• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Berdasarkan variabel yang diteliti maka instrumen penelitian yang diperlukan adalah tes kognitif, dan angket afektif.

1. Tes Kognitif Materi Pokok Hidrokarbon

Tes adalah alat yang digunakan dalam pengumpulan data, berupa suatu daftar pertanyaan atau butir-butir soal. Tes yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes objektif yang disusun oleh peneliti berdasarkan rancangan pembelajaran dan kisi-kisi tes. Tes yang berisi perolehan hasil belajar kimia tersebut digunakan untuk mengambil data prestasi belajar materi pokok

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

51

hidrokarbon. Perangkat tes yaitu tes objektif dengan 5 alternatif jawaban. Jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah diberi skor 0.

Untuk mengetahui validitas, reliabilitas, taraf kesukaran soal, dan daya pembeda maka instrumen yang akan dipakai dalam penelitian ini perlu diujicobakan terlebih dahulu kepada sekelompok siswa yang telah menerima materi pokok hidrokarbon, dalam hal ini adalah seluruh siswa kelas X.2 SMA Batik 2 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.

1) Uji Validitas

Validitas dapat diartikan dengan ketepatan, kebenaran, keshahihan, atau keabsahan. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika tes tersebut dapat dengan tepat, benar, shahih atau absah mengungkap atau mengukur apa yang seharusnya diukur lewat tes tersebut. Dalam penelitian, validitas yang diuji adalah validitas butir soal atau validitas item. Penelitian ini menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda, dimana setiap butir soal yang dijawab benar diberi skor 1 (satu), sedangkan untuk setiap jawaban salah diberi skor 0 (nol). Rumus yang digunakan untuk menentukan validitas butir soal yaitu korelasi point biserial sebagai berkut:

q p SD M M r t t p pbi   Keterangan :

rpbi : koefisien korelasi biserial

Mp : skor rata-rata hitung yang dimiliki oleh siswa, untuk butir item yang bersangkutan telah dijawab dengan betul.

Mt : skor rata-rata dari skor total SDt : standar deviasi dari skor total

p : proporsi siswa yang menjawab benar terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya

(

p

=

banyaknya siswa yang menjawab benar

commit to user

q : proporsi siswa yang menjawab salah terhadap butir item yang sedang diuji validitas itemnya (q=1-p)

Kriteria pengujian

Jika r pbi ≥ r tabelmaka soal dinyatakan valid Jika r pbi < r tabel maka soal dinyatakan tidak valid

Taraf signifikan yang dipakai dalam penelitian ini adalah 5%.

(Anas Sudijono, 2005: 185) Penentuan validitas didasarkan pada harga rhitung yang melampaui harga kritik (rtabel) sebesar 0,312. Ringkasan hasil uji validitas soal kognitif setelah dilakukan tryout dapat dilihat pada Tabel 11. Sedangkan analisis hasil uji validitas soal kognitif dapat dilihat selengkapnya pada Lampiran 13.

Tabel 11. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Validitas Soal pada Aspek Kognitif

Jenis Soal Jumlah Soal Kriteria

Kognitif 35 Valid Invalid

29 6

2) Uji Reliabilitas

Kata “reliabilitas” sering diartikan sebagai keajegan atau kemantapan. Sebuah tes hasil belajar dapat dinyatakan reliabil jika hasil-hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tes tersebut secara berulangkali terhadap subjek yang sama, senantiasa menunjukkn hasil yang tetap sama atau sifatnya ajeg dan stabil selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah. Realibilitas dapat dicari dengan menggunakan rumus yang ditemukan oleh Kuder dan Richardson. Menurut Kuder dan Richardson, cara menentukan reliabilitas tes itu adalah lebih tepat apabila dilakukan secara langsung terhadap butir-butir item tes yang bersangkutan (Anas Sudijono, 2005: 252).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

53

Untuk menghitung koefisien reliabilitas tes bentuk objektif digunakan rumus KR20 sebagai berikut:

             

2 2 11 1 t i i t S q p S n n r Keterangan :

r11 : koefisien reliabilitas tes n : banyaknya butir item 1 : bilangan konstan St2 : varian total

pi : proporsi siswa yang menjawab benar butir item yang bersangkutan q : proporsi siswa yang menjawab salah, atau qi =1- pi

∑pi qi : jumlah dari hasil perkalian antara pi dengan qi

(Anas Sudijono, 2005: 252-253) Kriteria pengujian:

Jika r 11 ≥ 0,70 maka tes hasil belajar dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (reliable).

