BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil dan Pembahasan Penelitian Pembelajaran
1. Analisis Materi Pembelajaran
Analisis materi pembelajaran yang dilaksanakan pada penelitian ini dimulai dengan pemetaan KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar), penentuan materi pembelajaran yang dimuat di silabus, skenario pembelajaran,LKPD,serta pembuatan rubrik penilaian kemampuan berpikir kritis, validasi, serta uji coba skala kecil.
a). Pemetaan KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar)
Untuk menentukan materi yang sesuai dengan hasil penelitian eksplorasi tentang pembuatan kompos, maka langkah pertama adalah melakukan pemetaan KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar). Analisis ini bertujuan untuk menentukan materi apa yang relevan dengan hasil penelitian sains. Berdasarkan analisis dari hasil penelitian tentang pembuatan kompos, maka dari hasil pemetaan yang dilakukan, dipilih materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan kelas IX SMP semester 1, dengan KI dan KD sebagai berikut:
Tabel . 4.1 Pemetaan KI dan KD
Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) KI.1Menghargai dan menghayati ajaran
agama yang dianutnya.
KI.2Menunjukkan perilakujujur, disiplin,tanggung
jawab,peduli
(toleransi,gotong royong), santun,
percayadiri, dalam
berinteraksisecara efektifdengan lingkungan sosialdan
alamdalamjangkauanpergaulandan keberadaannya
KI.3.Memahamidan
menerapkanpengetahuan (faktual,konseptual,dan
prosedural)berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni,budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI.4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
3.7Menerapkankonsep bioteknologidan perannyadalam kehidupan manusia 4.7 Membuatsalahsatu
produk bioteknologi konvensionalyang ada di lingkungan sekitar
Berdasarkan analisis hasil penelitian tentang analisis materi pembelajaran, diperoleh bahwa materi yang sesuai dengan hasil penelitianpembuatan kompos adalah materi membuat produksi bioteknologi. Materi ini dipilih karena sesuai dengan hasil penelitian eksplorasi sains yang diteliti meliputipemanfaatan bioteknologi secara moderen dalam hal ini pembuatan pupuk organik.Hal ini sangat tepat dengan sub materi yang dibahas pada materi membuat produksi bioteknologi b) Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus yang dirancang oleh peneliti adalah Kompetensi Dasar (KD) yang dipilih serta uraian materi. Kompetensi dasar sudah dijelaskan pada bagian pemetaan KI dan KD diatas. Adapun uraian materi yang tercantum di silabus secara garis besar adalah materi tentangproduksi pembuatan bioteknologi.
c) Skenario Pembelajaran
Sesuai dengan Permendikbud tentang Standar Proses No 22 Tahun 2016, RPP dibuat oleh guru yang dirancang untuk satu pertemuan atau lebih. Pada penelitian ini, RPP yang dirancang oleh peneliti meliputi 2 (dua) fase pertemuan yaitu RPP pertemuan 1 (fase introduction) dan RPP pertemuan2 (fase eksplorasi dan interpretasi). Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran berbasis lingkungan dengan menggunakan langkah-langkahIEI (introduction,eksploration dan interpretation) yang merujuk pada penelitian Karyadi (2016).
Pembelajaran dipilih karena sesuai dengan materi pelajaran yaitu tentang pembuatan kompos. Melalui pendekatan pembelajaran, siswa akan melakukan kegiatan secara langsung pada materi pembuatan kompos, dengan demikian peserta didik diharapkandapat menemukansendiri fakta-fakta yang terdapat proses pembuatan kompos .Melakukan pembelajaran dengan materi pembuatan kompos diimplikasikan dengan kegiatan diluar kelas sangat penting dalam rangka melibatkan anak didik untuk mencari pengalaman belajarnya. Dalam cara ini siswa dimotivasi untuk menggunakan semua inderanya (belajar dengan multi sensories) di dalam mencari jawaban terhadap segala pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang mereka peroleh merupakan kekuatan argumenuntuk menyusun kembali pengalaman yang mereka peroleh (Suhartoyodkk, 2016). Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan pada penelitian ini adalah:
1. Pertemuan pertama (Fase introduction / introduksi). Kegiatan pembelajaran pada fase ini meliputi tiga tahapan yaitu pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pendahuluan meliputi kegiatan pemusatan perhatian, menggali pengetahuan awal, penyampaian tujuan dan topik pembelajaran. Pada tahap ini guru berusaha untuk menggali pengetahuan awal yang dimiliki oleh peserta didik mengenai meteri yang akan dibahas atau dipelajari pada fase introduction (materi yang berhubungan dengan Pembuatan kompos).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek seberapa besar pengetahuan individu peserta didik tentang ekosistem, selain itu kegiatan ini juga memancing motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, dan pada akhirnya guru akan lebih muda untuk mengaitkan dengan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran dilaksanakan. Kegiatan inti (meliputi kegiatan persiapan, inventarisasi masalah, pemecahan masalah, menegaskan konsep), serta kegiatan penutup (meliputi kegiatan menyimpulkan, preparasi eksplorasi serta evaluasi). Pada tahap ini peserta didik mulai melakukan kegiatan menginventarisasi (mengumpulkan permasalahan) yang mereka temukan yang selanjutnya akan mereka pecahkan sendiri melalui kegiatan diskusi. Setelah kegiatan diskusi selesai, guru akan menegaskan kembali konsep yang belum dipahami oleh peserta didik melalui diskusi tersebut. Sehingga diharapkan dari penegasan konsep yang dilakukan oleh guru tersebut akan memudahakan peserta didik untuk memahami materi yang sudah dipelajari tersebut.
