BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kejadian (variabel penelitian) alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2006: 102). Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa lembar kuesioner terbuka dan tertutup. Pengembangan kuesioner ini menggunakan School Refferal Questionnare untuk guru yang sudah diterjemahkan, kemudian diubah menjadi sebuah kuesioner dengan pernyataan tertutup untuk siswa. Kuesioner dari Sattler di dalam bukunya (Sattler, 2002: 485) ini merupakan kuesioner yang digunakan guru untuk mengetahui permasalahan siswa, karena keterbatasan guru tidak mungkin mengidentifikasi permasalahan siswa satu per satu dengan banyak pertanyaan, akhirnya kuesioner ini diubah menjadi sebuah pernyataan mengenai permasalahan yang ditujukan siswa dalam bentuk laporan diri. Awalnya peneliti menerjemahkan kuesioner tersebut, kemudian mengubah menjadi sebuah pernyataan dengan menggunakan bahasa yang mudah
47
dipahami siswa Sekolah Dasar. Dalam penyusunan kuesioner ini, peneliti melakukan validasi kepada Dosen PGSD Universitas Sanata Dharma untuk melakukan uji coba kueisoner. Lembar kuesioner tertutup ini berisi 15 pernyataan mengenai permasalahan kognitif, lembar kuesioner ini digunakan untuk mengetahui apa saja permasalahan kognitif siswa Sekolah Dasar siswa kelas III dan IV di SD Gembira Ria. Kuesioner terbuka berisi beberapa pertanyaan mengenai permasalahan yang sedang dihadapi, pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialami, dan kelebihan yang dimiliki siswa.
Lembar kuesioner tertutup ini didasarkan pada indikator-indikator permasalahan kognitif siswa Sekolah Dasar. Pengembangan instrumen ini didasarkan pada aspek-aspek yang menyangkut kesulitan belajar dalam mempelajari tugas-tugas perkembangan (develompmental learning
disabilities) yang menyangkut kesulitan dalam memusatkan perhatian,
kesulitan dalam mengingat informasi, kesulitan dalam persepsi dan perseptual motorik, kesulitan dalam proses berpikir dan kesulitan dalam perkembangan bahasa (Jamaris, 2013: 33). Peneliti menyusun beberapa soal dengan indikator-indikator sesuai dengan aspek kognitif yang akan diteliti. Berikut kisi-kisi kuesioner yang digunakan peneliti:
Tabel 3.1 Kisi-kisi instrumen penelitian tentang survei permasalahan kognitif siswa sekolah dasar kelas III dan IV di SD Gembira Ria
No. Indikator Deskripsi No. Item 1. Kesulitan dalam
pemusatan perhatian
Aku mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
1 Aku kesulitan memusatkan perhatian pada
pelajaran yang sedang berlangsung.
4 2. Kesulitan
mengingat
Aku mudah lupa kalau mendengarkan penjelasan guru
2 Aku kesulitan mengingat materi pelajaran, meski sudah membaca berkali-kali.
3 Aku kesulitan mengingat materi pelajaran ketika guru menyampaikannya terlalu cepat.
8 Aku mengalami kesulitan dalam mengingat urutan cerita yang disampaikan oleh guru.
9 Aku kesulitan mengingat materi yang disampaikan guru, setelah pelajaran berakhir.
14 Setelah pelajaran berakhir, aku kesulitan 15
48
mengingat keterampilan baru yang diajarkan oleh guru
3. Kesulitan berpikir
Aku kesulitan memahami materi jika guru yang menyampaikan materi menghadap ke papan tulis dan tidak menatap siswa-siswi.
10
Aku mengalami kesulitan, ketika materi yang disampaikan oleh guru tidak menggunakan contoh konkret yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
11
Aku kesulitan kalau harus belajar mandiri tanpa dijelaskan oleh guru.
12 Aku lambat dalam mengikuti pembelajaran,
sehingga aku membutuhkan bimbingan dalam belajar. 13 4. Kesulitan bahasa seperti sapaan, perintah, permintaan, dll.
Aku kesulitan memahami petunjuk yang disampaikan guru secara lisan.
5 Aku kesulitan memahami perintah tertulis yang disampaikan oleh guru.
6 Aku kesulitan melakukan perintah guru jika
perintahnya berurutan.
7
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Permasalahan yang Dihadapi Siswa di SD Gembira Ria
No. Indikator Deskripsi No. Item
Instrumen
1. Permasalahan yang sedang dihadapi.
Apakah kamu memiliki permasalahan yang sedang kamu hadapi saat ini? Jika ada coba ceritakan!
