• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Instrumen Penelitian

Peneliti adalah instrumen kunci dalam penelitian kualitatif ini. Namun, peneliti juga memerlukan instrumen lain yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar analisis, pedoman observasi, angket, dan dokumen (surat kabar). Berikut ini penjelasan mengenai instrumen tersebut.

a. Lembar analisis

Lembar analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1) lembar analisis data penelitian untuk mengetahui apakah satuan bahasa itu termasuk metafora atau bukan metafora; 2) lembar analisis data penelitian untuk mengetahui jenis perubahan makna (meluas, menyempit, total, eufemia, disfemia); dan 3) lembar analisis rekapitulasi metafora pada berita olahraga dalam surat kabar berdasarkan kode sumber data dengan tujuan terkumpulnya semua metafora dari semua sumber data.

Format analisis 1:

Format analisis 1 sebagai instrumen penelitian digunakan untuk mengetahui apakah satuan bahasa itu termasuk metafora atau bukan metafora. Instrumen penelitian ini mengacu pada teori metafora yang dikemukakan para ahli bahasa (BAB II). Berdasarkan beberapa teori metafora yang dikemukakan para ahli bahasa, seperti Tarigan (2009:15), Ratna (2009:181), Keraf (2010:139), Kridalaksana (2009:152), Zainurrahman (2011:87), dan

berdasarkan KBBI (2008:908), maka peneliti menarik simpulan bahwa metafora memiliki karakteristik:

a) menyatakan perbandingan/persamaan dua hal atau benda; b) menimbulkan kesan mental yang hidup; dan

c) arti yang dimunculkan bukan arti sebenarnya.

Format analisis 1 yang digunakan dalam penelitian ini diisi dengan cara

membubuhkan tanda centang (√) untuk setiap kriteria pada kolom yang

disediakan. Format analisis 1 tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 3.1

Format Analisis Metafora pada Berita Olahraga dalam Surat Kabar

SD Nomor SD Data (Kalimat) Kriteria menyatakan perbandingan/ persamaan dua hal

atau benda

menimbulkan kesan mental yang

hidup arti yang dimunculkan bukan arti sebenarnya Format analisis 2

Format analisis 2 sebagai instrumen penelitian digunakan untuk menganalisis jenis perubahan makna. Metafora yang berbentuk kata atau kelompok kata terlebih dahulu dianalisis makna dasarnya dengan mengacu pada Kamus Besar

Bahasa Indonesia Edisi Keempat Tahun 2008 yang diterbitkan Departemen

Pendidikan Nasional. Adapun perubahan makna metafora dianalisis berdasarkan makna gramatikal yang muncul dari konteks kalimatnya. Padanan kata untuk menyatakan perubahan makna metafora dalam sebuah konteks kalimat sebagian besar mengacu pada Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia yang diterbitkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008. Selain acuan tersebut,

digunakan juga Kamus Sinonim Antonim Bahasa Indonesia karangan Nugroho Dewanto yang diterbitkan Yrama Widya Tahun 2006. Setelah menentukan makna dasar dan perubahan maknanya, lalu menentukan jenis perubahan makna yang terjadi pada metafora berdasarkan teori makna menurut Abdul Chaer. Chaer (2009:140) mengemukakan bahwa “jenis perubahan makna terdiri dari perubahan makna meluas, menyempit, perubahan total, penghalusan (eufemia), dan pengasaran (disfemia)”. Secara lengkap teori tentang makna ini terdapat pada BAB II.

Format analisis 2 yang digunakan dalam penelitian ini diisi dengan cara

membubuhkan tanda centang (√) untuk setiap kriteria pada kolom yang

disediakan. Format analisis 2 tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 3.2

Format Analisis Jenis Perubahan Makna Metafora Nomor

Metafora

Jenis Perubahan Makna

Kalimat Metafora meluas menyempit total eufemia disfemia

Format analisis 3:

Format analisis 3 sebagai instrumen penelitian digunakan untuk merekapitulasi semua metafora. Metafora tersebut terdapat dalam 100 berita olahraga dari 12 surat kabar yang terbit mulai Oktober 2012 sampai dengan Desember 2012 dengan tujuan terkumpulnya semua metafora dari semua sumber data. Format analisis 3 yang digunakan dalam penelitian ini diisi dengan cara menuliskan kode sumber data dan nomor data dari setiap sumber data yang digunakan dalam penelitian. Format analisis 3 tersebut adalah sebagai berikut.

