• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN

B. Saran

1. Untuk mengatasi penumpukan sampah baik dari pasar ataupun yang dihasilkan dari rumah tangga terutama sampah organik, bisa dilakukan pembuatan kompos yang langsung pada lubang tanah.

2. Selain mengatasi penumpukan samapah pembuatan kompos juga dapat meningkatkan pengahsilan yang bernilai ekonomis.

3. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan mengukur indikator-indikator berpikir kritis yang lain seperti memfokuskan pertanyaan, Menyimpulkan dengan berpikir secara deduksi, mendefenisikan istilah serta dapat di uji cobakan pada materi IPA yang lain.

4. Untuk melihat efektifitas model pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis siswa kelasIX SMP, maka disarankan untuk perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengukuran kemampuan berpikir kritis peserta didik pada skala yang lebih besar (kelas eksperimen).

DAFTAR PUSTAKA

Amanillah, Zi. 2011. Pengaruh Konsentrasi Em4 pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Konsentrasi N,P, dan K. Skripsi. Fakultas MIPA. Universitas Brawijaya. Malang

Abdurroman yusupcara membuat Biopori 2013.html.com

Arifin S, et al.. 2012.Menjaga Kelestarian Lingkungan Dengan Biopori. Jakarta Buhungo,2015. Implementasi dan Pengembangan Kurikulum Pada Madrasyah

Alyah Tadbir. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam IAIN Sulatan Amai Gorontalo

Brookhart, SM (2010).Bagaimana Menilai Keterampilan Berpikir Orde Tinggi di ruang Kelas Anda. Alexandria: ASCD

BPLHD DKI Jakarta. 2008.Jurnal BPLHD Provinsi DKI Jakarta Leaflet Lubang Resapan Biopori. Jakarta

Cahaya ATS dan Nugroho DA. 2004. Pembuatan Kompos dengan Menggunakan Limbah Padat Organik (Sampah Sayuran dan Ampas Tebu). Jurnal Universitas Diponegoro. p.1-7

Choiriah, S. 2006.Inokulasi Mikroba Selulotik Untuk Mempercepat Proses Pengomposan Sampah Pasar dan Pengaruh Kompos Terhadap Produksidan Usaha Tani Sayuran. Tesis.

Djuarnani, N, Kriskan dan BS, Setyawan.2005. Cara Cepat Membuat Kompos.

Jakarta: Agromedia Pustaka.

Habibi, 2011.Pembuatan Pupuk Kompos Dari Limbah RumahTangga. Penerbit Titian Ilmu : Bandung.

Hilwatulsal. 2012. Lubang Peresapan Biopori dan cara membuatnya di lingkungan kita Universitas Sriwijaya Palembang

Heong, YM, Othman, WD, MdYunos, J., Kiong, TT, Hassan, R., & D Mohamad, MM 2011. Tingkat Marzano Tinggi Orde Keterampilan berpikir di antara Siswa PendidikanTeknis. International Journal of Social dan kemanusiaan, Vol. 1, 2011

Horwts, W. 2000 Official Methods of Analysis AOAC internasional. Vol.1 Maryland USA

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Jufri, Wahab, A. 2017. Belajar dan Pembelajaran Sains: Modal Dasar Menjadi Guru Profesional. Bandung : Pustaka Reka Cipta

Kurniasih I., Sani, B. 2017. Lebih Memahami Konsep & Proses Pembelajaran Implementasi & Praktek Dalam Kelas. Jakarta : Kata Pena

Lestrai Eka Kurnia & Yudhanegara Ridwan,2015 Penelitian Pendidikan Matematika Jakarta PT Refika Aditama

Limbach, B & Waugh, W. 2010. Mengembangkan Tingkat Tinggi Berpikir. Journal of Instructonal pedagogi.

