hasil validasi instrumen kualitas pribadi guru bimbingan dan konseling sebanyak sebanyak 70 item dinyatakan valid (lebih rinci dilihat pada lampiran).
b. Reliabilitas Instrumen
Realibilitas instrumen merupakan ketetapan atau kekonsistenan alat evaluasi dalam menilai apa yang dinilainya. Dengan kata lain, suatu instrumen dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama bila diteskan pada kelompok yang sama pada waktu dan kesempatan yang berbeda (Arifin Z, 2009, hlm. 60). Untuk menguji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini digunakan rumus Alpha Cronbach (Sugiyono, 2013, hlm. 177) yaitu:
� =� −� −∑ ��
��
Keterangan:
� = Koefisien realibilitas tes
�� = Varians butir ke-i
�� = Varians skor total
59 Untuk menginterpretasikan klasifikasi koefisien reliabilitas, digunakan kriteria menurut Guilford (Suherman, 2003, hlm. 89) sebagai berikut:
Tabel 3.3
Klasifikasi Koefisien Reliabilitas
Nilai ��� Interpretasi ,9 ≤ � ≤ , Sangat Tinggi ,7 ≤ � < ,9 Tinggi ,4 ≤ � < ,7 Sedang , ≤ � < ,4 Kurang � < , Sangat Kurang
Berdasarakan hasil uji coba reabilitas item pernyataan kinerja profesional guru bimbingan dan konseling secara keseluruhan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2010 diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0.945, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa jenis item pernyataan yang diujikan mempunyai reliabilitas sangat tinggi. Dengan demikian seluruh item merupakan pernyataan yang reliabel.
Sedangkan hasil uji coba reabilitas item pernyataan kualitas pribadi guru bimbingan dan konseling secara keseluruhan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2010 diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0.953, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa jenis item pernyataan yang diujikan mempunyai reliabilitas sangat tinggi. Dengan demikian seluruh item merupakan pernyataan yang reliabel.