Penulisan Laporan
F. Instrument Pengumpulan Data
Sugiyono (2010:102) mengungkapkan bahwa “Instrumen penelitian adalah
suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang
diamati”. Berdasarkan pernyataan tersebut, fenomena alam maupun social yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu berupa variabel penelitian. Variabel penelitian dalam penelitian ini berupa kepedulian siswa terhadap lingkungan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa non tes, berupa angket, lembar observasi serta dokumentasi.
1. Instrumen Non Tes a. Lembar Observasi
Abidin (2011:165) mengungkapkan, “Observasi didefinisikan sebagai
pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan melibatkan seluruh indera untuk mendapatkan data berupa sikap yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Melalui observasi penelitian belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut (Sugiyono, 2010:226). Dalam penelitian kuantitatif ini, lembar observasi digunakan untuk melihat aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam melihat kesesuaian antara rancangan pembelajaran yang dibuat dengan kenyataan lapangan. Adapun pedoman dalam pengisian dan penilaian lembar observasi sebagai berikut :
1. Bacalah setiap pernyataan sebelum pembelajaran dimulai untuk mempermudah pengamatan saat pembelajaran dilaksanakan.
2. Pengisian lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran ini berdasarkan pada pelaksanaan pembelajaran yang saudara amati.
3. Berilah tanda (v) pada salah satu pilihan realisasi yang tersedia untuk setiap pernyataan berikut sesuai dengan pengamatan saudara saat pembelajaran.
a. Aktivitas guru
Ya : jika guru melaksanakan kegiatan tersebut. T : Jika guru tidak melaksanakan kegiatan tersebut.
Contoh untuk poin 1, yaitu guru membuka proses pembelajaran . Jika itu itu dilaksanakan maka observer harus member tanda (v) pada kolom(Y) b. Aktivitas siswa
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
(4) jika 16 ≤ I < 20 siswa (3) jika 10 ≤ I < 15 siswa (2) jika 5 ≤ I < 9 siswa (1) jika 1 ≤ I < 4 siswa
Contoh untuk poin 1 jika seluruh siswa mengikuti kegiatan belajar dengan baik, maka observer harus member tanda (v) pada kolom 4 karena seluruh siswa
berjumlah 20 orang berada dalam interval 16 ≤ I < 20 siswa. Begitupun dengan
yang lainnya, sehingga pengamatan dapat dilakukan dengan benar.
No Persentase Kualifikasi
1 80%≤µ < 100% Sangat tinggi/Sangat baik
2 60%≤µ < 79,9% Tinggi/ Baik
3 40%≤µ < 49,9% Sedang
4 20%≤µ < 39,9% Rendah
5 0%≤µ < 19,9% Sangat rendah
µ = Persentase tiap aspek
Tabel 3.1. Kualifikasi hasil Observasi
b. Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi sperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.(Sugiyono, 2013:199).
Metode angket ini digunakan untuk mencari data atau informasi tentang kegiatan interaksi dalam pembelajaran, yaitu seberapa besar pengaruh Compost Art terhadap kepeduliasn siswa terhadap lingkungan di SD N Lialang. Peneliti menggunakan skala likert dimana skala tersebut digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut dengan variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor misalnya :
Selalu dilakukan/sangat positif diberi skor 5 Sering dilakukan /positif diberi skor 4 Kadang-kadang dilakukan /netral diberi skor 3 Jarang dilakukan /negatif diberi skor 2 Tidak pernah dilakukan /sangat negatif diberi skor 1
Instrument penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk cheklist ataupun pilihan ganda. (Sugiyono,2013:135).
c. Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen berati barang-barang tertulis. Metode dokumentasi adalah "mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.
Kamera digunakan untuk mendokumentasikan kegiatan pembeelajar siswa dan hasil siswa dalam kegiatanCompost Art.
2. Proses Pengembangan Instrumen
Sebelum instrument digunakan dalam penelitian, instrumen tersebut diujicobakan kepada siswa diluar sampel yang memiliki karakteristik hamper serupa dengan sampel yang akan diteliti. Uji coba instrumen ini dilakukan untuk mengetahui kualitas ataupun kelayakan instrumen.
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrumen. “Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur” (Sugiyono, 2010:121).