Maryati, et al.. 2010. Lubang Resapan Biopori (LRB) teknologi Teknologi Tepat Guna Untuk Mengatasi Banjir Dan Sampah Serta Menjaga Kelestarian Air Bawah. Yogyakarta Tim PPM Biopori UNY

Manzoni S, R. B. Jackson, J. A. Trofymow, A. Porporato. 2008. The Global Stoichiometry of Litter Nitrogen Mineralization. Sci

Mudjiono, 2010Belajar dan Pembelajaran, Jakarta. Reneka Cipta

Pambudiono A, Suarsini E, Amin M. 2016. Pengembangan Buku Ajar Bioteknologi Berbasis Penelitian Bioremidiasi Logam Berat Kadmium untuk Mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang. Jurnal Pendidikan. 1(6) p.1077 - 1085 EISSN: 2502-471X

Roestiyah, N. K. 2012 .Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

R, Kamir Brata. 2009. Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir, Kekeringandan Perbaikan. Prosiding Seminar Lubang Biopori (LBR) dapat Mengurangi Bahaya banjir di Gedung BPPT 2009. Jakarta.

Sampah.(Online). (http://jhonherf.wordpress.com, Maryati, et al.. 2010. Lubang biopori

Subandriyo, 2013, Optimasi Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga mengunakan Kombinasi Aktivator EM4 dan MOL terhadap rRasio C/N, Jurnal Ilmu Lingkungan

Sudayana, 2015Statiska Penelitian Pendidikan ALFABETA Bandung

Sofyan A, Nurjaya, Kasno A. 2011. Status hara tanah sawah untuk rekomendasi pemupukan. Tanah Sawah dan Pengelolaannya. Balai Penelitian Tanah.

Bogor

Suhardan, D. 2009.Manejemen Pendidikan Bandung: Alfabeta Simamora, 2010 Dasar-dasar ilmu Tanah universitas Lampung

Sugiona, 2010 Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, kuantitatif dan R

& D cetakan 11, Alfabeta Jogyakarat

Sugiyono. 2011Statistik Untuk Penelitian Bandung Alfabeta

Tirtarahardja,Sulo, 2010Pengantar Pendidikan Rineka Cipta Jakarta

Wahyu, Wibowo.2012.Menulis Buku Ajar Perguruan Tinggi. Jakarta: Bidik Phronesia

Wahyudi, BS Hariyadi S, Hariani SA. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Model Problem Based Learning pada Pokok Bahasan Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Grujugan Bondowoso. Jurnal Pancaran 3(3) p.83-92

Wahyuni S. 2015. “Pengembangan Bahan Ajar IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP”. Juenal Materi dan Pembelajaran Fisika. 5 (2) p.47-52 ISSN : 2089-6158

Widoyoko, E, P. 2016. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winarni, E, W. 2012.Inovasi Dalam Pembelajaran IPA. Bengkulu: FKIP UNIB.

Yuliarti , A. 2009.Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Yayasan Idayu Jakarta

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran 2 Jumlah Populasi Jamur dan Bakteri yang diperoleh selama pengamatan

