• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengembangkan Multiple Inteligences Siswa Sebagai Salah Satu Bentuk

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

4. Mengembangkan Multiple Inteligences Siswa Sebagai Salah Satu Bentuk

Gardner (dalam Suparno, 2010: 17) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Inteligensi menghasilkan kemampuan untuk memecahkan persoalan nyata dalam situasi penting, karena bagi Gardner sesorang berinteligensi tingggi apabila dapat menyelesaikan persoalan dalam hidup yang nyata, bukan hanya dalam teori. Awalnya Gardner mengumpulkan banyak sekali kemampuan manusia yang dimasukkan dalam pengertiannya tentang inteligensi. Namun, saat ini ada sembilan inteligensi yang diterimanya, yaitu: (1) inteligensi linguistik (linguistic

intelligence), (2) inteligensi mathematic-logis (logical-mathematical intelligence), (3) inteligensi ruang-visual (spatial intelligence), (4)

23

inteligensi musikal (musical intelligence), (6) inteligensi interpersonal (interpersonal intelligence), (7) inteligensi intrapersonal (intrapersonal

intelligence), (8) inteligensi lingkungan/ naturalis (naturalist intelligence), dan (9) inteligensi eksistensial (existential intelligence).

Berikut akan dijelaskan secara lebih rinci mengenai sembilan inteligensi menurut (Suparno, 2010: 26), yaitu:

1) Inteligensi Linguistik

Gardner menjelaskan inteligensi linguistik sebagai kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara oral maupun tertulis seperti dimiliki para pencipta puisi, editor, jurnalis, dramawan, sastrawan, pemain sandiwara, maupun orator. Orang yang berintelegensi linguistik akan berbahasa baik dan lancar. Selain itu, seseorang yang memiliki inteligensi linguistik mudah untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, mudah mengerti urutan dan arti kata dalam belajar bahasa, mudah menjelaskan atau menceritakan pemikirannya kepada orang lain.

Anak yang mempunyai inteligensi linguistik meskipun masih di sekolah dasar, kemampuannya berbahasa yang baik sudah terlihat. Misalnya, apabila diberikan tugas untuk membuat kalimat, anak mampu membuat kalimat cukup baik, atau anak suka mengikuti lomba baca puisi sebagai bentuk mengekspresikan diri. 2) Inteligensi Matematis Logis

Gardner menjelaskan mengenai inteligensi matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, seperti seorang matematikus, saintis, programmer, dan logikus. Orang yang mempunyai inteligensi mathematic-logis sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi dalam pemikiran. Anak yang mempunyai inteligensi matematis-logis yang menonjol biasanya mempunyai

24

nilai matematika yang baik dan mampu memecahkan permasalahan secara logis.

3) Inteligensi Ruang-Visual

Inteligensi ruang-visual adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, seperti dipunyai para pemburu, arsitek, navigator, dan dekorator. Seseorang dengan inteligensi ruang-visual mempunyai kemampuan dalam mengenal bentuk dan benda secara tepat, kepekaan terhadap keseimbangan, relasi, warna, garis, bentuk, dan ruang. Orang yang mempunyai inteligensi ruang-visual dengan mudah menemukan suatu jalan dalam suatu ruang atau jalan. Selain itu, seseorang dengan inteligensi ruang-visual mampu membuat peta suatu tempat dengan jelas.

4) Inteligensi Kinestetik Badani

Inteligensi kinestetik badani menurut Gardner adalah kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengeskpresikan gagasan dan perasaan seperti pada aktor, atlet, penari, pemahat, dan ahli bedah. Seseorang yang mempunyai kemampaun inteligensi kinestetik badani dapat dengan mudah mengungkapkan diri dengan gerak tubuh. Dalam lingkungan sekolah, siswa yang memiliki kemampuan inteligensi kinestetik-badani menyukai menari, olahraga, dan suka bergerak.

5) Inteligensi Musikal

Inteligensi musikal sebagai kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Seseorang yang memiliki kemampuan inteligensi musikal akan peka terhadap suara maupun musik. Selain itu, seseorang yang berinteligensi musikal akan mudah untuk belajar mengenai musik. Misalnya, seorang anak kecil yang mempunyai inteligensi musikal tinggi akan mudah menirukan sebuah lagu dari radio ataupun televisi.

25 6) Inteligensi Interpersonal

Inteligensi interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intense, motivasi, watak, temperamen orang lain. Secara umum, inteligensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai orang. Seseorang yang mempunyai inteligensi interpersonal akan mudah berkomunikasi dengan orang lain dan bekerjasama dengan orang lain.

7) Inteligensi Intrapersonal

Inteligensi intrapersonal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengenalan diri itu. Kemampuan yang termasuk dalam inteligensi intrapersonal adalah kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Kemampuan ini membuat seseorang yang mempunyai kemampuan intrapersonal mudah berkonsentrasi dengan baik.

8) Inteligensi Lingkungan

Inteligensi lingkungan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensional lain dalam ala natural; kemampuan untuk memahami dan menikmati alam; dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan akan alam. Kemampuan ini dimiliki seseorang seperti kemampuan mempertahankan hidup di luar rumah.

9) Inteligensi Ekstensial

Inteligensi ekstensial adalah kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia. Seseorang anak yang mempunyai inteligensi ekstensial akan terus menerus mengajukan pertanyaan yang jarang dipikirkan gurunya.

26

Misalnya, “apa semua manusia akan mati?” “kalau semua akan mati, mengapa aku hidup?”.

Dalam hal ini, penerapan kecerdasan ganda (multiple

intelligence) akan membawa beberapa keuntungan. Beberapa

keuntungan penerapan kecerdasan ganda (multiple intelligence) menurut (Susanto, 2005: 74) sebagai berikut:

1) Guru dapat menggunakan kerangka multiple intelligences dalam melaksanakan proses pengajaran secara luas. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti menggambar, menciptakan lagu, mendengarkan musik, ataupun melihat suatu pertunjukan. Hal tersebut dapat menjadi “pintu masuk” ke dalam proses belajar.

2) Penerapan multiple intelligences dapat menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai kebutuhan, minat, dan talentanya. 3) Peran serta orangtua dan masyarakat akan semakin meningkat di

dalam mendukung proses belajar mengajar. Hal ini bisa terjadi karena setiap aktivitas siswa di dalam proses belajar akan melibatkan anggota masyarakat.

4) Siswa akan mampu menunjukkan “berbagai” kelebihan yang dimilikinya. Penerapan multiple intelligences dengan cara membangun kelebihan yang dimiliki siswa akan memberikan suatu motivasi untuk menjadikan siswa sebagai seorang “spesialis”. 5) Saat “mengajar untuk memahami”, siswa akan mendapatkan

pengalaman belajar yang positif dan meningkatkan kemampuan untuk mencari solusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.

Berdasarkan pendapat di atas, inteligensi ganda terdiri dari inteligensi linguistik, inteligensi mathematic-logis, inteligensi ruang, inteligensi kinestetik-badani, inteligensi musikal, inteligensi interpersonal, inteligensi intrapersonal, inteligensi lingkungan/ naturalis, dan inteligensi eksistensial yang memiliki kemampuan sesuai dengan kelebihannya. Dalam proses kegiatan belajar, multiple

27

seorang guru membantu memecahkan persoalan yang dihadapi siswa melalui kelebihan yang dimiliki siswanya ke dalam proses belajar.

5. Permasalahan Siswa Sekolah Dasar

Dokumen terkait