2. Pertemuan Kedua (Fase eksplorasi dan fase interpretasi).
Fase eksplorasi dilaksanakan di luar kelas yaitu pada lingkungan SMPN 14 bengkulu tengah Kegiatan yang dilakukan pada fase eksplorasi ini melibatkan team teaching ( teman sejawat). Hal ini disebabkan ketika siswa bekerja di alam, maka secara otomatis membutuhkan pengawasan yang lebih. Fase eksplorasi ini terdiri dari langkah kegiatan pendahuluan (meliputi pemusatan perhatian dan orientasi) dan kegiatan inti (meliputi kegiatan observasi, mengumpulkan data, analisis data, merumuskan kesimpulan) sedangkan untuk fase interpretation (interpretasi) dilakukan pada kegiatan penutup (meliputi kegiatan verifikasi dan klarifikasi, pembahasan dan penemuan konsep, dan tindak lanjut berupa mengaplikasikan konsep).
Jadi pada fase 2 dan 3 (fase eksplorasi dan interpretasi) peserta didik akan berinteraksi langsung dengan lingkungan. Fase ini dimulai dari kegiatan awal berupa orientasi dari guru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan pada peserta didik tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, selain itu kegiatan orientasi juga bertujuan supaya peserta didik dapat bekerja dengan hati-hati. hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran dilakukan langsung. Setelah dilakukan kegiatan orientasi, maka langkah selanjutnya adalah praktek. Pada tahap ini peserta didik bersama kelompoknya melakukan pengamatan terhadap warna kompos, struktur
kompos, bau kompos dan hewan tanah yang terlibat pada proses pengomposan.
Selanjutnya peserta didik melalui kelompok akan melaksanakan kegiatan berupa pengumpulan data dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Proses pengumpulan data disesuaikan dengan perintah yang ada di dalam LKPD. Data yang dikumpulkan dicatat di Lembar kegiatan peserta didik yang sudah disediakan.
Data yang sudah diperoleh selanjutnya akan dianalisis oleh peserta didik dengan cara diskusi di kelompokknya masing-masing dan akhirnya akan disimpulkan. Setelah fase eksplorasi, maka fase terakhir yang dailaksanakan adalah fase interpretasi. Pada fase ini masing-masing kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing. Kegiatan ini dilakukan untuk memverifikasi dan klarifikasi terhadap kebenaran data yang mereka peroleh. Dan langkah terakhir adalah peserta didik diajak untuk mengaplikasikan konsep yang sudah mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari.
d) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar kerja peserta didik adalah sumber penunjang yang dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi yang harus dikuasai. LKPD merupakan alat bantu untuk menyampaikan pesan kepada siswa yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. LKPD yang dirancang oleh peneliti, berisikan tentang proses kinerja yang akan dilakukan oleh peserta didik. Komponen LKPD yang dirancang oleh peneliti pada penelitian ini antara lain terdiri dari; (1) Pendahuluan yang berisi materi singkat tentang topik kegiatan (materi tentang pembuatan kompos). Ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa agar siswa lebih memahami konsep materi yang disajikan; (2) Tujuan yang memberikan rambu-rambu tentang kompetensi yang harus dicapai siswa setelah melakukan kegiatan; (3) Alat dan Bahan yang bertujuan untuk membantu siswa bekerja secara teliti; (4) Cara Kerja yang memberikan petunjuk agar siswa bekerja sesuai prosedur yang memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja; (5)Data dan Pertanyaan/Bahan Diskusi.Komponen ini berfungsi untuk menuntun siswa menarik kesimpulan, dan sebagai alat bagi guru untuk melihat kompetensi yang dicapai siswa sesuai tujuan kegiatan. Selain data dan bahan pertanyaan yang ada di dalam LKPD pada penilitian ini juga berfungsi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa dari aspek kinerja.