NO PENGAMATAN POPULASI JAMUR POPULASI BAKTERI

1 AWAL 102 71

2 PIPA MINGGU KE 2 131 109

3 PIPA MINGGU KE 4 421 332

4 TANPA PIPA MINGGU KE 2 583 421

5 TANPA PIPA MINGGU KE 4 856 764

Pertumbuhan Populasi Jamur dan Bakteri yang diperoleh

NO PENGAMATAN POPULASI

JAMUR

POPULASI PERTUMBUHAN

JAMUR

POPULASI BAKTERI

POPULASI PERTUMBUHAN

JAMUR

1 AWAL 102 71

2 PIPA MINGGU KE 2 131 29 109 38

3 PIPA MINGGU KE 4 421 319 332 261

4 TANPA PIPA MINGGU

KE 2 583 481 421 350

5 TANPA PIPA MINGGU

KE 4 856 754 764 693

Kandungan NPK yang diperoleh

NO PENGAMATAN N P K

1 PIPA MINGGU KE 2 0,98 1,1 0,78

2 PIPA MINGGU KE 4 1,20 1,15 0,86

3 TANPA PIPA

MINGGU KE 2 1,61 1,90 0,98

4 TANPA PIPA

MINGGU KE 4 1,86 2,01 1,10

Lampiran 3

DAFTAR PEROLEHAN NILAI VALIDASI DARI VALIDATOR

VALIDAT

OR KomponenLKPD

Fung si LKP

D

Materi

Tata Baha

sa LKP

D

Day a Tarik

Juml ah

Rera ta

Keteranga n

1 2 1 1 2 3 4 5 1 1

Validator

1 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 47 4,7 Sangat

baik Validator

2 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 46 4,6 Sangat

baik Validator

3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 40 4 Baik

Jumlah 14 12 14 14 14 11 13 13 14 14

Rerata 4,67 4,00 4,67 4,67 4,67 3,67 4,33 4,33 4,67 4,67

Rubrik Penilaian LKPD

(Lembar Kegiatan Peserta Didik)

Jenis sekolah : SMP Negeri 14 Bengkulu Tengah Jumlah soal : 6 soal

Mata pelajaran : IPA Bentuk soal : Uraian (Essay)

Kelas/Semester : VII/I

Kurikulum : Kurikulum 2013 Alokasi Waktu : 5 JP (2 Pertemuan) A. Rubrik Penilaian LKPD

Indikator Pemahaman Aspek Yang Dinilai Nomor

Soal Skor

Menjelelaskan

Memberikan penjelasan cara pemanfaatan sampah organik seperti

sayur-sayuran agar dapat memiliki nilai guna 1 3

Mebrikan penjelasan peranan EM4 pada proses pengomposan 3 6 Membandingkan Membandingkan manakah tekhnik pembuatan kompos yang lebih

baik, menggunakan pippa atau tanpa pipa 2 5

Mencontoh Semut adalah salah satu hewan tanah yang berpran pada proses pengomposan, sebutkan 2 contoh selain semut yang berpran pada proses pengomposan . berikan penjelasan.

4 5

Meramalkan Memberikan penjelasan bagaimana jika waktu pengomposan

diberikan penambahan waktu 5 5

Menyimpulkan Menarik kesimpulan dari hasil pengamatan pada proses pembuatan

kompos 6 6

Jumlah Butir Soal 30

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN BUTIR SOAL PADA LKPD

BUTIR SOAL INDIKATOR

PEMAHAMAN

JAWABAN SKOR

1. Mengapa, pengelolaan sampah organik dapat memiliki nilai ekonomis?

Berikan alasannya.

Mampu memberikan penjelasan

1. Sampah organik diolah menjadi kompos. Sampah yang sudah menjadi kompos dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk tanaman. Selain itu kompos tersebut dapat di jual sehingga dapat memberikan nilai ekonomis.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalima

2. Berdasarkan pengamatan Jelaskan tekhnik

pembuatan kompos yang lebih baik, tanpa pipa atau

Mampu menbandingkan dan menjelaskan

informasi yang didapat dari hasil pengamatan

Pembuatan kompos yang lebih baik tanpa menggunakan pipa

- Pembuatan kompos tanpa pipa kualitasnya lebih baik karena pada

 Skor 5, jika memenuhi 5 kata /kalimat kunci.

 Skor 4, jika memenuhi 4 kata /kalimat kunci.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

menggunakan pipa?

berikan alasannya

waktu proses pengomposan dibantu oleh hewan tanah seperti cacing, larva,semut serta hewan-hewan yang lain, selain membantu mempercepat proses pengomposan pada sampah organik, juga berperan dalam mengubah CO menjadi CO2 dan ikut membantu mengikat N dari udara, pH dan suhu tanah sangat berpengaruh dalam proses pelapukan bahan organik

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalimat

3. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada proses pembuatan kompos bagaimna peran EM4 yang diberikan, berikan

alasannya

Mampu memberikan penjelasan

Peran EM4 pada proses pengomposan:

mengaktifkan bakteri yang ada pada sampah organik. meningkatkan kandungan humus tanah, mengikat nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfunsi antioksi , menekan bau, dan menggemburkan tanah

 Skor 6, jika memenuhi 6 kata /kalimat kunci

 Skor 5, jika memenuhi 5 kata /kalimat kunci.