Jika r 11 < 0,70 maka tes hasil belajar dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi (unreliable).

(Anas Sudijono, 2005: 209) Hasil uji coba reliabilitas instrumen soal penilaian kognitif terangkum dalam Tabel 12. Hasil uji coba reliabititas instrumen soal penilaian kognitif yang lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 13.

Tabel 12. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Reliabilitas Soal pada Aspek Kognitif

Jenis Soal Jumlah Soal Reliabilitas Kriteria

Kognitif 35 0,838 Tinggi

c) Taraf Kesukaran Suatu Item

Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks.

commit to user

Tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yag besarnya berkisar 0,00-1,00. Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu. Suatu soal memiliki TK= 0,00 artinya bahwa tidak ada siswa yang menjawab benar dan bila memiliki TK= 1,00 artinya bahwa seluruh siswa menjawab benar. Perhitungan indeks tingkat kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Pada prinsipnya, skor rata-rata yang diperoleh peserta didik pada butir soal yang bersangkutan dinamakan tingkat kesukaran butir soal itu.

Rumus yang digunakana adalah sebagai berikut:

TK = jumlah siswa yang menjawab benar butir soal jumlah siswa yang mengikuti tes

Klasifikasi tingkat kesukaran soal adalah sebagai berikut: 0,00 – 0,30 = soal tergolong sukar

0,31 – 0,70 = soal tergolong sedang 0,71 – 1,00 = soal tergolong mudah

(Depdiknas, 2009: 9) Hasil uji coba taraf kesukaran instrumen soal penilaian kognitif terangkum dalam Tabel 13. Hasil uji taraf kesukaran instrumen soal penilaian kognitif yang lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 13.

Tabel 13. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Taraf Kesukaran Soal pada Aspek Kognitif

Jenis soal

Jumlah Soal Taraf Kesukaran Soal

Mudah Sedang Sukar

Kognitif 35 9 24 2

d) Daya Pembeda Soal

Daya Pembeda soal adalah kemampuan sebuah soal untuk membedakan antara siswa yang telah menguasai materi yang ditanyakan dengan siswa yang tidak/kurang/belum menguasai materi yang ditanyakan. Bilangan yang menunjukkan hasil perbandingan antara perbedaan jawaban benar dari siswa-siswa yang tergolong kelompok atas (kelompok siswa yang memahami materi) dan kelompok bawah (kelompok siswa yang belum memahami materi)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

55

yang diperoleh, dengan perbedaan jawaban benar dari siswa-siswa yang tergolong kelompok atas dan bawah yang seharusnya diperoleh disebut indeks daya pembeda atau Indeks Diskriminasi (ID). Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal yang bersangkutan membedakan kelompok siswa yang telah memahami materi dengan kelompok siswa yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan 1,00. ID suatu item sebesar 0,00 berarti tidak ada perbedaan jawaban benar antara siswa yang tergolong kelompok atas dan bawah. ID suatu item sebesar 1,00 berarti ada perbedaan yang sempurna dari jawaban benar antar siswa yang tergolong kelompok atas dan bawah. Dengan kata lain seluruh siswa yang tergolong kelompok atas menjawab benar suatu item tertentu dan siswa kelompok bawah menjawab salah terhadap item tersebut. Sebaliknya, apabila seluruh siswa yang tergolong kelompok bawah menjawab benar terhadap suatu item tertentu, dan kelompok siswa yang tergolong kelompok atas menjawab salah terhadap item tersebut, maka ID sebesar -1,00. Daya pembeda soal pilihan ganda dapat dipergunakan rumus sebagai berikut:

B B A A B A J B J B P P ID    Keterangan :

ID : angka indeks diskriminasi item

PA : proporsi testee kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir item yang bersangkutan

PA : proporsi testee kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir item yang bersangkutan

Kualifikasi daya pembeda adalah sebagai berikut : Kurang dari 0,20 : jelek (J)

0,20 – 0,40 : cukup (C) 0,40 – 0,70 : baik (B)

0,70 – 1,00 : baik sekali (BS) Bertanda negatif : jelek sekali (JS)

commit to user

Hasil uji coba daya pembeda instrumen soal penilaian kognitif yang dilakukan terangkum dalam Tabel 14. Hasil uji daya pembeda soal yang lebih rinci bisa dilihat pada Lampiran 13.