Tabel 3.3

dalam Surat Kabar di Indonesia

Keterangan:

SD 001 – 005 = Bandung Ekspres SD 040 – 050 = Radar Bandung

SD 006 – 012 = Galamedia SD 051 – 061 = Republika

SD 013 – 019 = Pikiran Rakyat SD 062 – 071 = Seputar Indonesia SD 020 – 024 = Tribun Jabar SD 072 – 090 = TopSkor

SD 025 – 031 = Inilah Koran SD 091 – 095 = Kompas SD 032 – 039 = Radar Karawang SD 096 – 100 = Koran Tempo

b. Pedoman observasi

Pedoman observasi memuat berbagai tingkah laku siswa selama melakukan pembelajaran dengan menggunakan berita olahraga dalam surat kabar. Aspek yang diamati berupa: 1) antusiasme siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan berita olahraga yang mengandung metafora pada surat kabar, 2) respons siswa pada waktu mengidentifikasi dan menganalisis metafora pada berita olahraga dalam surat kabar, 3) kesesuaian antara rencana pembelajaran yang ditetapkan dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas.

c. Lembar angket (kuesioner)

Angket (kuesioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011:199).

Pada umumnya diasumsikan bahwa angket dapat menjadi sumber data yang komprehensif bila dilakukan pengukuran terhadap suatu kebutuhan. Angket tidak jarang diyakini sebagai suatu pendekatan yang benar-benar menyeluruh dalam

pengumpulan data karena dapat dibuat secara metodik dan didistribusikan sesuai prosedur sampling secara ilmiah (Syamsuddin dan Vismaia S. Damaianti, 2006:108).

Angket memberikan banyak keuntungan. Arikunto (2010:195) mengemukakan keuntungan menggunakan angket dalam penelitian, di antaranya: 1) tidak memerlukan hadirnya peneliti, 2) dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden, 3) dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing dan menurut waktu senggang responden, 4) dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur, dan tidak ragu-ragu menjawab, dan 5) dapat dibuat terstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.

Angket yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah angket berstruktur dengan jawaban tertutup. Angket berstruktur dengan jawaban tertutup menurut Hidayat (1994:31) adalah angket yang setiap pertanyaannya diberikan alternatif jawaban.

Lembar angket yang digunakan dalam penelitian ini diisi dengan cara

membubuhkan tanda centang (√) untuk setiap kriteria pada kolom yang

disediakan. Lembar angket tersebut adalah sebagai berikut. Tabel 3.4

Format Angket Respons Pembaca Terhadap Berita Olahraga

Nomor Pernyataan Jawaban

SS S TS STS 1. 2. 3. 4. 5. dst.

Keterangan:

SS = Sangat Setuju S = Setuju

TS = Tidak Setuju

STS = Sangat Tidak Setuju

d. Surat kabar (dokumen)

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2011:329).

Guba dan Lincoln (dalam Alwasilah, 2011:111) membedakan records dengan dokumen. Records adalah segala catatan tertulis yang disiapkan seseorang atau lembaga untuk pembuktian sebuah peristiwa atau menyajikan perhitungan, sedangkan dokumen adalah barang yang tertulis atau terfilmkan selain records yang tidak disiapkan khusus atas permintaan peneliti. Termasuk bukti catatan (records) adalah manifes penerbangan, catatan akuntan, surat nikah, akte kelahiran, sertifikat kematian, catatan militer, catatan bisnis, bukti setoran pajak. Termasuk dokumen adalah surat, memoar, otobiografi, diari, jurnal, buku teks, surat wasiat, makalah, artikel koran, editorial, catatan medis, foto, dan sebagainya.

Guba dan Lincoln (dalam Alwasilah, 2011:112) merinci enam alasan analisis dokumen, yaitu

1) Dokumen merupakan sumber informasi yang lestari, sekalipun dokumen itu tidak lagi berlaku.

2) Dokumen merupakan bukti yang dapat dijadikan dasar untuk mempertahankan diri terhadap tuduhan atau kekeliruan interpretasi. 3) Dokumen itu merupakan sumber data yang alami, bukan hanya muncul

dari konteksnya, tapi juga menjelaskan konteks itu sendiri.

4) Dokumen itu relatif mudah dan murah dan terkadang dapat diperoleh dengan cuma-cuma. Peneliti tinggal menggalinya dalam tumpukan arsip. 5) Dokumen itu sumber data yang non-reaktif. Tatkala responden reaktif dan tidak bersahabat, peneliti dapat beralih ke dokumen sebagai solusi.

6) Dokumen berperan sebagai sumber pelengkap dan pemerkaya bagi informasi yang diperoleh lewat interviu atau observasi.

Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah surat kabar di Indonesia yang berskala daerah, seperti Bandung Ekspres, Galamedia, Pikiran

Rakyat, Tribun Jabar, Inilah Koran, Radar Karawang, Radar Bandung dan surat

kabar yang berskala nasional, seperti Republika, Seputar Indonesia, TopSkor,

Kompas, dan Koran Tempo. Surat kabar yang menjadi dokumen dalam penelitian

ini adalah terbitan Oktober 2012 sampai dengan Desember 2012.

Selain surat kabar, instrumen lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Keempat Tahun 2008 yang

diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, Tesaurus Bahasa Indonesia Tahun 2008 yang diterbitkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, dan Kamus

Sinonim Antonim Bahasa Indonesia Tahun 2006 karangan Nugroho Dewanto

yang diterbitkan CV Yrama Widya.

Dokumen terkait