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila kita menggunakan lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor (penjumlahan dari beberapa faktor). Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total. Atau jika melakukan penilaian langsung terhadap koefisien korelasi, bisa digunakan batas nilai minimal korelasi 0,30. Untuk pembahasan ini dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi dengan kriteria menggunakan r kritis pada taraf signifikansi 0,05 (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
Pada program SPSS teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Corrected Item-Total Correlation. Pada penelitian ini, proses uji validitas diolah dengan bantuan komputer program Statistical Product and Service Solustion (SPSS) 14.0
b. Uji reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas diantaranya metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula
Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, dan metode Anova Hoyt. Dalam
penelitian ini metode yang digunakan adalah metode Alpha (Cronbach’s). Metode
alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentangan (misal 0-20, 0-50). Metode alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt.
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r kritis product moment. Atau kita bisa menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Proses uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan komputer program Statistical Product and Service Solustion (SPSS) 14.0
c. Uji Homogenitas Varians
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara dua keadaan atau populasi. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis independent sample t test dan ANOVA. Sebagai kriteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama.
Adapun criteria pengujian adalah : 1) Ho = sampel dinyatakan homogen 2) H1 = sampel dinyatakan tidak homogeny
Jika Nilai sig. < 0,05 maka Ho diterima Jika Nilai sig. > 0,05 maka Ho ditolak
Dalam Proses uji Homogenitas varians ini peneliti menggunakan bantuan komputer program Statistical Product and Service Solustion (SPSS) 14.
3. Analisis Data
a. Analisis statistik deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum masing – masing variabel. Proses analisis deskripsi ini adalah mengolah data dari setiap variabel dengan bantuan komputer program Statistical Product and Service Solustion (SPSS) 14.0 untuk mengetahui data deskriptif setiap variabel dan untuk mempermudah pada uji hipotesis. Analisis deskriptif dilakukan dengan menyajikan data berupa angka rata-rata (Mean), median, modus, dan menghitung standar deviasi.
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
b. Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat melihat apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal. (Tony Wijaya,2009:129).
Uji normalitas data ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Uji kenormalan yang digunakan adalah uji Liliefors.
Hipotesis uji normalitas :
Ho = sampel berdistribusi normal H1 = sampel berdistribusi tidak normal Kriteria uji normalitas :
Jika nilai sig. lebih dari 0,05, maka Ho diterima, artinya berdistribusi normal. Tetapi jika signifikansi kurang dari 0,05, maka Ho ditolak yang artinya data tidak berdistribusi normal.
Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer, yaitu Product and Service Solustion (SPSS) 14.0
c. Uji Hipotesis
Angket yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket kepedulian siswa pada lingkungan. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala likert. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sanagat positif sampai negatif. Dalam penelitian ini, penulis menguji dua variabel diantaranya : 1) Variabel (X), yaitu kepedulian siswa pada lingkungan kelas eksperimen
dengan kegiatan Compost art
2) Variabel (Y), yaitu kepedulian siswa kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.
Setelah data diperoleh, maka dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui hasil penelitian ini. Untuk menguji hipotesis digunakan rumus statistic komparansional dengan uji t test. Namun, sebelumnya dilakukan uji homogenitas
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Berikut disajikan rumus untuk mencari nilai t hitung :
Keterangan:
to : nilai t hitung yang dicari
Mx-My : Selisih Mean X dan Mean Y
SEMXY : Standar error perbedaan mean X dan mean Y Dalam hal ini, peneliti menggunakan aplikasi spss 14.0 Kriteria Hipotesis, jika :
To > ttabel, berarti Ha diterima dan Ho ditolak To < ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak
Dengan dk = (N1+N2 –2) dan taraf signifikan α = 0,05
d. Analisis Data Lembar Observasi
Data dari lembar observasi yang terkumpul dihitung skornya. Setelah skor tersebut diperoleh kemudian diubah menjadi nilai (skala 100).
Rumus yang digunakan :
Keterangan : N : Nilai yang dicari Sk. Aktual : skor yang diperoleh Sk. Ideal : Skor maksimal
Wini Oktaviani, 2015
PENGARUH COMPOST ART TERHADAP KESADARAN SISWA UNTUK PEDULI PADA LINGKUNGAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V