Tabel 14. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Daya Pembeda Soal pada Aspek Kognitif

Jenis Soal Jumlah Soal Kriteria

Baik Sekali

Baik Cukup Jelek Jelek

Sekali

Kognitif 35 - 8 21 6 -

2. Angket Afektif Materi Pokok Hidrokarbon

Instrumen penilaian afektif berupa angket. Jenis angket yang digunakan adalah angket langsung dan sekaligus menyediakan alternatif jawaban dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang mencerminkan isi kajian teori. Konsep alat ukur ini berisi indikator yang disesuaikan dengan tujuan penilaian yang hendak dicapai, selanjutnya indikator ini digunakan sebagai pedoman dalam menyusun item-item angket.

Penyusunan item-item angket berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam menjawab pertanyaan responden atau siswa hanya dibenarkan dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan.

Ada 5 (lima) ranah afektif yang dinilai, yaitu sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert, skor tertinggi tiap butir adalah 5 dan yang terendah adalah 1. Dalam pengukuran sering terjadi kecenderungan responden memilih jawaban pada kategori 3 (tiga) untuk skala Likert. Untuk mengatasi hal tersebut skala Likert hanya menggunakan 4 (empat) pilihan agar jelas sikap atau minat responden, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju (Depdiknas, 2003: 20).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

57

Tabel 15. Kriteria Skor Penilaian Afektif

Skor untuk aspek yang dinilai Skor

Pernyataan positif (+) Pernyataan negatif (-)

SS (Sangat Setuju) 4 1

S (Setuju) 3 2

TS (Tidak Setuju) 2 3

STS (Sangat Tidak Setuju) 1 4

(Depdiknas, 2003: 91) Sebelum digunakan untuk mengambil data, angket tersebut diuji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui kualitas item angket.

1) Validitas Angket

Untuk menghitung validitas butir soal angket digunakan teknik analisis korelasi product moment dari Karl Pearson sebagai berikut:

� =

�Σ − Σ (Σ )

√{�Σ 2− Σ 2}{�Σ 2−(Σ )2} Keterangan:

rxy : Koefisien Validitas X : skor soal

Y : skor total N : jumlah subyek Kriteria pengujian

Jika r hitung ≥ r tabel maka soal dinyatakan valid Jika r hitung < r tabel maka soal dinyatakan tidak valid

(Anas Sudijono, 2005: 181) Penentuan validitas didasarkan pada harga rhitung yang melampaui harga kritik (rtabel) sebesar 0,329. Ringkasan hasil uji validitas angket afektif setelah dilakukan tryout dapat dilihat pada Tabel 16. Sedangkan analisis hasil uji validitas angket afektif dapat dilihat selengkapnya pada Lampiran 14.

commit to user

Tabel 16. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Validitas Soal pada Aspek Afektif

Jenis Soal Jumlah Soal Kriteria

Angket afektif 40 Valid Invalid

31 9

2) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran tersebut dapat memberikan hasil yang tidak berbeda bila dilakukan kembali kepada subyek yang sama.

Untuk mengetahui tingkat reliabilitas digunakan rumus alpha (digunakan untuk mencari reliabilitas yang skornya bukan 1 dan 0) yaitu sebagai berikut:

                

2 2 11 1 1 t i S S n n r Keterangan:

r11 :koefisien reliabilitas suatu tes

n : jumlah item yang dikeluarkan dalam tes 1 : bilangan konstan

2 i

S : jumlah varian skor dari tiap-tiap item S2

t : varian total Kriteria pengujian:

Jika r 11 ≥ 0,70 maka tes hasil belajar dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (reliable).

Jika r 11 < 0,70 maka tes hasil belajar dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi (unreliable) (Anas Sudijono, 2005: 208-209).

Hasil uji coba reliabilitas instrumen angket afektif terangkum dalam Tabel 17. Hasil uji coba reliabilitas instrumen angket afektif yang lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 14.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

59

Tabel 17. Ringkasan Hasil Tryout Instrumen Penelitian untuk Uji Reliabilitas Soal pada Aspek Afektif

Jenis Soal Jumlah Soal Reliabilitas Kriteria

Kognitif 40 0,777 Tinggi

Dokumen terkait