METODOLOGI PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menurut Sanjaya (2009) adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan atau lembar observasi tentang kemampuan memahami konsep geometri bangun ruang selama proses pembelajaran dan soal evaluasi.
1. Lembar Wawancara Guru
Wawancara dilakukan untuk mengetahui pemahaman informasi mengenai sesuatu hal, baik itu pengalaman, perasaan, dan pemikiran individu. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan guru wali kelas IV-C untuk mengetahui bagaimana perasaan, kesan, dan pendapat guru saat mengajar matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI karakteristik intertwining.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Wawancara Keterlaksanaan PMRI Karakteristik intertwining
Peubah Kisi-kisi No item
Penggunaan Karakteristik intertwining
Pendapat guru mengenai pembelajaran yang dikaitkan 1, Sikap siswa terhapat mata pelajarn yang dikaitkan 2, 7, 5, 10 Kesulitan guru dalam mengaitkan materi 3, 4, 8, 9 Keuntungan dari mengaitkan materi pelajaran 6, 11 Rencana guru ke depan mengenai pembelajaran yang
dikaitkan 12
Jumlah 12
2. Lembar Observasi
Observasi merupakan proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti melihat situasi penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi terfokus. Observasi terfokus merupakan pengamatan yang dilakukan secara spesifik, yaitu observasi yang diarahkan kepada aspek tertentu dalam tindakan guru atau aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Pengamatan yang dilakukan adalah melihat keterlaksanaan pendekatan PMRI selama proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru SDN Ungaran 1 kelas IV-C. Pengamatan dilakukan dengan menulis jalannya proses pembelajaran yang berkaitan dengan indikator yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Peneliti juga menggunakan alat perekam dan kamera sebagai alat bantu dalam proses pengamatan.
Lembar observasi yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini mengambil dari lembar observasi PMRI pada penelitian sebelumnya dengan judul
penelitian “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bangun Ruang yang
Kanisius Kalasan Dalam Menyelesaikan Masalah Penjumlahan Pecahan Dengan Pendekatan PMRI Kelas IV A SD Negeri Adisucipto 1” oleh Erni Kurniasih.
Kisi-kisi lembar observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Masalah Kontekstual
No Peubah Indikator No item
1 Penggunaan Konteks
Menggunakan masalah kontekstual 1a, 1b, 1c
Menggunakan permainan 2a, 2b
Menggunakan media dan alat peraga 3a, 3b Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa 4a
Jumlah 8
Tabel 3.4 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Model dalam Pembelajaran
No Peubah Indikator No item
2 Penggunaan Model
Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam
pemecahan masalah 1
Penggunaan strategi formal oleh siswa dalam
pemecahan masalah 2a, 2b, 2c
Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani
strategi informal siswa ke strategi formal 3a, 3b, 3c
Jumlah 7
Tabel 3.5 Kisi-kisi Observasi Penggunaan Kontribusi Siswa dalam Pembelajaran
No Peubah Indikator No item
3
Penggunaan Kontribusi Siswa
Pengungkapan berbagai strategi yang digunakan
dalam pemecahan masalah 1a, 1b, 1c
Pemberian tanggapan terhadap strategi yang
digunakan 2a, 2b
Pemberian motivasi oleh guru kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap
pemecahan masalah
3a Pemberian kesempatan oleh guru kepada siswa
untuk mengungkapkan pendapat 4
Pengajuan pertanyaan oleh siswa yang mengarah
pada pembangunan konsep pembelajaran 5
Tabel 3.6 Kisi-kisi Observasi Interaktivitas dalam Pembelajaran
No Peubah Indikator No item
4 Interaktivitas Guru dan siswa
1a, 1b, 1c, 1d, 1e, 1f, 1g, 1h
Siswa dan siswa 2a, 2b, 2c, 2d, 2e
Jumlah 13
Tabel 3.7 Kisi-kisi Observasi Karakteristik Intertwining dalam Pembelajaran
No Peubah Indikator No item
5 Intertwining
Adanya kaitan materi geometri ruang dengan materi
lainnya dalam satu mata pelajaran matematika 1a, 1b, 1c Adanya kaitan materi bangun ruang dengan materi
dari mata pelajaran diluar matematika
2a, 2b, 2c, 2d
Jumlah 7
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa masing-masing karakteristik memiliki item observasi dengan jumlah yang berbeda-beda. Pada karakteristik penggunaan masalah kontekstual terdapat 8 item. Pada karakteristik penggunaan model terdapat 7 item. Pada karakteristik penggunaan kontribusi siswa terdapat 8 item. Pada karakteristik interaktivitas siswa terdapat 13 item. Pada karakteristik keterkaitan terdapat 7 item.
3. Kuesioner Respon Siswa
Kuesioner merupakan instrumen yang bersifat informatif dengan atau tanpa penjelasan berupa pendapat, penilaian ungkapan, dan lain-lain. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner respon yang nantinya akan diberikan ke siswa kelas IV-C untuk melihat bagaimana pendapat atau ungkapan perasaan siswa mengenai proses pembelajaran matematika materi geometri bangun ruang dengan pendekatan PMRI yang dilakukan oleh guru. Kuesioner respon siswa dibagikan sesuai dengan indikator yang telah disusun oleh peneliti.
Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Kuesioner Respon Siswa Mengenai Pendekatan PMRI
Peubah Indikator No item
Pendekatan PMRI
Penggunaan Intertwining 1-6
Penggunaan Interaktivitas Siswa 7-12
Penggunaan Model 13-18
Penggunaan Kontribusi Siswa 19-24
Penggunaan Masalah Kontekstual 24-30
Jumlah 30
Berdasarkan tabel kisi-kisi lembar kuesioner di atas, dapat diketahui bahwa kuesioner yang diberikan berjumlah 30 item. Setiap indikator memberikan 6 item kuesioner.
4. Tes Objektif
Pengumpulan data tentang kemampuan memahami konsep bangun ruang siswa, maka peneliti menggunakan instrumen penelitian tes tertulis berupa tes uraian. Perumusan tes uraian dirumuskan sendiri oleh peneliti menggunakan kisi-kisi dari indikator-indikator yang telah ditentukan.
Tabel 3.9 Kisi-kisi Instrumen Tes Siklus I dan Tes Siklus II KI: 4. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
KD: 4.4 Mengurai dan menyusun kembali jaring-jaring bangun ruang sederhana.
4.6 membuat benda-benda berdasarkan jaring-jaring bangun ruang yang ditemukan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah sekolah atau tempat bermain.
No Indikator Deskriptor No item Siklus I No item Siklus II 1. Memberikan contoh
dari suatu konsep
Siswa mampu memberikan contoh dari konsep geometri bangun ruang
1, 2 1, 2
2. Menggambarkan konsep dengan suatu
Siswa mampu menggambarkan konsep geometri bangun ruang
model dengan mengambar bangun ruang yang dimaksud dalam soal
3. Mengubah suatu bentuk ke bentuk lain
Siswa mampu mengubah sifat-sifat bangun ruang menjadi gambar bangun ruang yang dimaksud
5, 6 5, 6
4. Membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep
Siswa mampu menjelaskan perbedaan dan hal yang sama dari dua bentuk bangun ruang
7, 8 7, 8
5. Menyatakan ulang sebuah konsep
Siswa mampu menyebutkan sifat-sifat bangun ruang berdasarkan gambar atau cirri-ciri bangun ruang.
9, 10 9, 10
Jumlah 10 10