 Skor 4, jika memenuhi 4 kata /kalimat kunci.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata

kunci/kalimat kunci

Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalimat

4. Semut adalah salah satu hewan tanah yang berperan pada proses pengomposan, sebutkan 2 contoh selain semut hewan tanah yang berperan pada proses pengomposan!

berikan penjelasan.

5. Jika waktu pengomposan dilakukan lebih dari 1 minggu bagaimana denagn kualitas komposnya, berikan penjelasan

Mampu memberikan contoh berserta penjelasan

Mampu meramalkan berdasarkan hasil pengamatan, berserta penjelasan.

1. Cacing 2. larva

cacing dan larva membuat proses pengomposan lebih cepat dan epektif, proses pengoposan tidak menimbulkan bau busuk ,kotoran cacing juga mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, larva juga dapat meningkatkan kandungan unsur hara netrogen pada kompos.

Penambahan waktu pengomposan akan memberikan kualitas lebih bagus.

Penambahan waktu pengomposan lebih dari satu minggu akan menghasilkan kompos yang lebih bagus disebabkan penguraian sampah organik oleh bakteri

 Skor 5, jika memenuhi 5 kata /kalimat kunci.

 Skor 4, jika memenuhi 4 kata /kalimat kunci.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata kunci/kalimat kunci

Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalimat

 Skor 5, jika memenuhi 5 kata /kalimat kunci.

 Skor 4, jika memenuhi 4 kata /kalimat kunci.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata

6. Buatlahkesimpulan dari kegiatan ini!

Berdasarkan hasil pengamatan

Mampu menarik kesimpulan dari hasil pengamatan

dan hewan hewan tanah akan membuat struktur kompos lebih gembur,warna komposnya akan lebih hitam dan baunya akan hilang

Sampah organik dari sayur-sayuran dapat dikelola menjadi kompos, dengan cara: sampah organik di cuci dan potong kecil-kecil,lalu timbang bahan ¼ bagian sayur ¼ bagian dedak ½ kotoran hewan diaduk sampai rata,siriam denagan larutan EM4 80cc dalam 8 liter air,pembuatannya bisa dengan cara tanpa pipa atau dengan menggunakan pipa, pembuatan

kompos tanpa pipa akan

menghasilakan kualitas kompos yang lebih baik diabndingakan dengan menggunakan pipa.karena paranan

kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata kunci/kalimat kunci

Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalimat

 Skor 6, jika memenuhi 6 kata /kalimat kunci

 Skor 5, jika memenuhi 5 kata /kalimat kunci.

 Skor 4, jika memenuhi 4 kata /kalimat kunci.

 Skor 3, jika memenuhi 3 kata kunci/kalimat kunci

 Skor 2, jika memenuhi 2 kata kunci/kalimat

 Skor 1, jika memenuhi 1 kata kunci/kalimat kunci

Skor 0, jika tidak memenuhi kata kunci/kalimat

hewan tanah sangat mempengaruhi pada proses penguraian.

Kompos yang berhasil dapat ditunjukan dari struktur komposnya gembur, tidak berbau dan warnanya hitam.

Total Skor 30

Lampiran 5 SILABUS

ILMU PENGETAHUAN ALAM Satuan Pendidikan : SMP Negeri 14 Bengkulu Tengah Kelas /Semester : IX

Kompetensi Inti :

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya

terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak

(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran 3.1 Menghubungkan

sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi, serta penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi

4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya

pencegahan gangguan pada organ reproduksi

Sistem

Reproduksi Pada Manusia

Pembelahan sel

Sistem reproduksi manusia

Kelainan dan penyakit pada sistem

reproduksi

Pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi

Mengamati gambar/carta pembelahan sel Mengidentifikasi

pembelahan mitosis dan meiosis

Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki dan perempuan beserta fungsinya

Mengumpulkan informasi tahapan pembentukan sel sperma

(spermato-genesis) dan sel telur (oogenesis) serta proses menstruasi

Mengidentifikasi tahapan- tahapan menstruasi

Menjelaskan fertilisasi dan perkembangan embrio

Mengumpulkan informasi

26

pada sistem reproduksi Membuat laporan

tertulis tentang

kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi

3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta

penerapan teknologi pada sistem

reproduksi tumbuhan dan hewan

4.2 Menyajikan karya hasil

perkembangbiakan pada tumbuhan

Sistem

perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan Reproduksi pada tumbuhan