1
2. Pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialami siswa.
Apakah kamu memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang kamu alami baik di sekolah ataupun di rumah? Jika ada coba ceritakan!
2
3. Kelebihan yang dimiliki siswa.
Apakah kelebihan yang kamu miliki? 3
Pada tabel 3.1 terdapat kisi-kisi permasalahan kognitif yang berkaitan dengan kesulitan belajar dalam mempelajari tugas-tugas perkembangan (develompmental learning disabilities) yang diturunkan menjadi beberapa indikator. Setelah peneliti menyelesaikan instrumen kuesioner, peneliti melakukan validasi terhadap validator berdasarkan lembar penilaian sebelum kuesioner disebarkan. Validasi yang dilakukan peneliti digunakan untuk mengetahui kelayakan instrumen penelitian ke ahli. Penilaian validasi instrumen penelitian ini terdidiri dar 5 aspek, yaitu pertanyaan mencakup seluruh aspek asesmen kesulitan belajar siswa di
49
sekolah dasar, pernyataan sesuai dengan aspek yang akan diungkap, pernyataan ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik sesuai EYD, pernyataan sesuai dengan bahasa yang mudah dipahami anak, dan tampilan kuesioner menarik minat anak untuk mengisinya. Validator dalam instrumen kuesioner ini adalah seorang dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma dan seorang Kepala Sekolah di SD Gembira Ria.
Berdasarkan validasi instrumen kuesioner yang dilakukan, kuesioner yang dilakukan peneliti layak digunakan, peneliti mendapat beberapa revisi dari validator sebagai berikut:
1. Bagian sampul kuesioner perlu ditambahkan keterangan dari setiap aspek yang diteliti, yaitu kognitif.
2. Kuesioner sebaiknya dibagi untuk setiap aspek supaya tidak terlalu banyak.
3. Penggunaan bahasa jangan terlalu panjang dan mudah dipahami siswa sekolah dasar.
4. Penulisan disesuaikan dengan EYD dan tulisan perlu diperbesar. Saran saran yang diberikan validator menjadi saran bagi peneliti agar kuesioner layak dan dapat menghasilkan data terpercaya.
Instrumen penelitian yang sudah divalidasi dan dinyatakan layak digunakan, kemudian peneliti menyusun kuesioner dengan tiga versi pilihan jawaban. Versi pilihan jawaban tersebut terdiri dari:
1. Dua versi pilihan jawaban: “Selalu” dan “Tidak Pernah”
2. Tiga versi pilihan jawaban: “Selalu”, “Kadang-Kadang”, dan “Tidak Pernah”
3. Lima versi pilihan jawaban: “Selalu”, “Sering”, “Kadang-Kadang”, “Pernah”, dan “Tidak pernah”
Tujuan dari penyusunan instrumen penelitian dengan 3 versi pilihan jawaban adalah untuk mengetahui versi jawaban yang efektif dan mudah diisi oleh siswa. Setelah instrumen dengan tiga versi pilihan jawaban disusun, peneliti melakukan uji coba di SD Kanisius Notoyudan
50
dengan subjek penelitian siswa kelas III dan IV yang berjumlah 10 siswa. Berdasarkan uji coba yang sudah dilakukan di SD Kanisius Notoyudan, didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Sebanyak 3 (30%) siswa memilih kuesioner dengan 2 pilihan jawaban “ya” dan “tidak”. Alasan siswa memilih versi tersebut karena lebih mudah dalam mengisi dan lebih cepat sesuai dengan apa yang dialami siswa.
2. Sebanyak 5 (50%) siswa memilih kuesioner dengan 3 pilihan jawaban “sering”, “kadang-kadang”, “tidak pernah”. Alasan siswa memilih versi tersebut karena ketika mengisi lebih mudah dan siswa melakukannya dalam rentang waktu yang bisa ditentukan, karena tidak setiap hari siswa mengalami kesulitan tersebut.
3. Sebanyak 2 (20%) siswa memilih kuesioner dengan 5 pilihan jawaban. Alasan siswa memilih versi tersebut karena pilihan jawaban lebih banyak daripada 2 pilihan alternatif yang lainnya, meskipun begitu siswa meminta penjelasan mengenai setiap pilihan jawaban tersebut.
Berdasarkan uji coba yang dilakukan peneliti di SD Kanisius Notoyudan, didapatkan data bahwa persentase siswa yang memilih kuesioner dengan 3 alternatif jawaban lebih banyak yaitu 5 siswa. Oleh karena itu, peneliti menggunakan kuesioner dengan 3 pilihan jawaban sebagai instrumen penelitian untuk pengambilan data.