Teknologi

reproduksi pada tumbuhan

Reproduksi pada hewan

Teknologi

reproduksi pada hewan

Menjelaskan reproduksi aseksual dan seksual tumbuhan dan hewan

Mengumpulkan informasi dan mendeskripsikan prinsip teknologi reproduksi pada tumbuhan dan hewan

Menyajikan hasil identifikasi reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan berbiji dalam bentuk laporan tertulis dan

mendiskusikannya dengan teman

3.3 Menerapkan konsep pewarisan sifat dalam

pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup

4.3 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang tanaman dan hewan hasil pemuliaan

Pewarisan sifat Materi genetik Hukum

pewarisan sifat

Pewarisan sifat pada manusia

Kelainan sifat menurun pada manusia

Penerapan pewarisan sifat dalam pemuliaan makhluk hidup

Adaptasi dan seleksi alam

Mengamati karakteristik teman sebaya untuk mengidentifikasi keragaman

Mengidentifikasi struktur DNA dan kromosom sebagai materi genetik

Melakukan praktik pemodelan persilangan monohibrid dan dihibrid untuk mendapatkan konsep hukum pewarisan sifat

Mengumpulkan informasi yang terkait dengan adaptasi dan seleksi alam seperti: bunglon yang beradaptasi dengan mengubah warna

tubuhnya, pohon jati yang menggugurkan daunnya, atau fenomena lain

Membuat laporan tertulis mengenai varietas

tanaman dan hewan yang merupakan

varietas unggul yang dikembangkan melalui persilangan dan

mendiskusikannya dengan teman 3.4 Menjelaskan

konsep listrik statis dan

gejalanya dalam kehidupan sehari-hari,

Listrik Statis

Interaksi antara muatan listrik

Mengamati interaksi antara dua benda bermuatan listrik misal potongan kertas yang ditarik

termasuk

kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang mengandung listrik

4.4 Menyajikan hasil

pengamatan tentang gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-hari

Gaya listrik

Potensial listrik

Kelistrikan pada sistem saraf

Hewan yang mengandu ng listrik

oleh penggaris plastik

Melakukan percobaan untuk menyelidiki muatan listrik statis dan interaksi (gaya listrik) dua benda bermuatan terhadap jarak

Menyelidiki peristiwa terjadinya petir untuk menjelaskan konsep potensial listrik

Mengidentifikasi

kelistrikan pada sistem saraf serta hewan-hewan penghasil listrik

Menyajikan hasil percobaan untuk menyelidiki muatan listrik statis dan interaksinya, serta mendiskusikannya dengan teman

3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik, sumber energi listrik dalam kehidupan sehari-hari termasuk

sumber energi listrik alternatif, serta berbagai upaya menghemat energi listrik

4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai

rangkaian listrik

Rangkaian Listrik Arus listrik

Hukum Ohm Hukum I Kirchhoff

Rangkaian listrik

Sumber energi listrik

Energi dan daya listrik Penghematan energi listrik

Sumber energi listrik alternatif

Mengamati berbagai peralatan listrik serta nyala lampu pada

beberapa rangkaian listrik yang ada di lingkungan sekolah

Melakukan percobaan rangkaian listrik terbuka dan tertutup, hubungan antara kuat arus,

hambatan, dan tegangan listrik , mengukur arus listrik yang mengalir pada rangkaian listrik seri dan paralel

Mengidentifikasi sumber-sumber energi listrik, faktor- faktor yang memengaruhi besarnya energi dan listrik serta upaya yang dapat dilakukan dalam rangka penghematan energi listrik

Mengidentifikasi jenis-jenis sumber energi listrik alternatif yang ramah lingkungan

Menyajikan hasil

perbandingan arus listrik pada rangkaian seri dan paralel serta hasil

penyelidikan karakteristik rangkaian listrik, dan mendiskusikannya dengan teman 3.6 Menerapkan

konsep kemagnetan, induksi

Kemagnetan Mengamati berbagai bentuk magnet dan berbagai produk

elektromagnetik, dan

pemanfaatan medan magnet, termasuk dalam kehidupan sehari-hari termasuk

pergerakan/navi gasi hewan untuk mencari makanan dan migrasi

4.6 Membuat karya sederhana yang memanfaatkan prinsip

elektromagnet dan/ atau induksi

elektromagnetik

Sifat magnet Cara membuat magnet

Kemagnetan bumi Induksi

elektromagnetik Transformator

Produk teknologi yang

memanfaatkan kemagnetan

Pergerakannaviga si hewan yang memanfaatkan medan magnet

yang memanfaatkan elektromagnet atau induksi elektromagnetik

Melakukan percobaan untuk menyelidiki sifat-sifat danpembuatan magnet

Mengidentifikasi kutub-kutub kemagnetan bumi, sudut deklinasi, dan sudut inklinasi

Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi besar gaya Lorentz dan

mengumpul-kan informasi mengenai peristiwa induksi elektromagnetik dan

transformator melalui percobaan

Mengumpulkan informasi mengenai pergerakan/

navigasi hewan yang memanfaatkan medan magnet bumi

Menerapkan prinsip elektromagnet atau induksi elektromagnet dalam karya berupa produk teknologi sederhana

3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya dalam

kehidupan manusia

4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan sekitar

Bioteknologi dan Produksi Pangan Prinsip dasar bioteknologi

Bioteknologi konvensional Bioteknologi modern Penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia

Mengamati berbagai produk bioteknologi konvensional misalnya tempe, kecap, tape, nata de coco, dll

Membedakan prinsip bioteknologi konvensional dan modern

Melakukan percobaan untuk membuat produk

bioteknologi konvensional, misalnya membuat tape, tempe, atau yoghurt

Mengumpulkan informasi tentang penerapan

bioteknologi modern dalam mendukung kelangsungan hidup manusia dan

mendiskusikan hasilnya dengan teman

3.8 Menghubungkan konsep partikel materi, (atom ion, dan molekul), struktur zat

sederhana dengan sifat bahan yang

Sifat Bahan

Atom, ion, dan molekul

Sifat bahan

Mengamati model atom serta berbagai macam bahan serat, karet, tanah liat, kaca/gelas, plastik, dan logam

Mengidentifikasi

bagian-digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta dampak penggunaan bahan terhadap kesehatan manusia

4.8 Menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat dan pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari

Pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari- hari

Pengaruh bahan berbahaya terhadap kesehatan

bagian atom serta sifat-sifat fisik bahan serat, karet, tanah liat,

kaca/gelas, plastik, dan logam melalui

penyelidikan

Mengidentifikasi pemanfaatan bahan dalam kehidupansehari-hari serta pengaruh bahan tertentu terhadap kesehatan manusia

Menyajikan karya ide kreatif pemanfaatan bahan serat, karet, tanah liat, kaca/gelas, plastik, dan logam

3.9 Menghubungkan sifat fisika dan kimia tanah, organisme yang hidup dalam tanah, dan pentingnya tanah untuk keberlanjutan kehidupan

4.9 Menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat tanah dan

pentingnya tanah bagi kehidupan

Tanah dan Kehidupan

Sifat fisika dan kimia tanah

Peranan tanah untuk keberlanjut an

kehidupan

Peranan organisme dalam tanah

Proses pembentuk an tanah

Komponen penyusun tanah

Mengamati berbagai tekstur, lapisan-lapisan serta komponen-komponen tanah

yang ada di lingkungan sekitar

Melakukan percobaan tentang peranan tanah bagi kehidupan serta mengidentifikasi peran organisme yang ada di permukaan dan dalam tanah

Mengumpulkan informasi mengenai proses

pembentukan tanah serta mengidentifikasi

komponen penyusun tanah dan tingkat kesuburan tanah melalui percobaan

Membuat laporan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat dan pentingnya tanah bagi kehidupan dan mendiskusi- kannya dengan teman

3.10 Menganalisis proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk

keberlanjutan kehidupan

4.10Menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi

sederhana yang ramah lingkungan

Proses dan Produk

Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan

Aplikasi teknologi ramah lingkungan untuk

keberlanjutan kehidupan

Teknologi tidak ramah

Mengamati tayangan penggunaan biogas, sel surya, mobil listrik, atau aplikasi teknologi ramah lingkungan yang lain Mengumpulkan

informasi mengenai berbagai teknologi ramah lingkungan serta aplikasinya

Menganalisis dampak teknologi tidak ramah lingkungan terhadap

lingkungan alam Menyajikan karya

tentang proses dan produk teknologi ramah lingkungan dan

Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMPN 14 Bengkulu Tengah Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas / Semester : IX / Gasal

Materi Pokok : Penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan

Waktu : 4 x 40 menit

STANDAR KOMPETENSI

2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.

KOMPETENSI DASAR

2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan

A. INDIKATOR

1. Pengertian bioteknologi

2. 5 produk bioteknologi moderendi bidang pertanian 3. Sampah memberikan nilai ekonomis

4. Peran mikroorganisme pada pembuatan kompos

5. Mampu membuat kompos dari sampah organik berserta teknik pembuatannya

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

 Menjelaskan pengertian bioteknologi

 Menyebutkan 5 produk bioteknologi moderen dibidang pertanian

 Menjelaskan sampah memberikan nilai ekonomis

 Menyebutkan peran mikroorganisme pada pembuatan kompos

 Membuat kompos dari sampah organik berserta teknik pembuatannya

Konteks Aplikasi Sains

- Menjelskan langkah-langkah pembuatan kompos

Ketrampilan Proses

- Menyimpulkan dampak positip bioteknologi bagi kehidupan manusia dibidang pertanian

Sikap dan nilai

- Menunjukkan ketertarikan pada pembelajaran - Ketekunan dalam bekerja

- Mau bertanya

- Merasakan manfaat mengetahui konsep penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia

- Merespon pertanyaa guru Berpikir kritis

- Memprediksi dampak negatip yang timbul akibat kemajuan bioteknologi.

5. Materi Pembelajaran:

o Bioteknologi konvensional definisikan sebagai pemanfaatan organisme hidup untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.

o Bioteknologi moderen bioteknologi modern menggunakan peralatan, teknologi, dan cara yang sangat canggih

Produk Bioteknologi Moderen :

1) Bidang Pertanian dan Peternakan

Beberapa contoh aplikasi bioteknologi modern di bidang pertanian sebagai berikut

 Padi transgenik

 Tembakau resisten terhadap virus

 Bunga antilayu dan buah tahan kebusukan

 Tanaman kapas anti serangga

 Pembuatan pupuk organik

Keuntungan bioteknologi antara lain adalah meningkatkan bibit tanaman dengan sifat unggul,meningkatkan produksi bahan pangan,mengelolah sampah menjadi bahan bermanfaat,

6. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran : Explicit Instruction (Pengajaran Langsung)

Pendekatan Pembelajaran : Cooperative Learning

Metode Pembelajaran : Eksperimen, Diskusi Informasi 7. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan pertama

G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

NO Kegiatan Belajar Waktu Karakter

1. Kegiatan Awal

A Siswa menjawab salam dari guru,berdoa, kemudian guru menanyakan kabar siswa dan melakukan presensi.

5’ Toleransi

B Siswa menerima informasi tentang materi, kompetensi dasar,tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan dilakukan.

10’ Semangat , rasa ingin tahu C Siswa menerima motivasi dari guru:

Guru menayangkan danpak dari limbah sampah pasar

10’ Semangat

2. Kegiatan Inti

Guru menayangkan ( memperlihatkan ) beberapa yang terjadi akibat limbah pasar A Guru meminta siswa membagi kelompok yang

berisi 4 siswa.,untuk melakukan kegiatan pengamatan

15’

B Siswa membagi kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 siswa untuk melakukan kegiatan sekaligus observasi tentang pembuatan

90’ Kerja sama, teliti,

Dokumen terkait